
Takeshi merasakan beberapa tulangnya telah retak dengan sangat parah, hal ini membuatnya mengerang kesakitan.
"Sial... Makhluk apa ini!" Ucap Takeshi dengan wajah kesal.
Makhluk itu lalu segera berlari ke arah Takeshi, Takeshi yang melihat hal itu segera mencoba berdiri, tepat saat makhluk tersebut akan memukul Takeshi menjadi bubur, Takeshi segera melompat menghindar ke kanan, dengan cara setelah dirinya melompat, dirinya segera berputar untuk membuat rasa sakitnya tidak terlalu terasa.
"Rawrr!" Makhluk itu menjadi lebih marah karena Takeshi masih hidup, dirinya segera menganyunkan pedangnya ke arah Takeshi, kali ini tidak dapat Takeshi hindari, oleh karena itu serangan tersebut membuatnya terhempas, kali ini dirinya terkena bagian tajam dari pedang besar milik makhluk tersebut.
"Argh!"
"Buuk!"
Takeshi kali ini terhempas ke arah Miruno, tubuh Takeshi sudah mengeluarkan banyak darah, dan tulang-tulang yang berada di dalam tubuhnya sudah banyak yang retak.
"Lari!" Ucap Takeshi yang sudah terluka parah, dan menyuruh Miruno untuk segera lari dari sana.
"!!!" Miruno yang melihat keadaan Takeshi menjadi sangat terkejut, dirinya melihat ke arah Takeshi dengan wajah tidak percaya.
"Kenapa... Kenapa kau melakukan ini hanya untukku? Orang yang baru pertama kali kau kenal?" Ucap Miruno dengan wajah terkejut yang menatap ke arah Takeshi.
"Aku... Tidak tahu, hanya saja tubuhku bergerak sendiri... Oleh karena itu... Larilah... Bertahanlah hiduplah! Jadi segera lari!" Ucap Takeshi yang menjawab dengan susah payah, dirinya sudah tidak sanggup bertahan lebih lama lagi.
"Rawrr!" Makhluk itu segera berada di depan Miruno yang baru saja akan berdiri, dan siap untuk menghabisinya.
Saat pedang Makhluk itu akan mengenai Miruno, tiba-tiba saja Takeshi muncul dan menjadi penghalang bagi Makhluk itu, Takeshi melindungi Miruno dengan punggungnya, darah kemudian menciprat keluar.
"Lari!" Ucap Takeshi yang sudah berlumuran darah, dan mengucapkan kata-kata terakhir yang sangat keras.
...
...
...
Di suatu tempat yang gelap, terbaring tubuh Takeshi dengan sangat nyaman, tiba-tiba saja terdengar sebuah suara.
"Hei maukah kau menjadi kuat?" Sebuah suara yang keras bergema di ruangan gelap tersebut.
"Suara siapa itu?" Suara Takeshi kali ini yang menjawab dengan bingung.
"Aku? Aku adalah Spirit!" Suara sebelumnya kembali bergema.
"Apa itu Spirit? Apakah kau juga sama dengan makhluk yang kulawan itu?" Takeshi membalas dengan nada bingung.
"Bukan! Kami para Spirit adalah para pahlawan dari masa lalu, yang berada di planet ini, sementara makhluk yang kau lawan adalah Beast! Mereka adalah para pahlawan dari masa lalu, yang berada di planet ini, yang terkontaminasi oleh Energi Jahat, yang membuat mereka merasuki tubuh manusia yang memiliki banyak Energi Jahat." Suara kembali terdengar yang mulai menjelaskan.
"Eh? Jadi kau ada untuk mengalahkannya?" Takeshi bertanya dengan ragu-ragu.
"Benar! Kami para Spirit ada untuk melindungi umat manusia dari para Beast! Tujuan para Beast adalah untuk membunuh lebih banyak manusia, sebab setiap kali manusia akan terbunuh, mereka akan mengeluarkan Energi Ketakutan, keputusasaan, karena itulah mengapa para Beast sering menyerang dan membunuh manusia!"
"Kami tidak akan membunuh manusia yang di rasuki, mungkin lebih tepat mengatakan bahwa kami berniat untuk menghilangkan Energi Jahat dari para roh pahlawan, yang di mana setelah Energi Jahat berhasil di hilangkan, maka para roh pahlawan akan kembali ke alam akhirat, dan para manusia yang di rasuki ingatannya tentang semua ini akan menghilang!"
Mendengar hal tersebut membuat Takeshi terdiam, dirinya kemudian mulai mengingat suatu kejadian di masa lalu, mengingat hal itu membuat tekadnya menjadi bulat.
"Bagaimana... Bagaimana caranya aku bisa menjadi lebih kuat, dan dapat menyelematkan orang-orang!" Takeshi akhirnya memutuskan, bahwa dirinya berniat untuk membuang kehidupan tenang, yang selama ini dirinya alami.
"Caranya adalah membuat kontrak antara Spirit dengan manusia, yang di mana manusia tersebut akan menjadi Bearer! Yaitu sang pembawa kontrak, dengan hal itu kau dan aku akan terikat, di mana kau dapat menggunakan kekuatanku! Semakin banyak kita mengalahkan Beast, maka semakin kuat pula kita! Jadi apakah kau bersedia bertarung melawan para Beast dan menyelamatkan planet ini!"
"Ya! Aku akan melakukannya! Bahkan jika aku harus mati sekalipun, aku akan melakukannya!" Ucap Takeshi yang tiba-tiba saja terbangun, dirinya kemudian melihat ke sekitar tempat tersebut.
"Bagus!" Tiba-tiba saja muncul sebuah cahaya berwarna putih di depan Takeshi, lalu muncullah sesosok pria memakai baju zirah ringan, yang di mana baju zirah tersebut hanya menutup kedua bahu, punggung dan bagian depan tubuhnya, sementara dirinya memakai celana zirah pendek yang hanya menutupi sampai ke lutut.
Dan terdapat pedang di bagian pinggang kanannya, yang di mana sarung pedangnya berwarna merah, yang sangat cocok dengan baju dan celana zirah yang dirinya kenakan.
"Namaku Albamofau Rickher! Seorang Kesatria Pengembara!" Ucap sosok tersebut dengan senyum cerah di wajahnya.
"... Namaku Takeshi Hito!" Ucap Takeshi yang memperkenalkan namanya.
"Kalau begitu Takeshi! Apakah kau bersedia menjadi Bearer! Dengan aku Albamofau! Sebagai Spiritmu!" Ucap Albamofau yang bertanya sekali lagi kepada Takeshi.
"Ya aku bersedia!" Tepat setelah Takeshi mengatakan itu, cahaya putih bersinar terang.
...
...
...
Sementara itu di dunia nyata waktu bahkan belum berlalu sedetikpun, meski Takeshi sudah menghabiskan beberapa menit berbicara dengan Albamofau, lalu tiba-tiba saja waktu mulai kembali berjalan dan tubuh Takeshi jatuh ke tanah.
Saat Beast akan menghancurkan tubuh Takeshi menjadi bubur, tiba-tiba saja tubuh Takeshi bersinar, dan sebuah tato berwarna hitam layaknya sebuah gelang melingkar muncul di pergelangan tangan kanannya, dengan sebuah gambar pedang berwarna merah yang memiliki bentuk diagonal dari bawah ke atas kanan.
Kemudian sebuah cahaya berwarna merah keluar dari tubuhnya, yang secara perlahan mulai menyembuhkan luka-luka Takeshi dengan sangat cepat, tepat saat pedang besar milik Beast akan mengenai Takeshi, tiba-tiba saja Takeshi menahannya dengan tangan kanannya, dengan begitu mudahnya.
Lalu Takeshi mendorong pedang besar itu, yang membuat Beast mundur beberapa langkah, melihat hal itu Takeshi segera melesat ke arah Beast dan memberikan pukulan tepat di wajahnya, yang membuat Beast terhempas ke belakang.
Tapi Takeshi kemudian segera menghilang dan muncul kembali tepat di sebelah kanan Beast, dan memukul perutnya, yang membuat Beast terhempas diagonal ke kiri atas.
Saat Beast berada di udara, Takeshi muncul di bawahnya, kemudian Takeshi memukul perut Beast berulang kali, yang membuat Beast terhempas ke atas, kemudian Takeshi muncul di atas Beast dan memukul punggungnya dengan sangat kuat menggunakan tangan kanannya, yang membuat Beast terhempas ke bawah.
Yang menciptakan ledakan dan tanah retak, kemudian Takeshi mengumpulkan semua kekuatanya di kedua tangannya, sebelum dirinya terjun ke bawah, dan memukul tubuh Beast berulang kali, dan di serangan terakhir, Takeshi memberikan pukulan yang sangat kuat ke dada Beast, hal itu menciptakan ledakan yang sangat besar, dan aura gelap yang menyelimuti tubuh Beast secara perlahan mulai menghilang.
Lalu tubuh Beast secara perlahan mulai mengecil, sebelum akhirnya berubah menjadi sosok manusia biasa, melihat hal itu membuat Takeshi tersenyum, sebelum akhirnya dirinya kehilangan kesadarannya.
...___________________________________...
...Jangan Lupa LIKE, COMMENT, SHARE, FAVORITE!...