
"Mereka baik-baik saja, saat aku akan kembali ke Planet Hrenkolin, tapi karena perang yang terjadi di planet Hrenkolin aku tidak dapat menghubungi mereka selama lima tahun, sebelum akhirnya aku mencoba melarikan diri dari perang dan malah terhisap Black Hole dan akhirnya berada di sini." Ucap Stella yang menjelaskan semuanya kepada Yami.
"Baiklah... Sekarang aku paham... Kalau begitu aku akan bertanya apakah kau mau ikut denganku, bagaimanapun juga saat ini kita berada di Univers paralel, di mana semuanya berbeda." Ucap Yami sambil melihat ke arah belakangnya, di mana dirinya melihat banyak tatapan yang meminta sebuah penjelasan, terutama datang dari Karina yang menatapnya dengan tatapan ingin tahu.
"Tentu, lagi pula aku tidak tahu harus bagaimana, hanya ayah yang saat ini ku punya." Ucap Stella yang memeluk Yami kembali, melihat itu Yami hanya dapat tersenyum kecut.
"Stella... Sebenarnya..." Yami kemudian menjelaskan beberapa hal, pertama yang dirinya menjalani kehidupan di bumi paralel, sampai dirinya terlempar ke planet Gelma Star Plan-X.
"Jadi kau saat ini memiliki istri keempat?" Ucap Stella dengan wajah bingung.
"Ya... Dan dia berada di sini, melihat interaksi kita, sepertinya dia cemburu jadi ayo kita jelaskan beberapa hal kepada mereka mengerti?" Ucap Yami yang kemudian memberikan sebuah kertas kepada Stella, yang di mana kertas tersebut akan membantu Stella untuk berkomunikasi dengan Yami dan yang lainnya.
"Halo!" Ucap Stella yang menyapa mereka semua, hal ini membuat mereka menjadi sangat terkejut.
"Halo... Apakah kau benar-benar putri ayahku?" Ucap Kieru dengan wajah tidak yakin.
"Eh... Kau juga anak ayah?" Ucap Stella dengan wajah terkejut.
"Ya..." Ucap Kieru yang menganggukkan kepalanya.
"Lalu siapa istri keempat ayah?" Ucapan Stella seketika membuat suasana menjadi dingin, hal itu berasal dari Karina, yang menatap Yami dengan tatapan meminta sebuah penjelasan.
"Haha... Sebenarnya Karina yang kelima... atau keenam ya?" Ucap Yami sambil berpikir keras, hal itu malah membuat suasana menjadi hening.
"Hem... Tidak aku belum menikahinya... Dan ah benar dia istri tidak sahku... Berarti Karina benar yang keempat ya?" Meski Yami bergumam dengan suara pelan, tapi karena suasana sangat hening, dan tidak ada suaru selain suara Yami, jadinya suara Yami terdengar sangat jelas bagi semua orang.
"Yap! Karina istri keempatku!" Ucap Yami yang mengatakan dengan suara lantang dan jelas.
"Buuk!"
"Ugh... Apa yang kau lakukan Karina?" Ucap Yami dengan mengusap wajahnya, sebab dirinya di lempar sebuah sepatu oleh Karina, tepat di wajahnya
"Hmph!" Karina mendengus dengan kesal, dirinya segera menarik Stella dan membawa Stella menjauh dari Yami.
"He-hei! Jika kau mau bisakah kau lakukan itu nanti, kita perlu pindah ke Kapal Bajak Laut Ruang Angkasa yang di sana, mereka adalah kenalanku tenang saja, mereka juga memiliki tujuan ke tempat yang sama denganku." Ucap Yami sambil menunjuk ke arah kapal yang berada di atas Pesawat milik Stella.
"Lalu... Apakah kita akan meninggalkan Boboost di sini ayah?" Ucap Stella yang segera menghentikan Yami.
"Kalian segera pergi saja naik ke atas kapal, aku akan melakukan sesuatu mengenai Boboost, lagi pula aku tidak dapat meninggalkan teman baik istriku di tempat ini..." Ucap Yami sambil tersenyum lebar, yang menyuruh semua orang untuk segera naik ke kapal.
Setelah yang lain sudah naik ke kapal, Yami melihat ke arah Pesawat Ruang Angkasa yang bernama Boboost, lalu secara tiba-tiba saja Boboost bersinar terang, kemudian Boboost menghilang menjadi butiran cahaya, yang di mana butiran-butiran tersebut segera melesat ke arah tangan Yami, lalu berubah menjadi sebuah kartu.
Yami kemudian naik ke kapal, dan menyuruh Mithein segera berangkat, selama di perjalanan Yami mencoba menjelaskan mengenai dirinya kepada Karina, tapi Karina tidak mau mendengarkan, dan malah memilih untuk bertanya kepada Stella, melihat bahwa Karina ngambek Yami hanya dapat tersenyum kecut.
Yami juga tidak lupa untuk memperkenalkan yang lainnya, kepada Mithein dan Wick, selama perjalanan Kieru bertanya beberapa hal kepada Yami.
Seperti Yami sebenarnya memiliki berapa anak, Yami sendiri tidak yakin akan hal itu, jadi dirinya hanya tersenyum tipis kepada putranya tersebut.
"Ayah... Bumi itu seperti apa?" Ucap Angela dengan wajah penasaran, meski dirinya beberapa kali mendengar Yami, mengatakan bahwa bumi agak mirip Gelma Star Plan-X.
"Ya ayah, bumi itu sebenarnya seperti apa?" Ucap Kieru yang juga penasaran seperti apa bumi.
"Bumi... Itu bulat..." Ucap Yami sambil tersenyum, mendengar yang dikatakan oleh Yami, Merlin menghela nafas panjang.
"Bumi itu yang sebagian besar terdiri oleh laut, dan 70 persen permukaan Bumi diselimuti oleh lautan yang menyimpan banyak misteri di dalamnya. Hingga saat ini, hanya 5 persen lautan yang telah dieksplorasi oleh manusia. 95 persen lainnya tetap menjadi misteri yang belum banyak diketahui." Ucap Merlin yang menjelaskan fakta yang hanya diketahui oleh manusia biasa.
"Itu bagi manusia biasa, bagi orang-orang yang mengetahui hal-hal Supranatural, 50 persen telah dijelajahi, 50 persen lagi terlalu berbahaya sebab di jaga oleh berbagai makhluk yang sangat kuat, serta memiliki banyak sekali jalan menuju ke dimensi yang berbeda, yah itu hal yang kutehui saat aku masih berada di bumi." Ucap Merlin yang memberitahukan sebuah informasi, kepada mereka yang ingin mengetahui mengenai bumi.
"Benarkah itu! Kalau begitu bukankah bumi tempat yang sangat luar biasa!" Ucap Silvia yang menatap ke arah Merlin dengan wajah berseri-seri.
"Tidak bumi adalah planet yang mengerikan, penduduknya payah dan tidak tahu diri, mereka adalah orang-orang yang sangat menyebalkan!" Ucap Mithein yang melontarkan pendapat pribadinya, tapi seketika dirinya mendapatkan tatapan tajam dari Yami, Merlin, Stella, dan Wick.
"He-hei! Itu benar! Jangan menatapku seperti itu!" Ucap Mithein yang takut akan di hajar oleh mereka berempat.
"Yah... Bumi memang planet yang mengerikan, tapi kau tahu jika kau menghina bumi seperti itu, dan terdengar oleh Gaia kujamin kau pasti akan mati." Ucap Yami sambil tersenyum.
"Hem... Gaia? Dia siapa Tuan Yami? Apakah dia kuat, lalu bisakah aku bertarung dengannya!" Ucap Diana sambil tersenyum lebar.
"Nah... Dia adalah Dewi dari Faksi Yunani, untuk pertanyaan apakah dia kuat, maka satu hal yang dapat kukatakan mengenai hal itu, dia adalah Bumi itu sendiri, jadi dia sangatlah kuat, Bumi adalah Gaia, dan Gaia adalah Bumi." Ucap Yami yang membuat yang lainnya menjadi bingung.
"Artinya Gaia dapat melakukan apapun terhadap bumi, sebab dia sendiri adalah Dewi yang memiliki kekuatan untuk memanipulasi planet Bumi itu sendiri." Ucap Merlin yang seketika membuat mereka menjadi sangat terkejut, terutama Mithein dirinya gemetar ketakutan, dirinya belum pernah bertemu dengan Dewa-Dewi Dalam.
Oleh karena itu dirinya tidak tahu bahwa Dewa-Dewi itu sangat kuat, sampai dapat memanipulasi suatu planet, seperti Gaia misalnya.