
Nana merasakan kepalanya sedikit sakit, dirinya mencoba untuk membuka kedua matanya.
Dia melihat ke arah sekitar, dirinya menemukan bahwa dirinya saat itu sedang berada di sebuah ruangan, dia juga menemukan tubuh seorang temannya.
"Hikari, bangun Hikari." Ucap Nana yang mencoba untuk membangunkan Hikari yang berada tepat di sebelahnya, dengan cara menggoyangkan tubuh Hikari secara perlahan.
"Ehm... Ini di mana?" Ucap Hikari dengan melihat ke sekitar.
"Kalian sudah bangun?" Ucap seorang wanita kantoran yang tiba-tiba saja masuk ke dalam ruangan.
"Ya...Ano... Ini di mana ya?" Ucap Nana dengan menatap ke arah wanita tersebut dengan wajah ragu-ragu dan sedikit waspada.
"Ini ruang kesehatan di Sekolah kalian, guru hanya memindahkan kalian ke tempat yang tenang, nah aku akan memanggil yang lain." Ucap perempuan tersebut yang kemudian keluar dari ruangan, meninggalkan Nana dan Hikari di sana.
Tidak lama kemudian Lily, Kazane, Kenma, Airis, Chizu, Farayaka, Haruki dan seluruh anggota Fraksi kepala sekolah, datang ke ruangan tempat Nana dan Hikari berada, diikuti oleh perempuan kantoran, yang datang terakhir.
"Namaku adalah Kina Kishimoto, seorang Spesialis, aku adalah murid dari guruku yaitu Kieru, atau bisa dikatakan dengan nama aslinya yaitu Yami Tanaka." Ucap Kina yang memperkenalkan dirinya dengan sedikit membukukkan tubuhnya.
"Apa? Kau murid Yami?" Ucap Nana dengan wajah bingung.
"Ya, aku adalah muridnya, dan calon istri masa depannya." Ucap Kina yang memegang pipi kanannya, menggunakan tangan kanannya, dan tersenyum dengan wajah seorang fanatik.
"Apa! Tidak! Yami adalah suami masa depanku!" Ucap Nana yang membantah dan menatap tajam ke arah Kina, tapi Kina hanya membalas tatapannya, yang membuat Nana menelan ludahnya, karena aura intimidasi yang keluar dari tubuh Kina kepadanya.
"Guru hanya milikku..." Ucap Kina dengan nada datar yang dingin.
"Apa! Kau...!" Ucap Nana yang kembali marah dan menatap Kina dengan mata penuh kebencian.
"Ahem!" Airis yang melihat perdebatan mereka tidak tahan lagi, dan akhirnya mencoba untuk menghentikan pertengkaran mereka berdua.
"Cih!" Ucap Nana dan Kina yang mengklik lidah mereka.
"Jadi, apa alasanmu datang ke tempat ini, kau belum mengatakannya sejak aku bangun?" Ucap Airis yang melihat ke arah Kina.
"Aku datang karena aku ingin mencari guru, sudah beberapa tahun semenjak terakhir kali aku bertemu dengannya, aku ingin sekali bertemu dengan guru, tapi karena aku harus mengurus beberapa hal, aku tidak sempat melakukannya, dan hanya dapat melakukannya sekarang, tapi aku tidak menyangka malah akan menemukan guru sedang bertarung dengan Roh Jahat Tingkat Tinggi." Ucap Kina yang menjelaskan kedatangannya.
"Begitukah? Lalu di mana Yami sekarang?" Ucap Airis yang bertanya kepada Kina.
"Hem... Aku tidak ta-?" Sebelum Kina dalam menyelesaikan kata-katanya, tiba-tiba saja gelombang Energi yang sangat besar menyapu seluruh sekoah, hal ini tidak hanya terjadi di Sekolah Bunga Mekar.
Tapi terjadi di seperempat bagian bumi, hal ini berasal dari serangan Yami melawan Hilton, jika terdapat fenomena skala besar seperti itu, maka itu akan menjadi pembicaraan di berbagai fraksi dunia Supranatural.
"Apa itu!" Ucap Haruki dengan wajah terkejut.
"Itu Energi yang sangat kuat, hal ini dapat memicu berbagai macam masalah, di seluruh belahan dunia Supranatural!" Ucap Lily dengan menatap ke sekitar.
"Benar, hal ini pasti akan memicu masalah di seluruh dunia Supranatural, tapi yang jadi pertanyaan ini berasal dari pertarungan siapa?" Ucap Kenma dengan menatap ke sekitar, karena gelombang Energi masih tersisa di beberapa tempat.
"Boom!" Sebuah ledakan yang sangat hebat dapat terdengar di seperempat bagian bumi.
"Bzzz!" Diikuti dengan terdengarnya sebuah gemersik.
"Psyuuh!" Kemudian cahaya berwarna hitam mulai terlihat menyala begitu terang.
Kali ini hal tersebut tidak hanya dirasakan oleh orang-orang Supranatural, tapi juga manusia biasa, dan hal itu bahkan dapat menyebabkan masalah yang lebih besar, kali ini Asosiasi Penyihir, Asosiasi Petualang, Asosiasi Kesatria, Asosiasi Kemanusiaan, dan lain-lainnya pasti akan segera bergegas, untuk menyelesaikan masalah tersebut, agar tidak membuat masalah bagi para manusia biasa.
"Sial siapa yang dapat menyebabkan kekuatan skala besar seperti ini!" Ucap Airis yang menatap tajam ke arah cahaya itu berasal.
...
...
...
"Hei Hanobusho... Apakah dia sudah mati?" Ucap Yami yang sudah kembali ke dunia nyata, dan bertanya kepada Hanobusho yang berada di dunia alam bawah sadarnya.
"Dia sudah mati, aku tidak merasakan tanda-tanda keberadaannya." Ucap Hanobusho yang tidak merasakan keberadaan Hilton.
"Nah itu bagus... Huff... Haah... Huff... Seluruh tubuhku terasa sakit, tubuh fisikku tidak sanggup menahan kekuatanmu, tidak seperti di kehidupan sebelumnya, sial... Mulai sekarang aku akan memfokuskan melatih tubuh fisik..." Ucap Yami yang bernafas dengan nafas berat.
"Lakukanlah, tapi sekarang kau sebaiknya segera pergi dari sini, karena seranganmu akan menarik beberapa individu yang akan segera datang." Ucap Hanobusho yang mengingatkan Yami.
"Tentu, Hem... Ini!" Saat Yami akan segera pergi, dirinya menemukan sesuatu hal yang menakjubkan di dasar laut, yaitu sebuah lingkaran teleportasi skala besar, dan juga terdapat beberapa artefak yang sangat bagus, tapi yang menarik perhatian Yami adalah sebuah mahkota yang terbuat dari suatu logam berwarna hitam kemerahan.
"Apa itu?" Ucap Hanobusho dengan nada penasaran.
"Kau tidak tahu? Bukankah kau selalu berada di dalam tubuhku?" Ucap Yami dengan bingung, karena Hanobusho bertanya mengenai artefak yang membuatnya terkejut, jika Hanobusho selalu berada di dalam tubuhnya, pasti Hanobusho tahu mengenai artefak yang dirinya temukan.
"Aku memang selalu berada di dalam tubuhmu, tapi bukan berarti aku akan selalu mengawasimu, bagaimanapun juga aku selalu berniat untuk lepas agar dapat bertarung lagi denganmu." Ucap Hanobusho yang menjawab dengan nada datar.
"Ouh begitukah, nah ini salah satu barang milik Dewa Luar Dominus aeternitatis, dia adalah Dewa yang menjaga alam semesta, jika Izanami dan Izanagi dan Dewa-Dewi lain yang berada di bumi adalah Dewa suatu planet, atau bisa dikatakan Dewa Dalam, nah Dewa Luar adalah Dewa yang otoritasnya lebih tinggi dan lebih kuat, yang berada di alam semesta itu sendiri, kau paham sekarang?" Ucap Yami yang bertanya kepada Hanobusho.
"Ouh, lalu bagaimana benda ini bisa berada di alam semesta ini, bukankah kita berada di dunia paralel di alam semesta yang berbeda?" Ucap Hanobusho yang menjadi sedikit tertarik.
"Nah itulah yang juga aku tidak ketahui." Ucap Yami dengan wajah berpikir keras.
"Lalu apa kehebatan benda ini, aku merasakan kekuatan yang sangat besar?" Ucap Hanobusho yang bertanya tentang hal yang dirinya rasakan.
"Ini adalah Mahkota Lex Aeterna, sebuah Mahkota yang di mana jika dipakai oleh seseorang maka orang tersebut tidak akan mati karena menua, tapi tetap akan mati jika terbunuh terkena serangan, ini juga ada penangkal penyakit dan kutukan, jadi yang memakainya akan kebal terhadap penyakit dan kutukan, tapi jika terkena racun akan tetap mati, tapi jika terkena virus atau bakteri tidak akan mati, dan dapat membuat luka sembuh lebih cepat." Ucap Yami yang menjelaskan tentang hal yang dirinya ketahui mengenai Mahkota Lex Aeterna.
...___________________________________...
...Jangan Lupa LIKE, COMMENT, SHARE, FAVORITE!...