
"Apakah kau siap Hanobusho?" Ucap Yami yang bertanya kepada Hanobusho sambil menatap ke sekitar, yang di mana di sana sudah terdapat Karina, Merlin, Kieru, Angela, Takeshi, Miruno, Silvia, Olcisa, Diana, dan Furutayusa.
"Tentu saja sudah rekan, ayo kita mulai menyerap kembali kekuatanku yang keluar." Ucap Hanobusho dengan nada senang, sebab akan mendapatkan kembali kekuatannya.
"Baiklah ayo kita lakukan ini, semuanya salurkan semua kekuatan kalian!" Ucap Yami yang berteriak dengan suara keras.
"Albamofau ayo kita lakukan ini!" Ucap Takeshi dengan mengeluarkan semua kekuatannya.
"Haha ayo kita lakukan rekan! Aku Albamofau Rickher! Sang Kesatria Pengembara!" Ucap Albamofau dengan bersemangat.
"Gina aku sangat berterimakasih atas semua bantuanmu, tanpamu aku tidak akan dapat bisa bertahan, dan bertemu kembali dengan Takeshi, terimakasih temanku..." Miruno yang berterimakasih kepada Spiritnya dengan tulus.
"Apa yang kau katakan, di antara teman tidak ada yang namanya terimakasih, sebab sudah sewajarnya bagi mereka untuk saling membantu! Aku Ginahoyo Raktar! Sang Pendekar Pedang!" Ucap Ginahoyo yang menjawab Miruno dengan tersenyum hangat.
"Semua ini akan berakhir di sini." Ucap Karina sambil tersenyum dengan wajah tegas.
"Tentu saja Karina, ayo kita lakukan ini teman, aku Tinama Werloma! Sang Penyihir Tumbuhan!" Ucap Tinama dengan tersenyum lebar.
"Dengan ini aku akan bisa hidup dengan tenang, bersama dengan keluargaku, benar bukan Saku?" Ucap Kieru yang bertanya kepada Spiritnya.
"Tentu saja teman, kau bisa hidup dengan tenang bersama keluargamu dan aku bisa kembali ke atas sana, aku Sakuyotochi Hasadakawa! Sang Assasin elit!" Ucap Sakuyotochi yang menjawab dengan bersemangat.
"Fufu sepertinya sudah berakhir sekarang, dengan begini sudah tidak ada lagi yang namanya Beast..." Ucap Angela dengan wajah sedikit melankolis, sambil mengingat semua kenangan yang pernah dirinya alami.
"Tentu Angela, perjalanan kita sudah berakhir, dengan begini aku bisa kembali, Aku Choumajo Jokifo! Sang Penyihir Penyembuhan!" Ucap Choumajo yang menganggukkan kepalanya sambil tersenyum.
"Apakah dunia lain banyak buku? Kuharap begitu, benar bukan Crisis?" Ucap Silvia kepada Spiritnya sambil membetulkan kacamatanya, dan tersenyum tipis.
"Benar, itu pasti tempat yang banyak buku-buku baru, kau harus membacanya dengan senang hati ya! Aku Crisis Mantiana! Sang Kapten Pemanah Wanita pertama!" Ucap Crisis sambil mengingatkan untuk membaca buku, dengan hati yang senang.
"Dunia barukah? kuharap tempat itu ada kasur dan bantal yang sangat empuk?" Ucap Olcisa dengan tersenyum tipis.
"Haha kau masih memikirkan tidur di saat-saat seperti ini, tapi itu memang dirimu yang sebenarnya, dan aku lebih menyukai kau apa adanya, aku Genra Ohvielo! Sang Penyihir Air!" Ucap Genra dengan tersenyum lebar, sambil menatap ke arah Olcisa sambil tersenyum lebar.
"Di dunia lain, aku akan bertarung dengan orang-orang kuat lainnya! Haha bagaimana menurutmu Manthasania?" Ucap Diana yang bertanya kepada Spiritnya, sambil saling memukul satu sama lain kedua tangannya.
"Haha kau benar sekali, itu pasti tempat yang sangat banyak petarung yang sangat kuat, kau harus mengalahkan mereka Diana! Aku Manthasania Ulcrenia! Sang Pemegang Tombak Terbaik!" Ucap Manthasania dengan tersenyum lebar yang memperlihatkan giginya.
"Haah dunia lain... tempat yang di mana banyak makanan baru? Huhu aku tidak sabar..." Ucap Furutayusa dengan tersenyum lebar memikirkan makanan dari dunia lain.
"Haha kau masih saja memikirkan makanan, tapi makanan memang hal yang terbaik di dunia, aku Galgarus Toltesumus! Sang Petarung Wanita Pertama Menggunakan Tinju!" Ucap Galgarus dengan nada bersemangat.
Tidak lama kemudian seluruh lingkaran mulai bersinar, Yami yang melihat bahwa ritualnya sudah siap, dirinya mulai melakukan bagiannya, seluruh energi hitam yang berada di dunia mulai terbang, menuju ke tempat Yami berada.
Para Beast yang berada di dunia mulai merasa kesakitan, lalu secara satu-persatu tubuh para Beast berubah menjadi abu, kemudian roh para Pahlawan pergi kembali ke alam orang meninggal, sementara aura gelap yang terpisah dari para roh terbang menuju ke arah Yami.
Beberapa Beast yang sangat kuat mencoba untuk menahan hal itu, tapi semuanya berakhir gagal, bahkan jika itu Beast level tujuh sekalipun, tetap berakhir gagal dan kembali ke alam orang meninggal.
Yami yang melihat hal itu, hanya tersenyum tipis, dirinya mencoba untuk merasakan semua Beast yang berada di dunia, meski terlihat cukup banyak kekuatan Hanobusho yang kembali, tapi itu belum mencapai setengahnya.
Karena itu mau tidak mau Yami terpaksa, mendorong seluruh tenaganya untuk mempercepat proses tersebut.
"Hei... Kurasa aku merasakan sesuatu hal, yang tidak menyenangkan..." Ucap Hanobusho yang tiba-tiba saja memulai pembicaraan.
"Kau juga merasakannya... Ada sebuah Beast yang sangat kuat, sepertinya dia adalah puncak di antara Beast lainnya, jika aku tidak melakukan ini, pasti akan ada cerita klise yang di mana sang protagonis akan bertarung melawannya..." Ucap Yami dengan tersenyum tipis.
"Lalu apa yang akan kau perbuat?" Ucap Hanobusho yang merasakan sosok tersebut, melesat dengan sangat cepat menuju ke arah mereka.
"Hem... Kurasa aku akan melakukannya, aku akan membuat salinan diriku untuk tetap terus melanjutkan proses penyerapan, sementara aku akan menghadapinya..." Ucap Yami yang segera menciptakan salinan dirinya.
"Shāman jumon: Sutēji Ni: Shadoukopī." Melihat salinan Yami yang tiba-tiba saja muncul, membuat semua orang menjadi kebingungan, mereka tidak mengerti mengapa tiba-tiba saja muncul sesosok pria, yang terlihat mirip dengan Yami.
"Aku akan mengurus beberapa hal, kalian terus lakukan ini, salinan diriku akan membantu proses tetap berjalan..." Ucap Yami sebelum akhirnya segera melesat pergi, menemui sosok yang menuju ke arah mereka.
Tidak lama kemudian Yami akhirnya berada di depan sosok tersebut, dia terlihat memiliki sosok humanoid, tapi tubuhnya berwarna merah darah, dengan dua tanduk di dahinya yang menjulang ke atas, dengan tubuh berotot yang tingginya sampai 2,5 meter.
"Sial mengapa dia begitu tinggi..." Gumam Yami dengan nada kesal.
"Haha, kau tidak suka melihat ke atas bukan, kalau begitu mari kita buat dia menundukkan kepalanya..." Ucap Hanobusho yang mulai mengalirkan kekuatannya.
"Ayo kita lakukan ini teman..." Ucap Yami yang mulai berubah wujud, seperti saat dirinya berada di bumi, yaitu tubuhnya terlihat mengeluarkan aura negatif yang sangat kuat, dan energi hitam mengelilingi tubuhnya.
Kemudian tengkorak muncul di kepala Yami, dan menutupi seluruh wajah Yami, lalu secara perlahan muncul benda yang terlihat mirip seperti sebuah kartu, yang melayang di bagian belakang kepala Yami.
Setelah itu muncul pedang katana yang berwarna hitam pekat, yang melayang di sebelah tangan kanan Yami, diikuti dengan munculnya tongkat kayu berwarna hitam pekat, layaknya tongkat para penyihir, yang melayang di sebelah tangan kiri Yami.
"Ayo kita lakukan ini...!" Ucap Yami yang segera melesat menuju ke arah sosok tersebut.
...___________________________________...
...Jangan Lupa LIKE, COMMENT, SHARE, FAVORITE!...