
Pada akhirnya Shizuka merasa lelah, karena terlalu banyak menghabiskan tenaga, untuk menghindari setiap serangan dari orang berjaket.
Meski begitu Shizuka masih terus mencoba untuk menghindar sebisanya, tapi Shizuka memperhatikan sesuatu yaitu lawannya saat ini masih terlihat baik-baik saja, bahkan nafasnya masih teratur, hal ini membuat Shizuka cemas, bahwa dirinya akan terbunuh oleh pembunuh berantai yang berada di hadapannya.
Tepat saat Shizuka tersandung dan akhirnya terjatuh, orang berjaket langsung berlari menuju ke arah Shizuka dan siap untuk menusukan pisau dapurnya, hal itu membuat Shizuka pasrah dan siap untuk menerima tusukan, saat pisau dapur dari orang berjaket tepat di depan wajah Shizuka, tiba-tiba saja muncul seseorang dan segera menendang kepala dari orang berjaket.
"Hei sayang! Apakah kau baik-baik saja?" Ucap Yami yang memeluk Shizuka, hal ini membuat Shizuka terdiam, tapi semua perasaan takut dan cemasnya segera menghilang, dan dirinya menjadi lebih tenang, lalu Shizuka membalas memeluk Yami.
"Maaf aku pergi terlalu lama." Ucap Yami yang berbisik pelan di telinga Shizuka, yang di balas anggukan pelan oleh Shizuka.
"Hem... Bukankah kau seharusnya sudah pergi menjauh, aku tidak melihatmu sebelumnya di sekitar sini?" Ucap orang berjaket yang berdiri dan menatap ke arah Yami.
"Hehe, aku tahu bahwa kita sedang diikuti, jadi oleh karena itu aku mengajaknya berputar-putar agar kau menyerah, eh bukannya kau yang menyerah, Shizuka-Chan malah ngambek, jadi akhirnya aku terpaksa untuk menjauh, yang di mana cukup jauh dari pandanganmu, agar kau mau keluar untuk menyerang Shizuka-Chan, lalu aku akhirnya tinggal menangkapmu." Ucap Yami yang menatap ke arah orang berjaket.
"Jadi selama ini kau tahu kita diikuti, kenapa tidak mengatakan hal ini kepadaku!" Ucap Shizuka yang kesal karena Yami dari tadi merencanakan banyak hal, tanpa sepengetahuannya, apa lagi dirinya dijadikan umpan oleh Yami.
"Hehe jika aku mengatakannya, kau pasti akan menolaknya dan akan memanggil polisi." Ucap Yami sambil tersenyum.
"Cih! Kau ini..." Ucap Shizuka yang kesal.
"Meski begitu apakah kau pikir, kau dapat menangkapku? Haha itu tidak mungkin!" Ucap orang berjaket yang lari ke arah Yami, siap untuk memberikan serangan
Yami juga berlari kedepan, lalu mereka mulai saling beradu pukul, menebas, menendang, dan menusuk.
Hasilnya adalah imbang, meski Yami dapat menyelesaikan itu dengan menggunakan kekuatannya, tapi di sana ada Shizuka, oleh karena itu Yami tidak dapat menggunakan kekuatan Shamannya.
...
...
...
Saat orang berjaket mengarahkan pisaunya ke arah kepala Yami, hal itu dapat Yami hindari ke arah kiri, lalu Yami kemudian menempelkan Kertas Jimat tepat di kepala orang berjaket, dengan menggunakan tangan kanannya, karena tempat pertarungan sudah cukup jauh dari tempat Shizuka berada, Yami ingin segera mengakhiri pertarungan tersebut.
Lalu Yami berputar, yang pada akhirnya membuat Yami berada tepat di belakang orang berjaket, saat orang berjaket berbalik untuk memberikan tebasan ke arah Yami.
Pada saat itu pula Yami segera mendorong kedua tangannya, ke perut dari orang berjaket.
"Lepaskan!" Ucap Yami yang tiba-tiba saja membuat suatu aura gelap, mulai keluar secara paksa dari orang berjaket.
"Ahk! Kau ternyata seorang Shaman!" Ucap orang berjaket yang merasa kesakitan.
Di suatu tempat, tepatnya di balik pohon yang berada tidak jauh dari tempat pertarungan Yami dengan orang berjaket, Shizuka melihat semua pertarungan yang sedang terjadi, bahkan saat Yami menempelkan Kertas Jimat, dan saat orang berjaket mengatakan bahwa Yami seorang Shaman, semua hal itu dilihat dan didengar dengan jelas oleh Shizuka.
Meski Shizuka tidak dapat melihat aura gelap yang merupakan Roh Jahat, tapi Shizuka dapat merasakan hembusan angin dingin yang cukup kuat, saat Yami menempelkan kedua tangannya ke perut dari orang berjaket.
"Shaman? Apakah dukun itu benar-benar ada? Lalu apakah Yami terlibat dengan kasus ini, karena ada hubungannya dengan hal mistis di dalamnya?" Gumam Shizuka yang melihat semua itu dengan takjub, dirinya sebelumnya tidak pernah percaya dengan hal-hal berbau mistis dan Supranatural.
...
...
...
"Fiuh akhirnya selesai juga, aku seharusnya bisa menyelesaikan ini lebih cepat, jika saja aku langsung ke rumah orang ini, tapi aku harus menemukan dua korban yang masih belum ditemukan, yah setidaknya orang ini duluan yang mendatangiku." Ucap Yami yang menatap ke arah perempuan yang sedang tidak sadarkan diri, yang ada dihadapannya.
"Nah! Shizuka bisakah kau keluar?" Ucap Yami yang berbalik dan menatap ke arah Shizuka.
"Kau tahu?" Ucap Shizuka yang keluar dari persembunyiannya.
"Ya, aku sangat ahli dalam mendeteksi manusia, karena mereka memiliki energi kehidupan." Ucap Yami yang menatap ke arah Shizuka.
"Energi kehidupan? Apakah itu salah satu kemampuan seorang Shaman?" Ucap Shizuka yang menatap ke arah perempuan yang berada di tanah, yang sedang tidak sadarkan diri.
"Ya, dan tidak, kemampuan seorang Shaman itu unik dan beragam, tapi secara keseluruhan Shaman memang dapat merasakan energi kehidupan." Ucap Yami yang memperlihatkan wajah sedang berpikir.
"Begitu, lalu apa yang akan kau lakukan kepadaku, setelah aku mengetahui tentang dirimu?" Ucap Shizuka yang menatap tepat ke arah mata Yami.
"Tidak ada, aku bahkan merasa senang jika kau mengetahui lebih banyak tentang diriku hehe..." Ucap Yami yang tersenyum main-main.
"Ugh... Haaah... kalau begitu, kurasa kita harus memanggil polisi untuk datang ke tempat ini." Ucap Shizuka yang siap untuk memanggil para anak buahnya.
"Ya, ah! Sekalian dengan ambulans, kau sedang terluka ingat!" Ucap Yami yang segera menyuruh Shizuka untuk beristirahat, karena sedang terluka.
"Jika begitu, bukankah kau seharusnya datang lebih cepat?" Ucap Shizuka yang masih kesal karena dijadikan umpan oleh Yami.
"Hehe maaf maaf." Ucap Yami sambil tersenyum.
Lalu tidak lama kemudian datanglah para polisi dan petugas medis, polisi kemudian meminta keterangan kepada Shizuka, setelah itu Shizuka di antar menuju ke rumah sakit.
Sementara itu, Yami juga ikut pergi menemani Shizuka di rumah sakit, meski sudah ditolak oleh Shizuka untuk ikut, tapi setelah Yami terus bersikeras, akhirnya Shizuka setuju, kemudian setelah Shizuka menerima pengobatan, dan harus beristirahat di rumah sakit, selama beberapa hari, Yami menemani Shizuka semalaman di rumah sakit.
Keesokan paginya Yami segera pergi untuk mencari makanan untuk Shizuka, setelah menaruh makanan untuk Shizuka di dalam kamarnya, Yami menuliskan sebuah surat bahwa dirinya akan pergi ke sekolah, saat itu Shizuka masih tertidur nyenyak.
Beberapa puluh menit setelah kepergian Yami, Shizuka akhirnya terbangun dari tidurnya, dan kebingungan karena tidak dapat menemukan keberadaan Yami, tapi dirinya malah menemukan sebuah surat dari Yami, dan juga sebuah makanan pagi.
"Yo sayang! Kau pasti sudah terbangun, maaf aku tidak dapat menemanimu lebih lama, sebab aku harus berangkat sekolah, jangan sedih ya! Meski aku tidak akan berkunjung dalam waktu dekat, tapi kita pasti akan bertemu kembali!"
"Baka!" Ucap Shizuka yang tersenyum sambil meneteskan air mata.
...___________________________________...
...Jangan Lupa LIKE, COMMENT, SHARE, FAVORITE!...