
Yami akhirnya mencoba untuk pergi ke kota terdekat, di sana Yami akhirnya mengetahui bahwa dirinya saat ini sudah terlempar ke masa depan yang cukup jauh, dirinya segera pergi untuk mencari Kieru, ke tempat dirinya tinggal bersama dengan Kieru, sayangnya tempat tersebut sudah tidak ada lagi, yang membuat Yami bingung, sebelum dirinya akhirnya sadar bahwa zaman sudah berubah.
Oleh karena itu Kieru pasti telah lama pindah, Yami akhirnya memutuskan untuk mencari Merlin di tempat biasanya dirinya bertemu dengan Merlin, sayangnya di sana juga sudah tidak ada siapapun.
Yami merasa hampa, tapi dirinya tahu bahwa meski Kieru mungkin sudah tiada, tapi Merlin pasti setidaknya masih hidup, Yami memutuskan untuk pergi mencari Merlin, tapi Yami segera menghentikan hal tersebut, sebab dirinya merasakan energi yang familiar, Yap mereka adalah para Roh Pahlawan yang terkena kekuatan dari Hanobusho, yang kemudian berubah menjadi jahat.
Akhirnya Yami memutuskan untuk menghabisi para Roh Pahlawan Jahat secara sembunyi-sembunyi, setelah beberapa tahun, Yami menemukan seorang anak perempuan di sebuah hutan, Yami memutuskan untuk merawatnya, menemukan bahwa anak tersebut lupa ingatan dan tidak tahu di mana rumahnya, Yami akhirnya memutuskan untuk merawatnya.
Setelah bertahun-tahun Yami merawatnya, Yami akhirnya memilih untuk meninggalkannya, sebab anak perempuan tersebut sudah cukup dewasa bagi Yami, dan Yami harus melanjutkan memusnahkan para Roh Pahlawan Jahat.
Yami lalu melanjutkan perjalanannya untuk memusnahkan para Roh Pahlawan jahat, dirinya kembali berpetualang menjelajahi dunia.
Setelah berpetualang bertahun-tahun Yami memutuskan untuk menetap di ibukota, sebab akhirnya Yami mengetahui hal yang menarik perhatiannya, yaitu para Bearer, Spirit, dan Beast.
Yami mencoba untuk mencari tahu lebih lanjut, dan akhirnya Yami mengetahui sesuatu hal yang menarik perhatiannya, yaitu seorang anak yang memiliki kehendak dunia, atau istilah populernya seorang protagonis.
Anak itu sangat menarik bagi Yami, tapi dirinya segera merasa menjadi bosan dan akhirnya membiarkan anak tersebut, suatu hari Yami kembali bertemu dengan anak itu lagi, dan akhirnya dirinya mencuri uang dari anak laki-laki tersebut, Yami tersenyum memikirkan, bahwa dirinya kembali menjadi seorang pencuri.
Sebab setiap kali Yami berpindah ke dunia lain, dirinya selalu mencuri uang dari seseorang, sebab itu cara yang paling cepat dan mudah yang terpikirkan olehnya dalam mendapatkan uang, karena itu juga dirinya menjadi ahli dalam pencurian suatu barang.
Yami kemudian bertemu kembali dengan anak itu lagi, dirinya sedang bertarung dengan Roh Pahlawan Jahat, dirinya tidak sendirian melainkan bersama dengan anak perempuan yang dulu pernah dirinya temukan di dalam hutan, karena Yami tidak ingin identitasnya mengenai hubungannya dengan Miruno diketahui, dirinya segera memberi sinyal untuk tetap diam.
Yami lalu segera pergi setelah kejadian tersebut, kemudian dirinya memutuskan untuk mengajar di sekolah tempat Takeshi dan Miruno bersekolah, tapi ketika dirinya masuk ke dalam kelas dan mulai mengabsen, dirinya terkejut dengan fakta bahwa anak angkatnya yang telah dirinya cari sejak lama, ternyata berada di sekolah yang sama dengan Takeshi dan Miruno.
Yami menyimpulkan bahwa Kieru juga menjadi seorang Bearer, yang berkontrak dengan seorang Spirit, yaitu Roh Pahlawan Baik.
Saat Yami sudah berniat untuk pulang, dirinya malah di hadang oleh Takeshi, Miruno, serta para anggota BOWP lainnya.
Yami merasa akan menarik untuk memulai sebuah permainan, dirinya segera membuat permainan kejar-kejaran, tapi pada akhirnya Yami memutuskan untuk mengalah, dan akhirnya dirinya di bawa oleh para anggota BOWP lainnya, untuk pergi ke markas mereka.
Yami cukup kagum dengan alat Teleportasi yang mereka miliki, meski itu cukup bagus, tapi baginya masih terdapat banyak kekurangan.
Kemudian Yami akhirnya sampai di markas utama BOWP, tempat tersebut cukup luas, dengan mekanisme pertahanan yang sangat bagus, bahkan nuklir yang meledakan Hiroshima dan Nagasaki, sekalipun tetap bisa ditahan oleh tempat tersebut, meski itu lima nuklir yang sama sekalipun tetap tidak akan, dapat menghancurkan tempat tersebut.
Yami mengetahui hal tersebut, sebab dirinya dapat merasakan sekitarnya dengan sangat baik, bahkan semut sekalipun tidak dapat lolos dari indra pendeteksi yang di miliki oleh Yami.
Yami kemudian akhirnya di bawa ke sebuah ruangan, yang katanya di sana terdapat bos dari para Bearer, hal itu membuat Yami sedikit penasaran siapa sebenarnya pemimpin dari organisasi, yang kemampuannya tercipta akibat karena kesalahan yang dirinya perbuat.
Tepat saat pintu terbuka Yami akhirnya berhasil melihat sosok tersebut, dia seorang perempuan dengan rambut panjang yang duduk di kursi roda, kemudian perempuan tersebut berbalik yang di mana hal itu menunjukkan wajahnya.
"... Yami?" Ucap Karina dengan wajah tidak percaya, Yami yang melihatnya juga terkejut, ada perasaan hangat aneh yang berada jauh di lubuk hati terdalam Yami, tanpa sadar dirinya mengucapkan beberapa kata.
"Selamat datang kembali Yami..." Ucap Karina yang akhirnya tidak dapat menahan air matanya, yang kemudian mulai menetes keluar.
...
...
...
"Jadi itukah yang terjadi kepadamu?" Ucap Karina dengan wajah terkejut, dan menatap ke arah Yami dengan wajah tidak percaya, sementara yang lainnya menatap Yami dengan wajah rumit, terutama Takeshi yang menatap Yami dengan wajah marah.
"... Apakah kau tahu... Bahwa yang kau lakukan itu salah!" Ucap Takeshi yang berteriak dengan suara keras, serta menatap ke arah Yami dengan wajah kesal.
"Bisakah kau hitung berapa banyak nyawa yang hilang hanya karena keinginanmu itu hah!" Ucap Takeshi yang menarik kerah baju Yami, dan menatap dengan mata melotot, para Bearer lainnya tidak membantu Yami sebab mereka juga merasa marah, akibat kecerobohan Yami banyak nyawa yang menghilang.
"Aku tahu... Karena itulah, aku menciptakan Beast, Spirit, dan Bearer agar kematian tidak terlalu banyak, serta membuat kehancuran dunia ini akan terjadi secara perlahan, jika aku tidak melakukan hal itu bahkan kematian akan lebih banyak, dan satu lagi kuingatkan, aku ingin kembali ke duniaku..."
"Ke tempat di mana orang-orang yang berarti bagiku tinggal, jika kalian menjadi diriku maka kalian juga akan melakukan hal yang sama, aku jamin hal itu..." Ucap Yami yang menatap mereka semua dengan tatapan tajam.
"... Takeshi tolong hentikan hal itu..." Ucap Karina dengan suara pelan, yang membuat Takeshi segera menghentikan tangannya dari menarik kerah baju Yami.
"Lalu... Apakah kau tahu... Bahwa... Anak kita... Mati karena ulahmu..." Ucap Karina secara tiba-tiba, yang membuat Yami terdiam mematung, dirinya menatap ke arah Karina dengan wajah tidak percaya.
"..."
"Kenapa? Kenapa kau tidak menjawab? Kenapa!" Teriak Karina dengan tetap menundukkan kepalanya.
"Anak kita... Anak yang kau tinggalkan... Mati karena akibat aku di serang oleh seekor Beast, dan berakhir mati di dalam hutan! Tahukah kau itu!" Ucap Karina yang akhirnya melompat ke arah Yami, dan menatap tepat ke arah mata Yami, dengan mata yang terus mengeluarkan air mata.
"Dia tidak mati..." Tiba-tiba saja sebuah suara, menghilangkan semua ketegangan, yang berada di dalam ruangan tersebut.
...___________________________________...
Halo para pembaca sekalian, saya sebagai author novel ini, ingin mengucapkan permintaan maaf yang sebesar-besarnya, atas kecerobohan author, chapter yang sudah author tulis malah kehapus semua, akibat author ketiduran, karena hal itu author tidak dapat update Senin Minggu kemarin tanggal 13.
Bahkan chapter ini saja sedikit berbeda dengan chapter yang author tulis Minggu kemarin, tapi karena kalian sudah menunggu selama dua Minggu, author akhirnya memutuskan untuk update Minggu ini, karena itu author ingin mengucapkan permintaan maaf, karena mengecewakan kalian... Maafkan author ya para pembaca sekalian...
...Jangan Lupa LIKE, COMMENT, SHARE, FAVORITE!...