
"Uh... Sudah pagikah... kurasa aku ketiduran... Semalam..." Gumam Yami dengan suara rendah.
"Kau sudah bangun..." Ucap Karina yang menyapa Yami, yang baru saja terbangun, dari tidur panjangnya.
"Ya... Bagaimana, apakah ada masalah, selama aku ketiduran..." Ucap Yami yang bertanya kepada Karina, yang sedang berbaring di kasur yang sama dengan Yami, sambil menatap ke wajah Yami, lebih tepatnya Karina menatap menuju ke arah mata Yami.
"Tidak ada... Sekarang ayo kita pergi mandi, hari sudah pagi... Dan sudah saatnya kita pergi ke bumi bukan? Aku ingin tahu mengenai tempat tinggalmu... Secepatnya..." Ucap Karina sambil tersenyum tipis, melihat senyum Karina, membuat Yami terpesona, tapi dirinya segera mengalihkan pandangannya ke rambut Karina.
"Ada apa?" Ucap Karina yang bertanya dengan wajah bingung, dengan gerakan Yami yang mengalihkan pandangannya.
"Ti-tidak ada! Ayo kita pergi mandi!" Ucap Yami dengan tersipu malu, dirinya segera pergi bergegas menuju ke arah kamar mandi, Karina yang masih di atas tempat tidur, tersenyum sangat lebar.
"Aku berhasil..." Gumam Karina sebab ini memang rencananya, yang di mana dirinya ingin melihat Yami yang menunjukkan sisi imutnya, oleh karena itu Karina membuat senyum terbaik yang dirinya pernah buat, dan ternyata hal itu berhasil, lalu Yami akhirnya menunjukkan sisi imutnya, yaitu saat Yami tersipu malu.
...
...
...
"Nah sekarang apa yang akan kau lakukan?" Ucap Yami yang bertanya kepada Wick dan Putri Kaguya.
"Aku... Sudah berdiskusi dengan istriku, bahwa kami akan pergi ke bumi." Ucap Wick yang seketika membuat Yami tersentak terkejut.
"Kau yakin...?" Ucap Yami dengan wajah penuh emosi, dari gelisah, khawatir, dan tidak percaya.
"Ya... Aku tahu apa yang saat ini sedang kau pikirkan, tapi kita saat ini bukan berada di Bumi yang kita kenal, jadi... Aku tidak akan marah..." Ucap Wick yang mencoba untuk menenangkan kekhawatiran yang di miliki oleh Yami.
"Kau yakin...? Bagaimanapun juga meski kau berasal dari bumi, kau tidak pernah menganggap bumi sebagai tempat tinggal yang layak, karena berbagai konflik yang berada di dalamnya." Ucap Yami yang sangat mengenal Wick, sebab di bumi tempat tinggal Yami sebelumnya, merupakan tempat yang penuh dengan banyak konflik.
Setiap masalah pasti selalu berawal dari bumi, hingga akhirnya merambat ke planet di sekitar bumi, lalu berlanjut ke seluruh Alam Semesta Bimasakti, kemudian terus berlanjut hinggap ke Alam Semesta lain, oleh karena itu Wick tidak menyukai Planet Bumi, meski dirinya lahir dan dibesarkan di sana.
Meski Wick terlahir di bumi, tapi dirinya sangat tidak menyukai planet tersebut, sebab di sana dirinya mengalami berbagai hal yang sangat menyakitkan.
Dan Yami sangat mengetahui hal tersebut, karena itulah Yami bertanya apakah Wick baik-baik saja, memilih pergi ke bumi.
"Aku tahu Yami, tenang saja." Ucap Wick yang menganggukkan kepalanya.
"Baik, terserah kau saja... Lalu bagaimana dengan Bulan?" Ucap Yami yang melihat ke arah luar balkon istana, yang di mana memperlihatkan keindahan siang hari Kota Bulan.
"Itu... Putriku yang akan mengurusnya." Ucap Wick sambil tersenyum, Yami yang mendengarnya menatap dengan tercengang.
"Tapi apakah kau yakin? Dia masih bayi... Dan dirinya sudah diberikan beban tanggung jawab, untuk mengurus Kerajaan Bulan di masa depan?" Ucap Putri Kaguya dengan nada ragu-ragu.
"Dia benar, bagaimana bisa kau menempatkan anakmu di dalam sebuah masalah?" Ucap Yami yang menganggukkan kepalanya.
"Dia bukan anak terkutuk, jadi tidak akan ada yang bisa menolak kepemimpinannya bukan? Jika mereka tidak mau menerima putriku, bukankah itu berarti mereka tidak membutuhkan lagi seorang pemimpin, jadi aku hanya perlu membawa putri dan istriku pergi sejauh mungkin dari bulan, mudah bukan?" Ucap Wick yang menjelaskan apa yang dirinya pikirkan.
"... Mengapa kau begitu yakin dengan putrimu? Lalu mengapa kau mau ke bumi?" Ucap Yami dengan wajah bingung sekaligus penasaran.
"Aku ingin ke bumi agar putriku dapat tumbuh dengan melihat sifat berbagai orang, dan tempat di mana banyak orang dengan berbagai sifat adalah bumi, oleh karena itu aku ingin ke bumi, agar putriku dapat tumbuh dengan lebih cepat."
"Sementara alasan mengapa aku begitu yakin dengan putriku, itu karena dia adalah putriku! Karena itulah mengapa aku begitu yakin dan percaya kepadanya! Bahwa dia bisa melakukan berbagai hal hebat!" Ucap Wick dengan tersenyum percaya diri, Putri Kaguya yang melihat senyum milik Wick malah ikutan tersenyum.
Yami yang melihat senyum dari seorang ayah dan ibu yang percaya dengan putri mereka, memilih untuk mengalah dan membiarkan keduanya, lagi pula mereka berdua sudah memutuskan.
"Terserah kalian, kalau begitu bersiaplah kita akan pergi ke bumi, sebab aku sudah terlalu lama pergi dari sana." Ucap Yami yang berdiri dari tempat duduknya, lalu berjalan menuju ke arah kamarnya sendiri.
"Malam ini kita akan pergi." Ucap Yami yang berjalan ke arah Karina, dan akhirnya memeluknya erat-erat.
"Hei..." Karina ingin menanyakan sesuatu kepada Yami, tapi dirinya memutuskan untuk tidak melakukannya.
"Ada apa?" Ucap Yami yang penasaran, dengan yang ingin di tanyakan oleh Karina.
"Tidak... Tidak apa-apa." Ucap Karina yang menggelengkan kepalanya.
"Tanyakan saja, akan aku usahakan menjawabnya dengan baik..." Ucap Yami yang menaruh kepalanya di bahu kanan Karina.
"Apakah... Kau akan melupakan aku.... Saat kau memiliki lebih banyak wanita, yang lebih cantik dan menggoda dari diriku...?" Tanya Karina dengan nada pelan.
"Tidak... Aku tidak akan pernah melupakanmu, bahkan jika nyawaku pertaruhannya, maka aku akan tetap tidak akan pernah melupakanmu." Ucap Yami dengan nada penuh keyakinan.
"Bodoh...! Aku tidak ingin kau mempertaruhkan nyawamu... Tapi... Terimakasih..." Ucap Karina dengan nada pelan, sebelum akhirnya tertidur, karena pelukan hangat yang diberikan oleh Yami.
"Sigh... Kau malah tidur siang..." Gumam Yami dengan nada pasrah, lalu dirinya menggendong Karina, dan menaruhnya di atas tempat tidur.
...
...
...
"Apakah kalian sudah siap!" Ucap Yami dengan nada bersemangat.
"Siap!" Ucap yang lainnya dengan serentak.
"Baiklah! Bumi kami datang!" Ucap Yami yang segera membuka portal menuju ke rumahnya, yang berada di dalam hutan, di dekat Kota Sakura.
...
...
...
"Tok!" "Tok!" "Tok!"
Di sebuah rumah yang cukup besar dan mewah di dalam sebuah hutan, yang gelap dan disekitarnya hanya diterangi oleh cahaya bulan, terdengar suara ketukan dari arah pintu masuk rumah mewah tersebut, setelah terdengar suara ketukan selama beberapa menit, suara pintu bergerak dapat terdengar.
"Siapa?" Ucap seorang perempuan dengan rambut hitam panjang terurai, dengan iris mata berwarna hitam.
"Yo! Lama tidak bertemu Kuso!" Ucap Yami yang menyapa salah satu pelayannya.
"Tuan? Anda telah kembali... Selamat datang di rumah Tuan..." Ucap Kuso yang menundukkan kepalanya, menyambut kepulangan Yami.
"Bagaiman kabarmu dan yang lainnya saat aku tidak ada?" Ucap Yami dengan nada ingin tahu.
"Saya, Nua, Lin, dan Flower baik-baik saja Tuan, Nona Nana dan teman-teman anda juga baik-baik saja." Ucap Kuso yang menjawab pertanyaan dari Yami.
"Begitukah, kalau seperti itu maka baik-baik saja bagiku." Ucap Yami yang menghela nafas dengan lega.
...___________________________________...
...Jangan Lupa LIKE, COMMENT, SHARE, FAVORITE!...