
"Yah... Kurasa aku hanya harus berpura-pura tidak melihat kejadian ini..." Gumam Yami sebelum tiba-tiba saja muncul di toilet pria, dan kembali ke kelasnya.
Lalu waktu terus berlalu, sampai sekolahpun berakhir, dan Yami siap untuk berjalan pulang ke rumahnya.
Tapi entah bagaimana, Yami secara tidak sengaja mendengar beberapa bisikan dari teman sekelasnya, bahwa ada seorang siswa perempuan, yang merupakan seorang siswa yang pintar, dan berada di peringkat satu dalam ujian penerimaan, belum kembali ke kelasnya dari jam istirahat.
Yami akhirnya tahu siapa perempuan yang berada di atap sebelumnya, ternyata orang tersebut adalah Reina Nara.
Seorang perempuan yang selalu mendapatkan rangking satu di setiap tahun, di masa pelajarnya di SMP, dan juga mendapatkan rangking satu di ujian penerimaan.
Dia terkenal bukan hanya karena kepintarannya, tapi juga karena kecantikannya, elegan, baik hati, suka membantu, dan tidak lupa bagian yang terakhir dia adalah anak dari orang kaya, ayahnya pemilik dari agen penjualan real estate, ibunya hanya ibu rumah tangga biasa, bisa di katakan dia seorang Ojou-sama.
Bukan hanya itu saja, rumornya dia juga merupakan kekasih dari Takaro Mamiya, seorang pria yang berasal dari sekolah elit Mawar Hitam, dan merupakan kapten dari klub sepakbola.
Mendapatkan banyak informasi dari gosip, membuat Yami merasa senang, tapi dirinya kembali menjadi datar, sebab dirinya tidak ingin terlibat dengan hal-hal dunia lain lagi, dirinya berpikir bahwa masih banyak orang yang dapat melakukannya.
"Hei..." Ucap Eiko yang tiba-tiba saja berjalan mendekati Yami saat mereka masih berada di kelas, dengan tersisa beberapa siswa, termasuk juga dengan Nana.
"Hem... Ada apa?" Ucap Yami dengan wajah penasaran.
"Terimakasih untuk yang semalam, yah meski aku tidak menduga hal... Itu..." Ucap Eiko dengan nada rendah.
"Yah tidak masalah, lagi pula aku melakukannya karena... Yah kau tahu sendiri." Ucap Yami sambil menggaruk kepalanya.
"Uhm... Nah ini tanda terimakasih dariku, ini kue dari toko roti terbaik di kota Sakura, terimalah." Ucap Nana yang segera memberikan sebuah bingkisan kepada Yami, lalu segera pergi, melihat adegan tersebut para siswa yang tersisa hanya berbisik dan mulai bergosip.
"Kau sepertinya menjadi populer bukan?" Ucap Nana yang berjalan mendekat lalu melihat ke arah bingkisan yang diberikan kepada Yami.
"Tidak, ini hanya tanda ucapan terimakasih karena telah membantunya sebelumnya..." Ucap Yami sambil membereskan barang-barangnya.
"Begitukah, lalu apa yang kau lakukan sampai-sampai bisa membantu Eiko-san." Ucap Nana sambil tersenyum tipis, tapi dengan nada datar.
"Aku hanya membantunya dalam beberapa hal, tidak terlalu penting, kau mau datang ke rumahku, kita makan kue ini bersama?" Ucap Yami yang melihat ke Nana sambil mengangkat bingkisan tersebut.
"...! Tentu saja ayo kita ke rumahmu, aku sudah lama tidak bermain ke rumahmu." Ucap Nana dengan senyum berseri-seri.
Mereka berdua kemudian mulai berjalan pulang ke rumah Yami, sementara itu di suatu tempat di dalam sekolah, lebih tepatnya di sebuah ruangan rahasia, terdapat beberapa siswa yang duduk di sebuah bangku dengan meja besar dan panjang.
Para siswa tersebut ternyata di dampingi oleh empat guru, beserta wakil dan ketua kepala sekolah.
"Mengenai fluktuasi sihir, yang sebelumnya terasa begitu jelas di atap sekolah?" Ucap ketua OSIS yang menjawab pertanyaan dari kepala sekolah.
"Benar, kita akan membahas hal itu, yang menyebabkan salah satu murid telah dipanggil ke dunia lain, banyak sekali cerita dan mitos dari zaman dahulu, mengenai dunia lain, dan sudah cukup banyak siswa-siswi yang sering hilang begitu saja, hal itu disebabkan mereka telah dibawa ke dunia lain, untuk menjadi seorang pahlawan, agar dapat menyelesaikan masalah dari dunia lain." Ucap kepala sekolah dengan menatap tajam ke arah para muridnya.
"Dan seperti yang kalian ketahui bahwa sekarang telah terjadi hal tersebut, banyak orang yang telah mengalaminya, sebagian ada yang kembali, sebagiannya lagi tidak kembali, hal yang ingin kusampaikan adalah kalian mendapatkan tugas untuk membuat semua orang melupakan tentang dirinya sementara, agar kekacauan tidak terjadi."
"Kita hanya dapat menunggu dirinya kembali dari dunia lain, sebab kita tidak dapat membantunya untuk kembali ke bumi, karena di jalur ruang antar dimensi sedang tidak stabil, akibat salah satu dari lima penjaga jalur ruang antar dimensi telah menghilang secara misterius, yang menyebabkan tidak ada seorangpun yang diperbolehkan menggunakan jalur ruang antar dimensi, tanpa seizin dari ke empat penjaga lainnya."
"Oleh karena itu kita hanya dapat mencoba mengatasi hal-hal, yang berada di tangan kita." Ucap kepala sekolah dengan wajah tidak senang.
"Untuk agenda yang berikutnya adalah, terdapat beberapa siswa yang menarik, telah datang ke sekolah ini, seorang keturunan naga, seorang ras setengah iblis dan manusia, seorang penyihir dengan mana yang sangat banyak, lalu seseorang yang memiliki elemen cahaya yang sangat kuat, kemudian ada dua individu lain, yang juga sangat menarik." Ucap kepala sekolah sambil melihat ke daftar siswa.
"Ouh apa yang menarik dari mereka?" Ucap salah satu guru dengan penasaran.
"Yang satu merupakan seorang Spesialis dengan kemampuan penyembuhan, sementara yang lain... seorang Shaman!" Tepat ketika kepala sekolah mengatakan Shaman, setiap siswa segera berdiri dan mengeluarkan berbagai aura yang mengerikan, tapi hal tersebut tidak mempengaruhi kepala sekolah, wakil kepala sekolah, dan ke empat guru.
"Shaman? Heh kita tidak perlu seseorang yang tidak manusiawi seperti itu di sekolah ini!" Ucap salah satu di antara ke lima belas siswa yang ada.
"Hem... Sayangnya kau tidak bisa melakukan apapun tentang anak ini, karena dialah orang yang telah membersihkan banyak roh jahat yang berada di sektor A, karena hal itu kau tidak boleh menyakitinya, sebab jika kau menyakitinya kita akan kehilangan seseorang yang membersihkan beberapa sampah." Ucap wakil kepala sekolah, yang membuat murid tersebut terdiam.
"Apakah baik-baik saja dengan seorang Shaman di sekolah ini, bagaimana jika dia melukai beberapa siswa." Ucap ketua OSIS yang bertanya kepada kepala sekolah.
"Mengenai hal itu, kau hanya harus memantaunya agar tidak lepas kendali bukan?" Ucap kepala sekolah sambil menyeringai jahat, dan menatap tajam ke arah ketua OSIS.
"Saya mengerti kepala sekolah..." Ucap ketua OSIS yang menganggukkan kepalanya.
"Cih!" Ucap siswa yang sebelumnya langsung menolak gagasan Yami berada di sekolah tersebut.
"Nah itu saja pembahasan dari pertemuan kita kali ini, kuharap pertemuan darurat tidak akan terjadi dalam waktu dekat..." Ucap kepala sekolah dengan nada santai kali ini.
Yang di terima oleh para guru dan murid, sebab mereka juga tidak ingin menghadapi masalah dalam waktu dekat.
...___________________________________...
...Jangan Lupa LIKE, COMMENT, SHARE, FAVORITE!...