
Melihat Yami yang telah tersingkir, membuat Airis menjadi terdiam sejenak sebelum dirinya memberikan serangan yang sangat kuat, kepada para Roh Jahat yang berada di sekitarnya.
Nana ingin berlari dan memeriksa keadaan Yami, tapi melihat begitu banyak Roh Jahat yang mencoba untuk menghalanginya, membuatnya menjadi sangat kesal.
Moskuiro melihat ke arah tempat Yami terhempas sebelumnya, sambil menyeringai lebar sejenak, lalu dirinya melihat ke arah Hikari dengan menyeringai menyeramkan.
Dirinya kemudian berlari dengan sangat cepat ke arah Hikari, saat Airis melihat Moskuiro yang berlari dengan sangat cepat ke arah Hikari, dirinya segera berlari dengan sangat cepat menuju ke arah Hikari, tepat ketika Moskuiro akan menangkap tubuh Hikari, Airis sudah berada di sebelah kiri Hikari, dirinya segera mengucapkan suatu mantra, yang di mana dirinya menciptakan sesuatu yang berbentuk sebuah bola, yang memiliki ukuran seperti bola basket, yang terdiri dari angin di sekitar, lalu bola angin tersebut terbang ke arah Moskuiro.
"Boom!"
Ledakan tersebut cukup kuat, untuk menghempaskan Moskuiro menjauh dari Hikari.
"Hikari, tetap dekat dengan yang lainnya!" Ucap Airis sebelum bertarung dengan dua belas Roh Jahat, Tingkat Menengah Tahap Dasar.
"Baik!" Kemudian Hikari bergerak lebih dekat dengan Nana.
"Apakah kau baik-baik saja Hikari-Chan!" Ucap Nana yang baru saja memukul kepala salah satu Roh Jahat.
"Aku baik-baik saja, tapi sepertinya Yami-kun terluka di sana, apakah kau dapat membantunya?" Ucap Hikari yang khawatir dengan keadaan dari Yami, oleh karena itu dirinya bertanya kepada Nana.
"Aku bisa, tapi aku tidak dapat pergi ke tempat Yami, sebab terlalu banyak musuh!" Ucap Nana dengan menatap ke tempat Yami berada, dengan wajah khawatir dan gugup.
"Begitukah? Apakah kau tidak bisa menggunakan kemampuanmu dalam skala area luas?" Ucap Hikari yang tiba-tiba saja bertanya sambil menatap ke arah Nana.
"Eh? Itu... Aku... Tidak bisa..." Ucap Nana dengan wajah sedih.
"Kenapa?" Ucap Hikari yang bertanya kepada Nana, dan mulai berjalan mendekat ke arah Nana.
"Meski aku sudah berusaha sangat keras, aku tetap tidak dapat menyembuhkan dalam skala area, aku sudah berlatih terus-menerus, Yami juga sering menyuruhku untuk berlatih, tapi tidak peduli berapa kali aku mencoba, aku selalu gagal, oleh karena itu... Aku tidak dapat membantu..." Ucap Nana dengan wajah sedih, Hikari yang melihat itu hanya terdiam sebelum berbicara.
"Jangan menyerah! Jika kau tidak mencoba lagi, kita tidak akan tahu hasilnya, jadi jangan menyerah! Kau hanya perlu mencoba hingga berhasil, jika kau pikir Yami kecewa dengan kau yang selalu gagal, maka kau salah! Yami tidak akan kecewa kepadamu, sebab dia tahu kau sudah berlatih keras, jadi cobalah! Lakukan sekarang ini juga!" Ucap Hikari yang mencoba untuk memberikan kata-kata motivasi kepada Nana.
"Aku... Aku akan mencobanya!" Ucap Nana dengan wajah penuh tekad.
Nana mulai memfokuskan seluruh kekuatannya, dirinya memejamkan kedua matanya, lalu mulai mencoba untuk mengalirkan seluruh kekuatannya.
'Aku tidak akan menyerah lagi, tidak akan pernah, aku akan menjadi lebih kuat, lebih kuat dari pada musuh-musuhku, aku pasti akan menjadi kekasih Yami, terimakasih Hikari karena telah menyemangatiku, aku pasti akan menjadi lebih kuat!' Pikir Nana sambil terus mengalirkan seluruh kekuatannya.
Tubuh Nana mulai bercahaya, suatu energi berwarna merah muda mulai menutupi tubuh Nana, para Roh Jahat yang melihat hal itu, segera bergegas ke arah Nana, mereka mencoba untuk menyerang Nana, tapi tepat ketika mereka menyentuh energi yang berada di tubuh Nana, para Roh Jahat tersebut musnah terbakar menjadi abu dalam sekejap.
"Kono sekai o akarui hikari de terashi, anata ga kakaete iru subete no kizu ya itami o iyashite kudasai!" Ucap Nana yang secara tiba-tiba saja cahaya merah muda yang mengelilinginya Nana mulai menyebar ke segala arah, sekutu Nana yang mengalami luka-luka, satu persatu luka-luka mereka mulai sembuh, bukan hanya luka, entah itu stamina, atau penyakit yang diderita oleh orang yang dianggap sama Nana sebagai sekutu, semua itu akan pulih dan sembuh, dalam jarak seribu meter.
"Ini?!" Ucap Airis dengan wajah tidak percaya, sebab yang sebelumnya dirinya bahkan tidak dapat menggunakan seperempat dari kekuatanya, sekarang dirinya bahkan dapat menggunakan setengah dari kekuatanya, hal inilah yang membuat dirinya menjadi sangat terkejut, sebab kemampuan Nana dalam menyembuhkan begitu luar biasa baginya.
...
...
...
"Yo lama tidak bertemu Hanobusho!" Ucap Yami yang tiba-tiba saja muncul, dan berbicara kepada makhluk tersebut.
Makhluk tersebut membuka kedua matanya, dirinya menatap ke arah Yami sebelum mengklik lidahnya.
"Kau tidak mati hah?" Ucap Hanobusho dengan wajah tidak senang.
"Haha, jika aku mati kau juga akan mati, bagaimanapun juga saat aku bereinkarnasi kau juga ikut ke dalam tubuh baruku, jadi dapat dipastikan jika aku mati kau juga akan mati." Ucap Yami dengan wajah dingin.
"Hehe kalau begitu, kenapa kau tidak memberikan saja tubuhmu kepadaku." Ucap Hanobusho dengan wajah menyeramkan, dan suasana menjadi tegang.
"Kau jangan lupa bahwa akulah yang telah mengalahkanmu!" Ucap Yami dengan wajah kesal sambil menatap tajam kepada Hanobusho.
"Tidak! Aku menginginkan pertandingan ulang!" Ucap Hanobusho dengan nada tinggi menolak fakta tersebut.
"Aku tidak akan menyerahkan tubuhku, jadi diam saja dan jangan menganggu!" Ucap Yami dengan nada suara tinggi lalu menghilang dari sana.
"Bocah sialan! Aku pasti akan mengambil alih tubuhmu!" Ucap Hanobusho dengan berteriak ke segala arah.
...
...
...
Saat Yami membuka kedua matanya, dirinya melihat bahwa luka-luka yang di alami tubuhnya sudah pulih, melihat hal tersebut dengan wajah bingung sejenak, Yami kemudian segera menjadi tidak peduli, dan langsung berlari keluar dari reruntuhan sekolah.
Saat Yami berhasil keluar dari reruntuhan, hal yang pertama kali Yami lihat adalah pemandangan di mana Airis mengorbankan tubuhnya, di saat Nana sedang tergeletak tidak sadarkan diri, dan Airis mencoba untuk melindunginya dengan membiarkan dirinya tertusuk tepat di bagian perut.
Hal itu membuat Yami terdiam sejenak, sebelum dirinya melihat ke arah sosok yang menusuk Airis, dilihat dari bentuk tubuh dan aura yang Yami rasakan terhadap orang tersebut, Yami dapat memastikan bahwa dia adalah Raja Roh, atau dengan kata lain.
"Tingkat Tinggi Tahap Dasar." Ucap Yami secara spontan, dengan wajah terkejut.
Sosok tersebut melepaskan tangan kanannya dari tubuh Airis, di mana hal itu membuat darah Airis berkurang lebih cepat.
Sosok tersebut melihat ke arah Yami sejenak, sebelum kemudian dirinya tiba-tiba saja muncul di depan Yami, yang membuat Yami tidak siap dan akhirnya dipukul tepat di wajahnya.
...___________________________________...
...Jangan Lupa LIKE, COMMENT, SHARE, FAVORITE!...