Reincarnation: System Shaman

Reincarnation: System Shaman
Chapter 57 - Serangan Di Sekolah Part 3



Yami terhempas begitu cepat, yang di mana hal itu membuat Yami menabrak kembali gedung sekolah, tapi kali ini jauh lebih kuat, oleh karena itu sebagian gedung sekolah hancur akibat tabrakan Yami dengan gedung sekolah.


"Haah kau membuatku menunggu begitu lama, ternyata kau hanya menghadapi beberapa serangga lemah saja, apakah kau bisa menjelaskan hal ini Moskuiro?" Ucap sosok tersebut yang seluruh tubuhnya terdiri dari tulang dan tengkorak, yang dibalut dengan api hitam pekat.


"Maafkan saya Raja! Tapi mereka begitu gigih, dan perempuan Spesialis ini ternyata begitu hebat dalam penyembuhan, karena dirinya berhasil menyembuhkan kembali sekutunya dalam sekejap."


"Oleh karena itu saya harus menghabiskan waktu tiga jam lebih, karena mereka tidak mati meski terluka parah, sebab setiap luka mereka sembuh dalam sekejap, oleh karena itu saya tidak dapat menyelesaikan ini dengan cepat, sampai anda akhirnya harus datang ke tempat ini, maafkan saya Raja!" Ucap Moskuiro yang berlutut dan menjelaskan semuanya kepada makhluk tersebut.


"Begitukah? Sepertinya serangga-serangga ini memiliki beberapa kemampuan, juga... Ratu Naga ini cukup menyusahkan, meski dirinya sudah memiliki luka lama yang masih belum sembuh, tapi dirinya masih cukup mengganggu." Ucap makhluk yang terdiri dari tulang dan api hitam tersebut, sambil menatap ke arah Airis.


...


...


...


"Kau kembali dengan sangat cepat bukan?" Ucap Hanobusho dengan seringai geli di wajahnya.


"Yah aku saat ini masih belum mendapatkan kembali kekuatanku di kehidupan sebelumnya, jadi bisakah kau memberikan kekuatanmu?" Ucap Yami sambil menatap tajam ke arah Hanobusho.


"Hehe, tidak!" Ucap Hanobusho yang menolak dengan tegas.


"Sialan! Apakah sebegitu inginnya kau melakukan pertandingan ulang?" Ucap Yami dengan wajah kesal.


"Tentu saja sialan!" Ucap Hanobusho yang juga berteriak dan menatap tajam kepada Yami.


"Baiklah ayo kita lakukan pertandingan ulang! Tapi jika aku menang juga kali ini maka aku ingin kita menyelesaikan permasalah ini selamanya! Kau akan menjadi kekuatan ku! Dan aku akan menjadi temanmu dan tidak akan memenjarakanmu lagi!" Ucap Yami yang berkata dengan wajah kesal kepada Hanobusho.


"Haha tentu kesepakatan telah di terima!" Ucap Hanobusho yang tertawa dengan keras, lalu satu persatu rantai besi dan borgol yang mengikatnya, mulai hancur berkeping-keping dan berubah menjadi cahaya.


Lalu ruangan berubah yang sebelumnya berwarna hitam, saat ini berwarna putih dan terlihat sangat luas.


"Aku tidak akan menggunakan Sword of Darkness, dan Wand of Darkness, ataupun Five Cards Destruction, Cruelty, Annihilation, Chaos, Death." Ucap Hanobusho sambil menyeringai dan mulai mengeluarkan hawa dingin, yang sangat menyeramkan di seluruh tubuhnya.


"Ouh kau mencoba untuk bertindak adil? Bukankah namamu tidak sesuai dengan tindakanmu sekarang?" Ucap Yami sambil memunculkan pedang kertas, dan beberapa kertas Jimat lainnya.


"Diam! Ayo kita selesaikan saja ini!" Ucap Hanobusho dengan wajah kesal.


Setelah saling menatap selama beberapa saat, dan belum melakukan gerakan apapun, membuat suasana menjadi tegang.


"Shāman jumon: Sutēji ichi: Shīrudo."


"Shāman jumon: Sutēji ichi: Shīrudo."


"Shāman jumon: Sutēji ichi: Shīrudo."


"Shāman jumon: Sutēji ichi: Shīrudo."


"Shāman jumon: Sutēji ichi: Shīrudo."


Yami terus mengeluarkan mantra yang sama sebanyak lima kali, lalu dirinya secara perlahan mulai bersinar terang.


"Shāman jumon: Sutēji Ni: Sourupurotekutā-fuku."


Mantra Shaman yang Yami gunakan kali ini merupakan mantra yang hanya dapat melindungi jiwa, bukan tubuh fisik, oleh karena itu Yami tidak pernah menggunakannya sebelumnya dalam pertarungan apapun di kehidupan kedua ini, dan mantra tersebut hanya dapat digunakan, setelah menggunakan satu mantra yang sama sebanyak lima kali.


Tapi kali ini Yami menggunakannya, sebab dirinya bertarung dengan sebuah Jiwa, yah agak mirip lah dengan Roh atau Arwah, mungkin lebih tepat menyebutnya makhluk astral, yang tidak akan dapat dihadapi melalui pertarungan fisik, kenapa Yami membutuhkan pelindung untuk melindungi jiwanya, sebab saat ini dirinya tidak memiliki tubuh, melainkan dirinya sedang berada di alam bawah sadarnya, dalam bentuk astral.


Oleh karena itu dirinya perlu melindungi jiwanya, agar jika dirinya terkena sebuah serangan, jiwanya tidak akan terluka, sebab jiwa adalah hal yang sangat rapuh.


"Ouh sudah lama aku tidak melihatmu menggunakan itu..." Ucap Hanobusho yang menyeringai geli.


Alasan kenapa Yami memilih untuk bertarung dengan Hanobusho, sementara di dunia nyata saat ini, seorang Raja Roh Jahat sedang bersiap untuk membunuh temannya dan membunuh beberapa kenalannya, sekaligus menculik teman sekelasnya, adalah karena Yami tidak dapat membunuh Raja Roh, meskipun itu masih lebih lemah dibandingkan dengan Raja Roh yang pernah dirinya hadapi di kehidupan sebelumnya.


Tapi jangan lupa sebuah fakta, bahwa saat ini Yami tidak memiliki kekuatan yang dirinya miliki di kehidupan sebelumnya, oleh karena itu dirinya tidak dapat membunuh Raja Roh beserta para bawahannya, jadi satu-satunya cara adalah dengan menggunakan kekuatan dari Hanobusho.


Untuk mendapatkan kekuatan Hanobusho maka Yami harus bertarung kembali dengannya, sebab Hanobusho tidak terima kekalahannya dari Yami, yah tentu saja dirinya tidak akan terima, sebab Yami bisa mengalahkannya karena bantuan dari beberapa Dewa-Dewi kematian, Hades, Izanami, Yama, Anubis, Ereshkigal, Hel.


Karena merekalah Yami dapat mengalahkan Hanobusho, sejak saat itu pula Hanobusho selalu mengajukan tantangan pertarungan ulang, tapi Yami selalu menolak, sebab saat itu dirinya sedang menghadapi masalah, yaitu di kejar-kejar oleh para Raja-Ratu Roh, yang ingin memusnahkannya, sebab Yami merupakan manusia yang sangat kuat dalam menghadapi Roh.


Kembali ke topik, jadi Yami ingin menyelesaikan semua perseteruannya dengan Hanobusho, dan menjadikan Hanobusho sebagai rekannya, sebab mereka telah bersama, selama Yami baru lahir, sejak saat itulah Yami sudah terikat oleh Hanobusho.


Jadi dari pada menjadi musuh dalam satu tubuh, lebih baik menjadi rekan yang saling membantu.


"Shāman jumon: Sutēji ichi: Hyaku maiba."


Muncul ratusan ribu bilah di sekitar Yami, yang melayang dan bersiap untuk menyerang.


"Shāman jumon: Sutēji ichi: Reddoraitoningu."


Petir merah, muncul di sekitar bilah, yang menambah tekanan di sekitar bilah.


"Shāman jumon: Sutēji ichi: Bakuhatsu."


Lalu dilanjutkan dengan munculnya beberapa tanda di sekitar bilah, yang bertuliskan ledakan.


"Shāman jumon: Sutēji ichi: Seinaru hi."


Diikuti dengan munculnya api berwarna putih, tepat di bilah itu sendiri.


"Ouh aku juga sudah lama tidak melihat ini, apa namanya ya?" Ucap Hanobusho sambil menyeringai geli, dan menatap ke arah Yami dengan wajah main-main, hal ini membuat Yami sedikit kesal.


"Diam sialan!" Ucap Yami dengan menggertakkan giginya, menahan beban berat, yang jiwanya rasakan, karena menggunakan banyak mantra dalam satu waktu.


"Hehe kau serius ya? Maka aku juga akan serius!" Ucap Hanobusho dengan menyeringai lebar, lalu aura gelap mulai keluar dari dalam tubuhnya.


"Tentu saja, Hem... kau menggunakan kemampuanmu?" Ucap Yami dengan mengkerutkan keningnya.


"Aku memang tidak akan menggunakan kemampuan terkuatku, tapi bukan berarti aku tidak memiliki kekuatan yang sangat kuat, meski berada di peringkat yang lebih rendah!" Ucap Hanobusho sambil tertawa dan menatap tajam ke arah Yami.


...___________________________________...


Yo Author kembali, maaf cukup lama, sebab author cukup sulit untuk menuliskan pertarungan yang epic seperti apa, oleh karena itu author membutuhkan waktu seminggu penuh, tapi tenang saja, sebab author kembali!


...Jangan Lupa LIKE, COMMENT, SHARE, FAVORITE!...