Reincarnation: System Shaman

Reincarnation: System Shaman
Chapter 38 - Iri Bilang Dong



Sambil berjalan menuju keluar, Yami beserta rombongannya, bertemu dengan Emi dan Yuu, beserta para VIP dan para penjaga yang telah mereka ikat dan mereka seret.


"Apakah ini sudah selesai?" Ucap Yuu dengan bingung.


"Yah ini belum selesai, kita harus mengikat setiap penjaga terlebih dahulu, lalu menghancurkan Wilayah Mistis, setelah itu kita baru memanggil para polisi, untuk menangkap setiap penjaga dan VIP ini, lalu menyerahkan para perempuan ini untuk dijadikan saksi, dan kemudian kita bisa kembali pulang." Ucap Yami dengan menoleh ke arah VIP dan para penjaga.


"Begitu... Kalau seperti itu ayo kita lakukan dengan cepat." Ucap Aoma yang segera bergegas pergi mengikat setiap penjaga.


Sambil menunggu kedatangan dari Aoma, Yami menyadari bahwa dirinya tidak melihat Aishu sama sekali.


"Hem...? Di mana keberadaan Aishu?" Ucap Yami yang bertanya kepada Rin, Emi, dan Yuu.


"Kami belum melihatnya, mungkin dia sudah kembali ke rumah?" Ucap Yuu dengan bingung.


"Itu bisa jadi, sebab dari tadi kami belum menemukannya di mana-mana..." Ucap Rin yang menganggukkan kepalanya.


"Sepertinya begitu..." Gumam Yami yang kemudian dirinya menunggu kedatangan dari Aoma.


...


...


...


Setelah beberapa saat, Aoma akhirnya telah selesai mengikat setiap penjaga, lalu membawanya ke tempat Yami dan yang lainnya berada.


"Baiklah kalian keluar dulu dari Wilayah Mistis, aku akan mulai menghancurkan tempat ini." Ucap Yami yang menyuruh Emi, Rin, Yuu, dan Aoma, membawa yang lainnya untuk keluar dari Wilayah Mistis.


Setelah melihat yang lainnya sudah pada keluar, Yami kemudian mulai meledakkan tempat tersebut hingga tidak tersisa.


Kemudian Yami keluar dari Wilayah Mistis dan berada di depan rumah, yang sudah di tunggu oleh Yuu berserta yang lain.


"Aku akan menelpon seorang kenalan, yang merupakan seorang polisi." Ucap Yami yang menelpon seorang kenalan.


Mendengar kata-kata dari Yami, membuat Aoma, Rin, Emi, dan Yuu bingung dan penasaran siapa kenalan yang Yami maksud.


"... Moshi Moshi... Siapakah ini?" Terdengar suara seorang perempuan dewasa dari arah telpon yang berbeda.


"Yo sudah cukup lama bukan, Shizuka-Chan!" Ucap Yami yang berbicara dengan nada lembut.


"...Hem... Yami!" Ucap Shizuka yang akhirnya mengetahui siapa yang meneleponnya.


"Haha, bagaimana bisa kau melupakan suamimu ini?" Ucap Yami dengan nada main-main, orang-orang yang mendengar kata suami, langsung menatap ke arah Yami, mereka terlihat begitu terkejut, mata mereka melotot tajam ke arah Yami dengan wajah tidak percaya.


Mereka langsung memindai seluruh tubuh Yami, setelah memperhatikan dengan seksama, mereka hanya melihat Yami layaknya seorang anak SMP biasa, tidak terlihat layaknya sudah menikah ataupun sudah memiliki anak, oleh karena itu mereka menjadi sangat terkejut dan terheran-heran dengan kata suami, yang sebelumnya Yami sempat katakan.


"Siapa juga yang menjadi suamiku dasar bocah nakal, katakan apa yang kau mau, aku sedang sibuk!" Ucap Shizuka dengan nada kesal.


"Baik-baik sayangku, aku sedang berjalan-jalan eh tidak sengaja terpeleset lalu-" Sebelum Yami sempat menyelesaikan kata-katanya, dirinya segera di sela oleh Shizuka.


"Mayad?!" Ucap Shizuka yang berteriak.


"Bukan... Tapi perdagangan manusia..." Ucap Yami yang merasa heran karena Shizuka menebak dirinya menemukan kasus pembunuhan lain, apakah Shizuka berpikir bahwa dirinya, seorang bocah detektif berkacamata tertentu, yang selalu menemukan kasus pembunuhan.


"Apa? Bisakah kau ulangi?" Ucap Shizuka dengan bingung.


"Aku menemukan sebuah tempat yang sedang dilakukannya jual beli manusia, oleh karena itu bisakah kau datang ke mari, untuk menyelesaikan ini." Ucap Yami dengan melihat ke arah para penjaga dan VIP.


"Di mana tempatnya!" Ucap Shizuka yang meninggikan nada suaranya.


"Aku akan segera ke sana, tunggu saja! Jangan bertindak sendiri! Aku tidak ingin saat aku sampai, kau sudah terluka!" Ucap Shizuka dengan nada suara khawatir, lalu segera menutup telpon.


Yami yang mendengar nada khawatir dari Shizuka hanya tersenyum tipis, lalu dirinya menatap ke arah yang lainnya.


"Hem... Kenapa?" Ucap Yami dengan wajah bingung melihat wajah terkejut mereka semua.


"Apakah dia pacarmu?" Ucap Aoma yang langsung menanyakan, pertanyaan yang ke intinya.


"Bukan? Kenapa?" Ucap Yami dengan wajah bingung.


"Lalu tadi kau berbicara dengan nada main-main kepada seorang petugas polisi?" Ucap Yuu dengan wajah tidak percaya.


"Yap, kenapa? Iri bilang dong!" Ucap Yami dengan wajah sombong.


Mendengar dan melihat wajah Yami, mereka langsung terdiam, dan suasana segera kembali menjadi tenang.


...


...


...


"Anu..." Tiba-tiba saja tiga perempuan, yang sebelumnya akan dijual oleh pak tua Kim, entah mengapa berjalan mendekati Yami.


"Hem... Ada apa?" Ucap Yami dengan bingung.


"Kami bertiga bukan dari Jepang... Kami tiba-tiba saja diculik dan entah bagaimana... Bisa sampai di Jepang... Hanya untuk dijual." Ucap perempuan yang sebelumnya berbicara dengan Rin, saat Rin dan Aoma sampai di tempat para perempuan yang akan dijual.


"Eh...? Tunggu kalian terlihat seperti orang Cina dan Inggris? Apakah kalian dari Cina dan Inggris!" Ucap Yami dengan wajah terkejut.


"Benar, Namaku Nua dan ini adikku bernama Lin, sementara..." Ucap perempuan tersebut yang bernama Nua dan adiknya Lin, lalu Nua melihat ke arah perempuan yang berada di belakangnya.


"Namaku Flower..." Ucap perempuan pendiam yang berada di belakang Nua.


"Kami tidak bisa ikut bersama mereka, karena kami bukan dari negara ini, juga kami telah melihat hal-hal mistis, dan kami juga tidak ingin kembali ke negara kami, sebab di tempat asal kami, ada beberapa hal yang kurang bagus, oleh karena itu kami berniat menetap di sini, kami ingin tinggal di tempatmu bisakah?" Ucap Nua dengan menatap ke arah Yami, dengan mata cerah yang menatap ke arah Yami, dengan penuh harap.


"...Sigh... Baiklah kau bisa ikut denganku, kau akan bekerja sebagai pelayan di tempatku, sebagai gantinya kau mendapatkan tempat tinggal dan uang." Ucap Yami yang kemudian segera menoleh ke arah suara sirene mobil polisi.


"Terima... kasih... banyak..." Ucap Nua yang menangis bahagia bersama adiknya, sementara Flower hanya menundukkan kepalanya.


Tidak lama setelah Shizuka datang, saat Shizuka melihat ke arah para penjaga dan VIP yang terikat oleh tali, dirinya langsung menatap tajam ke arah Yami, setelah Yami menjelaskan bahwa dirinya tidak sengaja ketahuan dan harus melawan mereka, meski itu penjelasan yang aneh, dan Shizuka anggap sebagai lelucon, dirinya tetap menetapkan kata-kata dari Yami sebagai bukti penjelasan.


Yami membuat Nua, Lin, dan Flower menjadi tidak terlihat, agar mereka tidak di bawa juga.


Setelah pergi ke kantor polisi, dan berbicara beberapa hal, Yami, Rin, Aoma, Yuu, dan Emi, di antarkan pulang, sementara saat Yami akan di antar pulang, Yami menyuruh Shizuka untuk berhenti di sebuah taman, meski Shizuka ingin mengantarkan Yami pulang, tapi Yami tidak ingin dan segera bergegas melarikan diri, yang membuat Shizuka tidak dapat mengetahui letak rumah dari Yami.


...___________________________________...


Kembali lagi bertemu dengan Author tampan ini, kali ini ada dua orang yang namanya Author jadikan karakter dari novel author ini loh


Karakter Nua dan Lin berasal dari peringkat pertama rangking umum yaitu Nuha Ulin.


Karakter Flower berasal dari peringkat pertama rangking mingguan yaitu flo


Terimakasih banyak kepada dua nama yang ada di atas, dan para pembaca semua yang telah mendukung Author.


...Jangan Lupa LIKE, COMMENT, SHARE, FAVORITE!...