Reincarnation: System Shaman

Reincarnation: System Shaman
Chapter 95 - Kembali ke Bumi Part 6



"Lalu apakah kau juga mencintaiku?" Ucap Karina sambil tersenyum menggoda Yami.


"Tidak." Ucap Yami dengan nada santai, hal itu membuat Karina terkejut, tapi sebelum sempat dirinya berbicara, Yami sudah mengatakan hal lain.


"Sebab aku mencintai kalian berempat, karena kalianlah keempat istriku, dan aku akan mempertaruhkan nyawaku, jika itu dapat menyelamatkan nyawa kalian sekalipun." Ucap Yami dengan menatap tajam ke arah Karina, melihat tatapan Yami, Karina sedikit tersentak.


"Begitukah, kalau seperti itu maka aku juga akan melakukan hal yang sama, sebab aku juga sangat mencintaimu." Ucap Karina yang membenamkan wajahnya di dada Yami.


"Haha kau tidak perlu melakukan, hal yang seperti itu." Ucap Yami sambil tersenyum lalu mengusap lembut kepala Karina.


...


...


...


Waktu berlalu dan akhirnya seminggu telah berlalu, masih tersisa seminggu lagi sebelum sampai di dekat bumi, tapi masalah tiba-tiba saja datang.


"Kapten! Ada Pesawat milik Kekaisaran Rozox!"


"Apa! Rozox! Kau pasti bercanda bukan!"


"Sialan kita akan habis!"


"Kapten apa yang harus kita lakukan!"


"Sialan kenapa kita begitu sial, sampai harus bertemu dengan pesawat Kekaisaran Rozox!" Ucap Mithein dengan wajah panik.


"Kenapa kau begitu takut?" Ucap Yami yang penasaran, dengan tingkah laku Mithein dan anak buahnya.


"Kekaisaran Rozox adalah sebuah Kekaisaran terbesar di Alam Semesta, mereka sudah melakukan banyak Pengambil Alihan!" Ucap Mithein yang seketika membuat Yami mengerti.


"Apa itu Pengambil Alihan?" Ucap Miruno dengan wajah bingung.


"Pengambil Alihan, berarti suatu planet menyatakan perang ke pada planet lain, dan jika kalah planet tersebut akan di ambil alih, jika melakukan hal seperti itu mereka tidak akan di hukum, sebab akan melakukan pengumuman perang terlebih dahulu, ke planet yang akan mereka ambil alih."


"Hal ini sangat jarang terjadi, sebab biasanya sangat merugikan, jika mengalami kekalahan, tapi akan sangat menguntungkan jika itu sudah diperhitungkan secara matang-matang." Ucap Yami yang menjelaskan apa itu Pengambil Alihan.


"Jadi Kekaisaran Rozox, bisa di katakan sangat kuat yang bahkan sangat ditakuti?" Ucap Merlin yang merasa hal itu cukup menarik baginya, sebab dirinya benar-benar hanya mengetahui hal yang berada di bumi, tapi mengenai alam semesta, dirinya hanyalah seorang pemula.


"Tidak, bukan itu masalahnya, karena kita perompak maka kita akan dimusnahkan tanpa ampun, setiap Bajak Laut Ruang Angkasa yang bertemu dengan Pesawat Kekaisaran Rozox, mereka akan musnah dalam sekejap mata." Ucap Mithein yang menjelaskan apa yang dirinya takutkan.


"Ouh hanya itu, jika seperti itu maka aku akan menyelesaikan masalah ini." Ucap Yami sambil tersenyum lebar.


"Benarkah! Apa itu kak!" Ucap Mithein dengan wajah berseri-seri.


"Kalian semua siap di posisi, jangan sampai kalian mengubah arah, jika sampai kalian mengubah arah sedikit saja, maka kita akan keluar dari jalur sangat jauh sekali." Ucap Yami yang menyuruh anak buah Mithein untuk bersiap.


"Apa yang kalian tunggu! Dengarkan kata-kata kakak!" Ucap Mithein yang segera menyuruh anak buahnya untuk segera menurut.


"Baik bos!" Ucap anak buah Mithein, yang segera bersiap di posisi, untuk terus mempertahankan arah.


"Ayo!" Ucap Yami yang segera melakukan hal yang sangat tidak terduga, tiba-tiba saja Kapal Bajak Laut Ruang Angkasa tersebut bergerak dengan kecepatan suara, Pesawat Kekaisaran Rozox yang melihat itu terkejut sesaat, tapi mereka segera mengejar.


Para awak Kapal Bajak Laut Ruang Angkasa, berusaha mati-matian mempertahankan posisi, sambil terus berpegangan agar tidak terlempar, akibat Kapal yang bergerak dengan sangat cepat.


"Awpa kwitau awkaun beprhatsiln!" Ucap Mithein dengan wajah khawatir, sekaligus sangat tegang, karena harus terus mempertahankan arah yang benar, yang sebenarnya mau dikatakan oleh Mithein adalah apa kita akan berhasil, tapi saat itu tidak ada yang menjawab.


Sebab semua orang berkonsentrasi berpegangan agar tidak terjatuh, dan Yami berusaha sekuat mungkin untuk terus mempercepat laju kapal.


Yami saat ini sedang memegang geladak kapal, dengan kedua tangannya, sambil terus-menerus menyalurkan Energi Rohnya, untuk membuat kapal bergerak dengan kecepatan suara.


"..." Yami merasakan bahwa mereka masih dapat dikejar, hal itu membuatnya sedikit frustasi, dirinya mengeluarkan lebih banyak Energi Roh, secara perlahan Pesawat Kekaisaran Rozox mulai ketinggalan, hingga akhirnya Pesawat tersebut menjadi tidak terlihat lagi, Yami segera menghentikan hal tersebut.


"Huff...! Haah...! Huff...! Haah...!" Yami menghela dan menarik nafas dalam-dalam, dirinya terduduk di lantai dengan wajah lelah.


"Hehe kau hebat sekali kakak!" Ucap Mithein dengan wajah bahagia, dirinya sangat senang karena tidak dimusnahkan.


"Bulan..." Gumam Wick hal itu seketika membuat suasana menjadi hening, semua orang segera melihat bahwa mereka sudah sampai tujuan, memotong waktu satu Minggu dari yang di butuhkan.


"Haah... Sialan... Sudah sampaikah?" Ucap Yami dengan menatap ke arah bumi, tapi tiba-tiba saja tiga Pesawat Ruang Angkasa muncul, dan memblokir Kapal Bajak Laut Ruang Angkasa milik Mithein.


"Apa lagi sekarang?" Ucap Yami dengan wajah lelah.


"Kalian semua segera serahkan pria bernama Wick Helmson! Jika tidak maka kami akan menembak kalian!" Sebuah suara peringatan datang dari, Pesawat yang berada tepat di depan Kapal Bajak Laut Ruang Angkasa.


"Haduh... Wick aku tahu kau tidak mau mendapat bantuan dariku, tapi kau harus menerimanya kali ini, sebab aku sangat lelah..." Ucap Yami sambil tersenyum kecut, tiba-tiba saja aura hitam keluar dari tubuh Yami, diikuti dengan munculnya topeng di wajah Yami.


Melihat perubahan yang terjadi kepada Yami, membuat Karina khawatir, tapi Stella menghentikannya, sebab dirinya tahu bahwa saat ini itu bukanlah ayahnya lagi.


"Haha! Aku kembali!" Suara serak yang dingin, dan penuh akan haus darah dapat terdengar dari suara Yami.


"Kalian akan musnah!" Ucap Hanobusho yang dimana salah satu kartu terlihat berada di tangan kanannya.


Kemudian kartu tersebut berubah menjadi butiran cahaya berwarna hitam, lalu entah dari mana tiba-tiba saja muncul sesosok makhluk super besar, yang terlihat seperti kadal, dengan memiliki dua tanduk, serta empat sayap, dan memiliki empat kaki, dua di depan, dua lagi di belakang, sosok itu terlihat berwarna hitam sepenuhnya.


"Hahahahaha! Kalian akan kuhabisi!" Ucap Hanobusho dengan tertawa gila, lalu naga tersebut segera membuka mulutnya lebar-lebar, kemudian memakan utuh Pesawat Ruang Angkasa yang berada di depan Kapal Bajak Laut.


Lalu naga itu segera meremas kedua Pesawat Ruang Angkasa, hingga hancur berkeping-keping, melihat betapa kuatnya naga tersebut membuat semua orang ketakutan, tapi yang paling takut adalah Mithein, sebab dirinya dulu sudah tahu bahwa Yami itu kuat, tapi Yami belum pernah sekalipun menunjukkan sisi saat dirinya berubah menjadi Hanobusho.


Tapi sekarang melihat Yami yang berubah, dan memiliki kekuatan super kuat seperti itu, membuat Mithein gemetar ketakutan, dirinya menjadi tidak yakin apakah dapat kabur dari Yami atau tidak.


"Hahahaha.... Haha... Sial mengapa kau ingin mengambil alih dengan begitu cepat..." Ucap Hanobusho dengan kesal, tapi dirinya tetap membiarkan Yami mengambil alih.


"Huff... Sial akhirnya selesai juga..." Ucap Yami yang sekarang sudah mengambil alih kembali tubuhnya.


"Apakah kau baik-baik saja? Dan apa itu sebenarnya, kenapa kau terlihat begitu berbeda?" Ucap Karina dengan wajah khawatir.


...___________________________________...


...Jangan Lupa LIKE, COMMENT, SHARE, FAVORITE!...