
"Karena Yami Tanaka tidak menerimanya, bagaimana dengan kalian?" Ucap kepala sekolah yang menunggu jawaban dari Hikari, Lily, Kazane, dan Kenma.
"Aku masih belum bergabung dengan fraksi manapun, tapi apa tujuanmu sebenarnya, kenapa kau mengundang kami untuk bergabung ke fraksi Sekolah Bunga Mekar?" Ucap Kenma dengan wajah penasaran, yang bertanya kepada kepala sekolah.
"Karena aku ingin kalian menjadi bawahanku, yang dapat kulatih, agar kalian dapat menyelesaikan beberapa tugas yang kuberikan, sebagai gantinya aku akan membayar kalian, kalian juga akan mendapatkan tunjangan kesehatan, jadi kalian tidak perlu khawatir jika terluka, juga jika kalian mendapatkan masalah, kami dapat membantu menyelesaikan masalah yang kalian miliki, ini seperti pekerjaan biasa, hanya saja semakin kalian mendapatkan banyak hal dari sini, maka kalian juga harus membayarnya dengan sesuai... Bagaimana?" Ucap kepala sekolah sambil tersenyum.
"... Aku menolak." Ucap Kenma yang menolak hal tersebut, hanya dengan berpikir sejenak.
"Kau telah melukai seseorang, hanya karena dia seorang Shaman, lalu bagaimana jika aku juga memiliki teman seorang Shaman, dan aku membawanya ke tempat ini, apakah kalian juga akan menyerangnya? Aku tidak ingin hal seperti itu terjadi, jadi aku menolaknya." Ucap Kenma dengan menjelaskan penolakannya.
Lalu dirinya segera pergi dari sana, yang hanya menyisakan Hikari, Lily, dan Kazane.
"Aku... Akan bergabung, sebab aku tidak dapat melindungi diriku sendiri, juga tidak ada yang mau seseorang yang merupakan setengah iblis dan manusia seperti diriku ini, oleh karena itu aku akan bergabung denganmu." Ucap Kazane yang akhirnya memutuskan dan menatap ke arah kepala sekolah, yang diterima dengan baik oleh kepala sekolah, di mana dirinya tersenyum lebar kepada Kazane.
"Aku... Aku... Kurasa... Aku tidak bergabung... Karena... Aku... Tidak... Mau... Ikut... Campur... Dalam dunia supranatural... Lagi pula... Ibuku pernah bilang... Bahwa... Aku harus... Menjalani hidup dengan... Tenang..." Ucap Hikari dengan nada ragu-ragu, dan juga sangat gugup, sebab dirinya tidak pernah berinteraksi dengan orang dari dunia supranatural selain ibunya.
Oleh karena itu saat melihat hal-hal mistis tentang Yami yang terluka, dan semacam suatu energi tidak terlihat yang menekan Yami, dirinya menjadi sangat terkejut, oleh karena itu dirinya memutuskan untuk tidak bergabung dengan fraksi kepala sekolah.
Karena menurutnya kepala sekolah terlalu kejam, sebab dirinya melukai Yami dengan wajah datar, tanpa ragu sedikitpun, meskipun bukan kepala sekolah yang melakukannya, melainkan para guru dan muridnya, tapi kenapa kepala sekolah tidak menghentikannya lebih cepat, padahal dirinya dapat melakukan hal tersebut, oleh karena itu dirinya takut bergabung dengan fraksi kepala sekolah.
"Begitukah, tidak apa-apa, aku menghormati setiap keputusan yang kalian buat, tapi jangan sungkan-sungkan jika kau membutuhkan bantuan dariku, karena aku akan segera membantu." Ucap kepala sekolah yang terlihat sedikit kecewa, tapi dirinya kembali ke wajah datar yang dirinya miliki, dan menatap ke arah Lily, sebab hanya Lily yang tersisa, yang belum mengatakan pilihannya.
"Sebelum aku membuat keputusan, apa sebenarnya tujuanmu, tujuanmu yang sebenarnya kepala sekolah?" Ucap Lily dengan menatap ke arah kepala sekolah.
"Apa maksudmu siswi Lily?" Ucap kepala sekolah dengan bingung.
"Jangan berpura-pura, aku tahu kau menyembunyikan sesuatu, aku mendapatkan kabar, bahwa akhir-akhir ini terjadi beberapa masalah di kota Tokyo, jadi aku bertanya sekali lagi, apakah kau mengundang kami karena berhubungan dengan masalah, yang sedang terjadi di kota Tokyo?" Ucap Lily sambil menatap tajam ke arah kepala sekolah.
"Ouh, kau sepertinya mendapatkan cukup banyak informasi, yap benar sekali, aku mengundang kalian karena masalah yang terjadi di kota Tokyo, di sana terjadi beberapa percikan antara para klan Onmyoji, karena hal itu para dewa-dewi Jepang, menjadi lebih sering memperhatikan Jepang."
"Aku merasa bahwa suatu masalah besar akan segera terjadi, oleh sebab aku mengundang kalian agar bergabung dengan fraksiku, dengan begitu jika terjadi perang, aku dapat menanganinya dengan bantuan banyak orang." Ucap kepala sekolah yang akhirnya menjelaskan semuanya.
Meski perang sangat dihindari oleh berbagai fraksi di Jepang, tidak bukan hanya di Jepang, tapi lebih tepatnya seluruh fraksi supranatural di seluruh dunia.
Meski begitu mereka tidak dapat mencegahnya, kecuali seluruh fraksi ingin mencapai perdamaian, atau tidak ada fraksi manapun yang dapat memenangkan perang, dan korban serta sumber daya telah menipis, maka perang baru dapat dihentikan, jika tidak seperti yang disebutkan maka perang tidak akan berakhir.
Sampai akan ada pemenang, atau semuanya mengalami kekalahan, hanya itu saja yang bisa menghentikan perang antar fraksi supranatural.
"Jika perang di kabarkan akan terjadi, bukankah lebih baik mencegah perang itu sendiri?" Ucap Nana yang tiba-tiba saja masuk ke dalam kantor kepala sekolah, setelah Nana ditinggalkan oleh Yami, dirinya memutuskan untuk kembali ke kantor kepala sekolah, untuk bertanya apa tujuannya, saat dirinya ingin ke kantor dirinya sempat bertemu dengan Kenma.
Kenma sempat berkata dengan nada pelan, bahwa dirinya juga menolak untuk bergabung dengan fraksi kepala sekolah.
Lalu saat Nana sampai di depan kantor kepala sekolah, dirinya menunggu sebentar sambil mendengarkan semua yang terjadi di dalam, kantor kepala sekolah tentu dilapisi sihir, agar suara tidak terdengar sampai keluar, oleh karena itu Nana menggunakan sedikit trik, yang Yami ajarkan kepadanya, dirinya mendengarkan semua percakapan dengan seksama.
Hingga saat kepala sekolah selesai mengatakan tentang tujuannya, yang mengatakan mengenai perang, dirinya langsung masuk ke dalam kantor kepala sekolah.
"Mencegah memang lebih baik dari mengobati, tapi mencegah terjadinya perang itu cukup sulit, sebab putri dari kepala klan Sukainaito, telah di racuni oleh seseorang yang tidak dikenal, hal itu menyebabkan para anggota klan Sukainaito menjadi marah, dan menuduh kelima klan Onmyoji yang lainlah, yang telah meracuni putri dari kepala klan Sukainaito."
"Tapi kelima klan Onmyoji yang lain, mengatakan bahwa mereka tidak terlibat dengan hal itu, tapi para anggota klan Sukainaito tidak percaya, sebab sudah dari zaman dulu, klan Sukainaito selalu mendapatkan masalah dari keempat klan lainnya, sebab mereka iri dengan klan Sukainaito, yang menjadi ketua atau pemimpin dari keenam klan Onmyoji Tokyo."
"Mereka tidak terima oleh karena itu, klan Sukainaito sering sekali mendapatkan masalah dari keempat klan lainnya, agar mereka mengundurkan diri dari menjadi ketua, dari kelima klan Onmyoji Tokyo, tapi klan Sukainaito tidak pernah mau mengundurkan diri."
"Dan sekarang tiba-tiba saja seorang putri dari kepala klan Sukainaito di racuni, maka oleh karena itu semua kesalahan ditunjukkan kepada kelima klan tersebut, tapi kelima klan tersebut terus-menerus membatah hal tersebut."
"Oleh karena itulah suasana menjadi tegang di sekitar Tokyo, meski kota Sakura bisa dikatakan cukup jauh dari Tokyo, tapi tidak menutup kemungkinan bahwa kota Sakura akan terlibat dalam perang, jika benar-benar terjadi." Ucap kepala sekolah yang menjelaskan semuanya kepada Nana.
...___________________________________...
...Jangan Lupa LIKE, COMMENT, SHARE, FAVORITE!...