Reincarnation: System Shaman

Reincarnation: System Shaman
Chapter 43 - Perasaan Akrab



"Baiklah dia sudah lahir, lalu siapa namanya?" Ucap Ai yang menyadarkan Yami.


"Ah! Benar siapa namanya?" Ucap Yami yang melihat ke arah Yon.


"Hem... Siapa namanya menurutmu, aku hanya akan menambahkannya saja..." Ucap Yon yang menatap ke arah Yami.


"Apa! Tidak, aku bukan ayahnya, sementara kau adalah ibunya, jadi kaulah yang memberikan namanya." Ucap Yami yang menolak hal tersebut.


"Tapi kau tetap ayahnya, bagaimanapun juga ada DNAmu dalam dirinya." Ucap Yon yang berkata dengan nada lemah.


"...Baiklah, kalau begitu namanya adalah Ken... Layaknya sebuah pedang yang semakin sering di asah, maka akan semakin tajam, dan semakin tajam maka dapat menebas setiap rintangan dan masalah, yang akan mendatanginya..." Ucap Yami yang memberikan sebuah nama.


"Hem... Ken... Itu nama yang bagus, kalau begitu aku akan memberikan nama belakangnya Jihye seperti namaku." Ucap Yon yang menatap ke arah putranya, yaitu Ken Jihye.


"Gabungan nama Jepang dan Korea?" Ucap Yami dengan nada heran.


"Kenapa?" Ucap Yon dengan bingung.


"Tidak, nah mulai sekarang namamu Ken Jihye." Ucap Yami yang melihat ke arah putranya.


"..." Albi atau sekarang di sebut sebagai Ken menatap ke arah Yami dengan wajah bingung.


Kemudian Yami meletakkan Ken di sebelah Yon, Ken yang diletakkan cukup dekat dengan Yon, membuat visi penglihatannya menjadi lebih jelas, dirinya menatap semua orang yang berada di dalam ruangan dengan wajah bingung, lalu Ken melihat ke arah ibunya, dirinya cukup terkejut sesaat sebelum tertawa.


"Hei dia tertawa!" Ucap Emi dengan wajah bersemangat.


"Benar, dia tahu bahwa ibunya cantik, tidak seperti ayahnya yang jelek..." Ucap Ai yang melirik ke arah Yami.


"Cih, Ya... ya... aku jelek, karena urusan di sini telah selesai aku akan pergi, ada beberapa hal yang harus aku urus." Ucap Yami yang terlihat kesal, karena di sindir oleh Ai.


"Eh, kau sudah mau pergi, tapi dia baru melihatmu sebentar..." Ucap Yon dengan nada sedih.


"...! Uh... Aku akan sering datang..." Ucap Yami yang melihat wajah sedih dari Yon, sebelum akhirnya Yami bergegas keluar dan pergi dari rumah Ai.


...


...


...


Pov Ken.


Sepertinya pria yang sebelumnya adalah ayahku, dan wanita ini kemungkinan adalah ibuku, ibuku... Dia terlihat sangat mirip dengan Brinia, entah ini sebuah kebetulan atau takdir, aku terlahir kembali dan seseorang yang mirip seperti Brinia menjadi ibu kandungku, aku sangat bahagia, oleh karena itu aku tersenyum lebar.


Tapi aku malah terlihat seperti tertawa, dan... Uh aku mulai mengantuk.


Pov Ken Berakhir.


...


...


...


Yami saat ini sedang dalam perjalanan menuju ke rumahnya, yang berada di luar kota Sakura, sesampainya di sana Yami menemukan bahwa rumahnya sekarang terlihat begitu indah.


"Selamat datang di rumah Yami-sama." Ucap Kuso, Nua, Lin, dan Flower, secara serempak.


"Ya, Kuso..." Ucap Yami yang melihat ke arah Kuso.


"Ya, Yami-sama!" Ucap Kuso yang berjalan mendekati Yami.


"Bagaimana kau dapat bertahan, dengan masalah makanan dan bagaimana kau dapat membuat rumah ini menjadi lebih bagus?" Ucap Yami yang melihat ke arah Kuso.


"Untuk masalah makanan kami pada awalnya berburu di hutan Yami-sama, tapi lama-kelamaan saya berpikir lebih baik menghasilkan uang sendiri untuk membeli makanan, jadi saya pergi ke kota dan mencoba memenangkan sebuah lotre, dan berhasil dalam sekali coba."


"Dari uang tersebut saya gunakan untuk pergi ke kasino, dan berakhir menang telak, tapi pemilik tempat tersebut tidak mau membiarkan saya pergi, jadi saya melawan mereka semua, setelah itu saya terus melakukan hal tersebut, yang pada akhirnya uang tersebut digunakan untuk membeli makanan dan juga untuk merenovasi tempat ini." Ucap Kuso yang menjelaskan tentang keadaan rumah tersebut.


"Hem... Itu bagus, tapi apakah kau tidak lupa, membuat para tukang bangunan melupakan tentang tempat ini." Ucap Yami yang melirik ke arah Kuso.


"Tidak Yami-sama, saya sudah membuat para tukang melupakan tentang tempat ini, jadi tempat ini masih tidak diketahui." Ucap Kuso dengan penuh percaya diri.


"Begitukah, itu bagus, apa kau juga membayar mereka bertiga?" Ucap Yami yang melihat ke arah Nua, Lin, dan Flower.


"Saya juga membayar mereka bertiga Yami-sama." Ucap Kuso yang menatap ke arah mereka bertiga.


"Itu bagus, sekarang aku ingin kau, untuk melakukan sesuatu." Ucap Yami yang kemudian berjalan ke sebuah ruangan, Kuso mengikuti dari arah belakang.


"Aku akan melakukan sesuatu, tapi karena itu pula aku membutuhkan suatu tempat, dan rumah ini adalah tempat yang tepat, jadi aku ingin kau melindungi rumah ini apapun yang terjadi, jika ada yang berniat masuk secara paksa, segera hadang mereka, kau dapat mengusir mereka atau membuat mereka pingsan." Ucap Yami dengan nada serius.


"Saya mengerti Yami-sama, tapi jika saya boleh tahu, apa yang sebenarnya akan anda lakukan?" Ucap Kuso dengan wajah penasaran.


"Sesuatu hal yang sangat aku perlukan." Ucap Yami sambil melihat ke arah dadanya.


Kuso yang melihat Yami, yang sedang menatap ke arah dadanya sendiri, menjadi kebingungan.


"Begitu, saya mengerti Yami-sama, saya akan menjalankan perintah anda dengan sangat baik." Ucap Kuso dengan sungguh-sungguh.


"Yah, aku akan melakukannya beberapa bulan lagi sih, bukan sekarang juga..." Ucap Yami yang melihat ke arah Kuso dengan canggung.


Kemudian Yami berdiri dan berjalan keluar dari ruangan, Kuso masih mengikuti Yami dari arah belakang, lalu Yami sampai di depan pintu, yang menuju ke arah ruang bawah tanah.


Lalu Yami membuka pintu dan masuk ke dalam, Yami kemudian berjalan turun sampai Yami sudah berada di ruang bawah tanah.


'Aku tidak menyangka bahwa dia masih terikat denganku, bahkan di dunia ini...' Pikir Yami sambil memegang dadanya.


Saat Yami masih di dalam rumah Ai sebelumnya, dirinya merasakan sesuatu hal yang sangat akrab, karena hal itulah Yami segera pergi ke rumahnya sendiri, dan berbicara seperti itu kepada Kuso, karena Yami ingin mempersiapkan sebuah tempat untuk bertemu kembali dengan sesuatu.


'Kuharap tidak ada yang tertarik dengan hal yang aku lakukan, tapi sepertinya itu hal yang mustahil, sebab di kehidupan sebelumnya, karena hal ini aku menjadi incaran para Roh Jahat Tingkat Tinggi Tahap Enam.' Pikir Yami sambil terus memegang dadanya kuat-kuat.


Rasa panas dan dingin, secara bersamaan terus-menerus terasa di dada Yami, itu adalah perasaan asing namun akrab yang pernah Yami rasakan di kehidupan sebelumnya.


Dan di kehidupan baru ini, dirinya merasakannya kembali, oleh karena itu Yami menjadi sangat serius, dirinya berpikir keras tentang mengapa hal itu ikut denganya, bahkan di kehidupan yang baru.


...___________________________________...


...Jangan Lupa LIKE, COMMENT, SHARE, FAVORITE!...