
"Ada apa?" Ucap Airis dengan rasa ingin tahu.
"Nah ini sebenarnya, ada hal yang juga terkait dengan fraksimu..." Ucap Yami dengan menatap ke arah Airis dengan tatapan serius.
"... Apa?" Ucap Airis yang menunggu perkataan Yami.
"Cepat atau lambat akan ada sebuah masalah besar, aku yakin kalian pasti bingung, tapi hal ini kenyataan, semalam ada gejolak kecil Energi Roh, meski kecil itu sangat terasa, karena itu aku berpikir bahwa dalam kurun waktu cepat atau lambat sebuah masalah sangat besar akan tiba." Ucap Yami yang memberitahukan, bahwa semalam dirinya merasakan suatu perasaan aneh, dan perasaannya selalu benar, oleh karena itu dirinya segera memberitahukan hal itu kepada yang lain.
"Entah itu perang yang dibuat oleh para Roh? Atau bahkan invasi dari makhluk Ruang Angkasa, aku mengatakan ini kepadamu, sebab aku mengakui Aliansi sementara kita, tapi jika kau membuat sebuah masalah yang super besar, dan membawa kelompokku ke dalam masalah itu, aku akan memastikan untuk segera memutuskan hubungan Aliansi sementara ini." Ucap Yami dengan menatap tajam ke arah Airis.
"Kau mengancamku...?" Ucap Airis yang menoleh, dan menatap ke arah Yami dengan mata yang berkilat tajam.
"Tidak... Aku hanya memberitahukan konsekuensi, dari melibatkan kelompokku ke dalam masalah yang kau buat." Ucap Yami yang membalas dengan tatapan tajam.
"Ahem! Bisakah kalian hentikan itu..." Ucap Wick yang menghentikan perdebatan mereka.
"Hem...?" Merlin menatap ke arah Wick dengan tatapan tidak senang, sebab dirinya sangat menikmati drama yang sedang dilakukan oleh Yami.
"Yami kau tahu bahwa berdebat tidak akan menyelesaikan masalah, jadi mari hentikan dan lagi pula, bukankah ada hal lain yang ingin kau katakan?" Ucap Wick yang mencoba menghentikan Yami, sebab jika Yami memulai pertarungan, Wick takut itu akan membuat putri kecilnya yang sedang tertidur akan terbangun.
"Kau benar, kembali ke topik ada hal yang perlu aku katakan, pertama aku akan pergi selama beberapa hari-" Sebelum Yami sempat mengatakan sesuatu, dirinya segera di sela oleh Nana dan Karina.
"Kenapa?!"
"Nah aku perlu mencari beberapa benda, untuk membuat sesuatu... Yang di mana itu hanya dapat di temukan di wilayah beberapa Fraksi besar, tepatnya aku memerlukan bahan-bahan seperti buah Pohon Yggdrasil, batang Pohon Jinmenju, dan yang terakhir daun Pohon Oak." Mendengar nama-nama bahan yang disebutkan oleh Yami, seketika membuat Airis, Wick, dan Merlin menjadi pucat.
"Mengapa kau membutuhkan bahan-bahan super langka seperti itu!" Ucap Airis dengan wajah terkejut.
"Sudah kukatakan aku perlu membuat sesuatu..." Ucap Yami dengan menatap ke bawah, sambil memikirkan perbedaan kelemahan dirinya, di kehidupan sebelumnya dengan dirinya yang sekarang.
"Hei apakah kau yakin membutuhkan bahan-bahan itu?" Ucap Merlin sambil menatap ke arah Yami dengan wajah bingung.
"Ya, aku memerlukannya, oleh karena itu aku akan pergi selama beberapa hari... Ah sebelum itu aku perlu pergi ke suatu tempat..." Gumam Yami dengan memikirkan putranya.
"Siapa!" Ucap Nana dan Karina secara serentak.
"Hah!" Yami yang melompat karena terkejut, dan melihat ke arah Nana dan Karina yang menatap tajam ke arahnya.
"Siapa wanita yang ingin kau temui!" Ucap Nana dengan alis berkedut kedut.
"... Bukan siapa-siapa...!" Ucap Yami yang menggelengkan kepalanya, menyangkal hal tersebut.
"Benarkah itu?" Ucap Karina yang bertanya dengan mata melotot.
"Ya!" Ucap Yami yang menganggukkan kepalanya berulangkali.
"Kuso!" Ucap Nana yang menoleh ke arah Kuso.
"Ya, Nona Nana?" Ucap Kuso yang mengalihkan pandangannya ke arah Nana.
"Apakah Yami memiliki wanita simpanan?" Ucap Nana yang bertanya dengan tatapan tegas.
Yami yang mendengarnya, segera mengalihkan pandangannya ke arah Kuso, dan menyuruhnya untuk tidak mengatakan apa-apa.
"Ya ada." Ucap Kuso yang menganggukkan kepalanya, Yami yang melihatnya tersenyum kecut, dirinya dikhianati oleh pelayannya sendiri.
"Siapa perempuan itu!" Ucap Karina yang kali ini memutuskan untuk bertanya.
"Dia seorang perempuan dari Korea, yang bernama Yon Jihye, dan Tuan Yami dengan perempuan itu sudah memiliki anak, yang bernama Ken Jihye." Ucap Kuso yang memberitahukan semuanya, mendengar kata anak Nana dan Karina, segera mengalihkan pandangan menuju ke arah Yami.
Tapi saat mereka mencoba melihat ke arah Yami, di tempat Yami sebelumnya sudah tidak terlihat keberadaan Yami, dengan kata lain Yami sudah pergi.
"Yami...!" Nana dan Karina berteriak cukup keras, setelah beberapa menit, Kina, Hikari, Lily, Kazane, Kenma, Chizu, Farayaka, Haruki, dan Airis, memutuskan untuk pergi dari sana.
...
...
...
Yami akhirnya sampai di rumah Ai, dirinya segera mengetuk pintu rumah beberapa kali, tidak lama kemudian seseorang datang dan membuka pintu rumah.
"Siapa?" Ucap seorang bayi laki-laki yang dapat berbicara dan menatap ke arahnya, hal itu seketika membuat Yami tersentak, dirinya segera menatap ke arah bayi laki-laki tersebut.
"Ayah!" Ucap bayi laki-laki tersebut dengan suara bahagia, tidak lama kemudian suara langkah kaki yang tergesa-gesa dapat terdengar, lalu muncullah seorang wanita dewasa yang cantik dan menggairahkan, yang segera menggendong bayi laki-laki tersebut.
"Maaf! Ini-!" Sebelum wanita itu dapat berbicara, dirinya membeku melihat seseorang yang berada di depannya.
"Yo! Lama tidak bertemu Yon..." Ucap Yami yang menyapa istri tidak sahnya, melihat itu Yon membeku di tempat tidak berbicara.
"Halo? Yon?" Ucap Yami yang bingung dengan Yon, yang tidak menjawab pertanyaannya.
"Ah! Yami!" Ucap Yon yang akhirnya sadar, dan wajahnya seketika menjadi memerah.
"Hei... Nak?" Ucap Yami yang berbicara dengan nada canggung, kepada putranya sendiri, sebab dirinya belum pernah pernah berbicara dengan seorang bayi, yang di dalamnya memiliki jiwa seorang pria yang merupakan seorang pahlawan.
"Hei ayah! Kau akhirnya datang! selama ini yang datang ke mari, cuman Bibi Kuso, Nua, Lin, dan Flower saja, tapi akhirnya ayah datang juga!" Ucap Ken yang berbicara dengan fasih.
"Haha... ayahmu ini terdampar di suatu tempat cukup jauh, tapi pada akhirnya ayahmu ini kembali bukan?" Ucap Yami yang segera terbiasa dengan hal aneh, seperti bayi yang bisa berbicara.
"Apakah aku tidak diperbolehkan masuk ke dalam?" Ucap Yami sambil menatap dengan lembut ke arah Yon.
"Apa? Tentu saja boleh! ayo masuk!" Ucap Yon yang segera mempersilahkan Yami masuk.
"Hem... Di mana Ai dan Aishu?" Ucap Yami yang melihat ke sekitar.
"Ai... Dia..." Melihat tatapan dan mendengar kata-kata dari Yon, membuat Yami sedikit khawatir.
"Ada apa? Apa yang terjadi kepada Ai!" Ucap Yami yang bertanya dengan nada khawatir.
"Ai... Telah tiada..." Ucap Yon yang seketika membuat Yami membeku, dirinya menatap ke arah Yon dengan tatapan kosong, perasaan dingin mengalir ke seluruh tubuhnya.
"Bagaimana bisa dan kapan!" Ucap Yami yang bertanya dengan nada khawatir.
"Seminggu yang lalu..." Ucap Yon dengan nada sedih, mendengarnya membuat hati Yami sakit, dirinya teringat kenangan saat dirinya berbicara dengan Ai, mengenai dirinya yang tidak dapat bertahan hidup.
...___________________________________...
...Jangan Lupa LIKE, COMMENT, SHARE, FAVORITE!...