
"Uwah... hari yang cerah seperti biasanya, sekaligus hari yang sangat membosankan... Kuharap aku dapat menyelesaikan beberapa Quest, di papan permintaan Game Fantasia Hunter Plan..." Ucap seorang pria muda yang terlihat berumur sekitar tujuh belas tahun.
Pria muda itu segera turun dari kasurnya, dirinya kemudian pergi ke kamar mandi, setelah mandi dirinya memakai seragam sekolah, lalu pergi turun ke lantai bawah, dia kemudian berjalan menuju ke arah dapur, dan mulai memasak Nasi Goreng dengan Ayam Suir.
Setelah selesai makan, dirinya segera bersiap menuju ke sekolah, dirinya kemudian keluar dari rumah, lalu mengunci pintu, dan mulai berjalan menuju ke arah sekolah.
"Akhir akhir ini banyak terjadi kecelakaan di seluruh dunia, banyak hal pembicaraan mengenai hal ini!"
Pria muda yang sedang berjalan menuju ke sekolah, secara tidak sengaja mendengarkan suara Radio, dari salah satu warung pinggir jalan.
Tapi dirinya tidak peduli, dan terus berjalan menuju ke arah sekolah.
Lima menit kemudian pria muda itu akhirnya sampai di sekolahnya, dirinya segera pergi ke kelasnya yaitu Kelas 2A3.
Pria muda itu kemudian pergi duduk, di bangku paling belakang dan paling pojok, yang dekat dengan jendela luar.
"Yo Takeshi!" Ucap seorang pria muda yang duduk di bangku depannya.
"Hai Maji..." Ucap pria muda tersebut yang bernama Takeshi.
"Kau selalu terlihat malas, hilangkan hal burukmu itu, jika tidak, para gadis tidak akan ada yang mau menghampirimu!" Ucap pria yang duduk di depan Takeshi yang bernama Maji.
"Aku tidak butuh perempuan, aku hanya butuh ketenangan..." Ucap Takeshi dengan nada datar.
"Cih kau ini... Ah benar kau tahu tidak, katanya Kekaisaran Alvatarona sudah berhasil membuat kemajuan, dalam membuat planet Gilvi Plan-A menjadi planet yang layak huni!" Ucap Maji dengan bersemangat.
"Lalu apa? Bukankah planet kita saja, saat ini juga sedang dilanda masalah? Yaitu banyak terjadinya kecelakaan di seluruh dunia, apa pentingnya membahas tentang planet baru?" Ucap Takeshi dengan nada malas.
"Yah kau benar, planet Gelma Star Plan-X saat ini sering terjadi kecelakaan di berbagai tempat di seluruh dunia, dari kecelakaan mobil beruntun, kecelakaan pesawat, ledakan di dalam kereta dan lain lainnya!" Ucap Maji yang setuju dengan temannya.
"Kuharap dunia ini akan baik-baik saja, sebab aku ingin ketenangan ini terus berlanjut..." Ucap Takeshi dengan bergumam pelan.
Lalu kelas di mulai, guru mulai melakukan pengabsenan satu persatu murid.
"Maji Brein!"
"Hadir!"
...
"Takeshi Hito!"
"Hadir!"
...
"Baikah kelas, kali ini kalian kedatangan tiga murid baru, betapa beruntungnya kalian... Yah lagi pula hanya kelas ini yang jumlahnya paling sedikit..." Ucap Guru di depan dengan senyum pahit.
"Kalian bertiga silahkan masuk!"
Lalu muncullah tiga sosok, dua perempuan dan satu laki-laki, satu perempuan terlihat sangat dingin, dia memiliki ekspresi yang sangat datar, perempuan yang satunya terlihat selalu bahagia, dia terus tersenyum tipis kepada para murid.
Sementara sang pria terlihat selalu memasang senyum misterius, yang membuat para perempuan bersorak gembira.
Meski wajahnya tidak terlalu tampan, dan hanya pas-pas'an namun keberadaannya membawa hawa misterius, yang membuat para perempuan menjadi gugup dan menjadi penasaran, yang mengakibatkan mereka terlihat bahagia, sementara para pria bersorak karena ada murid perempuan yang cantik.
"Halo semuanya namaku Angela Hemel, aku berasal dari daerah barat, pindah ke kota ini karena pekerjaan orang tuaku, salam kenal semuanya semoga kita dapat saling mengenal!" Ucap perempuan yang selalu tersenyum memperkenalkan dirinya yang bernama Angela Hemel.
"Namaku Miruno Eiyama, aku pindah karena beberapa hal." Ucap perempuan yang terlihat dingin, yang memperkenalkan dirinya dengan nada datar.
"Halo semuanya, perkenalkan namaku Kieru Heiji, semoga kita dapat akrab, terutama bagi para perempuan cantik yang berada di kelas ini..." Ucap pria yang selalu tersenyum misterius yang memperkenalkan dirinya.
"Apakah ada yang ingin mengajukan pertanyaan?" Ucap Guru yang melihat ke arah para muridnya.
"Hei Angela apakah kau sudah punya kekasih?" Ucap salah seorang murid laki-laki.
"Ah! Soal itu... aku masih belum, saat ini aku masih seorang diri..." Ucap Angela yang tersenyum tipis.
"Wuoh!" Para murid pria bersorak.
"Namamu Kieru bukan? Apakah kau sudah memiliki orang yang kau sukai?" Ucap salah seorang murid perempuan.
"Aku masih sendiri, jika ada yang mau bersamaku dan benar-benar menyukaiku, aku akan menerimanya dan memperlakukannya dengan baik..." Ucap Kieru dengan tersenyum misterius, yang membuat para perempuan tersipu malu.
Sementara para pria terlihat marah dan kesal, sebab terdapat murid baru yang sangat disukai para perempuan.
Kemudian guru mempersilahkan para murid pindahan untuk memilih tempat duduk mereka masing-masing, Angela berada di bagian depan, dekat dengan para perempuan dan pria, sementara Miruno berada di bagian belakang yang dekat dengan Takeshi, lebih tepatnya berada di sebelah kanan Takeshi, sementara Kieru berada di tengah-tengah para perempuan.
Kelas lalu di mulai, selama pembelajaran Takeshi terus melirik teman sekelas barunya, yaitu Miruno, dirinya memperhatikan bahwa Miruno terlihat sangat dingin, dan terlihat sulit untuk diajak bicara.
Setelah beberapa jam, sekolah akhirnya selesai, Takeshi kemudian berjalan menuju kembali ke arah rumahnya, tapi sebelum benar-benar pulang Takeshi pergi Game Arcade, di sana dirinya memainkan banyak permainan sebelum akhirnya pulang saat hari sudah jam delapan malam.
Takeshi tinggal seorang diri, kedua orang tuanya selalu sibuk bekerja, dan sangat jarang berada di rumah, Takeshi kemudian berjalan selama beberapa menit, sebelum dirinya melihat bahwa jalan di sekitar sangat sepi, dirinya merasakan hawa dingin, oleh karena itu dirinya segera bergegas pulang.
Tapi tiba-tiba saja dirinya melihat salah seorang kenalannya, yaitu salah satu dari tiga murid pindahan saat ini, sedang berada di sebuah jalan yang sepi, di pertigaan jalan yang akan dilewati oleh Takeshi.
Merasakan sedikit keanehan, Takeshi berjalan ke arahnya, tapi tiba-tiba saja muncul sesosok makhluk besar yang memiliki bentuk mirip manusia, hanya saja membawa sebuah kapak besar di tangan kanan, dan memiliki tubuh yang bergaris berwarna merah terang di seluruh tubuhnya.
"Grawr!" Makhluk tersebut tiba-tiba saja meraung dengan suara keras, lalu makhluk itu segera berlari ke arah Miruno, hal itu membuat Takeshi menjadi sangat terkejut, dan secara refleks dirinya segera berlari ke arah Miruno, dan segera memegang tangan kirinya, lalu berlari dengan secepat yang dirinya bisa, mencoba menjauh dari makhluk tersebut.
"Apa-apaan makhluk itu!" Ucap Takeshi yang berteriak ketakutan, Miruno yang melihat keberadaan Takeshi menjadi sangat terkejut.
Sangking terkejutnya, dirinya tidak mengatakan apa-apa dan terus berlari mengikuti Takeshi.
Makhluk itu dapat mengejar Takeshi dan Miruno dengan sangat mudah, makhluk itu segera berada tepat di belakang Takeshi dan Miruno, lalu makhluk itu berteriak sangat keras.
"Rawrr!" Lalu makhluk itu mengayunkan pedangnya ke arah Miruno, melihat hal itu Takeshi segera melepaskan Miruno dan mendorongnya menjauh.
Melihat mangsanya berhasil menghindar, membuat makhluk itu menjadi lebih marah, dirinya segera mengalihkan pandangannya ke arah Takeshi.
"Sial!" Ucap Takeshi sebelum dirinya terhempas dengan sangat cepat dan kuat ke salah satu bangunan, oleh makhluk tersebut menggunakan sisi tumpul dari pedang besarnya.
...___________________________________...
...Selamat hari raya idul Fitri, bagi yang merayakan, mohon maaf lahir dan batin, semoga semua kesalahan kita dimaafkan, selamat hari raya idul Fitri 1443 Hijriah!...
...Jika author punya salah tolong dimaafkan ya, mari kita saling memaafkan satu sama lain!...
...Jangan Lupa LIKE, COMMENT, SHARE, FAVORITE!...