Reincarnation: System Shaman

Reincarnation: System Shaman
Chapter 107 - Pergi Ke Neraka Part 2



"Apa! Kau serius!" Ucap Iblis perempuan dengan wajah tidak percaya, dirinya segera menjadi sangat serius, sebab sudah sangat lama dirinya ingin kembali ke Neraka, tapi segel dari buku yang menyegelnya begitu kuat, oleh karena itu dirinya tidak dapat kembali.


Tapi sekarang, pria yang menggagalkan rencananya untuk kembali ke Neraka, menawarkan untuk membuat kesepakatan di mana dirinya akan dilepaskan, jika dirinya dapat membantu pria itu pergi ke Neraka.


"Tentu saja aku serius, bagaimana apakah kau mau?" Ucap Yami sambil tersenyum lebar.


"Ya! Aku terima!" Ucap Iblis perempuan itu dengan suara keras.


"Kalau begitu katakan, bagaimana caranya pergi ke Neraka?" Ucap Yami dengan rasa ingin tahu.


"Kita perlu melalui kota Logh Dunia bawah atau bisa disebut juga sebagai Underworld, sesampainya di sana kau hanya perlu pergi ke hutan Sound Hell."


"Di hutan itu kau perlu pergi ke danau Whisper of Death, sesampainya di danau tersebut kau hanya perlu mencelupkan diri ke dalam danau, tapi seperti nama danau itu, jika kau memasuki danau tersebut, maka akan terdengar suara-suara yang berbisik."


"Menyuruhmu untuk melakukan bunuh diri, tapi jika kau memiliki tekad yang kuat, maka kau tidak akan melakukan hal tersebut, saat kau berenang ke dasar danau, di bawah danau terdapat sebuah lubang, yang di mana itu akan membawamu ke dalam Neraka milik Fraksi Malaikat, Malaikat Jatuh dan Iblis." Ucap Iblis perempuan tersebut yang menjelaskan dengan hati-hati.


Pasti banyak yang bingung apa perbedaan Dimensi Underworld dengan Dimensi Neraka, gini konsepnya Dimensi Underworld tempat bagi Ras Iblis dan Malaikat Jatuh berada, sementara Dimensi Neraka itu tempat di mana Jiwa manusia, yang telah melakukan kesalahan dan dosa berada.


Sementara Dimensi Underworld suatu Dimensi super besar, sedangkan Dimensi Neraka itu ada banyak dan luasnya berbeda-beda, juga Dimensi Neraka hanya mengumpulkan Jiwa Manusia, yang telah melakukan kesalahan dan dosa dari suatu Negara dan Agama.


Oleh karena itu terdapat banyak Dimensi Neraka dari berbagai Fraksi besar, yang merupakan keyakinan tertentu yang dipegang oleh ras Umat manusia, tapi meski Dimensi Neraka ada banyak, dan mereka saling terhubung, tapi bukan berarti ras lain dapat bepergian antar Dimensi Neraka dengan mudah, oleh karena itulah iblis perempuan itu terkejut, dengan keputusan Yami yang ingin pergi ke Dimensi Neraka.


"Begitukah..." Ucap Yami yang menganggukkan kepalanya, dirinya mengerti bahwa untuk sampai ke sana membutuhkan banyak persiapan, oleh karena itu, Yami memutuskan membuat beberapa benda, dan karena itu pula Yami memutuskan untuk melihat-lihat, apakah ada hal bagus dari barang-barang yang dirinya simpan.


Yami memutuskan untuk kembali ke rumahnya terlebih dahulu, melihat Yami yang akhirnya pulang ke rumah, membuat Nana dan Karina cemberut, mereka berdua ngambek dan tidak mau berbicara dengan Yami, melihat hal itu Yami tersenyum kecut.


Dirinya mencoba membujuk mereka berdua, tapi semua bujukannya di tolak, Yami akhirnya memutuskan untuk tidak memberitahukan mengenai Ai kepada yang lain, dirinya hanya meminta Kuso, untuk membeli beberapa bahan ke Pasar Gelap Ghaib.


Tidak lama kemudian Kuso kembali membawa bahan-bahan yang Yami perlukan, dirinya segera membuat beberapa barang tertentu, setelah selesai membuat beberapa barang, Yami segera memutuskan melihat-lihat barang apa saja, yang dirinya miliki di dalam penyimpanannya.


"Sepatu yang dapat membuat berjalan dan berlari di awan? Tidak butuh!"


"Kacamata kejujuran? Heh aku mau pergi ke Neraka, itu tempat di mana banyak orang yang berbohong, untuk apa aku membawa benda ini!"


"Anting Penyembuhan, ini bagus... Tapi mengapa bentuk antingnya berbentuk bunga!"


"Jam Radar Kebencian? Instingku sudah sangat tajam, tidak dibutuhkan!"


"Topi Pencuri Hati? Mengapa aku perlu memakai topi yang dapat memikat para wanita! Saat tujuanku adalah Neraka!"


"Gelang Kayu Monster? Ini cukup bagus, dengan hanya aku menyalurkan sedikit Energi maka Gelang Kayu ini akan berubah menjadi sosok Monster, yang dapat aku suruh melakukan apa saja... Tapi aku sedang memiliki tujuan ke Neraka! Mengapa aku perlu membawa benda yang sangat mencolok!"


"Tidak!"


"Benda ini terlalu mencolok!"


"Baik... Tentu saja tidak!"


"Heh setidaknya ini bagus, untuk merawat taman... Tapi pergi ke Neraka? Tentu saja tidak!"


"Tidak akan!"


"Payah! Aku ingin pergi ke Neraka! Bukan mau liburan!"


"Hwek...! Apa-apaan jamur bau ini!"


Setelah memilah-milah semua barang, Yami akhirnya menemukan tiga barang yang sangat bagus, dirinya hampir menangis, saking bahagianya menemukan barang yang berguna, sebab dari tadi yang Yami temukan hanyalah sampah tidak berguna, oleh karena itu Yami sangat bahagia menemukan tiga harta dari berbagai tumpukan sampah.


"Pakaian yang memiliki cara untuk menghempaskan kembali serangan kecil, menyerap kerusakan dari serangan tumpul, dan meningkatkan kelincahan."


"Topi Jerami yang dapat memulihkan luka, hanya dengan memakainya lalu makan banyak makanan, di mana makanan-makanan tersebut akan memulihkan luka, lebih tepatnya lemak dan gizi, dari makanan tersebut akan diubah untuk menyembuhkan luka."


"Sarung tangan hitam, yang di mana membuat kerusakan dari pukulan meningkat, bukan hanya itu tapi sarung tangan ini dapat mengeluarkan Elemen bayangan, meski sangat menguras banyak sekali Energi."


Yami yang akhirnya menemukan barang bagus, siap untuk pergi ke Neraka, dirinya segera memberitahukan kepada yang lainnya, bahwa dirinya akan pergi dan kembali dalam beberapa hari.


"Jangan cari wanita lain!" Ucap Nana yang melototi Yami, dengan wajah kesal.


"Aku tidak terlalu yakin, tapi akan aku pastikan, tidak akan pergi terlalu lama." Ucap Yami yang tersenyum lembut kepada Nana.


"Cepatlah kembali, kau mengerti?" Ucap Karina yang menatap ke arah Yami dengan wajah khawatir.


"Aku berjanji, jadi tenang saja." Ucap Yami yang menganggukkan kepalanya.


"Hei jangan pergi terlalu lama mengerti, bagaimanapun juga di rumah ini tidak akan tenang, jika kau pergi terlalu lama." Ucap Wick yang melirik ke arah Nana dan Karina.


"Hehe, kau ini..." Ucap Yami yang terkekeh geli, dirinya segera menganggukkan kepalanya.


Setelah berpamitan hampir ke semua orang, Yami melihat ke arah putra dan putrinya.


"Stella dan Kieru, tolong jaga ibu kalian dengan baik." Ucap Yami sambil mengusap kepala kedua anaknya tersebut.


"Aku akan melakukannya, serahkan saja kepadaku." Ucap Kieru yang berbicara dengan penuh percaya diri.


"Aku akan memastikan semuanya baik-baik saja, dan dalam keadaan terkendali, jadi Ayah tenang saja." Ucap Stella yang menganggukkan kepalanya.


"Baguslah, nah sepertinya sudah saatnya aku pergi, sampai jumpa semuanya!" Ucap Yami yang melambaikan tangan kanannya, lalu Yami segera menghilang menggunakan mantra berpindah tempat, menuju ke hutan yang sebelumnya, dirinya berbicara dengan Iblis-Chan.


"Nah, sekarang Iblis-Chan, ayo kita pergi ke Underworld...!" Ucap Yami sambil tersenyum lebar.


"Aku punya nama! Jangan panggil aku dengan sebutan aneh itu!" Ucap Iblis perempuan dengan nada kesal.


"Lalu siapa namamu Iblis-Chan?" Ucap Yami dengan rasa ingin tahu.


"Namaku Luci Lucifer! Mulai dari hari ini dan seterusnya kau harus mengingat namaku baik-baik!" Ucap Iblis perempuan yang bernama Luci.


"Baik, aku akan mengingatnya, dan perkenalkan namaku adalah Yami Tanaka, pria ramah, yang baik hati, tidak sombong, percaya diri, tampan, dan tentu saja mudah bergaul!" Ucap Yami yang menjelaskan sedikit karakternya.


"..." Luci yang mendengarnya terdiam.