
Di suatu tempat Aoma dan Rin melihat ke sekitar dengan kebingungan, sebab mereka melihat lorong di sekitar berbeda dari yang sebelumnya mereka lewati, meski sedikit bingung, mereka langsung mengabaikannya.
Lalu terus berjalan sampai mereka mendengar suara banyak orang, yang sedang berbicara, suara-suara tersebut layaknya suara seorang perempuan, yang terdengar seperti sedang makan.
Aoma dan Rin segera bergegas mencoba mencari tahu dari mana asal suara tersebut, setelah mencari beberapa saat, mereka menemukan sebuah ruangan yang berisi para wanita yang sangat cantik, dengan pakaian yang terbuat dari kertas.
Melihat kedatangan dari Aoma dan Rin, para perempuan tersebut menjadi terdiam dan menatap ke arah mereka berdua dengan tajam, dan juga agak ketakutan.
"Kami bukan orang jahat, kami datang ke mari untuk menyelamatkan para manusia yang akan di jual di tempat ini, Hem... kertas? Ah! Apakah sebelumnya ada temen kami yang seorang pria yang dapat meledakan sesuatu melalui kertas? Datang kemari." Ucap Rin yang memulai pembicaraan, agar mereka tidak disalahpahami maksud dan tujuan mereka.
Mendengar kata-kata dari Rin, membuat mereka teringat dengan penyelamat mereka, lalu perempuan yang sebelumnya meminta pertolongan dan Yami kemudian dalam sekejap langsung muncul, berdiri dan berjalan ke arah Aoma dan Rin, dengan diikuti oleh seorang anak kecil.
"Tadi memang ada pria yang datang menyelamatkan kami, dia langsung pergi untuk mencari pembuat tempat ini, apakah kalian bersama dengannya?" Ucap perempuan tersebut yang memberanikan diri untuk bertanya.
"Ya dia adalah teman kami namanya Yami, karena kalian sudah selamat maka kami bisa sedikit tenang." Ucap Rin yang berbicara kepada perempuan yang berada di hadapannya.
...
...
...
"Hei Yuu...! Aku menemukan sebuah pintu rahasia di sebelah sini!" Ucap Emi yang melihat ke arah pintu rahasia, yang sebelumnya sebuah dinding batu biasa, karena sangking bersemangatnya Emi tidak sengaja memukul sebuah dinding, yang ternyata di sana merupakan, pintu rahasia yang menuju ke suatu tempat.
"Apakah kau ingin memeriksanya?" Ucap Yuu yang melihat ke arah jalan rahasia tersebut.
"Itu benar, ayo kita masuk!" Ucap Emi yang segera berjalan, Yuu yang melihat tingkah laku Emi, hanya bisa terdiam, dan mengikutinya dari arah belakang.
Saat terus berjalan Emi dan Yuu akhirnya menemukan sebuah pintu besi, yang terlihat mewah dan aneh, sebab dari lorong yang mereka lewati sebelumnya, tidak ada gaya mewah sama sekali yang terlihat, hanya pintu besi yang berada di depan mereka saja yang terlihat mewah, oleh karena itu mereka merasa aneh dengan pintu besi mewah tersebut.
"Yuu! Biasanya jika ada suatu hal aneh di suatu tempat yang biasa, maka itu pasti tidak biasa, dengan kata ini mungkin pintu menuju ke arah tempat dari Shaman tersebut!" Ucap Emi dengan sedikit bersemangat.
"Kau ada benarnya, lalu apa yang harus kita lakukan, haruskah kita kembali dan memanggil yang lainnya?" Ucap Yuu yang juga setuju dengan perkataan dari Emi.
"Tidak itu bisa membuat Shaman tersebut kabur, oleh karena itu kita akan bertarung dan menangkapnya sendiri!" Ucap Emi dengan wajah bersemangat.
"Apa! Itu hal yang bodoh, aku tidak menyetujui hal tersebut!" Ucap Yuu yang menolak dengan keras ide dari Emi.
"Cih...! Tapi aku tidak perduli!" Ucap Emi yang segera memukul pintu tersebut hingga terbuka, lalu berlari masuk ke dalam.
Yuu yang melihat hal itu terkejut, dirinya menatap ke arah Emi dengan wajah bodoh sesaat, sebelum dirinya segera berlari mengejar Emi.
...
...
...
"To...lo...ng." Terdengar suara serak seorang perempuan yang meminta pertolongan, hal ini didengar oleh Aishu, dirinya segera melihat-lihat ke arah sekitar, sebelum akhirnya Aishu menemukan seorang perempuan dewasa, yang terlihat cantik dan memiliki tubuh yang sangat menggoda, tapi yang menjadi perhatian Aishu adalah, perut buncit dari perempuan tersebut.
"Apakah kau baik-baik saja?" Ucap Aishu yang segera menghancurkan gelang besi yang mengikat perempuan tersebut.
"Ahk!" Ucap perempuan tersebut secara tiba-tiba saja, yang segera memegang perutnya yang buncit.
"... Kumohon... Tolong jangan membunuh anakku..." Ucap perempuan tersebut sebelum akhirnya pingsan tidak sadarkan diri.
Hal ini membuat Aishu terdiam, dirinya kebingungan dengan apa yang sebenarnya sedang terjadi, meski dirinya ingin bertanya, Aishu tidak tau harus bertanya kepada siapa.
Aishu kemudian menggendong perempuan tersebut dan bergegas pergi dari tempat tersebut, untuk kembali ke rumahnya.
...
...
...
Di sebuah ruangan yang gelap, dan penuh dengan alat-alat penilitian tertentu, terdapat seorang pria tua memakai topi bundar hitam, dengan wajahnya yang sangat mengerikan, pria tua itu sedang meracik suatu obat tertentu.
Lalu tiba-tiba saja pintu terbuka lebar, yang memperlihatkan seorang pria muda yang sedang menatap ke arah pria tua, yang sedang meracik obat tersebut.
"Shaman? Hem... Menarik... Bagaimana jika kau bergabung denganku, kita dapat membuat suatu Mantra Shaman yang paling kuat dan luar biasa, yang akan membuat kita sekuat atau bahkan lebih dari para Dewa dan Dewi!" Ucap pria tua tersebut yang berbicara kepada anak muda, yang berada di arah belakangnya.
"Sayang sekali, meski aku seorang Shaman, aku lebih ke sisi tengah bukan kegelapan... atau cahaya, jadi aku tidak akan bergabung denganmu atau sisi terang, lagi pula aku sudah memiliki cukup banyak Mantra yang sangat kuat, hanya saja kekuatanku saat ini membuatku tidak dapat menggunakannya..." Ucap pria muda tersebut sambil menggelengkan kepalanya.
"Begitukah? Sayang sekali..." Ucap pria tersebut dengan nada rendah.
"Sebenarnya apa tujuanmu, sampai menculik para manusia biasa, apa lagi seorang perempuan?" Ucap pria muda tersebut dengan wajah penasaran.
"Aku ingin menciptakan sesosok makhluk yang dipenuhi oleh kegelapan, yang berasal dari isi hati para perempuan tersebut, yang di mana aku akan menanam benih ke salah seorang perempuan, yang berisi energi negatif kegelapan yang terbuat dari isi hati perempuan, sosok tersebut akan terlihat layaknya seperti manusia biasa, tapi dirinya terlahir dari energi negatif kegelapan."
"Semua energi negatif kegelapan yang terbuat dari para perempuan tersebut, berasal dari ketakutan, keputusasaan, dan kesakitan yang mereka alami sebagai budak di tempat ini."
"Sosok tersebut kemudian akan aku kontrol, dengan begitu aku dapat memiliki peliharaan yang dapat mendengarkan segala keinginanku, karena dia terlahir dari energi negatif, maka cara berpikirnya tidak akan manusiawi, meski dirinya terlahir dari seorang perempuan manusia... Itulah rencanaku...!" Ucap pria tua tersebut dengan nada bersemangat.
...___________________________________...
...Jangan Lupa LIKE, COMMENT, SHARE, FAVORITE!...