
"Aku akan melatihmu, jika kau hanya menjadi manusia biasa itu akan sangat merepotkan, jadi aku akan melatihmu menjadi Shaman yang sangat kuat!" Ucap Yami yang berkata dengan nada bersemangat.
"Shaman?" Ucap Kuso dengan wajah bingung.
"Ya, Shaman!" Ucap Yami yang menganggukkan kepalanya.
"Oh dan... Aku sebenarnya seorang Manusia." Ucap Yami yang segera mengubah wujudnya, dirinya merasa cukup hanya dengan satu identitas tersembunyi saja, tidak kurang tidak lebih yaitu wujud Yami sebagai Kieru.
"A-apa?" Gumam Kuso dengan wajah tidak percaya.
"Haha! Kau sangat terkejut ya? Baiklah mari kita lakukan perkenalkan dengan benar, Aku Yami Tanaka, Shaman Tingkat Bawah Tahap Empat! Akulah yang menjaga kota Sakura ini dari Roh Jahat." Ucap Yami yang tersenyum lebar.
"...Begitu." Ucap Kuso dengan wajah tenang.
"Yah, kurasa ini cukup membuatmu terkejut, tapi latihan tetap akan kulakukan, jadi ayo kita keluar." Ucap Yami yang segera berjalan keluar dari ruang makan, dan menuju ke arah halaman, Kuso yang masih terkejut tetap mengikuti Yami dari belakang.
"Nah, sebelum kita mulai aku akan menjelaskan berbagai pengetahuan dasar tentang dunia ini kepadamu, lalu aku akan menjelaskan tentang teori dasar dari Energi Roh, kemudian aku akan melatihmu untuk dapat merasakan Energi Roh, dilanjutkan dengan membuatmu mengontrol Energi Roh."
"Lalu setelah itu akan dilanjutkan dengan cara pembuatan Kertas Jimat, kemudian aku akan membuatmu mempraktekkan cara menggunakan Mantra Shaman, lalu aku akan melatih fisikmu, kemudian yang terakhir aku akan melatihmu dalam pertarungan tangan." Ucap Yami yang menjelaskan dengan panjang lebar dari kegiatan yang akan dilakukan oleh Kuso.
"Baik saya mengerti Yami-sama." Ucap Kuso yang telah sadar, juga memperhatikan dan mendengarkan dengan serius.
"Bagus! Ayo kita mulai!" Ucap Yami dengan menganggukkan kepalanya.
...
...
...
Kemudian Yami mulai melatih Kuso dengan sangat keras, mengikuti semua skedul dari yang Yami inginkan, hingga akhirnya sore haripun tiba, Yami kemudian membuat latihan tersebut selesai, lalu Yami kembali ke kota, untuk pulang ke rumahnya.
Dalam perjalanan pulang, Yami melihat jajanan yang terlihat enak, karena hal itu Yami berhenti dan pergi ke sana untuk makan jajanan.
"Pak, tolong satu!" Ucap Yami yang ingin membeli jajanan.
"Baik." Ucap pedagang tersebut.
Saat sedang menunggu Yami mendengar beberapa gumaman, dari para pembeli yang sedang bergosip tentang suatu rumor.
"Hei kau tahu tidak, di Sekolah Bunga Plum terdapat cerita hantu kuno loh." Ucap pembeli yang sedang bergosip, yang merupakan seorang siswa laki-laki SMA, berambut hitam pendek dan memakai kacamata.
"Benarkah? Bukankah itu hanya mitos saja?" Ucap siswa laki-laki lain, yang kemungkinan teman sekolahnya, berambut coklat pendek.
"Tentu saja itu benar! Kau tahu tentang Hanako si penunggu toilet wanita di lantai Tiga!" Ucap siswa yang berambut hitam berkacamata.
"Tidak, yang ini benar-benar asli, sebab teman SMPku sekarang bersekolah di sana! Kata dia... Dulu sekali awal-awal Sekolah Bunga Plum baru dibangun, pernah seorang siswi perempuan yang dibunuh oleh temannya di sebuah toilet, yang berada di lantai tiga sekolah tersebut, semenjak saat itu kejadian aneh mulai sering terjadi di sekolah itu." Ucap siswa berambut hitam berkacamata, yang membetulkan posisi kacamatanya, dan berkata dengan serius.
"Banyak orang yang entah kenapa menghilang saat berada di dalam toilet tersebut, saat malam hari, pada awalnya hanya seorang penjaga sekolah, tapi setelah diganti penjaga sekolah tersebut, penjaga sekolah yang baru juga hilang, itu terus-menerus terjadi."
"Sampai akhirnya ada beberapa siswa yang mencoba, apakah hal itu benar atau tidak, mereka datang ke toilet tersebut saat malam hari, dan... mereka juga menghilang, meski sudah banyak polisi yang mencari tahu, tapi hasilnya selalu nihil."
"Semenjak saat itu toilet tersebut tidak pernah digunakan, dan dibuatlah toilet baru yang ada di lantai ketiga, tapi entah kenapa meski sudah tidak ada lagi siswa yang datang ke toilet tersebut, masih saja ada orang yang akan menghilang di sekolah, meski sudah tidak ada lagi yang menggunakan toilet tersebut, dan beberapa tahun kemudian orang-orang yang menghilang akhirnya ditemukan, tapi mereka semua, sudah tewas dengan cara yang mengerikan."
"Pada akhirnya kepala sekolah dari Sekolah Bunga Plum mengundang seorang pendeta, untuk mengusir hantu yang berada di sekolah tersebut, sayangnya itu hanya dapat melemahkannya saja, jadi orang-orang tidak akan lagi menghilang, meski saat malam hari yang berada di sekolah tersebut."
"Tapi jika ada yang memasuki toilet itu lagi saat tengah malam maka orang tersebut, akan diculik Oleh Hanako dan akan dibunuh olehnya, selama tidak ada yang mendekati toilet perempuan yang lama di lantai tiga, maka tidak akan ada orang yang menghilang." Ucap siswa berambut hitam berkacamata tersebut, dengan nada tegas.
'Hanako si penunggu toilet wanita di lantai Tiga? Hem... Bukankah itu berarti dia seorang Roh Penjaga?' Pikir Yami dengan wajah bingung.
Roh Penjaga memang tidak jauh berbeda dengan manusia, ada Roh Penjaga yang baik, ada juga yang jahat, layaknya Roh Jahat, kenapa mereka tidak menjadi Roh Jahat, itu karena mereka hanya memiliki satu tujuan dan harus terus-menerus mengikuti tujuan tersebut.
Seperti Hanako si penunggu toilet wanita di lantai Tiga, kemungkinan besar tujuannya adalah membunuh setiap orang yang datang ke toilet di lantai tiga, jika ada yang datang mengganggu ketenangannya di toilet tersebut, maka orang tersebut pasti akan dibunuh.
Sementara untuk orang-orang yang menghilang bahkan tidak masuk ke toilet tersebut, itu kemungkinan Roh Jahat yang tercipta dari para Arwah, yang sebelumnya merupakan manusia yang telah dibunuh oleh Hanako, karena perasaan dibunuh secara sepihak oleh Hanako itulah yang membuat terciptanya Roh Jahat, yang pada akhirnya Roh Jahat tersebutlah, yang menculik orang-orang dan membunuh mereka.
Dan pada akhirnya membuat mitos tentang Hanako si penunggu toilet wanita di lantai Tiga tercipta, di kehidupan sebelumnya Yami sempat mendengar cerita yang mirip seperti itu yang berasal dari China, oleh karena itu Yami tahu bahwa cerita tentang Hanako, pasti juga mirip seperti cerita yang dirinya ketahui di kehidupan sebelumnya.
'Hem... Apakah aku harus mengurus Hanako itu? Sigh... Menyebalkan sekali...' Pikir Yami dengan wajah lelah.
"Ini dia." Ucap pedagang jajanan, yang telah selesai menyiapkan jajanan untuk Yami.
"Ah, ini uangnya." Ucap Yami yang mengambil jajanannya, lalu memberikan uangnya, setelah itu Yami berjalan menuju ke arah para siswa SMA tersebut.
"Halo." Ucap Yami yang menyapa kedua siswa laki-laki tersebut.
"Halo?" Ucap siswa berambut cokelat.
"Apakah bisa kau memberitahukan kepadaku, letak di mana keberadaan dari Sekolah Bunga Plum itu?" Ucap Yami sambil tersenyum.
"Sekolah Bunga Plum? Itu berada di sisi Utara Kota Sakura, lebih tepatnya di sekitar jalan Hoshi, jika dari stasiun kau hanya perlu berjalan lurus, nanti jika ada pertigaan tinggal belok kiri, setelah itu kau hanya perlu berjalan selama sepuluh menit dan akhirnya sampai di Sekolah Bunga Plum." Ucap siswa berambut hitam berkacamata.
"Begitukah, maaf mengganggu sebelumnya, dan terimakasih banyak!" Ucap Yami yang segera pergi dari sana.
...___________________________________...
...Jangan Lupa LIKE, COMMENT, SHARE, FAVORITE!...