Reincarnation: System Shaman

Reincarnation: System Shaman
Chapter 69 - Latihan Takeshi Part 1



Keesokan harinya Takeshi bangun dengan bersemangat, dirinya segera pergi mandi, setelah selesai dirinya bergegas memakai pakaian, lalu Takeshi pergi ke bawah dan mulai menyiapkan makanan, selesai makan Takeshi bersiap-siap pergi ke arah rumah pemimpin ibukota.


Sebelumnya Miruno menyuruh Takeshi segera pergi ke rumah pemimpin ibukota, karena pada hari itu, atau bisa di katakan hari ini, Takeshi sedang libur, sampai hari Minggu, dunia ini tidak jauh berbeda dengan bumi, hanya saja perkembangan teknologi dunia ini jauh lebih berkembang dari bumi.


Saat Takeshi sedang berjalan menuju ke arah rumah pemimpin ibukota, dirinya secara tidak sengaja bertabrakan dengan seorang pria, yang sedang menatap handphone dengan wajah bingung.


"Ah! Maaf aku terlalu fokus, sampai-sampai menabrakmu." Ucap pria tersebut yang buru-buru membantu Takeshi berdiri.


"Tidak apa-apa, kalau begitu saya permisi dulu..." Ucap Takeshi yang menggelengkan kepalanya, lalu kembali berjalan menuju ke rumah pemimpin ibukota, jika Takeshi lebih waspada dengan sekitar, dirinya pasti akan segera sadar bahwa pria yang sebelumnya bertabrakan dengannya baru saja mengambil dompetnya.


Sementara Takeshi terus berjalan dengan tanpa sadar sudah di curi, di suatu tempat di sebuah gang yang gelap, pria sebelumnya yang mencuri dompet Takeshi menatap dompet dengan sedikit senyum pahit.


"Maaf nak... Aku tidak memiliki mata uang dunia ini, jadi kuharap kau memaafkanku..." Ucap pria tersebut dengan sedikit menggaruk hidungnya, lalu memeriksa uang yang berada di dalam dompet.


"Hem... Apa? hanya dua lembar uang kertas? Sial sepertinya aku mencuri anak yang miskin!" Ucap pria tersebut dengan menggaruk kepalanya.


"... Aku tahu... Jika bertemu kembali aku akan segera mengembalikan dompetnya, sigh... Bukankah kau ini sebenarnya jahat? Kenapa kau menyuruhku untuk mengembalikan barang orang lain...?" Ucap pria tersebut yang bergumam dengan nada lelah.


"Hehe kau benar juga, dia anak yang waktu itu bukan?" Ucap pria tersebut yang mengingat sesuatu.


"Aku merasa dalam waktu dekat aku akan bertemu dengan anak itu lagi, haha dunia ini lebih menarik dari yang aku duga." Ucap pria tersebut yang tertawa kecil, sebelum menghilang di kegelapan sebuah gang.


...


...


...


Sementara itu Takeshi saat ini sudah berada di depan rumah pemimpin ibukota, di sana Takeshi sudah di tunggu oleh Miruno, yang menatapnya dengan tatapan datar.


"Kau lama sekali." Ucap Miruno dengan nada datar.


"Haha aku perlu mandi dan makan bukan? Oleh karena itu aku membutuhkan waktu yang cukup lama..." Ucap Takeshi yang menggaruk kepalanya.


"Baiklah ayo kita segera pergi markas BOWP." Ucap Miruno yang segera berjalan masuk ke kediaman pemimpin ibukota.


Melihat hal itu Takeshi hanya dapat tersenyum kecut, sebelum akhirnya, dirinya segera bergegas menuju ke arah Miruno.


Tidak lama kemudian mereka berdua akhirnya sampai di markas BOWP, dari sana Miruno mengajak Takeshi ke ruang ganti pakaian latihan milik para Bearer, sebelumnya tubuh Takeshi sudah di ukur oleh para anggota BOWP, oleh karena itu pakaian latihan milik Takeshi sudah ada di ruang ganti.


Sesampainya di sana Takeshi di suruh Miruno untuk berganti pakaian, sementara dirinya juga akan berganti pakaian di ruang sebelah, dari tempat Takeshi berada.


Saat Takeshi sedang berganti pakaian, dirinya tidak sengaja mengecek dompetnya, tapi saat dirinya merasakan bahwa dompetnya tidak ada, Takeshi menjadi panik dan segera memeriksa dengan hati-hati dan teliti, setelah mencari selama beberapa menit, Takeshi akhirnya yakin bahwa dirinya kecopetan.


"Sial! Siapa yang mencompet dompetku!" Ucap Takeshi dengan wajah kesal dengan melihat ke arah kantong celananya.


"Hei rekan, bukankah kau sebelumnya menabrak seseorang, bukankah itu berarti orang itu yang mencompet dompetmu?" Ucap Albamofau yang mengingatkan Takeshi, mengenai seorang pria yang sebelumnya Takeshi temukan di jalan yang menabraknya.


"Ah! Kau benar! Albamofau! Sialan lain kali jika bertemu, aku pasti akan memukul wajahnya!" Ucap Takeshi dengan wajah kesal.


"Uh... Baik-baik aku pasti akan menjadi lebih kuat kuat, agar tidak ada orang yang dapat mencuri dompetku!" Ucap Takeshi dengan membusungkan dadanya, dengan mata tegas.


"Haha tentu tentu, kalau begitu sebaiknya kau segera keluar dari ruang ganti, sebab jika kau berada di sini lebih lama lagi, wanita itu akan memukulmu habis-habisan!" Ucap Albamofau yang mengingatkan Takeshi untuk segera keluar dari ruang ganti baju.


"Benar! Aku harus cepat!" Ucap Takeshi yang buru-buru berganti pakaian.


Sementara itu di lapangan Miruno sedang menunggu Takeshi dengan wajah datar, dirinya menunggu dengan tenang, meski begitu aura kesal menyelimuti sekitar Miruno.


"Pria selalu lama, dasar...!" Ucap Miruno dengan nada datar, meski begitu terkandung kekesalan di nada datarnya.


Tidak lama kemudian Takeshi segera datang ke lapangan, melihat hal itu Miruno menatap tajam ke arah Takeshi.


"Kau lama...!" Ucap Miruno dengan nada datar yang mengandung nada kesal.


"Maaf maaf, kalau begitu apa yang harus aku lakukan?" Ucap Takeshi dengan wajah bingung, setelah meminta maaf, dirinya tidak tahu harus memulai latihan dari mana.


"... Kita akan memulai dari fisikmu, meski jika kau naik Level, kekuatan serta segala aspek fisikmu juga akan meningkat, kau tetap tidak boleh mengandalkan mereka terlalu banyak." Ucap Miruno yang menjelaskan mengenai latihan pertama dari Takeshi.


"Uh baiklah, lalu apa yang harus aku lakukan?" Ucap Takeshi dengan wajah penasaran.


"Push Up, sit up, pul up, squat jump, seribu kali, lari seratus kilometer." Ucap Miruno dengan nada datar, tapi Takeshi yang mendengarnya melotot ketakutan.


"Serius? Maksudku itu terlalu banyak!" Ucap Takeshi dengan wajah ketakutan terpampang jelas di wajahnya.


"Setiap anggota yang lain, berlatih lebih keras dari itu, mereka melakukan Push up, sit up, pul up, squat jump, sebanyak sepuluh ribu kali hanya dalam beberapa jam saja, termasuk lari sejauh seribu kilo meter." Ucap Miruno dengan nada datarnya yang biasa.


"Uh... Baiklah..." Ucap Takeshi yang mulai melakukan push up.


Melihat Takeshi yang melakukan push up dalam waktu yang lama, membuat bibir Miruno berkedut, dirinya menatap tajam ke arah Takeshi.


"Apakah kau ini pria atau perempuan? Mengapa kau lama sekali?" Ucap Miruno dengan wajah datar dan nada dingin, hal ini membuat Takeshi merinding.


"Sial apakah ini masih latihan untuk manusia..." Ucap Takeshi yang mau menangis.


"Cepat! Gerakan tubuhmu, bukan mulutmu!" Ucap Miruno dengan nada dingin, hal ini membuat Takeshi merinding dan berusaha sekuat tenaga untuk bergerak, melihat gerakan Takeshi yang salah, Miruno menyuruh Takeshi untuk mengulang menghitung, hal ini membuat Takeshi mengeluarkan air matanya.


"Ini bukan latihan untuk manusia!" Ucap Takeshi yang berteriak keras, dan menangis sambil terus melakukan push up.


Melihat Takeshi dari jauh, Karina hanya tersenyum tipis, sebelum mengalihkan pandangannya ke arah Diana yang berada di depannya.


"Apakah kau yakin terdapat sebuah fluktuasi energi, di sekitar ibukota beberapa hari yang lalu? Dan itu berasal dari kedalaman hutan?" Ucap Karina yang bertanya sambil melihat-lihat berkas-berkas yang diberikan oleh Diana.


"Ya, aku sudah pergi ke sana, dan terdapat bekas semacam lubang lingkaran bulat, yang di mana tanah atau tanaman di sekitarnya menghilang, membentuk lubang lingkaran bulat tersebut." Ucap Diana yang menganggukkan kepalanya.


...___________________________________...


...Jangan Lupa LIKE, COMMENT, SHARE, FAVORITE!...