Reincarnation: System Shaman

Reincarnation: System Shaman
Chapter 26 - Masalah Di Dalam Kereta



Yami lalu berjalan menuju ke arah stasiun kereta, sesampainya di sana Yami baru ingat, bahwa dirinya juga harus kembali ke rumah, oleh karena itu Yami membuat Salinan dirinya sendiri, yang akan menggantikannya, sementara dirinya pergi ke Sekolah Bunga Plum.


Setelah membeli tiket kereta, Yami kemudian menunggu kereta datang, tidak lama kemudian kereta akhirnya datang, lalu Yami segera naik ke dalam kereta.


Tidak lama setelahnya kereta mulai berjalan, sambil menunggu keretanya sampai ke tujuan, Yami melihat ke sekitar gerbong kereta, lumayan cukup banyak penumpang yang berada di sana, hal ini membuat Yami berpikir untuk tidur sejenak.


Tidak lama setelah Yami memejamkan mata, tiba-tiba saja di salah satu gerbong kereta yang berada di kereta yang sama dengan Yami, saat ini terdapat dua orang yang cukup mencurigakan, dari tingkah lakunya, yang hanya diam dan memakai pakaian serba hitam, dan masing-masing dari mereka membawa sebuah koper hitam.


"Hei Olu-san menurutmu, apakah kita benar-benar dapat menemukan seekor Spesialis Killer...?" Ucap seorang wanita yang berpakaian hitam, dan sedang duduk dengan posisi yang tegak.


"Diamlah Kekan... Kita saat ini sedang menjalankan misi..." Ucap pria yang bertubuh besar dan tinggi, yang juga duduk dengan posisi tegak.


"Eh aku hanya bertanya saja, lagi pula kau tahu bukan seorang Spesialis Killer itu sangat sulit untuk dikalahkan, bahkan jika kita bertiga bersama." Ucap wanita yang bernama Kekan dengan wajah datar, tapi kedua matanya terlihat lelah.


"Ini sudah merupakan hal yang wajar, lagi pula di mana Ken berada sekarang?" Ucap pria bertubuh kekar bernama Olu.


"Kalau tidak salah, di gerbong lima? Ada apa..." Ucap Kekan dengan wajar datar.


"Sudah kukatakan kita harus terus bersama..." Ucap pria bernama Olu dengan nada suara kesal, meski begitu raut wajahnya tidak banyak berubah.


"Hehe kau tahu bukan, dia pria yang buta arah, jadi dia salah masuk gerbong dan sebelumnya, beberapa menit yang lalu, dia mengirimkan pesan kepadaku..." Ucap Kekan yang tertawa pelan.


"Sigh... Baiklah katakan kepadanya kita akan bertemu di gerbong tujuh." Ucap Olu yang memerintah untuk mengabarkan kepada salah satu temannya.


"Baiklah... Nah aku sudah mengirim pesan kepadanya..." Ucap Kekan yang selesai mengirim pesan.


Sementara itu di gerbong lima, seorang pria yang terlihat mencurigakan, yang penampilannya mirip dengan dua orang yang sebelumnya, berada di gerbong sembilan.


"Begitukah, nah arah menuju ke gerbong tujuh ke mana ya... Hem remaja pria itu sedang tertidur, kurasa aku dapat bertanya kepadanya." Ucap pria tersebut yang berjalan menuju ke arah seorang remaja pria yang terlihat seperti anak SMP, yang sedang tertidur di dalam gerbong kereta.


"Permisi..." Ucap pria tersebut yang menyenggol remaja pria, yang sedang tertidur tersebut.


Tidak lama kemudian remaja pria yang sebelumnya tertidur, langsung terbangun dan menatap tajam ke arah pria mencurigakan tersebut.


"Halo nak... Bisakah kau memberitahukan kepadaku arah menuju ke gerbong tujuh?" Ucap pria mencurigakan tersebut.


"Gerbong tujuh? Bukankah itu arah ke sana?" Ucap remaja pria tersebut yang menunjukkan ke arah kanannya.


"Ouh ke arah situkah gerbong tujuh? Terimakasih nak..." Ucap pria tersebut yang segera berjalan ke arah yang ditunjuk oleh remaja pria tersebut.


'Sial kenapa aku malah bertemu dengan seorang Squad Spesialis...? Apakah ada suatu hal besar yang berada di kereta ini?' Pikir Yami dengan wajah bingung.


'Squad Spesial, mereka adalah Spesialis yang sangat kuat dan sangat ahli, mereka adalah bagian dari pasukan khusus, yang hanya digunakan jika ada suatu hal besar atau sangat berbahaya di suatu tempat.'


'Dan jika mereka berada di kereta ini, bukankah itu berarti ada suatu hal besar yang akan terjadi... Sial aku sangat ingin menghindari masalah sialan...!' Pikir Yami yang mengutuk kesialannya.


'Padahalkan aku hanya berniat pergi ke sebuah sekolah saja, mengapa ada begitu banyak masalah yang harus aku lalui.' Pikir Yami dengan wajah tidak berdaya.


'Sigh... Tidak peduli apa yang terjadi, aku tidak akan pergi membantu, bahkan jika itu terjadi mengakibatkan korban jiwa, aku bukanlah seorang pahlawan tapi aku juga bukan seorang penjahat, aku hanya pria yang suka uang dan wanita!' Pikir Yami dengan wajah penuh tekad, sementara orang-orang yang berada di sekitar gerbong yang sama dengan Yami, merasa aneh dengan tingkah laku dari Yami.


Tapi Yami tidak memperhatikannya, karena terlalu fokus dengan pikirannya sendiri.


"Hei bukankah sudah kubilang untuk jangan pergi jauh-jauh dari kami Ken...!" Ucap pria berbadan kekar yang bernama Olu.


"Hei hei Olu-san tenanglah kau tahu bukan, aku ini susah mencari arah, lagi pula kalian saja yang terburu-buru." Ucap pria yang sebelumnya berbicara dengan Yami, untuk menanyakan tentang arah.


"Sigh... Lupakan, sekarang aku akan memberitahukan detail misi ini kepada kalian berdua..." Ucap Olu dengan wajah serius.


"Baik." Ucap Kekan dan Ken secara bersamaan.


"Kita akan menemukan seorang Spesialis, yang telah banyak membunuh Spesialis lainnya, dia dikenal sebagai Spesialis tipe penguatan tubuh yang ekstrim, karena itu dirinya dapat membunuh banyak Spesialis lemah, yang tidak memiliki kekuatan untuk bertarung, tugas kita menemukannya dan menangkapnya." Ucap Olu yang memberikan informasi mengenai Spesialis Killer.


"Begitukah... Ini akan menjadi misi yang sedikit merepotkan, sebab kita harus mencari di antara kerumunan manusia biasa." Ucap Kekan dengan melihat ke arah sekitar.


"Ya, karena itu aku mau kalian lebih berhati-hati dalam misi kali ini, terutama kau Ken, kau ini orang yang paling banyak membuat kerusakan dalam setiap misi yang kau jalani." Ucap Olu yang memfokuskan pandangannya ke arah Ken.


"Aku tau..." Ucap Ken dengan datar.


"Sigh..." Ucap Olu yang menghela nafas lelah.


Yami saat ini sedang melihat ke sekitar dengan wajah datar, tapi di dalam pikirannya dirinya sedang dipenuhi dengan banyak pertanyaan.


'Hem... Apa ya kira kira yang sedang dilakukan oleh para Squad Spesialis itu?' Pikir Yami dengan bingung, sebelum akhirnya Yami mendapatkan suatu ide.


'Hehe aku hanya perlu mencari tahu sendiri jawabannya...' Pikir Yami dengan tersenyum lebar.


'Ouh sial... Ternyata mereka mencoba menangkap seorang Spesialis Killer... Sialan... Jika ini berkaitan dengan Spesialis Killer maka aku akan membantu sedikit.' Pikir Yami yang tersenyum tipis, sebelum menggunakan salah kemampuannya yang membuat Spesialis Killer tidak sadarkan diri.


Setelah Spesialis Killer tertidur, Yami segera membuat suatu percikan kecil energi, yang dapat dirasakan oleh Squad Spesialis.


Tidak lama setelah Yami membuat percikan kecil energi, para Squad Spesialis segera bergegas ke arah percikan yang Yami buat, mereka melihat seseorang yang mereka cari, sedang tidak sadarkan diri, meski mereka merasa aneh, tapi mereka tidak terlalu memperdulikannya, bagi mereka menyelesaikan misi itu yang utama.


Kemudian kereta akhirnya berhenti di tempat tujuan Yami, hal ini membuat Yami tersadar dari memata-matai para Squad Spesialis, Yami kemudian pergi berjalan keluar dari dalam kereta.


Halo Para pembaca sekalian, author mau menyampaikan sedikit informasi masih nih, author akan membuat sebuah event, yang di mana para pembaca yang memberikan paling banyak Vote kepada Author, dan masuk ke dalam list tiga besar dalam peringkat Umum dan Mingguan, namanya akan author gunakan sebagai salah satu karakter dalam novel author ini loh, kaya misalnya..


Karakter Olu berasal dari peringkat pertama rangking umum yaitu orng luar


Karakter Kekan berasal dari peringkat kedua rangking umum yaitu GREED [KETAMAKAN]


Karakter Ken berasal dari peringkat ketiga rangking umum yaitu kentang goreng


Terimakasih banyak kepada tiga nama yang ada di atas, dan para pembaca semua yang telah mendukung Author.