
Beberapa menit sebelumnya, di kejauhan di balik beberapa gedung, yang letaknya tidak jauh dari tempat Takeshi dan Miruno, seorang perempuan sedang mengawasi dengan serius.
Perempuan tersebut sebagian besar tubuhnya tidak terkena cahaya, yang di mana sulit untuk mengetahui siapa perempuan tersebut, saat perempuan tersebut sedang mengawasi dengan serius dirinya tiba-tiba saja berbicara.
"Bearer ke sepuluh, dengan ini sudah sepuluh orang yang menjadi Bearer, pria itu terlihat tidak biasa, seolah-olah dunia berputar di sekitarnya..." Ucap perempuan tersebut yang berbicara dengan suara pelan, dan memperhatikan dengan seksama, saat adegan Takeshi yang tiba-tiba saja menjadi sangat kuat, perempuan itu segera menghilang di kegelapan malam.
Tidak jauh dari lokasi perempuan misterius sebelumnya, sesosok pria yang telah memperhatikan Takeshi dan Miruno, melihat ke arah perempuan yang sebelumnya menghilang.
"Heh perempuan itu cukup hebat, dan anak itu... Dia... Jika di manga atau novel apa namanya...? Ouh Protagonis...! Benar? atau istilah yang lebih tepat, adalah dia memiliki Kehendak Dunia, yaitu masalah dunia ini akan berputar di sekitar dirinya..." Ucap sosok pria tersebut yang tersenyum misterius.
"Sosok yang akan menarik banyak masalah dan perhatian dari orang-orang kuat, haha... Anak yang menarik bukan...?" Ucap pria misterius tersebut, yang bertanya di udara kosong, tanpa terdengar suara siapapun dia kembali berbicara.
"Aku tahu! Aku tidak akan main-main! Bagaimanapun juga anak itu membawa banyak hal merepotkan, nah kurasa sudah waktunya aku pergi, dan... Banyak hal menarik akan terjadi!" Ucap sosok pria misterius tersebut, sebelum akhirnya menghilang di kegelapan malam.
...
...
...
"Uh kepalaku sakit sekali, apakah kepalaku terbentur semalam?" Ucap seorang remaja pria yang terbangun dengan sakit kepala, dirinya segera memegang erat kepalanya.
"Hem... Apakah aku benar-benar sudah sampai di rumah semalam? Aku tidak ingat?" Ucap remaja tersebut yang melihat ke arah kamarnya.
"Kurasa aku sudah sampai di rumah... Sebelumnya... Mungkin?" Ucap remaja tersebut dengan ragu-ragu, sebelum akhirnya berjalan ke arah kamar mandi, selesai mandi dan mengenakan seragam, dirinya pergi turun ke lantai bawah dan mulai masak, setelah selesai makan dan membersihkan peralatan makan, remaja tersebut pergi menuju ke sekolahnya.
Pria itu adalah Takeshi yang masih mencoba mengingat mengenai kejadian semalam, setelah dirinya sampai di sekolah dirinya di sambut oleh teman dekatnya.
"Kau terlihat lelah apa yang terjadi?" Ucap Maji yang khawatir terhadap temannya.
"Aku baik-baik saja, hanya sedikit sakit kepala di beberapa tempat, benar apakah kau sudah mengerjakan tugasmu, aku sepertinya semalam ketiduran dan lupa mengerjakannya." Ucap Takeshi yang teringat, bahwa dirinya belum mengerjakan tugas.
"Tentu ini...!" Ucap Maji yang menyerah buku tugasnya kepada Takeshi.
Tidak lama kemudian Miruno, Angela, dan Kieru datang ke kelas, yang membuat suasana menjadi gaduh, akibat para siswa-siswi yang sangat mempesona tersebut.
"Mereka menjadi terkenal?" Ucap Takeshi dengan wajah terkejut.
"Tentu saja, bagaimanapun juga mereka sangat mempesona, dengan kecantikan yang ceria, kecantikan yang terlihat dingin dan keren, dan pria misterius yang membuat para perempuan berdebar-debar!" Ucap Maji yang menjelaskan hal-hal yang dirinya ketahui melalui koneksinya.
"Begitukah?" Ucap Takeshi yang menganggukkan kepalanya.
Kelas kemudian di mulai, selama pelajaran berlangsung, Takeshi terus mencoba untuk mengingat apa yang sebenarnya terjadi semalam.
Dirinya merasa bahwa yang terjadi semalam sangatlah penting, dan itu juga pasti ada hubungannya dengan tato yang berada di pergelangan tangan kanannya, saat dirinya pergi mandi sebelumnya.
Lalu saat jam istirahat, tiba-tiba saja Miruno berjalan ke arahnya, sebelum menyelipkan sepucuk kertas kecil, tanpa diketahui oleh siapapun, kecuali Takeshi.
Hal ini membuat Takeshi terdiam, dirinya segera membuka kertas tersebut, yang bertuliskan.
"Pergilah ke atap sepulang sekolah, ini ada hubungannya dengan yang terjadi semalam."
Hal ini membuat Takeshi terkejut, dirinya melototi kertas tersebut, sebelum akhirnya menjadi tenang, dan menghela nafas secara teratur.
Pada awalnya Takeshi berpikir Miruno mengajaknya ke atap, untuk menembaknya yang akan menjadi sepasang kekasih, tapi ternyata hal itu salah, sebab hal yang ingin di bicarakan ternyata ada hubungannya dengan yang dirinya alami semalam, kejadian yang tidak dapat dirinya ingat.
Kemudian Takeshi mencoba menjadi setenang mungkin, lalu kelas berlanjut, beberapa jam kemudian waktu sekolah berakhir, Takeshi tidak segera buru-buru pergi, dirinya menuggu yang lainnya pulang terlebih dahulu.
Takeshi melihat bahwa Miruno sudah pergi duluan ke atap, meski begitu Takeshi tetap diam menunggu, tidak lama kemudian setelah hanya tersisa beberapa siswa siswi di sekolah, Takeshi kemudian segera pergi ke atap.
Takeshi kemudian berjalan menuju ke atap, setelah sampai di pintu menuju ke atap, Takeshi kemudian segera membukanya, yang di mana dirinya di sambut dengan kecantikan yang sangat mempesona, hal itu membuat hati Takeshi berdetak kencang.
"Hem... Kau lama sekali?" Ucap Miruno dengan nada datarnya yang biasa.
"Ah! Aku tidak ingin menarik perhatian banyak orang, jadi... Apakah kau benar-benar tahu apa yang terjadi semalam?" Ucap Takeshi yang bertanya dengan ragu-ragu.
"Sebelum itu aku akan memperkenalkan diri dengan benar, namaku Miruno Eiyama seorang Bearer! dengan Spirit yang bernama Ginahoyo Raktar, yang merupakan seorang Pendekar Pedang pada masanya!" Ucap Miruno yang memperkenalkan dirinya dengan suara tinggi.
Saat Takeshi mendengar kata Bearer, seluruh ingatan yang terjadi semalam, semuanya melintas dengan sangat cepat.
"Apa! Kau juga seorang Bearer! Tunggu! Jika kau juga seorang Bearer mengapa kau membiarkanku terluka sebelumnya!" Ucap Takeshi dengan wajah marah.
"Itu karena kau akan terhubung dengan Spiritmu, sebelumnya aku ingin membantu, tapi Spiritku mengatakan kau akan melakukan kontrak dengan Spiritmu, oleh karena itu aku membiarkan kau terluka, juga aku tidak akan membiarkanmu mati, jadi sebelum kau mati aku akan langsung bertarung."
"Juga kaulah yang ikut campur, saat itu aku hanya sedang menunggu Beast menunjukkan dirinya, tapi kau malah muncul, dan ikut campur dengan semua ini, padahal Beast itu hanya mengincarku." Ucap Miruno yang menjelaskan semuanya, hal itu membuat Takeshi terdiam.
Memang dirinya yang salah, karena ikut campur, memang benar bahwa hanya Miruno yang diincar, dan juga memang benar bahwa itu salahnya karena tidak langsung pulang dan malah terlibat dengan semua hal itu.
"Maaf..." Ucap Takeshi yang menggaruk kepalanya.
"..." Miruno tidak mengatakan apapun, dan hanya menatap dalam diam.
"Tunggu! Apakah kau sudah tahu tentang aku akan menjadi seorang Bearer, saat kita pertama kali bertemu?" Ucap Takeshi yang bertanya dengan nada tinggi, dan menatap tajam ke arah Miruno.
"Tidak, aku hanya dapat mengetahui tentang seseorang itu adalah seorang Bearer, karena kekuatannya yang meluap, saat kita pertama kali bertemu, kau hanyalah manusia biasa, aku mengetahui kau seorang Bearer, saat kekuatanmu meluap, pada saat kita berdua sedang berlari dari Beast tersebut, saat itulah aku baru mengetahui tentangmu yang baru akan menjadi seorang Bearer." Ucap Miruno yang kembali menjelaskan kepada Takeshi.
...___________________________________...
...Jangan Lupa LIKE, COMMENT, SHARE, FAVORITE!...