Reincarnation: System Shaman

Reincarnation: System Shaman
Chapter 44 - Kelas Yang Aneh



'Apakah dia memang bagian dari diriku, jadinya bahkan jika aku bereinkarnasi, dia tetap akan berada di dalam diriku?' Pikir Yami sambil memegang dadanya dan berpikir dengan keras.


"Kuso!" Ucap Yami yang melihat ke arah Kuso.


"Ya, Yami-sama?" Ucap Kuso yang berdiri di belakang, di sebelah kanan Yami.


"Aku akan pergi, dan akan kembali beberapa hari lagi, saat aku kembali aku mau tempat ini sudah bersih, sebab akan aku pasang penghalang tingkat tinggi di tempat ini, semakin bersih maka akan semakin bagus, oleh karena itu aku ingin tempat ini terlihat bersih..." Ucap Yami yang melihat ke arah Kuso, yang berada di arah belakangnya.


"Saya mengerti Yami-sama." Ucap Kuso yang mengangguk mengerti.


"Bagus, kalau begitu aku ingin makan ayam saat ini, bisakah kau siapkan..." Ucap Yami yang kembali menjadi sedikit lebih tenang.


"Akan saya siapkan Yami-sama!" Ucap Kuso yang segera bergegas pergi dari sana.


Melihat Kuso sudah tidak ada, Yami kemudian menarik sedikit kerah bajunya, dirinya melihat ke arah dadanya yang telah membentuk sebuah simbol, di sebelah kanan simbol pedang panjang, di sebelah kiri simbol tongkat kayu yang berukuran sama, dan terlihat layaknya tongkat penyihir.


Di atas kedua simbol tersebut, terdapat sebuah simbol lain yaitu sebuah simbol tengkorak, yang di sekitarnya terdapat lima simbol lain yang berbentuk segi empat panjang, yang berukuran lebih kecil dari tengkorak.


"Apa kau ini sebenarnya?" Gumam Yami sambil mengusap simbol tersebut, dengan tangan kirinya.


...


...


...


"Bagaimana rasanya Yami-sama?" Ucap Kuso yang melihat ke arah Yami yang sedang makan, saat ini Yami, Kuso, Nua, Lin, dan Flower, sedang duduk di meja makan, meski pada awalnya hanya Yami yang ingin makan, tapi melihat mereka berempat berdiri sambil memandanginya makan, membuat Yami merasa tidak enak, oleh karena itu Yami juga menyuruh untuk membuat makanan untuk yang lain.


Yang pada akhirnya membuat mereka makan bersama, dan saat ini Yami dijadikan sebagai orang pertama yang akan menyantap makanan.


"Rasanya enak, sekarang kalian bisa makan..." Ucap Yami sambil memandang yang lain, tadi Yami sudah bilang untuk mereka makan secara bersamaan, tapi Kuso, Nua, Lin, dan Flower menolak, sebab Yami adalah tuan mereka, oleh karena itu mereka mempersilakan Yami untuk makan terlebih dahulu.


Kemudian Kuso, Nua, Lin, dan Flower mulai makan makanan mereka, saat sedang makan Yami terus kepikiran tentang simbol di dadanya, simbol aneh yang masih menjadi misteri bagi dirinya.


Tapi Yami segera menghilangkan pikiran tersebut, dirinya melanjutkan makan dengan lahap, setelah selesai makan Yami kembali ke rumahnya, di rumah Yami segera pergi ke kamarnya dan mulai mencari beberapa hal di Darkweb.


"Aku akan memberikan alamat sebuah tempat yang tidak di datangi oleh siapapun, jadi aku dapat melakukan transaksi dengan mudah." Pikir Yami sambil tersenyum.


Waktu pun berlalu, selama beberapa Minggu sebelum hari pertama sekolahnya di SMA, kegiatan yang Yami lakukan adalah pergi mengusir Roh Jahat di sekitar kota, bermalas-malasan, pergi ke rumah Ai, pergi ke rumahnya sendiri dan lainnya.


Semua itu Yami lakukan, sampai akhirnya hari pertama sekolah pun tiba, Yami bersekolah di sekolah yang lumayan cukup jauh dari rumahnya, oleh karena itu dirinya harus naik kereta, dirinya juga masih bersekolah di sekolah yang sama dengan Nana, oleh karena itu saat ini Yami dan Nana sedang duduk bersebelahan di dalam gerbong kereta.


Sekolah Yami terbilang cukup terkenal, sebab sekolah tersebut berisi orang-orang pintar dan juga kaya, Yami dan Nana bisa masuk ke sekolah tersebut karena nilai akademik dan atletis mereka yang bagus.


Meski Yami tidak terlalu sering menunjukkan bakat atletisnya, tapi dirinya memiliki tubuh yang sangat kuat dan sangat tahan, oleh karena itu dirinya dapat masuk ke sekolah bergengsi tersebut.


Tidak lama kemudian Yami dan Nana turun dari kereta, dan berjalan sebentar sampai mereka berada di sekolah baru mereka, banyak orang yang terlihat datang ke sekolah tersebut, dari yang naik mobil hingga yang naik sepeda atau berjalan kaki, layaknya Yami dan Nana.


Yami dan Nana mencari kelas mereka masing-masing, dan ternyata mereka berada di kelas yang sama, sesampainya di kelas mereka, Yami melihat ke sekitar kelas yang terbilang lumayan cukup sepi, mungkin karena masih terlalu pagi.


Setelah melihat ke sekitar, Nana kemudian di dekati oleh seorang perempuan mereka mulai berbicara satu sama lain, sementara Yami masih melihat ke sekitar, sampai Yami melihat sesuatu hal yang membuatnya terkejut.


Terdapat seorang perempuan yang memiliki afinitas dengan elemen cahaya yang sangat kuat, perempuan tersebut terlihat mengeluarkan cahaya terus-menerus dari dalam tubuhnya, bagi manusia biasa itu tidak dapat dilihat, tapi bagi Yami yang seorang Shaman, dapat melihat hal itu dengan sangat jelas.


Bukan hanya itu sepertinya cahaya tersebut seperti tersegel oleh sesuatu, yang membuat cahaya tidak dapat bersinar lebih terang, meski sebenarnya cahaya tersebut saat ini terbilang sudah sangat terang, Yami dapat mengetahui hal tersebut karena, dirinya agak sensitif dengan elemen cahaya, karena Shaman seringkali memiliki afinitas dengan elemen kegelapan, yang sangat bertolak belakang dengan cahaya, oleh karena itu pengguna elemen cahaya atau kegelapan dapat mengetahui satu sama lain.


Meski Yami ingin berbicara dengannya, tapi Yami tidak ingin menarik terlalu banyak perhatian.


Tidak lama kemudian seluruh kelas telah terisi, hal ini membuat Yami menjadi gugup dan terkejut, Yami gugup dan terkejut bukan karena banyaknya siswa dalam satu kelas, melainkan beberapa individu tertentu yang ternyata memiliki hubungan dengan dunia Supranatural.


Dari tiga puluh siswa, sepuluh di antaranya memiliki keterkaitan dengan hal mistis, tapi hanya terdapat empat yang paling mencolok di antaranya, yang pertama perempuan dengan elemen cahaya sebelumnya, kedua seorang pria dengan aura ras naga di sekitar tubuhnya, ketiga seorang perempuan dengan jumlah mana yang sangat besar dan memiliki kontrol yang sangat ekstrim, keempat seorang perempuan yang memiliki aura iblis dan juga manusia.


Hanya empat individu yang menarik perhatian Yami, selebihnya meski mereka terhubung dengan hal mistis, tapi mereka tidak terlalu menarik perhatian dari Yami.


Tidak lama kemudian seluruh siswa di minta untuk datang ke ruang olahraga, di sana terjadi acara penyambutan siswa baru, dan kepala sekolah memberikan beberapa pesan untuk para siswa baru, kemudian setelah itu semua siswa kembali ke kelas masing-masing.


...___________________________________...


...Jangan Lupa LIKE, COMMENT, SHARE, FAVORITE!...