
Yami menyaksikan serangannya berbenturan dengan serangan Blood Scraper, ledakan yang begitu besar dapat terlihat, akibat dari kedua serangan tersebut, membuat Yami dan Blood Scraper terhempas menjauh dan mengalami luka akibat ledakan.
Tapi luka yang dialami oleh Yami lebih sedikit, sebab dirinya telah membuat perisai energi untuk melindungi dirinya sendiri, sedangkan Blood Scraper mengalami luka yang cukup parah.
"Arghhh!" Blood Scraper berteriak kesakitan, dirinya menatap ke arah Yami dengan tatapan tajam dan penuh dengan niat membunuh.
Melihat hal itu, Yami segera bersiap untuk mengakhiri pertarungan ini, dirinya segera mengeluarkan dua buah kertas jimat, Yami segera mengalirkan kekuatannya, lalu Yami menatap ke arah Blood Scraper, dirinya segera melemparkan kedua kertas jimat menuju ke arah Blood Scraper.
Blood Scraper yang merasakan bahaya, yang berasal dari instingnya, segera menciptakan dinding yang terbuat dari darah.
Yami yang melihat hal yang dilakukan oleh Blood Scraper menjadi tersenyum lebar, dirinya segera melepaskan serangannya.
"Shāman jumon: Sutēji San: Hikari no dentatsu."
(Note: Artinya, Hikari no dentatsu \= Transmisi Cahaya)
Seketika cahaya terang dapat terlihat, hal berikutnya yang terjadi adalah, sosok Blood Scraper telah menghilang sepenuhnya dari hadapan Yami, kemudian tidak lama setelah menghilangnya sosok Blood Scraper, sebuah sosok dapat terlihat di sudut Alam Semesta Bimasakti, sosok itu adalah Blood Scraper.
"Shāman jumon: Sutēji San: Raitoburasuto."
(Note: Artinya, Raitoburasuto \= Ledakan Cahaya)
Kemudian cahaya terang dapat terlihat, cahaya itu begitu terang, bahkan Alam Semesta yang gelap menjadi bercahaya, sebelumnya hanya satu sisi Planet mengalami siklus pagi dan siang, sebab sedang berputar di sisi yang disinari oleh Matahari.
Tapi karena cahaya yang begitu terang, yang disebabkan oleh kemampuan Yami, seluruh Alam Semesta Bimasakti menjadi terang, yang juga mengakibatkan Planet-planet yang berada di Alam Semesta Bimasakti, mengalami siklus pagi di berbagai sisi planet, yang sebelumnya sisi tersebut sedang mengalami siklus malam, seketika langsung mengalami perubahan menjadi siklus pagi.
Hal ini seketika menyebabkan berbagai masalah, terutama di bumi, penduduk bumi yang bukan bagian dari sisi Supranatural, atau istilah mudahnya manusia biasa, mereka mengalami serangan panik yang disebabkan oleh kejadian fenomena aneh tersebut.
Mereka segera mengalami berbagai masalah, terutama dengan banyaknya orang yang berpikir bahwa akhir dunia akan tiba, karena hal ini seluruh kepemerintahan di berbagai negara, memulai pertemuan besar, mereka segera mengajukan berbagai pertanyaan, kepada orang-orang yang ahli dengan Sains dan Ruang Angkasa.
Seketika para Ilmuwan mulai bekerja dengan sangat keras, untuk mencari tahu hal itu, mereka mencoba mencari tahu asal dari kejadian fenomena aneh tersebut, sementara itu di sisi Supranatural mereka juga mengalami keterkejutan.
Tapi keterkejutan sisi Supranatural tidak terlalu besar, meski begitu mereka cukup waspada terhadap invasi yang mungkin akan terjadi, sebab mereka tahu bahwa di dunia ini bukan hanya ada manusia yang berasal dari Bumi saja, oleh karena itu mereka menjadi waspada.
Terhadap invasi yang mungkin terjadi, dan perang yang mungkin akan terjadi akibat invasi, meski begitu mereka tidak sepanik para manusia biasa, beberapa Faksi Besar Supranatural mengetahui lebih cepat dibandingkan manusia biasa, mengenai letak asal cahaya tersebut berasal, setelah mereka mengetahui itu para Faksi Besar mulai mencoba, mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi di Ruang Angkasa.
Sementara Bumi mengalami kepanikan, Yami yang telah menggunakan terlalu banyak energi menjadi lelah, dirinya mengalihkan pandangan menuju ke arah Wick, yang telah menyelesaikan pertarungannya, terlihat Wick juga tidak dalam kondisi yang sehat.
Saat Wick akan terjatuh, Yami segera bergegas menangkap Wick, yang terhuyung-huyung dan akan terjatuh.
"Kerja bagus..." Gumam Yami dengan kondisi yang tidak jauh berbeda, dengan yang dialami oleh Wick, Yami segera melihat ke arah istana atau kastil.
Yami segera meletakkan Wick di tanah, dirinya segera mengeluarkan sebuah kertas jimat, mengetahui kondisi Wick yang terluka terlalu parah, Yami berniat untuk menggunakan Mantra Shaman yang sangat kuat, untuk menyembuhkan luka yang dialami oleh Wick.
"Shāman jumon: Sutēji San: Jōka no shiroi bara."
(Note: Artinya, Jōka no shiroi bara \= Mawar Putih Pemurnian)
Lengan kanan Wick yang telah benar-benar menghilang sepenuhnya, mulai tumbuh kembali secara perlahan, hal itu terlihat begitu menjijikkan, sebab dengan mulai tumbuhnya tulang lengan kanan milik Wick, yang terlihat sangat menyeramkan.
Lalu dilanjutkan dengan mulai tumbuhnya daging, yang melapisi tulang lengan kanan, jika seseorang yang lemah mental melihat adegan tersebut, orang tersebut pasti akan pingsan, sebab tidak kuat melihat daging yang menggeliat dan menjijikkan tumbuh kembali.
Yami yang sudah biasa dengan melihat tulang, daging membusuk, dan darah hitam yang mengering, merasa bahwa pemandangan yang ada di hadapannya tidak terlalu menjijikkan baginya.
Setelah selesai menyembuhkan Wick, Yami merasa bahwa tubuhnya sudah siap mengalami kondisi pingsan berdiri, tapi dirinya segera menyadari bahwa dirinya tidak boleh pingsan, sebelum mengantar Wick sampai ke istrinya.
Sebab Yami ingat bahwa dirinya berjanji tidak akan membiarkan hal yang pernah dialami oleh Karina, akan dialami oleh orang yang dirinya kenal, karena itu Yami segera bergegas mengangkat tubuh Wick.
"Uh... Ya-mi?" Gumam Wick dengan nada lelah, dirinya masih dapat merasakan rasa sakit di seluruh tubuhnya, meski begitu rasa sakit itu secara perlahan mulai mereda.
"Kau sudah bangun? Kalau begitu ayo kita segera temui istrimu, dirinya pasti sudah melahirkan..." Ucap Yami dengan tersenyum tipis, setelah meletakan lengan kiri Wick di bahunya, Yami segera membuka portal dan membopong Wick berjalan masuk ke dalam portal.
...
...
...
"Howeee!" "Howweee!"
Tepat saat Yami dan Wick sampai di tempat Putri Kaguya akan melahirkan, mereka berdua mendengar sebuah suara tangisan bayi yang baru saja lahir, Wick yang melihat bayinya, segera berlari ke arah Karina.
"Karina! Apakah kau baik-baik saja?!" Ucap Wick dengan wajah khawatir.
"... A-aku... Baik... Ba-baik saja... Lalu... Kita akan... Mem-berinya... Nama siapa...?" Ucap Putri Kaguya yang berbicara dengan kondisi lemah, sebab habis melakukan proses melahirkan.
"Dia perempuan..." Ucap Karina yang memberitahukan jenis kelamin, bayi Wick dan Putri Kaguya.
"Howaitomun... Namanya mulai sekarang adalah Howaitomun." Ucap Wick dengan tersenyum lebar, mendengar nama bayinya membuat Putri Kaguya tersenyum tipis.
"Howaitomūn... Bu-bulan putih... Nama yang in-indah..." Gumam Putri Kaguya dengan senyum tipis yang terpampang di wajahnya, tidak lama setelah itu Putri Kaguya tidak sadarkan diri.
"Kaguya!" Ucap Wick dengan khawatir.
"Tenang saja, dia hanya pingsan sebab terlalu kelelahan, sehabis melakukan proses melahirkan." Ucap Karina yang seketika membuat Wick menjadi tenang, kemudian Wick di suruh oleh Karina untuk pergi, sebab hanya akan mengganggu proses pemandian bayi, dan mengganggu istirahat dari sang ibu yaitu Putri Kaguya.
Wick kemudian melihat ke sekitar, tapi dirinya tidak menemukan keberadaan Yami, sementara itu Yami yang terlalu lelah, tidak sanggup menahan diri, oleh karena itu dirinya mencari sebuah kamar di istana, setelah menemukan sebuah kamar Yami segera tertidur dengan lelap.
...___________________________________...
...Jangan Lupa LIKE, COMMENT, SHARE, FAVORITE!...