Reincarnation: System Shaman

Reincarnation: System Shaman
Chapter 48 - Badai Di Mulai



Yami berjalan pulang kembali kerumahnya, dirinya merasa lega, setelah menyelesaikan hal yang berhubungan dengan Eiko.


Sesampainya di rumah, Yami segera pergi menuju ke arah kamarnya, dan mulai tertidur pulas.


...


...


...


Pov Ken.


Ayahku akhir-akhir ini, menjadi lebih jarang untuk berkunjung, aku kurang tahu dengan apa yang sedang terjadi, tapi sepertinya ayah dan ibu tidak tinggal di tempat yang sama, meski begitu aku di rawat dengan baik, dengan bibi dan paman yang sering datang ke tempat ini.


Aku ingin cepat tumbuh dewasa dan mencari tahu lebih lanjut tentang keadaan keluarga baruku, entah kenapa aku bisa merasakan sihir di dunia ini, meski itu hanya sesaat dan sangat samar, aku masih dapat mengetahui bahwa dunia di kehidupanku yang baru ini, juga terdapat hal-hal seperti sihir.


Juga sepertinya di dalam jiwaku, perlengkapan suci pahlawan yang aku miliki ikut terbawa olehku, dengan ini aku dapat melindungi keluargaku saat aku sudah dewasa.


Meski ini agak aneh, aku dapat merasakan suatu hal lain di dalam jiwa, aku tidak tahu apa itu, tapi rasanya tidak mengenakkan.


Dan entah kenapa akhir-akhir ini, aku lebih sering merasakan perasaan buruk, seperti sesuatu hal yang sangat buruk akan terjadi, tapi apa itu aku tidak tahu, kuharap tidak ada hal buruk, yang mungkin saja bisa terjadi.


Pov Ken Berakhir.


...


...


...


"Guru... Ke mana kau ini... Aku mencarimu selama ini... Oh Guruku yang kucintai, di mana kau bersembunyi... Apakah kau sudah melupakan aku..." Ucap seorang perempuan di sebuah ruangan yang gelap.


"Hehe Guru... Apakah kau ingin bermain petak umpet, hehe... Jika itu yang kau mau, aku dapat melakukannya..." Ucap perempuan tersebut sambil tersenyum lebar, dengan mata yang penuh dengan penghormatan bahkan terlihat layaknya seorang fanatik.


"Saat aku menemukanmu, aku akan menjadikan hanya kau pria yang dapat menyentuh tubuhku, aku... Mencintaimu Guru... Mueheheh...!" Gumam perempuan tersebut sambil tertawa-tawa dengan yang mata tajam.


...


...


...


"Tuan...!" Ucap sesosok makhluk humanoid, yang terlihat memiliki struktur mirip dengan manusia, hanya saja seluruh tubuhnya terbuat dari semacam sulur yang berwarna hitam pekat, dengan mata yang sangat menyeramkan, dan berwarna merah yang latarnya berwarna hitam.


"Moskuiro apakah kau sudah menemukan yang aku perintahkan?" Ucap sesosok makhluk humanoid, tapi seluruh tubuhnya terdiri dari semacam tulang, yang di balut dengan api yang berwarna hitam pekat, yang saat ini sedang duduk di semacam singgasana, yang terbuat dari logam berwarna merah.


"...Maafkan saya Tuan! Saya masih belum dapat menemukan yang anda inginkan, sebab akhir-akhir ini, beberapa ras manusia menjadi sedikit heboh karena beberapa hal tertentu, yang menyebabkan faksi dewa Jepang menjadi lebih memperhatikan Jepang dengan seksama, oleh karena itu saya cukup kesulitan dalam mencari di Jepang tanpa ketahuan oleh Faksi dewa Jepang." Ucap makhluk yang terlihat mirip sulur, yang ternyata bernama Moskuiro.


"Cih! Aku tidak peduli! Cepat cari dan bawa barang itu kepadaku! Dengan begitu aku dapat menjadi lebih kuat, dan bahkan dapat menjadi sekuat para dewa-dewi itu, bahkan lebih baik dari mereka, sebelum di temukan oleh para Raja atau Ratu yang lain!" Ucap sosok tersebut dengan nada memerintah, dan terlihat begitu marah.


"Baik Tuan, saya memastikan akan segera menemukan apa yang anda inginkan..." Ucap sosok yang terbuat dari sulur tersebut, sebelum menghilang dalam sekejap.


"Aku pasti menjadi yang pertama kali menemukannya, sebelum para Raja dan Ratu yang lain!" Ucap sosok yang sedang duduk di singgasana tersebut dengan mata menyala menyeramkan.


...


...


...


"Heh, biasanya kata orang, tenang sebelum badai... Kuharap itu tidak terjadi, yah meski sebenarnya aku sudah sering mengalaminya di kehidupan sebelumnya..." Ucap Yami dengan menyeringai lebar.


"Krek..." Tiba-tiba saja pintu menuju ke atap terbuka, yang memperlihatkan seseorang yang mengejutkan bagi Yami, untuk berada di atap gedung sekolah.


Orang tersebut kemudian menutup pintu, sebelum menguncinya dengan kunci yang dirinya bawa, lalu orang tersebut mengeluarkan sebuah kotak roko, kemudian mulai membakar roko tersebut, dan mulai menghisapnya.


"Fuuh... Hari terasa begitu melelahkan, aku tidak ingin belajar, aku tidak mau belajar lagi, tapi jika aku tidak dapat berada di rangking pertama di kelas, ibu pasti... Akan memarahiku, atau bahkan memukul kembali, karena tidak dapat memenuhi keinginannya..." Gumam orang tersebut, yang ternyata merupakan seorang perempuan dengan rambut merah, mata tajam berwarna merah juga, serta memiliki tubuh yang menggairahkan.


"Aku tidak ingin belajar!" Ucap perempuan tersebut sebelum memukul ke arah udara tipis, tapi tidak terjadi apa-apa.


"Haaah aku ingin hidup bebas, aku ingin hidup sesuai keinginanku, jika... Aku dapat dipanggil ke dunia lain, seperti novel yang sering aku baca, aku tidak akan berniat untuk kembali ke dunia ini, atau ke ibu...!" Ucap perempuan tersebut yang menatap ke arah langit, entah bagaimana secara misterius perempuan tersebut tiba-tiba saja bercahaya.


"Oi!" Teriak Yami yang mencoba untuk menyuruhnya agar menghindar.


Tapi terlambat, sebab tiba-tiba saja secara mengejutkan perempuan tersebut sudah menghilang tepat di depan mata Yami, hal ini membuat Yami terdiam sebelum mengklik lidahnya.


"Sialan bahkan di kehidupan ini, di bumi alternatif ini, seseorang yang di panggil ke dunia lain masih ada!" Ucap Yami dengan wajah kesal.


Ini bukan pertama kalinya Yami berurusan dengan dunia lain, sebab di kehidupan sebelumnya Yami sering, menjadi orang yang membawa kembali pulang ke bumi, orang-orang yang terpanggil, atau pahlawan dari bumi.


Yami membawa kembali para pahlawan atau Hero, setelah mereka menyelesaikan tugas mereka di dunia lain, ada beberapa hal yang perlu dilakukan, seperti menjaga Hero agar tidak mati, jika terluka parah tidak terlalu dipermasalahkan oleh Yami, tapi jika mati lain lagi ceritanya, karena Yami harus membawa mereka kembali hidup-hidup agar keluarga mereka tidak khawatir, jika dunia lain tidak memiliki cara untuk mengembalikan para Hero, maka Yami lah orang yang harus membawa kembali para Hero ke bumi.


Meski itu perkejaan yang merepotkan, tapi Yami tidak ingin para keluarga Hero menjadi khawatir, ada juga Hero yang tidak mau kembali ke bumi, dan lebih bahagia di dunia lain, maka Yami tidak dapat membawanya kembali, dan hanya membiarkannya hidup bahagia di dunia lain.


Pekerjaan ini, Yami dapatkan pada awalnya karena hanya minat melihat dan mengetahui tentang dunia lain, tapi lama-kelamaan Yami menjadi profesional, dan akhirnya para dewa-dewi dari berbagai faksi di seluruh bumi, menjadikan Yami sebagai orang yang harus berurusan dengan dunia lain.


Meski Yami ingin menolak, tapi dirinya takut dengan berbagai dewa-dewi dari berbagai faksi, maka dirinya hanya bisa menerimanya.


"Sial, apakah aku harus menolongnya? Tapi aku sudah tidak bekerja di bidang itu lagi, dan lagi pula aku tidak cukup kuat untuk bepergian ke dunia lain, sial kuharap dia baik-baik..." Gumam Yami sambil menatap ke arah perempuan yang sebelumnya menghilang di telan cahaya.


...___________________________________...


Halo para pembaca, saya mau menyampaikan permintaan maaf, karena tidak dapat update selama tiga hari sebelumnya, yaitu hari Rabu, Kamis, dan Jumat, sebab kemarin author kurang enak badan jadi tidak dapat update.


Nah sebagai gantinya author update hari ini sekali, untuk meminta maaf, sekaligus untuk menyampaikan kabar baik dan kabar buruk, mau yang mana dulu.


Kabar buruk dulu aja ya, oke author tidak akan update seperti hari biasanya.


Kabar baiknya author masih tetap update tapi hanya pindah jam update saja, yaitu jam enam sore, nah mungkin bertanya kenapa pindah jam update.


Sebab author akan merayakan hari puasa, dan itu sungguh melelahkan, apa lagi jika di tambah dengan harus update di saat tidak memiliki kekuatan yang cukup.


Dan ahem chapter yang akan datang mungkin akan ada beberapa adegan yah, muehehe pasti tahulah, atau juga ada adegan yang uh terlalu menyakitkan, tikung atau istilah bagi para penggemar anime N.tr oleh karena itu author update jam enam sore, agar yang sedang menjalaninya sama seperti author tidak batal karena ahem, marah misalnya.


Yah segitu saja yang mau author sampaikan, sampai bertemu kembali di hari Senin jam enam sore!


...Jangan Lupa LIKE, COMMENT, SHARE, FAVORITE!...