
Setelah beberapa jam, Karina memanggil Yami untuk makan malam, selesai makan Yami membantu mencuci, selesai mencuci peralatan makan, Karina kembali ke kamarnya dan tidur, Yami yang melihat itu juga segera kembali ke kamarnya, dan mulai tertidur.
Keesokan harinya, setelah bangun Yami segera pergi ke kamar mandi, dan membersihkan diri, sementara itu Karina sedang memasak di dapur.
Setelah selesai mandi, Yami segera pergi ke dapur, dirinya membantu mempersiapkan untuk sarapan, selesai makan, Yami membantu membersihkan peralatan, lalu dirinya pergi kembali ke kamarnya, sementara itu Karina memutuskan untuk kembali bekerja.
Saat Yami sedang bermeditasi, dirinya merasakan sebuah energi transmisi datang dari kepalanya, dirinya segera tahu bahwa dirinya kembali terhubung dengan salinan dirinya.
"Hem... Eh?" Ucap Yami dengan wajah sedikit terkejut, saat dirinya duduk berhadapan langsung dengan sesosok perempuan cantik, dengan tubuh yang sangat menggairahkan, lekuk tubuh yang indah, wajah bagaikan indahnya permata yang sangat cantik.
"Halo..." Ucap perempuan tersebut yang memulai pembicaraan.
"Ehm... Halo?" Ucap Yami dengan wajah ragu-ragu.
"Senang bertemu denganmu, apakah kau Yami Tanaka orang yang mengetahui penyebab racun Gorjion?" Ucap perempuan tersebut dengan nada lembut namun tegas, yang membuat Yami sedikit tersentak.
"Ya." Ucap Yami yang menganggukkan kepalanya.
"Apakah kau benar-benar dapat membuat penawar, untuk menyembuhkan racun Gorjion?" Ucap perempuan tersebut dengan nada bertanya yang tegas.
"Benar, lalu siapa anda?" Ucap Yami dengan wajah bingung.
"Aku Amaterasu, Dewi matahari, salah satu dari dewa-dewi Jepang, sekaligus pemimpin dari para dewa-dewi Jepang, dan kau? Siapa?" Ucap perempuan tersebut yang memperkenalkan dirinya sebagai Amaterasu.
"Yami Tanaka seorang Shaman, penjual jimat pengusir Roh, pemburu iblis sampingan, tukang rampok para penjahat, dan seorang peretas ahli." Ucap Yami yang memperkenalkan berbagai pekerjaannya.
"...Prff... Ahem... Tolong jangan main-main..." Ucap Amaterasu yang mencoba untuk tidak tertawa, dan mengalihkan pandangannya dari Yami.
"Lalu apa yang kau lakukan di sini?" Ucap Yami dengan wajah bingung.
"Aku ingin melihat secara langsung orang yang dapat menyembuhkan racun Gorjion, sejak zaman dahulu sudah banyak orang yang menggunakan racun Gorjion ini, tapi semua hal tersebut ditutupi, sebab yang terkena adalah orang-orang dari fraksi besar, di dunia Supranatural."
"Jika ada yang tahu bahwa berbagai anggota dari fraksi besar terkena racun aneh, yang mengubah seseorang menjadi boneka orang lain, maka pasti banyak orang yang mengalami kericuhan, oleh karena itu hal tersebut ditutupi, dan sangat sedikit orang yang mengetahui mengenai racun Gorjion." Ucap Amaterasu yang menjelaskan semuanya kepada Yami.
"Begitukah? Kalau hanya mau melihat aku tidak masalah, tapi jangan membuat keributan." Ucap Yami yang kemudian melihat ke sekitar, terdapat Nana, Kina, Hikari, Lily, Kazane, Kenma, Chizu, Farayaka, Haruki, Airis, Kuso, Ren, Hanabi, dan Amaterasu.
Kemudian Yami memulai pembuatan penawar racun, dirinya pertama mengekstrak air mata Amaterasu, dan Kaguya, setelah selesai mengekstrak Yami mencampur Air Mata dengan sebuah air yang dirinya ambil dari penyimpanan dimensi miliknya, melihat air jernih tersebut membuat sebagian besar orang kebingungan, tapi Amaterasu melompat terkejut.
"Bagaimana kau memiliki Ramuan Penyembuhan Lleh Tingkat Puncak!" Ucap Amaterasu dengan wajah terkejut.
"Hah?"
"Kalian tidak tahu? Ramuan Penyembuhan Lleh Tingkat Puncak, sebuah ramuan yang khasiatnya mendekati Air Mata Elf, Air Mata Naga, Darah Naga, Keringat Naga, Embun Yggdrasil, dan berbagai Ramuan Tingkat Puncak lainnya, yang sekali pakai dapat menyembuhkan luka parah menjadi sembuh seketika, meski begitu Ramuan Penyembuhan Lleh Tingkat Puncak, masih lebih rendah di bandingkan ramuan tingkat Puncak lainnya." Ucap Amaterasu yang menjelaskan kepada yang lainnya.
Kemudian Yami mencampur ekstrak Air Mata Amaterasu dan Kaguya, ke dalam Ramuan Penyembuhan Lleh Tingkat Puncak, setelah itu Yami segera menuangkan Ramuan Penyembuhan Lleh Tingkat Puncak ke dalam mulut anak perempuan Ren dan Hanabi.
Lalu hal aneh terjadi, tubuh anak perempuan Ren dan Hanabi mulai bersinar, pertama tubuhnya mulai mengeluarkan udara dingin, lalu berganti menjadi panas, melihat hal itu Yami menganggukkan kepalanya, lalu dirinya mengambil setetes api milik Amaterasu.
Yami kemudian meletakkan api di pergelangan tangan kanan putri dari Ren dan Hanabi, Yami mengontrol api milik Amaterasu dengan sangat baik, dirinya tidak membakar tubuh, melainkan membakar racun itu sendiri.
Secara perlahan namun pasti, wajah putri dari Ren dan Hanabi mulai membaik, hingga akhirnya kelopak matanya sedikit tergerak, kemudian putri dari Ren dan Hanabi membuka kedua matanya.
"Miko!" Ucap Ren dan Hanabi yang bergegas ke arah putri mereka secara bersamaan lalu memeluknya.
"Ayah... Ibu...?" Ucap putri Ren dan Hanabi, yang bernama Miko Sukainaito.
"..." Yami yang melihat reunian tersebut teringat suatu kenangan jauh di dalam ingatannya.
"Kau mengingat keluarga Motschak?" Ucap Hanobusho yang dapat merasakan apa yang sedang dipikirkan oleh Yami.
"Ya... Mereka memiliki keadaan yang sangat mirip dengan Ren, Hanabi dan Miko... Hanya saja pada saat itu aku tidak berhasil membuat penawar untuk putri mereka, yang membuatnya terbunuh, dan mereka berdua memilih untuk bunuh diri, hanya agar dapat bersama dengan putri mereka." Ucap Yami dalam benaknya, dengan menutup kedua matanya.
"... Kau tidak perlu mengingat hal sedih, lagi pula sekarang kau sudah hidup bahagia..." Ucap Hanobusho dengan nada datar.
"Yah kau benar, aku sudah sangat bahagia dengan kehidupan kali ini, bukan hanya aku dapat memiliki orang tua, ada orang yang menyayangiku dengan tulus, bahkan aku sekarang dapat berbicara denganmu Hanobusho, tidak seperti di kehidupan sebelumnya yang di mana kita selalu bertengkar." Ucap Yami yang tersenyum tipis dalam benaknya.
"Terimakasih terimakasih banyak..." Ucap Ren yang memegang tangan kanan Yami, dan menundukkan kepalanya sambil berulang kali berterimakasih.
"Tidak masalah, aku melakukan hal ini, hanya untuk mencegah perang terjadi, yang kemungkinan akan membawa kota Sakura terbawa arus perang." Ucap Yami yang menjelaskan dengan jujur.
"Begitukah? Kalau hal itu aku pastikan, sebagai ketua klan Sukainaito, bahwa aku berjanji akan memastikan perang tidak akan terjadi, dan jika perang terpaksa terjadi, aku pastikan arus perang tidak akan membawa kota Sakura." Ucap Ren yang berbicara kepada Yami, dengan wajah tersenyum lebar.
"Kalau seperti itu, maka aku rasa sudah saatnya aku pergi, aku terlalu banyak menggunakan energi, untuk mengekstrak Air Mata dan mengontrol api." Ucap Yami yang melihat ke sekitar.
"... Kau sudah mau pergi?" Ucap Nana dengan nada kecewa.
"Haah... Energiku terkuras sangat banyak, lagi pula jika kau ingin berbicara denganku, kau hanya perlu menghubungiku melalui salinanku, baiklah sampai jumpa semua-" Sebelum Yami sempat menyelesaikan kata-katanya, dirinya segera di sela oleh Amaterasu.
"Jadilah suamiku." Ucap Amaterasu dengan nada tegas, dan menatap Yami dengan wajah penuh tekad, tapi Yami tidak sempat mengatakan sesuatu, sebab energinya keburu habis duluan, yang di mana sudut pandang Yami kembali ke dunia asing, di mana dirinya terlempar.
...___________________________________...
...Jangan Lupa LIKE, COMMENT, SHARE, FAVORITE!...