Reincarnation: System Shaman

Reincarnation: System Shaman
Chapter 81 - Masa Lalu Part 6



Yami melihat ke sekitar dengan wajah linglung, dirinya bertanya-tanya apa yang baru saja terjadi, setelah lima menit, Yami akhirnya menenangkan diri dan memikirkan yang baru saja terjadi.


"Seorang pemimpin para Dewa-Dewi Jepang, yaitu Dewi Amaterasu melamarku untuk menjadi suaminya?" Gumam Yami dengan wajah terkejut.


"Prff... Haha! Kau dilamar oleh seorang perempuan lagi?" Ucap Hanobusho dengan tertawa terbahak-bahak.


"Cih...! Diamlah..." Ucap Yami dengan nada kesal.


"Haha itu sangat menggelitik, di kehidupan sebelumnya kau juga sering dilamar oleh perempuan bukan? Aku tidak menyangka bahwa perempuan pertama yang melamarmu di kehidupan kali ini seorang Dewi Jepang!" Ucap Hanobusho yang tertawa dan berteriak dengan sangat keras.


"Diam..." Ucap Yami yang membaringkan tubuhnya.


...


...


...


Setelah keheningan panjang, Hanobusho akhirnya memulai pembicaraan, yang segera ditanggapi oleh Yami.


"Hem... Dunia ini akan menjadi kacau... Jika kau terlalu lama berada di sini, sebab setiap dunia memiliki takdir, dan orang yang di takdirkan selalu dilindungi oleh dunia itu sendiri, jadi..." Sebelum Hanobusho menyelesaikan perkataannya, dirinya segera di sela oleh Yami.


"Aku tahu... Cepat atau lambat aku pasti akan pergi dari dunia ini, oleh karena itu setidaknya aku ingin membantu Karina sebisa diriku." Ucap Yami yang tahu bahwa Hanobusho memperingati dirinya untuk tidak membuat keributan, yang kemungkinan dapat membuat takdir dunia ini berubah.


"Tapi... Misalnya... Jika aku adalah bagian dari takdir yang dipilih oleh dunia ini, apa yang harus aku perbuat." Ucap Yami dengan wajah serius.


"... Bukankah itu berarti dunia ini akan menjadi berarti bagimu." Ucap Hanobusho dengan nada pelan.


"...! Ha... Hahaha! Kau benar jika itu benar-benar seperti yang kupikirkan, maka dunia ini akan menjadi sangat berarti bagiku." Ucap Yami dengan tersenyum lebar.


"Kalau begitu jalani takdir tersebut..." Ucap Hanobusho sebelum dirinya memulai masa tidurnya.


"Kau sudah tertidur...? Sigh..." Ucap Yami sebelum akhirnya berdiri dari tempat tidurnya.


...


...


...


Sebulan kemudian, sudah sebulan Yami tinggal di rumah Karina, selama sebulan Yami telah membantu Karina dengan mengurus rumah, seperti membersihkan rumah, mencuci dan memasak, sementara Karina bekerja, meski Karina mengatakan tidak perlu, tapi Yami tetap melakukannya.


Dalam sebulan tersebut hubungan Yami dan Karina menjadi teman dekat, luka-luka Yami juga sudah mulai membaik.


Setelah luka-lukanya mulai sembuh, Yami memutuskan untuk pergi bekerja, untuk membantu keuangan Karina, meski Karina menolak keras hal tersebut, tapi dengan sedikit bujukan dari Yami, Karina segera menyetujuinya.


Yami juga terus berhubungan dengan bumi, melalui salinan dirinya, dan saat Yami berbicara dengan Amaterasu, Yami langsung menolak permintaan Amaterasu, dan Amaterasu bertanya mengapa Yami menolaknya, Yami menjawab bahwa dirinya belum ingin menikah, meski dirinya sudah memiliki seorang anak meski hanya memiliki beberapa darahnya saja.


Mendengar jawaban dari Yami Amaterasu hanya dapat menerimanya, dan ternyata waktu di bumi dan waktu di dunia tempat Yami berada sangat berbeda, istilah tepatnya adalah Dilatasi Waktu, satu bulan di dunia yang Yami tempati, hanya sekitar satu seminggu telah berlalu.


Karena hal tersebut sebelumnya Yami sempat berpikir, bahwa dirinya akan menjadi sangat tua saat dirinya kembali ke bumi, tapi dirinya segera mengetahui bahwa hal tersebut tidak akan terjadi, sebab tubuhnya juga mengalami Dilatasi Waktu, sebab meski sudah sebulan lebih Yami tinggal di dunia tempat Karina tinggal, tapi tubuhnya tidak mengalami banyak perubahan, oleh karena itu Yami akan sangat lama mengalami penuaan, di dunia tersebut meski dirinya telah tinggal bertahun-tahun sekalipun.


Lalu dua bulan berlalu dalam dua bulan tersebut, Yami telah mengetahui lebih banyak mengenai dunia baru yang dirinya tempati, dunia tersebut memiliki banyak budaya, makanan dan minuman, pakaian, dan tren, yang asing baginya.


Meski begitu Yami tetap menjalani semua itu dengan santai, dan merasa bahwa dirinya nyaman, meski begitu Yami masih terus menggali informasi mengenai dunia tersebut, sebab entah bagaimana ada sebuah lingkaran teleportasi yang membawanya ke dunia tersebut, jadi Yami beranggapan bahwa ada seseorang yang berasal dari bumi berada di dunia ini, yang sama seperti yang dirinya alami.


Meski itu hanya spekulasi, tapi Yami terus mencoba mencari tahu, sekarang Yami juga menjadi sangat dekat dengan Karina, mereka berdua menjadi lebih sering bercanda ria, Yami juga mengungkapkan beberapa hal mengenai dirinya, Karina juga sebaliknya melakukan hal yang sama.


Yami akhirnya mengetahui bahwa kedua orang tua Karina meninggal saat dirinya berumur lima belas tahun, semenjak itu dirinya tinggal seorang diri, dia juga mulai bekerja semenjak kedua orang tuanya tiada.


Kedua orang tuanya meninggal dunia karena suatu penyakit aneh, yang bahkan tabib di kota tersebut tidak mengetahuinya, Karina dapat menjalani hidup karena dirinya diajarkan untuk menjadi perempuan yang kuat dan mandiri sejak kecil.


Meski begitu Karina masihlah seorang perempuan yang lemah lembut, pengertian, baik hati, dan penyayang, oleh karena itu Yami segera memeluk Karina setelah dirinya menyelesaikan cerita mengenai dirinya, merasakan hangat tubuh Yami Karina menangis dan meluapkan semua emosi yang dirinya tanggung selama ini.


Semenjak kejadian tersebut Karina menjadi sering malu saat di dekat Yami, bahkan dirinya beberapa kali memalingkan wajahnya dari melihat Yami, meski Yami menganggap hal tersebut sebagai sisi imut Karina, tapi dirinya merasa sakit setiap Karina menghindari dirinya.


Hubungan mereka menjadi lebih dekat, sampai suatu hari Karina mengalami sakit, dirinya pingsan dan tubuhnya menjadi panas.


Yami mencoba untuk mengompres demam yang Karina miliki, tapi Yami segera mengetahui bahwa itu bukan penyakit biasa, melainkan penyakit yang berasal dari kutukan yang dirinya miliki, Yami berusaha sekuat mungkin untuk menyembuhkan Karina, dirinya bahkan sampai mengalami pengosongan energi Roh.


Karena hal tersebut Yami mengalami pingsan, setelah beberapa jam Yami kembali tersadar dan melihat bahwa Karina masih tidak sadarkan diri, meski begitu Karina sudah sembuh dari penyakit yang di sebabkan oleh kutukannya.


Yami masih melanjutkan mengurus Karina sampai Karina sembuh, yang membutuhkan waktu satu Minggu penuh, kemudian seminggu dari kesembuhan Karina, Yami memutuskan untuk pergi dari rumah Karina, sebab dirinya ingin melihat lebih banyak mengenai dunia tersebut.


Hari ini akan menjadi hari perpisahan untuk Yami dan Karina, banyak hal yang telah terjadi, mereka telah mengalami banyak hal bersama, karena itu perpisahan menjadi hal yang sangat berat bagi mereka.


Yami saat ini sedang duduk di halaman rumah Karina, dan melihat ke sekitar kota, dengan wajah melankolis, Karina yang berada di sebelahnya hanya diam, dengan memendam perasaannya jauh di lubuk hatinya yang terdalam.


"Bisakah... Kau pergi... Beberapa bulan lagi?" Ucap Karina dengan nada terisak-isak.


"Tidak..." Ucap Yami dengan menghela nafas panjang.


"Kalau begitu, bisakah kau pergi besok saja?" Ucap Karina dengan nada pelan, ragu-ragu, dan penuh ketidakpastian.


"... Baiklah..." Ucap Yami yang menghela nafas berat, sebelum akhirnya memejamkan kedua matanya, lalu membukanya kembali dan menatap ke arah Karina.


...___________________________________...


...Jangan Lupa LIKE, COMMENT, SHARE, FAVORITE!...