
"Fufu tidak apa-apa, jika kau ingin bergabung, maka bolehkah aku melihat letak dari kontrakmu?" Ucap Karina yang bertanya kepada Takeshi.
"Hem... Letak kontrak? Apa itu?" Ucap Takeshi yang bertanya dengan bingung.
"Ah maksudnya, semacam tato yang tiba-tiba saja muncul di suatu tempat di tubuhmu." Ucap Karina yang mengerti bahwa Takeshi, tidak mengerti istilah-istilah mengenai Bearer.
"Ouh... Ini?" Ucap Takeshi yang menggulung lengan bajunya, yang memperlihatkan sebuah tato melingkar layaknya rantai, dengan di bagian atas terlihat sebuah pedang, dengan kemiringan diagonal.
"Hem... Spiritmu seorang pengguna pedang ya?" Ucap Karina yang memperhatikan dengan seksama.
"Ya begitulah..." Ucap Takeshi yang menggaruk kepalanya.
"Baiklah, kalau begitu ayo kita pergi ke lapangan latihan, untuk melihat seberapa kuat dirimu..." Ucap Karina yang tersenyum misterius.
Mendengar hal itu membuat Takeshi merinding, dirinya melihat ke arah Karina dengan pandangan baru.
"Perempuan yang terlihat lembut, ternyata sangat liar dan menyeramkan..." Gumam Takeshi dengan suara yang sangat pelan.
...
...
...
Saat ini Takeshi berada di tengah, lapangan dalam ruangan, di mana dirinya berdiri di tengah dan tidak jauh dari hadapannya, berdiri salah seorang Bearer, yang terus menyeringai lebar sambil menatapnya dengan mata haus pertempuran.
"Bisakah kau menggunakan kekuatanmu? Yang seperti kau gunakan sebelumnya?" Ucap Karina kepada Takeshi, yang di mana Takeshi mulai mencoba untuk menggunakan kekuatannya seperti yang dirinya lakukan semalam.
"Yo! Rekan kau akan melakukan pertempuran dengan seorang perempuan?" Tiba-tiba saja terdengar suara Albamofau di benak Takeshi.
"Hem...? Benar, kenapa? Ah bagaimana caranya aku dapat menggunakan kekuatan yang seperti semalam?" Ucap Takeshi yang akhirnya ingat bahwa dirinya akan memulai pertarungan.
"Ouh mengenai hal itu, kau cukup rasakan suara energi di tubuhmu, lalu cobalah bayangkan seperti sedang meledakan sesuatu di dalam tubuhmu!" Ucap Albamofau dengan nada bersemangat.
"Baiklah akan aku coba!" Ucap Takeshi yang mulai mencoba merasakan suatu energi, setelah dirinya berhasil merasakan suatu energi, Takeshi mencoba meledakannya, bagaimana cara meledakannya adalah Takeshi mencoba membayangkan sebuah petasan, lalu memperagakannya menggunakan energi yang berada di dalam tubuhnya, lalu terjadilah.
"Boom!" Ledakan energi terjadi di dalam benak Takeshi, yang di mana energi tersebut menyembur keluar dari tubuh Takeshi, lalu membuat tubuh serta indra Takeshi meningkat lebih besar.
"Ouh kau langsung berhasil berada di Level dua?" Ucap perempuan yang akan menjadi lawan tanding Takeshi.
"Hem... Level dua?" Ucap Takeshi dengan wajah bingung.
"Kau belum tahu?" Ucap perempuan tersebut dengan sedikit mengernyit.
"Ya...?" Ucap Takeshi dengan ragu-ragu.
"Bearer dan Beast di bagi menjadi tujuh Level, dari Level satu yang terlemah sampai ke Level tujuh yang terkuat."
"Level satu kau dapat meningkatkan sedikit tubuhmu.
Level tiga kau dapat membuat senjata dari Spiritmu, berubah menjadi nyata, senjata ini spesial sebab ada keahlian pasif tertentu di sana.
Level empat kau dapat menggunakan satu kemampuan aktif dari Spiritmu, dan satu kemampuan aktif dari senjata Spiritmu.
Level lima kau dapat membuat pakaian dari Spiritmu menjadi nyata, pakaian ini tentu bukan pakaian biasa, karena mereka memiliki pertahanan dan efek khusus.
Level enam kau dapat menggunakan setengah dari kemampuan Spiritmu, saat dirinya berada di masa jayanya.
Level tujuh kau dapat menggunakan semua kemampuan Spiritmu, serta kau dapat menjadi lebih kuat dengan mencoba membuka kontrak, yang meningkat setiap aspek milikmu, dari tubuh, energi, indra, daya tahan, daya serang, serta keterampilan dari Spiritmu juga akan meningkat." Ucap perempuan tersebut yang menjelaskan semuanya kepada Takeshi.
"Begitu... Lalu untuk Beast apakah sama?" Ucap Takeshi yang bertanya kepada perempuan tersebut.
"Tidak, sayangnya saat berada di level satu sekalipun, Beast sudah mendapatkan senjata, pakaian yang sebelumnya dirinya kenakan saat masih hidup, dan keterampilan bertarungpun juga masih ada."
"Hanya saja kekuatannya menjadi lebih lemah, hanya aspek kekuatan, energi, dan beberapa kemampuan saja, yang tidak dapat dipakai sebelum berada di Level yang tepat saja, selebihnya Beast dapat dikatakan sudah sangat kuat sejak awal." Ucap perempuan tersebut yang kembali menjelaskan, yang membuat Takeshi mendapatkan pemahaman yang lebih baik.
"Benar... Nama anda siapa?" Ucap Takeshi dengan sopan, sebab dirinya teringat bahwa selain dari Miruno, selebihnya sudah sangat tua, atau istilah sopanya sudah tidak muda lagi.
"Diana Tartusa, lalu kau?" Ucap Diana yang menatap ke arah Takeshi.
"Takeshi Hito, salam kenal..." Ucap Takeshi dengan sedikit membungkuk.
"Baiklah, ini hanya tes saja, tidak perlu terlalu serius, di larang untuk saling membunuh, yang perlu kau lakukanlah adalah menggunakan semua kemampuan terbaikmu, untuk setidaknya dapat memberikan satu serangan kepada Diana." Ucap Karina yang memperjelas peraturan pertarungan latihan.
"Baik!" Ucap Takeshi dan Diana secara bersamaan.
"Kalau begitu aku juga hanya akan menggunakan kekuatan Level dua..." Ucap Diana sambil tersenyum, lalu dirinya mengeluarkan energi dari dalam tubuhnya, yang membuat Takeshi sedikit terkejut, sebelum menenangkan diri, dan kembali mulai fokus.
"Lalu... Pertarungan di mulai!" Ucap Kirana dengan nada suara tinggi, yang saat ini berada cukup jauh dari tempat Takeshi dan Diana.
Lalu Takeshi segera bergegas ke arah Diana, dirinya memberikan pukulan ke arah perut Diana, menggunakan tangan kanannya, tapi hal itu dapat dihindari dengan mudah oleh Diana, kemudian Diana memberikan tendangan ke perut Takeshi, menggunakan lutut kirinya, yang membuat Takeshi meludahkan air liurnya.
Kemudian Diana memberikan pukulan ke ke dagu Takeshi, yang membuat Takeshi menutup mulutnya, lalu terbang di udara, tepat saat Diana akan memberikan pukulan ke perut Takeshi menggunakan tangan kanannya, tiba-tiba saja Takeshi tersadar kembali dan memberikan tendangan ke arah Diana yang berada di sebelah kanannya, menggunakan kaki kirinya tepat ke arah kepala Diana.
Tapi hal itu berhasil di tangkis oleh Diana, dengan sangat mudahnya, yang membuat Takeshi menggertakkan giginya, saat Takeshi mencoba untuk berdiri, Diana sudah berada di depannya, dan memberikan pukulan ke wajah Takeshi, yang membuat Takeshi terhempas ke belakang.
Pukulan Diana begitu kuat, yang membuat Takeshi sampai mengenai dinding, dengan sangat kuat, bahkan dinding terlihat retak di beberapa bagian, untuk tubuh Takeshi sendiri, dirinya hanya patah tulang di beberapa tempat, dan beberapa pembuluh darah pecah, tidak separah yang dirinya alami semalam.
Setelah Takeshi bertabrakan dengan dinding, dirinya sudah tidak sadarkan diri, meski dirinya sudah memasuki Level dua, tapi dirinya masih sangatlah lemah.
Melihat pertarungan diselesaikan dalam waktu yang sangat singkat, bahkan tidak lebih dari semenit, dengan Takeshi yang tidak sadarkan diri, Karina menatap tajam ke arah Diana, melihat tatapan tajam dari Karina yang meminta penjelasan, Diana hanya bisa terdiam dan mencoba untuk melarikan diri, sayangnya dirinya di tahan di tempat oleh Miruno.
Karina yang melihat kelakuan dari Diana hanya bisa menghela nafas lelah, sebelum akhirnya pergi ke arah Takeshi dan melepaskannya dari menempel di dinding, lalu Karina menggunakan kemampuan Spiritnya, yang membuat semua luka Takeshi segera menjadi sembuh.
...___________________________________...
...Jangan Lupa LIKE, COMMENT, SHARE, FAVORITE!...