
Saat Kuso melihat ke arah belakang Yami, dirinya sedikit terkejut, menemukan bahwa Yami tidak datang seorang diri.
"Ah nanti akan aku jelaskan, sekarang ayo kita masuk ke dalam terlebih dahulu." Ucap Yami yang menyuruh semua orang untuk masuk ke dalam rumah.
Saat Yami dan yang lainnya berjalan masuk ke dalam rumah, di dalam rumah sudah berkumpul banyak orang yang dikenal oleh Yami, tepat pada saat itu juga Nana keluar dari arah dapur, melihat kedatangan Yami, membuat Nana membeku, dirinya menatap lama ke arah Yami sebelum akhirnya berlari, lalu membuang nampan yang di atasnya ada makanan ke udara.
Melihat hal itu Yami segera berlari dan menangkap nampan, lalu menangkap makanan satu-persatu, sebelum sempat Yami menghela nafas lega, Nana sudah memeluknya dengan erat.
"Kenapa kau lama sekali bodoh..." Gumam Nana sambil menangis, dan memeluk Yami dengan sangat erat.
"Maaf membuatmu menunggu begitu lama... Tapi aku kembali bukan?" Ucap Yami yang mengusap pelan rambut Nana.
Melihat adegan romantis tersebut, membuat Karina sedikit kesal, dirinya segera membuat batuk palsu.
"Ahem!" Yami yang mendengarnya segera melirik ke arah Karina, tapi Nana tetap tidak melepaskan pelukannya, melihat itu Karina menjadi lebih kesal, dirinya segera membuat batuk palsu lagi.
"Ahem!"
Meski demikian Nana tetap memeluk Yami, melihat itu Karina tidak tahan dan akhirnya menarik Nana menjauh dari Yami.
"Siapa kau!" Ucap Nana dengan kesal, sebab ada seorang yang mengganggu reuniannya dengan Yami.
"Aku? Istrinya Yami!" Ucap Karina dengan suara keras, hal itu seketika membuat suasana menjadi hening.
"... Apa!" Ucap Nana dengan wajah tidak percaya, dirinya segera mengalihkan pandangannya ke arah Yami, di mana Yami berusaha menghindari tatapan Nana, entah mengapa dirinya merasa seperti seorang pria yang ketahuan selingkuh oleh pacarnya, dan ternyata pria itu berselingkuh ke jenjang pernikahan.
Meski yah itu kenyataan, tapi sebenarnya Nana dan Yami belum resmi pacaran, Nana yang melihat Yami yang mengalihkan pandangannya, segera menjadi sangat terkejut, meski begitu dirinya masih tidak mau percaya.
"Bohong! Yami itu tidak akan mau dengan wanita tua sepertimu!" Ucap Nana yang di mana kata-kata Nana sangat menusuk Karina, darah imajiner terlihat keluar dari mulut Karina.
"Itu kenyataan! Dan aku tidak tua! Yami lebih menyukai punyaku yang besar! Dibandingkan dengan punyamu yang kecil!" Ucap Karina dengan membalas Nana dengan kejam, Nana terlihat tertusuk panah imajiner.
"Aku masih dalam pertumbuhan! Di masa depan punyaku akan lebih besar dari punyamu!"
"Hek itu di masa depan! Sekarang dirinya hanya akan melirik diriku!"
"Tidak! Yami seorang pecinta kaki putih, bersih dan cantik seperti milikku!"
"Kau salah! Yami lebih menyukai kaki wanita dewasa yang memakai Stocking, bukan kaki kekanak-kanakan seperti milikmu!"
"Apa! Kau salah! Dasar perempuan tua sialan!"
"Hah! Kau mau bertarung!"
"Ayo! Sini! Akan kuhajar mulut tuamu itu!"
"Anak kecil diam saja! Ini urusan orang dewasa!"
"Yami juga masih muda! beberapa tahun ke depan saat keriputmu muncul, Yami tidak akan lagi melirik mu dasar wanita tua!"
"Kau ini! Sepertinya kau belum pernah melihat pesona wanita dewasa hah!"
Orang-orang yang melihat pertarungan mereka, menjadi terdiam, mereka segera mengalihkan pandangan ke arah Yami, yang sedang makan kue dan minum segelas jus mangga, melihat hal itu mulut semua orang berkedut, atas sikap ketidakpedulian Yami.
Kina, Hikari, Lily, Kazane, Kenma, Chizu, Farayaka, Haruki, Airis, Kuso, Nua, Lin, dan Flower, tidak tahu apakah harus membiarkan mereka atau tidak.
Sementara itu, Takeshi, Miruno, Kieru, Angela, Silvia, Olcisa, Diana, Furutayusa, Merlin, Stella, Wick, dan Putri Kaguya atau bisa juga di panggil Kaguya Hime, serta bayi Wick dan Kaguya, menatap ke sekitar dengan rasa ingin tahu.
"Huff..."
"Huff..."
"Ayah kenapa kau tidak menghentikan mereka...?" Ucap Stella dengan rasa ingin tahu.
"Wah ternyata kau sudah ahli dengan hal yang seperti ini...?" Ucap Wick dengan mata berkedut.
"Yah bisa dikatakan seperti itu..." Ucap Yami yang menganggukkan kepalanya.
"Yami! Katakan apakah hanya ini wanita simpananmu!" Ucap Nana dengan wajah kesal.
"Hei! Dasar anak kecil! Diam saja kau!" Ucap Karina dengan mendengus kesal.
"Yah... Hem..." Yami yang mendengar pertanyaan itu hanya dapat tersenyum kecut, dirinya tidak tahu harus menjawab apa.
"Jadi masih ada? Kau! Wanita tua! Kita harus bicara berdua saja!" Ucap Nana dengan nada kesal.
Sementara itu Kina yang melihat ke arah Yami, segera duduk tepat di sebelahnya, melihat Kina, Karina menjadi kesal dan segera menarik Kina dari sana.
"Mengapa kau duduk di sebelah Yami!" Ucap Karina dengan wajah kesal, dan menatap ke arah Kina.
"Aku muridnya! Kau siapa hah!" Ucap Kina yang menatap tajam ke arah Karina.
"Aku istri Yami! Pangkatku lebih tinggi darimu! Jadi kau harus menghormatiku!" Ucap Karina dengan wajah sombong.
"... Tidak! Aku hanya akan menghormati guruku!" Ucap Kina yang menolak hal itu.
"Hei jangan mengabaikan aku!" Akhirnya perdebatan tiga wanita terjadi, Yami yang melihatnya memilih untuk makan kue dan minum jus dengan santai.
Karena perdebatan semakin keras, Yami akhirnya terpaksa harus meleraikan perdebatan mereka bertiga, kemudian Yami menyuruh yang lainnya untuk kembali ke rumah mereka, tapi karena mereka tidak mau kembali, Yami akhirnya membiarkan mereka tinggal semalam.
Saat Yami ingin memilih kamar, dirinya menemukan bahwa Nana, Karina, dan Kina berniat untuk ikut tidur di kamar yang sama dengan dirinya, karena Yami lelah dengan semua hal yang terjadi, dirinya akhirnya memilih untuk tidur di kamarnya, yang berada di rumah kedua orang tuanya, melihat pilihan Yami, Nana, Karina, dan Kina hanya dapat cemberut.
...
...
...
"Sudah pagi...? Hem... sebaiknya aku cepat-cepat pergi ke kamar mandi, aku perlu kembali ke rumahku sebab ada beberapa hal yang perlu ku urus." Gumam Yami kepada dirinya sendiri, kemudian Yami pergi ke kamar mandi, selesai mandi dan memakai pakaian, Yami pergi turun ke lantai bawah dan makan pagi bersama kedua orang tuanya, sebab sudah lama dirinya tidak makan bersama dengan mereka.
...
...
...
"Kau perempuan sialan! Mau matikah kau!"
"Heh! Kalian begitu lemah dibandingkan diriku!"
"Kau pikir Yami hanya menyukai perempuan kuat sepertimu saja! Yami menyukai perempuan yang anggun sepertiku!"
Yami yang baru muncul tepat di ruang tengah, langsung di sambut dengan pertengkaran tiga perempuan.
"Yo! Yami... Kau lama sekali datangnya, mereka sudah seperti ini, sejak jam lima pagi... Sebaiknya kau hentikan mereka, yang lainnya mau menghentikan mereka, tapi karena aku ingin terus melihatnya, aku menghentikan mereka dari mencoba menghentikan ketiganya."
"Ini drama yang menarik... Tapi mereka tidak mau melakukan drama ini di luar, dan akhirnya menumpahkan teh buatanku, jadi...! Sebaiknya kau cepat hentikan mereka, jika tidak...! Akan aku pastikan membuat mereka berhenti secara paksa." Ucap Merlin sambil tersenyum lebar, melihat senyum Merlin, Yami tidak dapat melawan.
Sebab dirinya juga ingin menghentikan perdebatan yang tidak perlu tersebut, Yami menghentakkan kaki kanannya dua kali di ubin keramik, lalu seketika ketiga perempuan itu berhenti bergerak seketika.
"Nah... Ada yang perlu aku bahas, dan ini sangat penting." Ucap Yami dengan nada serius.
...___________________________________...
...Jangan Lupa LIKE, COMMENT, SHARE, FAVORITE!...