Reincarnation: System Shaman

Reincarnation: System Shaman
Chapter 73 - Latihan Takeshi Part 5 Selesai



"Kau siapa?" Ucap Takeshi dengan wajah bingung.


"Aku? Namaku Yami Tanaka!" Ucap pria tersebut yang memperkenalkan dirinya, yang ternyata adalah Yami.


"Eh? Lalu apakah kau juga seorang Bearer?" Ucap Takeshi dengan nada ragu.


"Bukan." Ucap Yami dengan santai.


"Lalu kau ini siapa? Apakah kau ini juga seorang musuh?" Ucap Takeshi dengan waspada dan menatap Yami dengan tatapan tajam.


"Tidak mungkin, jika aku musuh aku tidak akan menolong kalian berdua..." Ucap Yami dengan nada santai sambil menatap ke arah Takeshi.


"Benar juga-!" Sebelum Takeshi sempat menyelesaikan perkataannya, dirinya mendengar suara dari dalam benaknya, Takeshi segera memejamkan kedua matanya.


"..." Melihat Takeshi yang memejamkan kedua matanya, Miruno melihat ke arah Yami dengan wajah ragu dan rumit, melihat tatapan yang Miruno berikan kepadanya membuat Yami segera menoleh menuju ke arah Miruno, sebelum akhirnya Yami meletakkan jari telunjuknya, menggunakan tangan kanannya tepat di bibirnya, yang menandakan untuk tidak berbicara.


Mengetahui kode yang diberikan oleh Yami, Miruno akhirnya memutuskan untuk tidak berbicara, dan pura-pura tidak mengenal Yami.


"Ah! Aku ingat sekarang! Kau adalah pria yang kutemui sebelumnya, kaulah pria yang menabrakku lalu mencuri dompetku! Kembalikan dompetku dasar pencopet!" Ucap Takeshi yang membuka kedua matanya dengan wajah terkejut, dan menatap ke arah Yami dengan waspada sambil mengarahkan jari telunjuknya ke arah Yami.


"Oh... Ini..." Ucap Yami yang segera mengeluarkan sebuah dompet, Takeshi yang melihat dompetnya, dirinya segera bergegas mengambil dari tangan Yami, lalu membuka dompetnya, Takeshi menemukan bahwa kartu identitas dan barang penting lainnya masih ada, kecuali uangnya yaitu dua lembar uang kertas, yang bernilai seratus ribu Alvana


"Di mana uangku!" Ucap Takeshi yang menatap ke arah Yami sambil menunjukkan mata kesal.


"Aku meminjamnya, lain kali akan aku kembalikan..." Ucap Yami sambil menyeringai tipis, melihat seringai dari Yami membuat Takeshi menjadi lebih kesal.


"Buuuk!"


Tiba-tiba saja beberapa batu dari tempat Beast yang sebelumnya menabrak, terlempar menjauh lalu terlihatlah Beast yang menatap ke arah Yami dengan mata merah.


"Hem... Kurasa aku akan menghadapinya." Ucap Yami sambil melihat ke arah Beast dengan wajah santai.


Mendengar perkataan dari Yami membuat Takeshi mengkerutkan keningnya, dirinya ingin mengatakan agar Yami menjauh sebab Beast sangatlah berbahaya, tapi sebelum sempat Takeshi berbicara, Yami sudah mengeluarkan empat kartu, yang memiliki tulisan dalam bahasa Jepang.


"Shāman jumon: Sutēji San: Chikyū no te!"


(Note: Artinya, Chikyū no te \= Tangan Bumi)


Lalu tiba-tiba saja tanah bergemuruh, kemudian terjadi retakan di tempat Beast berpijak, lalu tanah mulai naik dan membentuk sebuah tangan, lalu mengikat kedua tangan dan kaki milik Beast.


"Apa!" Takeshi yang melihat hal itu berteriak dengan wajah terkejut, Miruno juga terkejut, tapi karena hal yang berbeda, dan dirinya tidak terlalu banyak mengekspresikan keterkejutannya.


"Hei nak pinjamkan aku pedangmu." Ucap Yami yang segera mengambil pedang milik Takeshi dengan sangat cepat.


"Hei!" Saat Takeshi ingin protes, pedangnya keburu diambil oleh Yami, yang membuat Takeshi menjadi sangat terkejut.


"Ouh pedang yang bagus... Inikah pedang yang terbuat dari Jiwa itu sendiri? Menarik... Dunia ini ternyata memiliki lebih banyak hal yang tidak kuketahui..." Ucap Yami sambil membalikkan pedang, dan melihat dengan wajah serius sambil menyeringai.


"Tunggu! Kembalikan pedangku!" Ucap Takeshi yang mencoba mengambil pedangnya kembali, tapi Yami hanya menyeringai lalu segera menghilang dan muncul kembali tepat di sebelah Beast.


Yami kemudian bersiap untuk memberikan tebasan.


(Note: Artinya, Kōtta kōri no shuryō-gatana \= Pedang berburu es beku)


Tebasan itu dilakukan secara diagonal dari kanan atas ke kiri bawah, tepat setelah Yami memberikan tebasan secara diagonal, es berwarna biru muda tiba-tiba saja muncul dari luka yang di alami oleh Beast.


Lalu Yami memberikan tebasan secara horizontal dari kiri ke kanan, yang kemudian es muncul kembali tepat di luka yang di alami oleh Beast.


Kemudian Yami melakukan tebasan secara vertikal, yang membuat Yami memotong tangan kanan milik Beast, tepat saat darah akan menyemprot keluar, es muncul kembali di luka yang baru saja Yami berikan yaitu di tangan yang terpotong.


Yami kemudian memberikan tebasan secara diagonal kanan bawah ke kiri atas, hal itu menyebabkan Beast terhempas ke udara, lalu Yami segera memberikan tebasan kepada Beast tepat di leher Beast, yang di mana Yami memotong kepala Beast dengan sangat bersih.


"Huff..." Helaan nafas Yami terdengar tepat setelah dirinya mendarat di tanah, lalu Beast juga ikut terjatuh, sebelum akhirnya tubuh Beast sedikit bersinar berwarna hitam, lalu secara perlahan mengecil, yang di mana Beast kembali menjadi manusia normal, tanpa luka sedikitpun.


"Glup..." Takeshi yang melihat kehebatan dari Yami menjadi terdiam, dirinya menjadi linglung akibat pertarungan sepihak yang sangat luar biasa tersebut.


Sementara Miruno menatap ke arah Yami dengan wajah terkejut, sambil memikirkan suatu hal.


Yami kemudian segera berjalan mendekat ke arah mereka, lalu Yami berada tepat di depan mereka berdua, kemudian Yami melihat ke arah Takeshi lalu menyerahkan pedang kepada Takeshi, melihat hal itu Takeshi segera mengambil pedangnya dengan linglung.


"Terimakasih telah membantu kami..." Ucap Takeshi sambil menatap Yami dengan wajah terkejut.


"Tidak masalah, hem... penghalangnya mulai memudar, kurasa sudah waktunya aku segera pergi." Ucap Yami yang melihat ke arah penghalang sebelum melihat ke arah Takeshi dan Miruno, mendengar perkataan dari Yami, membuat Takeshi dan Miruno juga melihat ke arah penghalang Zona Distorsi.


"Tunggu! Kau siapa sebenarnya?" Ucap Takeshi yang mencoba untuk menghentikan Yami, tapi Yami tetap berjalan pergi dengan punggungnya menghadap ke arah Takeshi dan Miruno.


"Aku Yami Tanaka seorang Shaman! Jika takdir menginginkan kita bertemu kembali, maka kita akan bertemu kembali!" Ucap Yami sambil melambaikan tangan kanannya, sambil terus berjalan menjauh dari Takeshi dan Miruno, sebelum akhirnya segera melompat ke arah suatu gedung kemudian melompat ke arah penghalang, lalu menghilang tepat setelah penghalang hancur.


"Shaman?" Ucap Takeshi dengan nada bertanya dan menatap dengan wajah bingung.


"Aku baru tahu tentang hal itu..." Gumam Miruno dengan wajah berpikir keras, sebelum akhirnya dirinya menghela nafas dan melihat ke arah Takeshi.


"Ayo kita kembali, latihanmu kita akhiri sampai di sini saja..." Ucap Miruno sebelum akhirnya mulai berjalan kembali menuju ke markas BOWP.


Melihat Miruno yang ingin kembali, Takeshi akhirnya juga berhenti memikirkan banyak hal, lalu dirinya juga mengikuti Miruno menuju kembali ke markas BOWP.


...


...


...


Melihat bahwa Miruno memilih untuk kembali, yang diikuti oleh Takeshi, Yami yang mengamati dari sebuah gedung yang sepi, menjadi tersenyum lalu dirinya segera menghilang dari sana.


Yami kemudian muncul kembali di sebuah hutan, dirinya pergi ke tengah-tengah hutan, yang di mana di sana terdapat sebuah penghalang, lalu dirinya melewati penghalang lalu terlihatlah sebuah rumah kayu.


"Huff... Sampai juga di rumah..." Ucap Yami yang menatap ke arah rumah kayu di dalam sebuah hutan tersebut.


...___________________________________...


...Jangan Lupa LIKE, COMMENT, SHARE, FAVORITE!...