Reincarnation: System Shaman

Reincarnation: System Shaman
Chapter 101 - Kembali ke Bumi Part 12



Melihat pemandangan yang begitu mengerikan, membuat Shaman perempuan menjadi ketakutan, dirinya ingin melarikan diri, tapi entah mengapa tubuhnya tidak dapat bergerak.


Ini suatu hal yang wajar, ketika suatu makhluk melihat sesuatu hal yang sangat menakutkan bagi mereka, makhluk itu biasanya akan mengalami pembekuan, yang membuatnya tidak dapat bergerak, meski otaknya menyuruh tubuhnya untuk bergerak, tapi tubuhnya tidak mau mendengarkan otaknya, dan itulah yang saat ini di alami oleh Shaman perempuan.


"Tidak! Aku tidak akan mati! Aku akan menikahi dengan Rab! Dan akhirnya hidup bahagia bersamanya! Aku akan tidak akan mati...!" Ucap Shaman perempuan dengan berteriak sangat keras.


Kemudian entah bagaimana mana darah mulai keluar lebih banyak, dari dalam tubuh Shaman perempuan, darah itu mulai menyatu dengan Shaman perempuan, di mana hal itu mulai membentuk sosok yang mengerikan.


Memiliki dua tanduk, ekor tipis yang cukup panjang, dan tangan kanannya yang terpotong mulai tumbuh, lalu kedua tangan itu membentuk cakar yang sangat besar dan tajam.


"Sial... Mengapa aku malah bertemu dengan mereka lagi...?!" Teriak Yami dengan nada kesal, sebab dirinya sangat mengetahui, Shaman perempuan itu berubah menjadi apa.


"Blood Scraper." Gumam Yami dengan nada datar.


Seperti namanya, makhluk itu adalah Sub-ras dari Demon, lebih tepatnya itu adalah makhluk yang mengorbankan jiwanya, untuk mendapatkan lebih banyak darah, semakin banyak darah yang dirinya minum, maka akan semakin kuat pula dia.


Yami di kehidupan sebelumnya, pernah terlempar ke dunia yang penuh dengan Blood Scraper oleh karena itu, Yami sangat mengenal Blood Scraper lebih dari siapapun.


Alasan Yami kesal Shaman perempuan itu menjadi Blood Scraper, bukan karena kekuatannya yang terus meningkat, tapi karena makhluk itu susah di bunuh, sebab dia dapat mengubah anggota tubuhnya menjadi darah, jadi jika seseorang mencoba menebas makhluk itu, maka dirinya akan mengubah anggota tubuhnya menjadi cairan darah.


Karena itu makhluk tersebut sangat sulit untuk di bunuh, tapi bukan berarti Yami tidak dapat membunuhnya, hanya saja akan memakan waktu yang lebih lama.


...


...


...


"Baam!"


Wick menendang pinggang Jendral Rab, tapi Jendral Rab tidak mau kalah, dirinya juga memberikan sebuah tebasan ke bahu kiri Wick.


"Sriing!"


Wick kemudian menggunakan jurusnya, yang di mana semacam energi berwarna biru terlihat keluar dari kedua tangan Wick, melihat hal itu Jendral Rab juga menggunakan jurusnya, pedang Jendral Rab terlihat mengeluarkan aura hitam, kemudian Wick menarik kedua tangannya, sebelum akhirnya mendorong kedua tangannya ke depan, yang juga diikuti Jendral Rab yang di mana dirinya memberikan tebasan.


"Boom!"


Kedua serangan tersebut menciptakan ledakan yang sangat besar, angin kencang mendorong benda-benda yang berada di sekitar, dan diikuti dengan api yang meledak ke segala arah.


"Huff... Haah... Aku... Akan... Akan membunuhmu...!" Ucap Jendral Rab dengan suara keras, tubuhnya terlihat dipenuhi oleh banyak luka, dimana-mana darah keluar dari anggota tubuhnya, Jendral Rab secara perlahan mulai mengalami perubahan.


"Krek!" "Krek!" "Krek!"


Seluruh tubuh Jendral Rab mulai memerah, dan secara perlahan dapat terdengar suara tulang dari tubuh Jendral Rab, di mana tubuh Jendral Rab mulai membengkak, lalu secara perlahan tapi pasti Jendral Rab berubah menjadi sangat besar.


"Sial... Kau menggunakan Death Powder?!" Ucap Wick dengan wajah tidak percaya, Wick juga mengalami luka di seluruh tubuhnya, dirinya mengeluarkan banyak sekali darah, dan dapat dipastikan luka-luka itu cukup parah, meski begitu Wick masih tetap berdiri tegak.


"Hei Wick! Tangkap ini!" Ucap Yami yang melemparkan sebuah gulungan, melihat hal itu Wick bingung pada awalnya, tapi dirinya tetap mengambil gulungan yang diberikan oleh Yami.


"Apa ini?!" Teriak Wick dengan wajah heran.


"Diam! Dan Buka saja!" Ucap Yami dengan wajah kesal, sebab dirinya masih berkonsentrasi mempertahankan Mantra Sihir Norsk.


"Baiklah! Sialan...!" Ucap Wick yang segera membuka gulungan, lalu cahaya putih bersinar terang.


...


...


...


Tepat setelah Yami membantu Wick, dirinya segera melontarkan Sihirnya, Blood Scraper tidak menghindar, dirinya malah membuka mulutnya lebar-lebar, dan mulai mengumpulkan darah dari seluruh tubuhnya, dan kemudian Blood Scraper segera mengarahkan serangannya menuju ke arah sihir Yami, hal itu seketika menyebabkan ledakan besar.


Melihat ledakan besar, dari arah pertarungan Yami dengan Shaman perempuan, yang telah berubah menjadi Blood Scraper, membuat Takeshi, Kieru, dan Angela menjadi khawatir, tapi mereka tetap berdiri di dalam kota, memperhatikan pertarungan yang terjadi di luar kota dengan tenang.


Tepat setelah Yami memulai pertarungannya dengan Shaman perempuan, dirinya segera menyuruh Takeshi, Kieru dan Angela, pergi menjauh dari pertarungan, dan memperhatikan dari dalam kota saja.


Meski Takeshi mengatakan ingin membantu Kakeknya, tapi Kieru segera melarang putranya, sebab dirinya yakin bahwa ayahnya yaitu Yami seseorang yang sangat kuat, oleh karena itu dirinya yakin bahwa Yami akan baik-baik, jadi mereka hanya dapat memperhatikan pertarungan dari dalam kota.


...


...


...


"Boom!"


"Jeder!"


"Boom!"


"Krezzz!"


"Boom!"


Pertarungan Wick dengan Jendral Rab berjalan seimbang, dan luka yang dialami oleh Wick juga terlihat sudah sembuh, hal ini sebab efek dari kedua sarung tangan, yang muncul tepat setelah Wick membuka gulungan pemberian Yami, kedua sarung tangan tersebut tidak hanya memperkuat serangan Wick, tapi juga menyembuhkan luka-luka yang dirinya alami.


Jendral Rab terus mengayunkan kedua tangannya, untuk meninju Wick, tapi Wick dapat menghindari semua serangan dengan mudah, dirinya juga sesekali memberikan serangan.


"Cih! Aku mulai kehabisan Qi..." Gumam Wick dengan wajah kesal, meski lukanya disembuhkan oleh sarung tangan pemberian Yami, tapi Qi dan staminanya tidak dipulihkan, oleh karena itu cepat atau lambat dirinya pasti akan terkena pukulan Jendral Rab.


Pukulan datang dari arah kanan, Wick segera melompat mundur ke arah kiri, tapi serangan lain tiba-tiba saja muncul dan segera menghantam Wick, yang menghempaskannya menuju ke sebuah bukit kecil.


"Boom!"


"Argghh!" Teriak Wick dengan meludahkan beberapa darah, Wick segera mencoba keluar dari tanah bukit yang berlubang, saat Wick masih mencoba menenangkan diri, sebuah tinju bersiap mengenainya, Wick segera bergegas pergi dari tempatnya berada sebelumnya.


"Huff... Haah... Sialan... Ini semakin menyusahkan, luka dalam lamaku masih belum pulih, dan sekarang aku harus menghadapi seseorang yang berada dalam kondisi Berserker? Aku begitu sial..." Gumam Wick dengan wajah lelah, dirinya menggertakkan gigi-giginya.


"Baiklah ayo selesaikan ini!" Ucap Wick dengan mengeluarkan semua Qi yang tersisa dalam dirinya, seluruh tubuh Wick mulai bercahaya, yang dipenuhi oleh kekuatan.


"Rawwrrr!" Geraman Jendral Rab begitu keras, dirinya segera berlari menuju ke arah Wick, melihat hal itu Wick segera menggunakan Seni Beladiri terlarang.


"Deep Crush Hammer Fist!" Teriak Wick dengan sangat keras, tepat saat Jendral Rab berada di hadapan Wick, dirinya segera mengayunkan tinju dengan menggunakan tangan kanannya.


"Bub!"


Pada awalnya hanya suara aneh terdengar, tapi tidak lama setelah itu suara tulang retak menjadi berkeping-keping dapat terdengar.


"Tik!"


Tepat setelah terdengar suara itu, tubuh Jendral Rab seketika hancur akibat meledak.


"Boom!"


Darah terhempas ke mana-mana, organ tubuh terlempar di sana-sini, tapi Wick yang melancarkan serangan hebat itu, juga tidak dalam kondisi baik, tangan kanannya telah hilang sepenuhnya, benar-benar menghilang, lenyap tepat setelah serangan selesai dilancarkan.


Itulah efek samping dari Seni Beladiri terlarang, tapi hasilnya tentu saja memuaskan, meski begitu luka yang dialami Wick terlalu berat, dan tubuhnya akhirnya tidak sanggup berdiri tegak, lalu terhuyung-huyung sebelum akhirnya mulai jatuh, tapi tepat sebelum Wick benar-benar jatuh ke tanah, terdapat sebuah tangan yang menahannya.


"Kerja bagus..." Gumam Yami dengan kondisi yang tidak jauh berbeda.


...___________________________________...


...Jangan Lupa LIKE, COMMENT, SHARE, FAVORITE!...