
Yami saat ini sedang berjalan menuju ke arah sekolahnya, sekolah Yami berada lumayan cukup jauh dari rumah sakit, tapi karena Yami berjalan lebih pagi, maka dirinya pasti dapat sampai ke sekolah tepat waktu.
"Hehe... Kau pikir, kau bisa pergi ke mana hah?" Tiba-tiba saja terdengar suara seorang perempuan, dari sebuah gang kecil, yang berada tepat di sebelah kanan Yami.
"Hem...?" Karena penasaran Yami akhirnya mencoba melihat apa yang sedang terjadi.
"A-maafkan aku..." Ucap seorang perempuan berambut hitam terurai, dan memiliki mata hitam gelap, dengan memiliki banyak luka di jari-jari kedua tangannya.
"Kau pikir minta maaf bisa menyelesaikan masalah hah? Kau harus membayarnya, berikan semua uangmu!" Ucap seorang perempuan dengan rambut kuning terurai, memiliki mata hijau muda.
"Itu benar, cepat berikan semua uangmu!" Ucap perempuan lain, yang berambut cokelat panjang, dengan memiliki mata berwarna hitam, dan memakai lipstik merah.
"Ya, kami tidak memiliki waktu berurusan denganmu!" Ucap perempuan lain, berambut merah tua, dan memiliki mata berwarna hitam.
"Ta-tapi..." Perempuan berambut hitam mencoba untuk menolak.
"Kau ini, benar-benar menyebalkan!" Ucap perempuan berambut kuning dan segera menampar perempuan berambut hitam tersebut.
"I-ini..." Ucap perempuan berambut hitam setelah di tampar, dirinya akhirnya memberikan uangnya kepada perempuan berambut kuning.
"Bagus, kau harusnya segera memberikannya kepadaku, jadi aku tidak perlu menyentuh wajah jelekmu itu!" Ucap perempuan berambut kuning, lalu mereka meninggalkan perempuan berambut hitam sendirian di sana.
"Kenapa?"
"Kenapa?"
"Kenapa? Hanya aku yang mengalami hal ini, aku sudah muak dengan semua ini, aku tidak ingin ini terus berlanjut, kumohon siapapun, siapa saja tolong aku...!" Ucap perempuan berambut hitam yang terjatuh, dan duduk di tanah lalu menangis.
"Apa kau bersedia memberikan jiwamu, jika kau dapat membalas perbuatan mereka?" Ucap Yami yang muncul secara tiba-tiba, yang sekarang sedang berubah menjadi sosok layaknya iblis.
Dengan memiliki tanduk banteng, yang berwarna hitam kemerahan, telinga runcing kecil, mata berwarna merah gelap, dan sayap besar berwarna hitam dan memiliki buntut.
"Kau iblis?" Ucap perempuan berambut hitam, yang bertanya dengan nada tenang, bahkan tidak takut dengan sosok Yami yang terlihat menyeramkan.
"Ya, iblis Tingkat Bawah Tahap Dasar." Ucap Yami sambil menyeringai menakutkan.
"Jika aku membuat perjanjian denganmu, dan jiwaku sebagai alat tukar, apakah kau bisa membuat mereka menderita?" Ucap perempuan berambut hitam menatap tajam ke arah Yami.
"Tentu! Itu hal yang mudah, kau ingin mereka merasakan apa? Perasaan sakit terus-menerus yang membuat gila, atau dibakar dan saat akan mati disembuhkan kembali, yang akan terus berulang, atau hal lain?" Ucap Yami yang menatap tepat ke arah mata perempuan berambut hitam.
"Aku... Aku ingin mereka mengalami kecelakaan, yang membuat mereka kehilangan tangan dan kaki mereka, yang hanya akan menyisakan tubuh mereka saja, biarkan mereka hidup tapi menderita yang sangat menyakitkan, yang di mana mereka merasa mati lebih baik bagi mereka." Ucap perempuan berambut hitam dengan nada suara dingin.
"Oh! Aku dapat melakukannya, tapi setelah mereka mengalami hal tersebut kau tidak akan lagi hidup, kau hanya akan menjadi barang yang aku gunakan, apakah kau siap?" Ucap Yami yang menyeringai.
"Aku siap, bahkan jika harus mati aku akan menerimanya, jika itu dapat membuat mereka menderita." Ucap perempuan berambut hitam, yang menerima konsekuensinya.
"Tapi bagaimana dengan orang tuamu? Bukankah mereka akan sedih?" Ucap Yami yang memperlihatkan wajah bingung.
"Haha! Itu memang tidak penting bagiku, tapi aku ingin tahu jika kau tidak peduli dengan mereka, bukankah lebih baik jika mereka juga menjadi barangku." Ucap Yami yang menyeringai, dan menatap tajam ke arah perempuan berambut hitam.
"Ayahku sudah lama tiada, ibuku seorang penghibur malam hari, di tidak peduli denganku, bahkan saat aku terluka atau sakit dirinya tidak peduli sama sekali, yang dirinya lakukan hanya melayani para pria tua sialan..." Ucap perempuan berambut hitam, yang terlihat marah dan menatap ke arah Yami dengan mata dingin.
"Begitu! Haha seorang penghibur bukan! Aku mendapatkan ide apa yang akan aku lakukan kepadamu!" Ucap Yami yang melayang mendekat, lalu tangan kanan Yami mengelus leher perempuan berambut hitam tersebut.
"Aku tidak peduli, sudah tidak ada lagi hal yang membuat aku ingin berada di dunia ini." Ucap perempuan berambut hitam tersebut yang menundukkan kepalanya.
"Begitu, baiklah kontrak dibuat." Lalu tangan kanan Yami yang memegang leher perempuan berambut hitam menyala, lalu tiba-tiba saja muncul semacam lingkaran dengan di tengah-tengahnya terdapat hati, yang diikat oleh sebuah borgol dan rantai.
"Kontrak sudah dibuat, kalau begitu ayo kita lihat hal yang kau inginkan." Ucap Yami yang kemudian mereka berpindah tempat.
...
...
...
Ketiga perempuan yang sebelumnya, sedang berjalan di jalanan sambil terus berbicara satu sama lain, tiba-tiba saja entah bagaimana sebuah mobil truk mengarah menuju mereka, karena tidak dapat menghindar mereka akhirnya tertabrak.
Kecelakaan itu membuat mereka bertiga mengalami luka parah, mereka dilarikan ke sebuah rumah sakit, dan dalam perawatan intensif, para orang tua dari ketiga anak perempuan tersebut dihubungi, mereka datang ke rumah sakit, dan menangis histeris karena melihat keadaan anak-anak mereka.
Dokter berkata mereka dapat di selamatkan, tapi kedua tangan dan kedua kaki mereka harus di amputasi, hal ini membuat para orang tua menjadi lebih histeris, mereka tidak ingin para anak mereka seperti itu, tapi karena itu satu-satunya cara, mereka akhirnya menyetujuinya.
Beberapa jam kemudian operasi selesai, dan ketiganya dapat diselamatkan, beberapa jam setelahnya ketiganya bangun secara bersamaan, dan akhirnya terkejut melihat diri mereka kehilangan anggota badan mereka, mereka menangis sangat kecang, mereka mengatakan banyak hal, tapi tetap saja semua itu percuma karena mereka sudah kehilangan anggota badan mereka.
...
...
...
Sementara itu di tempat lain, Yami sedang menatap ke arah perempuan berambut hitam yang berada di hadapannya, Yami pada akhirnya harus menggunakan tiruannya, untuk pergi ke sekolah.
Yami dapat melakukan itu tanpa merasa bersalah, karena ketiga perempuan tersebut memiliki aura yang sangat gelap, terkadang manusia memang jahat dari lahir, bahkan sampai mereka matipun mereka akan tetap banyak melakukan hal jahat, dan ketiga perempuan tersebut merupakan orang-orang tersebut.
Oleh karena itu Yami menerima permintaan dari perempuan berambut hitam, tanpa memiliki keraguan sedikitpun, nah karena ketiga perempuan tersebut menjadi cacat sekarang, maka mereka tidak akan banyak melakukan hal jahat lagi, malah bahkan merekalah yang akan menerima hal-hal jahat.
"Akhirnya... Mereka mendapatkan balasan yang bagus..." Ucap perempuan berambut hitam tersebut yang terlihat senang, bahkan tersenyum lebar.
"Jangan lupa, mulai sekarang kau hanyalah alat bagiku." Ucap Yami yang mengelus dengan lembut pipi dari perempuan berambut hitam.
...___________________________________...
...Jangan Lupa LIKE, COMMENT, SHARE, FAVORITE!...