Reincarnation: System Shaman

Reincarnation: System Shaman
Chapter 106 - Pergi Ke Neraka Part 1



"Lalu bagaimana dengan Aishu?" Ucap Yami yang melihat ke sekitar.


"Aishu... Dia sedih dengan Ai yang meninggal dunia, oleh karena itu dirinya terus tinggal di dalam kamar, dan tidak mau keluar dari dalam kamarnya sekalipun, aku sudah mencoba untuk membujuknya keluar, tapi dirinya tetap tidak mau keluar." Ucap Yon yang menjelaskan mengenai keadaan Aishu.


"Grek...!" Terdengar suara retak yang cukup keras, suara itu berasal dari tangan kanan Yami yang terkepal erat, dirinya sangat menyesal melupakan keadaan Ai, dirinya begitu bodoh, sampai melupakan hal yang begitu penting, tapi mata Yami seketika menyala kembali dengan penuh tekad.


"Huff... Yon..." Ucap Yami yang sebelumnya matanya terlihat kosong, sekarang mata Yami terlihat kembali menyala dengan penuh tekad, dirinya mengalihkan pandangannya menuju ke arah Yon.


"Di mana kamar Aishu?" Ucap Yami yang bertanya kepada Yon.


"Kamar Aishu berada di lantai atas, ayo aku akan mengantarkanmu ke sana." Ucap Yon yang membimbing Yami menuju ke lantai atas, tidak lama kemudian Yami melihat sebuah pintu, yang merupakan kamar Aishu.


"Di dalam kamar ada Aishu yang masih bersedih, kuharap kau dapat membantunya menghilangkan rasa sakit, yang dirinya miliki." Ucap Yon yang memberitahukan keinginannya.


Yami yang mendengarnya menganggukkan kepalanya, dirinya segera memegang kenop pintu, lalu membuka pintu kamar Aishu secara perlahan.


"Bibi Yon... Sudah kukatakan jangan masuk ke kamarku..." Ucap seorang perempuan yang terlihat mengerikan, dengan rambut acak-acakan, dan mata bengkak sebab terlalu banyak menangis.


"Aishu..." Gumam Yami dengan suara pelan, mendengar suara Yami seketika membuat tubuh perempuan itu menegang, dirinya segera menoleh ke arah suara itu berasal, dan terlihat sosok Yami yang telah lama tidak perempuan itu lihat.


"Yami...!" Ucap Aishu yang segera berlari dan memeluk Yami dengan erat.


"Yami...! Hiks...! Ke mana saja kau...! Hiks...! Kau...! Hiks...! Tahu tidak... Ibu... Di-dia... Sudah tiada...!" Ucap Aishu yang menangis dalam pelukan Yami.


"Aku tahu... Maaf... Aku tidak ada saat kau sedang membutuhkanku... Maaf... Maafkan aku... Aku... Berjanji... Aku pasti akan membawa kembali jiwa... Ai...!" Ucap Yami dengan suara tegas, sambil memeluk erat Aishu, mendengar yang dikatakan oleh Yami seketika membuat Aishu menangis lebih keras.


"Apakah... Itu mungkin..." Gumam Aishu dengan nada tidak percaya.


"Ya, aku berjanji akan membawa kembali Ai kepadamu." Ucap Yami dengan nada tegas, dirinya memeluk Aishu lebih erat, tidak lama kemudian Aishu tertidur dengan lelap, Yami segera menaruh Aishu di kasur, dirinya kemudian keluar dari dalam kamar.


"Bagaimana..." Ucap Yon dengan khawatir.


"Dia sudah tertidur lelap, Yon... Aku sudah membuat janji, karena itu aku tidak akan datang dalam waktu dekat, dan saat aku kembali, aku akan membawa dia bersamaku." Ucap Yami dengan nada tegas, melihat sosok Yami membuat Yon tersenyum cerah, dirinya menganggukkan kepalanya.


"Sampaikan kepada Aishu saat dia bangun, aku akan segera kembali." Ucap Yami yang segera berpamitan dengan Yon dan juga Ken.


Setelah pergi dari rumah Ai, Yami menolehkan kepalanya ke arah sekolah Aishu, tempat di mana sosok Hanako yang legendaris berada.


"Aku tidak bisa berurusan denganmu kali ini, tapi lain kali aku akan datang kepadamu." Ucap Yami dengan suara pelan, dirinya kemudian pergi ke hutan.


Sesampainya di hutan, yang letaknya tidak terlalu jauh dari kota Sakura, Yami mulai merenungkan apa yang harus dirinya lakukan secara matang-matang.


"Pertama selamatkan Ai, dia adalah prioritas utama, karena dia orang Jepang maka kemungkinan besar, dirinya berada di Neraka milik Izanami, untuk pergi ke Neraka yang kutahui ada tiga cara."


"'Cara pertama dan yang paling mudah, yaitu tentu saja mati, hanya kalau kau telah mati saja, baru kau dapat pergi ke alam orang mati."


"Cara ketiga sekaligus yang paling sulit, yaitu dengan cara Merobek Ruang, yang di mana akan membuat jalan antar dua dimensi, tentunya membuat alat untuk itu sulit, apa lagi melalui jalan tersebut, yang di mana satu kesalahan kecil, dapat membuatku terbunuh."


"Sebenarnya ada empat cara, tapi cara yang keempat lebih mustahil seharusnya... Di mana aku akan pergi ke Neraka milik Izanami atau lebih tepatnya Yomi, melalui jalan yang pernah digunakan oleh Izanagi untuk sampai ke Yomi."


"Tapi masalahnya jalan tersebut dihadang, oleh sebuah batu besar yang diberikan Mantra super kuat, yang berikan oleh Dewa pencipta Izanagi."


"Karena itu cara keempat hal yang mustahil, cara ketiga juga sulit, hanya cara kedua dan pertama yang bisa aku gunakan, Hem..." Yami yang memikirkan rencana untuk membawa kembali Ai, menemui jalan butu.


"Hei Yami!" Ucap Hanobusho yang tiba-tiba saja terdengar dari benak Yami.


"Apa?" Ucap Yami yang bertanya dengan datar, sebab dirinya sedang berpikir keras.


"Mengapa kau tidak mencoba jalan lain saja." Ucap Hanobusho yang menyarankan sebuah ide.


"Jalan lain apa?" Ucap Yami dengan wajah bingung.


"Yap jalan lain, bukankah setiap Alam Orang mati itu saling terhubung." Ucap Hanobusho yang bertanya kepada Yami.


"Ya, mereka memang saling terhubung... Lalu?" Ucap Yami yang masih belum mengerti.


"Bagaimana kalau kau pergi ke Yomi, melalui Neraka milik Fraksi lain saja." Ucap Hanobusho yang seketika membuat Yami menjadi serius.


"Itu... Mungkin, tapi Neraka milik siapa dan bagaimana?" Ucap Yami sebelum dirinya tanpa sadar melihat ke arah cincin yang berada di tangannya, melihat cincin itu Yami seketika tersenyum lebar, dirinya segera mengetuk cincin beberapa kali.


"Sialan! Jangan menggangguku!" Suara seorang perempuan dapat terdengar sangat keras, Yami yang mendengarnya segera tersenyum lebar, Hanobusho juga ikut tersenyum.


"Hei Iblis-Chan... Lama tidak bertemu bukan?" Ucap Yami yang berbicara dengan nada sopan.


"Apa maumu sialan! Apakah kau berbicara denganku hanya untuk mengejekku saja! Kalau hanya itu pergilah aku tidak akan menanggapimu!" Ucap Iblis perempuan yang pernah Yami segel ke dalam cincin, yang mengaku sebagai keturunan asli dari Lucifer.


"Hehe tidak kok Iblis-Chan, aku ingin membuat kesepakatan denganmu, bagaimana... Apakah kau mau mendengarnya, kalau kau berhasil membantuku, maka aku akan melepaskanmu, bagaimana Iblis-Chan?" Ucap Yami yang bertanya dengan nada menggoda.


Mendengar perkataan Yami, Iblis tersebut sedikit tergerak, tapi dirinya segera merasa bahwa itu kesempatan yang bagus, dirinya segera membuat rencana untuk menggunakan hal itu, sebagai kesempatan untuk mengendalikan Yami.


"Jika kau mencoba membuat suatu rencana aneh, aku tidak akan ragu untuk membatalkan kesepakatan ini." Ucap Yami yang mengetahui isi otak dari seorang Iblis, mendengar perkataan dari Yami, seketika membuat iblis itu terdiam, dirinya tidak menyangka bahwa pikirannya dapat diketahui oleh Yami.


"... Baiklah apa kesepakatannya." Ucap Iblis perempuan yang pasrah, yang di mana dirinya mau tidak mau, terpaksa harus mengikuti rencana Yami.


"Kau bantu aku pergi ke Neraka, milik Fraksi Malaikat, Malaikat Jatuh dan Iblis, dan sebagai hadiahnya aku akan membebaskanmu di Neraka." Ucap Yami yang menjelaskan kesepakatannya.


...___________________________________...


...Jangan Lupa LIKE, COMMENT, SHARE, FAVORITE!...