
Tidak lama kemudian Karina kembali ke kamar Yami, setelah dirinya menyerahkan pakaian kepada Yami, Karina segera bergegas keluar dari kamar.
Melihat hal itu Yami hanya dapat tertawa pahit, sebelum menutup pintu lalu berganti pakaian, setelah selesai berganti pakaian, Yami segera keluar dari kamar, dirinya kemudian tiba di ruang makan, yang di sana sudah ditunggu oleh Karina.
"Hanya makanan ini saja yang aku punya, maaf jika tidak sesuai dengan seleramu." Ucap Karina kepada Yami.
"Tidak, lagi pula aku menumpang ditempatmu, jadi aku tidak masalah makan apapun, lagi pula aku bukan pemilih makanan." Ucap Yami dan itu memang sebuah kebenaran, di kehidupan sebelumnya, Yami sering terlempar ke berbagai tempat dan dunia, jadi Yami telah makan berbagai macam makanan dan minuman yang unik sekaligus sangat aneh.
Dari kue bolu yang berbentuk otak, bubur yang isinya jamur berbentuk bola mata, sosis bakar berbentuk jari, dan lainnya, meski memiliki penampilan dan rasa yang aneh, Yami tetap memakan mereka semua.
Dan makanan yang di buat oleh Karina terlihat lebih normal, dibandingkan kebanyakan makanan yang pernah di makan oleh Yami, nasi dengan sup wortel, dengan kentang goreng, dan daging kelinci bakar.
"Bagaimana?" Ucap Karina dengan nada khawatir, yang takut bahwa Yami tidak menyukai makanannya.
"Ini enak!" Ucap Yami sambil tersenyum dan terus makan.
Melihat hal itu, Karina menghela nafas lega, dan tersenyum tipis lalu mulai makan juga, selesai makan Karina bertanya kepada Yami.
"Apakah kau ingin melihat-lihat kota, atau tetap beristirahat di sini?" Ucap Karina yang mengangkat piring dan mangkuk ke dapur.
Melihat hal itu Yami segera membantu, meski Karina menolak, tapi Yami memaksa untuk membantu, yang pada akhirnya Karina terima niat baik Yami.
"Aku akan memilih untuk tetap berada di rumah, kurasa tidak baik bagiku untuk pergi disaat aku masih terluka." Ucap Yami yang terus melanjutkan mencuci piring.
"Benar juga." Ucap Karina yang menganggukkan kepalanya.
"Benar bisakah kau menceritakan mengenai negara ini, kau tahu bukan, bahwa aku berasal dari tempat yang sangat jauh dari sini, jadi aku tidak mengentahui apapun mengenai negara ini." Ucap Yami yang bertanya kepada Karina.
"Benar, kalau begitu mari kita mulai dari nama negara ini, tempat ini adalah sebuah Kekaisaran yang bernama Alvatarona, yang berada di tengah-tengah benua Mokchodepia, dulu sekali terdapat berbagai macam kerajaan di benua ini, sampai akhirnya muncul sebuah kerajaan kecil yang mulai berkembang pesat, dan mengambil alih kerajaan lainnya."
"Lalu akhirnya terciptalah Kekaisaran Alvatarona, tempat ini sekarang menjadi satu-satunya kepemerintahan di benua ini, kau bilang kau berasal dari tempat yang sangat jauh bukan, kurasa kau berasal dari luar benua ini, dan tinggal di desa kecil disuatu pulau kecil." Ucap Karina yang mencoba membuat spekulasi.
Yami yang mendengar bahwa dirinya berasal dari desa kecil, tidak tersinggung atau menunjukkan ekspresi aneh, dirinya hanya tersenyum tipis, sebab dirinya bahkan bukan berasal dari dunia ini.
"Benar apakah kau tahu mengenai sihir?" Ucap Yami yang bertanya secara blak-blakan dan dengan nada polos, mengenai apakah dunia ini memiliki sisi sihir atau lainnya.
"Sihir? Ah maksudmu cerita para pahlawan dari masa lalu! Hehe aku tidak bisa menggunakan sihir, lagi pula jika benar-benar ada sihir, aku pasti tidak perlu bergerak menggunakan kursi roda..." Ucap Karina dengan nada pelan, mendengar hal tersebut membuat Yami merasa tidak enak, dirinya baru akhirnya benar-benar memperhatikan kaki Karina.
"Ehm... Kau tidak tahu?" Ucap Karina dengan memiringkan kepalanya.
"Tidak!" Ucap Yami yang menggelengkan kepalanya.
"Benar juga kau dari pulau kecil bukan, baiklah dulu sekali terdapat banyak Monster Magis, mereka makhluk yang terlihat mengerikan dan dapat melakukan hal-hal ajaib."
"Para Monster Magis tersebut sering menyerang dan membunuh manusia, sampai suatu hari muncul seorang manusia yang bisa melakukan hal-hal ajaib juga layaknya Monster Magis, tidak lama kemudian mulai bermunculan banyak orang yang seperti itu."
"Mereka di sebut sebagai Pahlawan, mereka memiliki kemampuan yang sangat unik, sangat kuat dan luar biasa, setiap Pahlawan memiliki profesi yang berbeda-beda, ada yang seorang pendekar pedang, pendeta, kesatria tombak, pemanah, pembunuh, petarung, dan penyihir."
"Karena kedatangan Pahlawan, mereka mulai memburu para Monster Magis dan memusnahkannya, tapi pertarungan tersebut sangatlah sengit, sebab para banyak para Pahlawan yang binasa."
"Ratusan tahun telah berlalu tapi Monster Magis bertahan, sementara para Pahlawan tidak banyak yang tersisa, bahkan Pahlawan baru jarang sekali terlahir, hingga akhirnya salah seorang Pahlawan yang merupakan seorang penyihir mengajukan sebuah ide, sebuah ide yang dapat memusnahkan semua Monster Magis sekaligus."
"Tapi hal itu juga sangat beresiko tinggi, ide tersebut adalah menggunakan kekuatan hidup para Pahlawan yang tersisa dan para manusia biasa, yang akan bangkit dan menjadi Pahlawan, untuk memusnahkan para Monster Magis sekaligus dan menghentikan Monster Magis baru untuk terlahir, tapi resiko dari melakukan hal itu adalah membunuh para Pahlawan dan para manusia biasa yang akan menjadi Pahlawan."
"Banyak para Pahlawan yang menentang hal tersebut, tapi itu adalah cara satu-satunya yang terpikirkan, dan para Pahlawan sadar bahwa semakin sedikit jumlah mereka, serta semakin jarang manusia biasa menjadi Pahlawan, oleh karena itu para Pahlawan terpaksa memutuskan untuk melakukannya, mereka juga menyebarkan berita tersebut ke dunia, agar orang yang mati mendadak diketahui bahwa dirinya adalah calon menjadi seorang Pahlawan."
"Dengan begitu para calon Pahlawan akan dihargai, atas jasa mereka karena telah mengorbankan nyawa mereka, lalu hal itupun terjadi, berbagai cahaya terang bersinar di langit, kemudian para Monster Magis secara perlahan berubah menjadi debu."
"Setelah itu para Pahlawan jatuh, dan meninggal dunia, kemudian para manusia biasa yang mati mendadak juga diketahui, semenjak saat itu tidak ada lagi terdengar Monster Magis dan juga kemunculan Pahlawan baru."
"Sudah ribuan tahun sejak cerita tersebut, bahkan sebelum ada Kekaisaran Alvatarona, hal itu sudah terjadi, oleh karena itu keajaiban sudah tidak ada lagi di dunia ini, tidak ada lagi yang namanya sihir, jadi tidak mungkin kakiku dapat sembuh..." Ucap Karina dengan tersenyum sedih sambil menatap ke arah kakinya.
Yami yang mendengar semua itu menjadi sedikit terkejut, sebelum akhirnya dirinya menatap ke arah kaki Karina sebelum akhirnya mengkerutkan keningnya, dirinya merasakan perasaan aneh mengenai kaki Karina, tapi dirinya tidak tahu apa itu.
"Aku merasakan energi hitam dari kakinya... Apa ini sebenarnya... Bukankah katanya sihir tidak ada?" Gumam Yami dengan sangat pelan, bahkan Karina tidak dapat mendengarnya sama sekali.
"Lalu apakah sebenarnya hal itu palsu, bahwa sebenarnya sihir masih ada di dunia ini?" Gumam Yami dengan mengernyitkan dahinya, dengan wajah tidak senang, dan berpikir dengan keras mengenai keaslian yang baru saja dikatakan oleh Karina.
...___________________________________...
...Jangan Lupa LIKE, COMMENT, SHARE, FAVORITE!...