Reincarnation: System Shaman

Reincarnation: System Shaman
Chapter 55 - Serangan Di Sekolah Part 1



Yami saat ini sedang berada di dalam kamarnya, dirinya sedang mempersiapkan diri, setelah melihat dirinya di cermin, serta melihat bahwa sudah waktunya berangkat, dirinya segera pergi menuju ke arah sekolahnya.


Sesampainya di sekolah, Yami di sambut dengan fakta bahwa sekolah tersebut lumayan sepi, Yami tidak berangkat dengan Nana sebab, Nana sudah berangkat lebih dulu.


Yami kemudian berjalan menuju ke arah lapangan sekolah, di sana sudah ada beberapa orang salah satunya adalah Nana.


"Hei Yami-kun apakah kau sudah selesai bersiap-siap?" Ucap Nana yang menyapa Yami terlebih dahulu.


"Haah, tentu saja, bagaimana denganmu Nana, apakah kau sudah mempersiapkan diri." Ucap Yami dengan menatap ke arah Nana.


"Ya, aku sudah bersiap dari jam enam pagi!" Ucap Nana sambil tersenyum lebar.


"Tapi, kita akan berangkat jam sepuluh, kau bersiap-siap selama lebih dari tiga jam?" Ucap Yami dengan wajah tidak percaya.


"Tentu saja, lagi pula ini akan menjadi pertama kalinya bagiku untuk melihat kota Tokyo." Ucap Nana sambil tersenyum tipis, memikirkan akan pergi ke Tokyo.


"Yah, kita pergi untuk menyembuhkan seseorang, bukan untuk liburan kau masih ingat, bukan?" Ucap Yami dengan wajah canggung.


"Eh benar... Tapi setelah menyembuhkan kita pasti bisa jalan-jalan, bukan!" Ucap Nana yang mencoba untuk tetap bisa jalan-jalan di sekitar kota Tokyo.


"Kurasa..." Ucap Yami yang menggaruk kepalanya.


Tidak lama kemudian, Kenma datang, dilanjutkan dengan Kazane, lalu Lily dan yang terakhir datang adalah Hikari, sementara itu anggota fraksi kepala sekolah sudah lengkap dari sebelum kedatangan Nana.


"Baiklah karena semuanya sudah siap untuk berangkat, maka kita akan memulai perjalanannya." Ucap Airis sambil melihat ke arah yang lain, sebelum dirinya sempat memberikan perintah untuk memulai mantra untuk pindah ke klan Sukainaito, tiba-tiba saja seluruh sekolah ditutupi oleh semacam pelindung berwarna hitam pekat.


Yang membuat setiap orang menjadi sangat waspada, terutama Yami tentu saja, sebab dirinya tahu bahwa badai yang sangat kacau sudah berhembus beberapa hari yang lalu, meski begitu dirinya masih tidak menyangka, bahwa badai akan dimulai pada saat dirinya ingin mencegah perang yang akan terjadi.


Lalu muncullah sesosok makhluk humanoid, memiliki poster tubuh yang mirip dengan manusia, hanya saja seluruh tubuhnya terdiri dari berbagai sulur yang berwarna hitam pekat.


"Ouh...! Akhirnya benda yang di cari cari olehku selama ini berada di tempat ini, maka dengan begini aku hanya harus memberikannya kepada rajaku.." Ucap makhluk tersebut dengan berbicara dalam bahasa Roh, yang hanya diketahui oleh para Roh Penjaga, Arwah, dan tentu saja Roh Jahat, tapi beberapa ras lain ada juga yang mengerti tapi tidak banyak.


"Ouh maksudmu Hikari, yang muncul beberapa tahun yang lalu, yang saat ini sedang kau carikah?" Ucap Yami yang berbicara kepada sosok tersebut dalam bahasa Roh.


"Apa! Bagaimana makhluk rendahan seperti manusia dapat mengerti bahasa kami!" Ucap makhluk tersebut dengan wajah tidak percaya.


"Heh, aku tidak perlu memberitahumu..." Ucap Yami dengan senyum main-main, sementara itu yang lainnya menatap ke arah Yami lalu ke arah makhluk tersebut, setelah berulang kali menatap mereka berdua terus-menerus, kepala sekolah akhirnya berbicara.


"Yami apakah kau tahu siapa dan apa tujuannya?" Ucap Airis yang menatap ke arah Yami.


"Dia ingin membawa Hikari, hanya itu yang kuketahui dari berbicara dengannya." Ucap Yami dengan wajah datar.


"Aku tidak peduli apa yang ingin kau lakukan, tapi itu tidak akan berhasil, karena akulah yang akan menghabisimu lebih dulu." Ucap Yami yang segera berlari ke arah makhluk tersebut.


"Kau! Beraninya kau melawanku, Moskuiro yang hebat!" Ucap makhluk tersebut yang bernama Moskuiro.


Kemudian Moskuiro memanggil para anak buahnya, secara perlahan mulai bermunculan Roh Jahat, yang mengarah menuju ke arah kepala sekolah dan yang lainnya berada, tapi Yami tidak peduli dan terus berlari ke arah Moskuiro.


"Shāman jumon: Sutēji ichi: Kami no ken."


Muncul pedang kertas di tangan kanan Yami, kemudian Yami melanjutkan berlari ke arah Moskuiro.


"Shāman jumon: Sutēji ichi: Hyaku maiba."


Lalu Yami melanjutkan memunculkan banyak sekali bilah pedang, yang berputar di sekitar dirinya, melindunginya dari serangan para Roh Jahat, sambil terus berlari dengan sangat cepat menuju ke arah Moskuiro.


"Sial kenapa dia terburu-buru menyerang lawannya!" Ucap Lily dengan wajah kesal.


"Yah Yami lebih suka bertarung melawan suatu bos atau ketua, sebab jika pemimpinnya terbunuh maka anak buahnya dapat diselesaikan dengan mudah, itulah katanya, oleh karena itu dirinya sering menyerang seorang diri." Ucap Nana yang memberikan informasi singkat mengenai kepribadian Yami.


"Semuanya bersiap, mereka mulai mendekat!" Ucap Airis yang memperingatkan mereka.


Salah seorang anggota OSIS, melangkah ke depan, lalu membanting pukulan tangan kanannya ke arah tanah, yang berada di depan kakinya, hal itu menyebabkan tanah retak dan hembusan angin yang sangat kuat menerpa para Roh Jahat Tingkat Bawah Tahap Dasar, sementara Roh Jahat yang Yami hadapi adalahRoh Jahat Tingkat Menengah Tahap Menengah.


Lalu Chizu maju beberapa langkah kemudian memejamkan kedua matanya sebentar, sebelum membukanya kembali, lalu dirinya mengarahkan tangan kanannya ke arah para Roh Jahat, kemudian muncul lingkaran sihir di langit, dilanjutkan dengan hujan pedang bercahaya yang berwarna biru muda.


Hal itu membuat Roh Jahat sebagian besar musnah, tapi entah bagaimana Roh Jahat yang lebih kuat mulai bermunculan, hal ini membuat kelompok Nana yang terdiri dari Kenma, Lily, Kazane, dan Hikari, mencoba untuk memberikan perlawanan kepada para Roh Jahat.


Sementara kelompok Airis, terdiri dari lima belas siswa-siswinya serta empat staf guru, mencoba untuk memberikan perlawanan dalam skala yang lebih besar, meski begitu hal tersebut cukup sulit, sebab masing-masing dari mereka, harus menghadapi banyak Roh Jahat Tingkat Menengah Tahap Dasar, sambil terus membantu melindungi satu sama lain, sekaligus mencoba membunuh sebanyak mungkin Roh Jahat.


Airis mendapatkan yang lebih parah, sebab dirinya harus menghadapi lebih banyak Roh Jahat Tingkat Menengah Tahap Dasar, di bandingkan dengan yang lain, oleh karena itu dirinya cukup kesulitan dalam menghabisi para Roh Jahat.


Dirinya ingin memasuki Mode Ratu Naga, tapi saat ini kekuatannya masih belum pulih, meski sudah lebih dari seratus tahun sejak pertarungan terakhir, yang membabkan dirinya terluka sangat parah, dan lukanya masih belum pulih, sedangkan kekuatannya hanya dapat pulih seperempat, karena itu dirinya tidak dapat menggunakan kekuatannya yang sebenarnya, untuk membunuh para Roh Jahat dengan mudah.


Sementara itu saat ini Yami sedang terpojok, akibat bertarung menghadapi Moskuiro beserta para bawahannya, dirinya tidak dapat bertahan dalam pertarungan, karena dirinya selalu terluka dalam hitungan detik, kemudian Moskuiro membuat tangannya berubah menjadi sangat besar, lalu Moskuiro memberikan pukulan yang sangat kuat kepada Yami, yang membuat Yami terlempar jauh ke dalam gedung sekolah.


"Yami!" Ucap Nana yang melihat Yami yang terhempas ke dalam gedung sekolah.


...___________________________________...


...Jangan Lupa LIKE, COMMENT, SHARE, FAVORITE!...