
Yami dan Hanobusho saling menatap, mereka bersiap untuk mengeluarkan serangan terbaik mereka, dalam pertarungan adil tersebut.
"Zzz!"
Tiba-tiba saja Hanobusho mulai berlari dengan sangat cepat menuju ke arah Yami, tapi Yami tidak membiarkan hal tersebut dengan mudah, dirinya segera mengarahkan serangannya ke arah Hanobusho.
Berbagai bilah yang diliputi berbagai kemampuan dari Yami, melayang dengan sangat cepat menuju ke arah Hanobusho.
Tapi Hanobusho dapat menghindar dengan sangat mudah, sesekali dirinya akan menangkis serangan bilah dari Yami.
"Boom!"
"Trang!"
"Brzzz!"
"Grejerzz!"
Hanobusho menghindar dari kanan ke kiri, dan dari kiri ke kanan, dirinya terus berlari sambil menghindar dan sesekali menangkis serangan Yami, lalu saat Hanobusho berjarak seratus meter dari Yami, Yami segera membuat hujan yang terdiri dari ratusan ribu bilah.
"Srett!"
"Tush!"
"Tush!"
"Boom!"
Saat asap hitam mulai muncul dan menutupi tempat Hanobusho, Yami bersiap dengan apa yang mungkin akan terjadi.
"Bzzz!"
Mendengar sebuah suara tepat di belakangnya, Yami segera berbalik, di sana dirinya melihat Hanobusho yang siap untuk memukulnya, dengan tangan kirinya, hal itu sangat tiba-tiba, meski Yami sudah menduganya, tapi tubuhnya tidak dapat berpikir secepat yang otaknya pikirkan.
Yami terpaksa harus menahan pukulan dari Hanobusho dengan menggunakan pedang kertasnya, meski Yami sudah menahannya, tapi serangan Hanobusho lebih kuat dari yang Yami pikirkan, dirinya kemudian terlempar jauh.
"Ahk!"
Setelah Yami terlempar dan berputar-putar, dirinya segera mencoba untuk berdiri, tapi Hanobusho sudah berada di depannya, tepat saat Hanobusho akan memukul wajah Yami, tiba-tiba saja Yami menghilang dan muncul tepat di belakang Hanobusho, dan segera memberikan serangan tebasan ke punggung Hanobusho.
Hal itu membuat Hanobusho terhempas cukup jauh, mencoba membuat Hanobusho tidak memiliki waktu istirahat, Yami segera berlari dengan sangat cepat ke arah Hanobusho.
Hanobusho yang melihat kedatangan Yami segera berdiri, Yami melihat bahwa Hanobusho sudah bangun, jadi dirinya tidak dapat memberikan serangan lebih jauh.
Kemudian saat Yami sudah berjarak sangat dekat dengan Hanobusho, Yami memberikan sebuah serangan tebasan, tapi berhasil di hindari ke kiri oleh Hanobusho, dan Hanobusho membalas dengan memberikan sebuah pukulan menggunakan tangan kanannya.
Tapi berhasil Yami tangkis, dan melanjutkan memberikan serangan tebasan, Yami dan Hanobusho terus saling menebas dan memukul, satu sama lain, mereka bergerak dengan sangat cepat, setiap tebasan yang Yami lontarkan, tidak sekuat pukulan yang Hanobusho berikan, oleh karena itu Yami mengalami lebih banyak luka.
...
...
...
Setelah saling menebas dan memukul satu sama lain, Yami akhirnya mundur ke belakang, dan bersiap.
Tepat saat Hanobusho berada dalam jarak yang dirinya inginkan, Yami segera memberikan sebuah serangan.
"Shāman jumon: Sutēji San: Sourukattā!"
Yami segera melesat menuju ke arah Hanobusho, dan memberikan sebuah tebasan di dadanya, lalu melewatinya dalam waktu satu detik.
"Bzzz!"
"Ahkk!"
...
...
...
Saat ini Yami dan Hanobusho saling menatap, setelah sebelumnya mereka sama-sama berlutut, tidak lama setelahnya mereka segera melompat menjauh menjaga jarak, dan saat ini mereka saling menatap satu sama lain.
"Hehe meskipun kau saat ini lemah, tidak seperti di kehidupan sebelumnya, tapi kau masih dapat menahanku...!" Ucap Hanobusho sambil menyeringai lebar, yang memprovokasi Yami.
"Tentu saja, bukankah kau seharusnya lebih kuat dariku, tapi coba lihat kau saat ini begitu lemah..." Ucap Yami yang juga memprovokasi Hanobusho.
"Ouh aku tidak lemah, aku hanya bermain-main saja denganmu." Ucap Hanobusho yang menyeringai, lalu seluruh luka yang dirinya alami, segera sembuh seketika, hal ini membuat Yami terdiam, dirinya lupa bahwa Hanobusho memiliki kemampuan penyembuhan yang sangat kuat.
"Kenapa kau mencoba begitu keras untuk memiliki kekuatanku?" Ucap Hanobusho yang bertanya dengan heran kepada Yami.
"Aku membutuhkannya untuk menyelamatkan orang yang kuanggap sebagai teman, dan oleh karena itu..." Yami kemudian memunculkan dua pedang kertas.
"Shāman jumon: Sutēji ichi: Kami no ken."
Pedang kertas muncul di tangan kanan Yami.
"Shāman jumon: Sutēji ichi: Kami no ken."
Diikuti dengan kemunculan pedang kertas di tangan kiri Yami.
"Aku akan mengalahkanmu! Untuk mendapatkan kekuatan yang aku butuhkan, untuk menolong orang yang kuanggap sebagai teman, dan oleh karena itu Hanobusho! Aku akan menang dan membuatmu menjadi teman sekaligus rekanku, jadi pinjamkan aku kekuatanmu!" Ucap Yami yang menggunakan salah satu mantra yang seharusnya tidak dia gunakan, tapi hanya itu yang dapat membuatnya menang, jadi dirinya akan menggunakannya.
"Shāman jumon: Sutēji San: Shi no Futago no Ken."
(Note: Artinya, Shi no Futago no Ken \= Pedang Kembar Kematian)
Sebuah cahaya mulai terbentuk di kedua pedang kertas Yami, cahaya itu berwarna biru muda yang sangat terang, cahaya tersebut bahkan menyinari ke seluruh tempat tersebut.
Lalu mulai terbentuk semacam pedang transparan yang terbuat dari cahaya berwarna biru muda keputihan, yang menutupi kedua pedang kertas Yami.
Mantra Shaman tersebut tidak ingin Yami gunakan, sebab sangat sangat membebani seluruh tubuhnya, jika dirinya menggunakan terlalu lama, maka kedua tangannya dapat dipastikan tulang-tulangnya akan hancur berkeping-keping, sementara darah yang berada di kedua tangannya akan hangus terbakar, karena tidak kuat menahan beban dari Mantra tersebut.
Hanobusho yang mendengar kata-kata dari Yami hanya terdiam sejenak, sebelum dirinya akhirnya tersenyum, kali ini bukan seringai geli mengejek, seperti sebelum-sebelumnya, tapi sebuah senyum cerah, yang penuh kebahagiaan.
"Kalau begitu aku akan melihat, seberapa banyak tekad yang kau miliki untuk menjadi teman dan rekanku, sekaligus berapa banyak tekadmu dalam mencoba untuk menyelematkan temanmu!" Ucap Hanobusho yang mengeluarkan banyak energi gelap, di sekitar tubuhnya, seluruh tempat tersebut bercahaya sangat terang, antara warna biru muda keputihan dan warna hitam terang.
Lalu Yami dan Hanobusho saling berlari, menuju ke arah satu sama lain, mereka bergerak dengan sangat cepat, dan tepat ketika mereka bertemu, mereka melontarkan serangan mereka, Yami memberikan serangan tebasan membentuk X menggunakan kedua pedangnya, sementara Hanobusho memberikan serangan pukulan bertubi-tubi menggunakan kedua tangannya.
Tepat ketika kedua serangan mereka bertemu, cahaya berwarna biru mudah keputihan dan hitam terang saling menyatu, lalu meluas menelan Yami dan Hanobusho, tempat sekitar yang terkena serangan mereka berdua, hancur berkeping-keping dan berubah menjadi debu.
...
...
...
Sementara itu Raja Roh yang merupakan Tuan dari Moskuiro melihat ke arah Nana, lalu dirinya bersiap untuk membunuhnya, dirinya mengangkat tangan kanannya, yang memperlihatkan sebuah api hitam berkumpul di telapak tangannya.
Moskuiro yang melihat tindakan Rajanya, hanya diam dan mengamati dengan wajah tenang.
Raja Roh kemudian segera mengarahkan tangannya ke arah Nana, tapi tepat sebelum serangan itu mengenai Nana, tiba-tiba saja Raja Roh tersebut terlempar sangat jauh, sampai menabrak dinding berwarna hitam.
...___________________________________...
...Jangan Lupa LIKE, COMMENT, SHARE, FAVORITE!...