
Yami yang mendengarnya hanya dapat menggelengkan kepalanya dengan lelah, dirinya kemudian menatap kedua kelompok tersebut dengan wajah penasaran.
"Kurasa aku akan memperhatikan terlebih dahulu." Gumam Yami dengan terus memperhatikan dari jarak jauh.
...
...
...
"Hei! Kaliankan yang telah menculik para gadis di tempat kami!" Ucap seorang pria berambut pendek acak-acakan, dengan memegang pedang panjang, sambil menatap dengan kasar kepada kelompok yang berada di hadapannya.
"Apa? Kalianlah yang telah menculik para gadis dari tempat kami! Aku tahu bahwa kalian adalah anak buah dari pria itu! Makanya pasti kalianlah yang telah menculik para gadis dari tempat kami!" Ucap seorang pria tinggi yang memegang busur, dengan berteriak marah, sambil menatap pria yang memegang pedang panjang, dengan tatapan tajam.
"Kalian! Beraninya kalian menuduh kami serta membawa-bawa Tuan kami!" Ucap sang pria yang memegang pedang panjang.
"Diamlah! Fism! Aku tahu kebusukan dari orang itu!" Ucap pria yang memegang busur.
"Peter! Berani sekali mulutmu hah!" Ucap Fism dengan suara kesal, sambil menghunuskan pedang panjangnya.
Yami yang melihat kedua kelompok tersebut, yang sedang berkonflik, merasa aneh sebab, pertanyaan di mana Yami sekarang, di Neraka milik Tiga Ras, nah dan apa yang sedang terjadi di hadapan Yami, terlihat seperti perseteruan warga, layaknya yang sering terjadi di Indonesia, di kehidupan Yami sebelumnya.
"Aneh, aku tidak pernah melihat hal aneh seperti ini, pernah terjadi di Neraka sebelumnya?" Ucap Luci dengan nada bingung.
"Mana?" Gumam Yami yang segera merasakan hal aneh.
"Mana? Maksudmu apa?" Ucap Luci dengan wajah bingung.
"Aku merasakan Mana dari orang-orang itu... Dan Mana ini pernah kurasakan dulu sekali, aku langsung mengetahuinya sebab pemilik dari Mana ini sangat menyebalkan." Ucap Yami dengan wajah kesal, mengingat seseorang yang pernah menipunya, dan membuatnya mengalami kerugian yang cukup banyak
"Siapa orang yang berani, menggunakan Sihir kepada para jiwa yang dikelola oleh Tiga Ras?" Ucap Luci dengan wajah terkejut, dirinya tidak menyangka akan ada orang gila yang seperti itu.
"Haha, ada orang gila yang seperti itu, kau mungkin pernah bertemu dengannya, atau kau mungkin pernah mendengar namanya, bagaimanapun juga dirinya terkenal sebagai pembuat masalah, di antara para Dewa dan Dewi." Ucap Yami sambil menjelaskan dengan nada santai.
"Dia adalah Loki, dewa penipu yang dikenal dengan kejenakaan nakal dan tipu dayanya yang licik, dia terkadang membantu para dewa-dewi, tapi juga terkadang menghalangi dewa-dewi dan kesetiaannya selalu diragukan oleh banyak orang, dia tidak baik tapi juga tidak dapat di sebut jahat, Loki memutuskan untuk menjadi pengganggu itu sendiri." Ucap Yami memberitahukan mengenai hal, yang dirinya ketahui mengenai Loki.
"Loki? Maksudmu Loki salah satu Dewa-Dewi dari Fraksi Norse." Ucap Luci dengan wajah terkejut.
"Yap, Loki itu, si biang masalah yang sangat menyebalkan." Ucap Yami dengan nada kesal, Luci yang mendengar nada kesal Yami, dirinya langsung tahu bahwa Yami mungkin memiliki sedikit masalah dengan Loki di masa lalu.
"Lalu apa yang harus kita lakukan terhadap mereka?" Ucap Luci dengan rasa ingin tahu, dirinya tidak peduli dengan jiwa-jiwa yang saling bertengkar, baginya mereka tidak lebih dari sampah.
Sebab seseorang yang berada di Neraka, biasanya memiliki cukup banyak dosa, dan karena memiliki terlalu banyak dosa, maka jiwa mereka sudah kotor, karena jiwa mereka kotor, Luci menganggap mereka sebagai sampah.
Oleh karena itu mereka biasanya akan memilih jiwa yang bersih, jiwa yang bersih adalah jiwa yang dimiliki oleh orang baik, dan memiliki sedikit dosa, atau bahkan tidak memiliki dosa sama sekali, tapi hal seperti itu sangat jarang terjadi.
Sementara jiwa kotor, adalah jiwa yang dimiliki oleh orang yang memiliki banyak dosa, semasa hidupnya, tapi tentu saja jiwa yang bersih sangat dilindungi oleh para Malaikat, agar tidak di ambil oleh para iblis.
Sementara kedua ras tersebut saling memperebutkan jiwa, Malaikat Jatuh sangat kompleks, ada yang ingin meneliti tentang jiwa, ada ingin melindungi jiwa, ada juga yang ingin memusnahkan jiwa, Malaikat Jatuhlah ras yang paling sulit di mengerti di antara Tiga Ras.
"Hem... Aku akan melihat, apakah aku dapat bertemu dengan Loki, atau sesuatu hal yang direncanakan oleh Loki, lagi pula dia pembuat masalah yang sangat menyebalkan." Ucap Yami dengan nada datar, Yami terus memperhatikan kedua kelompok, hingga kedua kelompok saling bertarung.
Pertarungan itu begitu... Biasa, bagaimanapun juga mereka hanyalah Jiwa yang berasal dari manusia biasa, oleh karena itu pertarungan antar kedua kelompok begitu hambar, dan Yami hampir bosan dengan hal itu, sampai terjadi sesuatu hal yang sangat tidak terduga.
Seseorang tiba-tiba saja muncul di tengah-tengah pertarungan dua kelompok tersebut, pria itu terlihat tua dengan memegang sebuah tongkat, untuk membantunya untuk dapat berdiri.
"Hentikan pertarungan ini, aku sudah tahu siapa yang menculik para gadis!" Ucap pria tersebut dengan suara lantang.
"Hah? Kau pria tua busuk! Apa maumu!" Ucap Peter dengan wajah kesal.
"Aku ingin memberitahu kalian bahwa, aku mendapatkan informasi dari beberapa orang, bahwa yang menculik para gadis adalah para Malaikat, merekalah yang membawa pergi para gadis!" Ucap pria tua itu dengan nada khawatir.
"Apa! Itu tidak mungkin!" Ucap Fism dengan wajah tidak percaya.
"Kenyataannya..." Ucap pria tua itu dengan wajah sedih, melihat ekspresi pria tua itu, membuat Peter menjadi sangat marah.
"Sialan! Sudah aku duga mereka adalah para orang sialan, dan tidak dapat dipercaya, yang selalu mengatakan bahwa mereka selalu benar! Hek! Mereka hanyalah sekelompok makhluk mengerikan yang tidak beradab, mereka sekelompok orang bar-bar!" Ucap Peter yang akhirnya percaya dengan kata-kata pria tua tersebut, meski dirinya tidak menyukai pria tua tersebut, tapi dirinya lebih tidak menyukai para malaikat.
Yami yang mendengar dari jauh, dirinya langsung tahu apa tujuan dari Loki, tujuan Loki adalah untuk membuat kekacauan di Neraka, antara para Jiwa berdosa dengan para Malaikat.
"Loki, Loki, ck.. Ck.. CK, kau ini biang masalah yang sangat menyebalkan." Ucap Yami dengan menggelengkan kepalanya
"Apa yang akan kau lakukan sekarang?" Ucap Luci dengan rasa ingin tahu.
"Hem... Aku akan menghajar Loki dengan sangat keras, hingga dirinya tidak akan bisa lagi membuat masalah dalam waktu dekat." Ucap Yami yang menyeringai dengan wajah kejam, Luci yang mendengarnya hanya dapat merinding ketakutan.
Yami berjalan ke arah kedua kelompok itu, melihat kedatangan Yami membuat semua orang menjadi bingung, tapi dibandingkan yang lainnya, Loki lebih bingung sebab dirinya tidak menyangka, akan menemukan orang lain yang masih hidup, yang datang ke Neraka.
"Hei Loki... Sudah saatnya kau berhenti bermain-main di sini." Ucap Yami dengan menyeringai mengerikan, melihat seringai Yami membuat Loki menjadi kaku, dirinya segera melihat ke sekitar, menemukan bahwa orang tersebut memang menargetkannya, membuat Loki menjadi bingung, bagaimana seseorang dapat mengenali dirinya.
...___________________________________...
...Jangan Lupa LIKE, COMMENT, SHARE, FAVORITE!...