
Setelah berpisah dengan Yami, Merlin membimbing Silvia, Olcisa, Diana dan Furutayusa, mencari letak keberadaan dari sel penjara, yang menahan Putri Kaguya.
Setelah Merlin mencari selama beberapa puluh menit, Merlin akhirnya menemukan dua penjaga, yang sedang berada tepat di sebuah pintu, Merlin segera mengekstrak kenangan kedua penjaga tersebut.
Ternyata pintu yang di jaga oleh kedua penjaga itu, menuju ke ruang bawah tanah, yang merupakan sel penjara Putri Kaguya.
"Hei kenapa kita harus menjaga putri terkutuk itu? Sementara yang lainnya sibuk mencari orang-orang yang menyerang kastil?" Ucap seorang penjaga dengan wajah kesal.
"Hei jangan mengeluh terus, lagi pula ini pekerjaan yang aman." Ucap penjaga lain sambil tersenyum.
"Tapi hei! Menurutmu apakah kita tidak sebaiknya mencoba beberapa hal dengan Putri Terkutuk itu?" Ucap penjaga sebelumnya dengan menyeringai.
"Jangan memikirkan hal yang bodoh, kita bisa saja di tangkap dan di bunuh karena tidak mengikuti perintah Jendral Rab!" Ucap penjaga yang takut, dengan seseorang yang bernama Jendral Rab.
"Cih dia benar-benar menyebalkan bukan? Karena cintanya terhadap Sang Ratu tidak terbalaskan, dia berniat untuk membunuh Putri Terkutuk, dan menjadikan anak Putri Terkutuk sebagai istrinya?" Ucap penjaga dengan nada kesal.
Melihat percakapan antara kedua penjaga tersebut, Merlin memahami beberapa hal, pertama semua hal ini ada hubungannya dengan Jendral Rab, kedua dirinya harus menghabisi kedua penjaga, karena membuatnya kesal.
Merlin membuat lingkaran sihir di kedua leher penjaga, lalu kedua penjaga tersebut mati seketika, Merlin segera membuat tubuh dari kedua mayat penjaga sebagai boneka, yang di mana akan membantunya berjaga jika ada seseorang yang berniat masuk.
Kemudian Merlin pergi menuju ke ruang bawah tanah, sesampainya di sana Merlin menemukan istri Wick, yaitu Putri Kaguya, seorang wanita cantik rambut putih panjang terurai, dengan memiliki perut besar, sebab sedang hamil.
"Siapa kalian?" Ucap Putri Kaguya dengan wajah terkejut.
"Aku di suruh oleh seseorang, yang merupakan teman dari suamimu, Wick Helmson bukan?" Ucap Merlin yang bertanya kepada perempuan tersebut, apakah suaminya benar bernama Wick Helmson.
"Y-ya! Kau kenal suamiku?" Ucap Putri Kaguya dengan wajah terkejut.
"Yah, orang yang menyuruhku ke sini, kenal dengan suamimu, dia teman suamimu, orang itu menyuruhku untuk membawamu pergi dari tempat ini, jadi ayo kita segera pergi dari sini." Ucap Merlin yang memberitahukan kepada Putri Kaguya tujuannya.
"Baik ayo- Arghh!" Sebelum Putri Kaguya sempat untuk melangkah, dirinya segera merasakan sakit tepat di perutnya, Putri Kaguya segera terhuyung-huyung dan ingin jatuh, tapi Merlin segera menangkapnya.
"Kau tidak apa-apa?" Ucap Merlin dengan wajah khawatir.
"Aku sepertinya sudah mau melahirkan..." Ucap Putri Kaguya dengan wajah lemah, sebab sedang menahan rasa sakit.
"Apa! Sialan... Kenapa harus sekarang?" Gumam Merlin dengan wajah khawatir dan bingung.
"Nona Merlin apa yang harus kita lakukan!" Ucap Furutayusa dengan wajah panik, ini pertama kali baginya untuk melihat orang yang akan melahirkan, jadi dirinya sangat panik saat ini.
"Tenanglah Furutayusa kita harus segera memanggil Nona Karina! Sebab dirinya sudah pernah melahirkan, jadi dirinya pasti tahu caranya membantu orang lain melahirkan." Ucap Silvia yang memberikan sebuah saran.
"Kau benar, aku akan menghubungi Yami." Ucap Merlin yang segera menggunakan sihir, untuk menghubungi Yami.
...
...
...
"Hem... Ada apa Merlin?" Ucap Yami yang bertanya, kepada lingkaran sihir yang tiba-tiba saja muncul tepat di sebelah telinga kanannya.
"Aku menemukan Istri pria itu!" Ucap Merlin dengan suara keras, hal itu seketika membuat Yami melompat karena terkejut, sebab dirinya masih memikirkan mengenai Mind Scratch Skull Necklace.
"Bagus, lalu bawa dia ke tempat yang sudah ditentukan!" Ucap Yami yang menganggukkan kepalanya.
"Apa! Baiklah aku akan segera ke sana! Jangan biarkan dia melahirkan dulu!" Ucap Yami yang terkejut dengan hal yang tidak terduga.
"Kau gila hah! Dia mau melahirkan masa ku tunda!" Ucap Merlin dengan wajah kesal.
"Ada beberapa hal, tapi jangan biarkan dia melahirkan, tunggu sampai aku berada di sana!" Ucap Yami dengan wajah panik, dirinya segera mengambil kalung, lalu menaruhnya di tempat penyimpanan dimensi yang berbeda, kemudian Yami segera bergegas mencari titik lokasi Merlin, lalu membuat portal sederhana, dan menyuruh yang lainnya segera masuk.
"Kau akhirnya sampai sialan! Kenapa dia tidak boleh melahirkan!" Ucap Merlin dengan wajah kesal.
"Aku tidak tahu pasti, tapi itu mungkin Kutukan atau sebuah Penyakit dari suatu hal yang Negatif!" Ucap Yami yang segera mengeluarkan Mahkota Lex Aeterna, kemudian Yami segera meletakkan Mahkota tersebut ke kepala Putri Kaguya, dan seketika cahaya menyala terang.
Lalu raut wajah Putri Kaguya mulai membaik, tapi dirinya tetap ingin melahirkan.
"Aku akan membantumu, aku sudah pernah melahirkan sebelumnya!" Ucap Karina dengan bergegas mendekati Putri Kaguya.
"Fiuh..." Yami akhirnya menghela nafas dengan lega.
"Apa yang kau tunggu! Apakah kau ingin membiarkan wanita ini merasakan seperti yang pernah aku rasakan dulu, saat aku melahirkan tanpa membiarkan anakku melihat ayahnya saat dia terlahir hah! Cepat segera cari ayah anak ini, dan bawa dia kemari!" Bentak Karina dengan menatap tajam ke arah mata Yami.
"Kau benar, maafkan aku, ayo Takeshi kita pergi!" Ucap Yami yang segera menarik Takeshi dan pergi dari sana melalui portal.
...
...
...
Kieru dan Angela berhasil menghindari serangan, dari pria yang sebelumnya mereka temui di bar, sekarang mereka saat ini sedang berada di bagian pinggiran kota, tepatnya di daerah kumuh.
"Sialan!" Ucap Kieru dengan wajah kesal dirinya memberikan sebuah balasan, dengan melemparkan beberapa belati, menuju ke arah pria itu, tapi pria itu dapat menghindari dan memberikan serangan, yang cukup menimbulkan suara yang keras.
"Bob! Apa yang terjadi!" Tiba-tiba saja seorang pria datang, dari sebuah gang kecil, yang membuat Kieru dan Angela menjadi sangat terkejut.
"Aku sedang bertarung dengan anggota pemberontak, yang ahli dalam menjadi tidak terlihat!" Ucap Pria yang sebelumnya menyerang Kieru dan Angela.
"Apa! Benarkah di mana mereka!" Ucap Pria yang baru saja datang, orang tersebut ternyata adalah Wick.
"Paman Wick?" Ucap Kieru yang menampakkan dirinya, bersama dengan Angela, melihat hal itu Wick menjadi sangat terkejut, tapi yang paling terkejut adalah pria yang bernama Bob.
"Kalian? Mengapa kalian di sini?" Ucap Wick dengan wajah bingung.
"Kau kenal mereka Wick?" Ucap Bob dengan wajah terkejut, sekaligus juga bingung.
"Ya, nah apa yang kalian lakukan di sini?" Ucap Wick sambil menatap ke arah Kieru.
"Ayah ingin membantumu, jadi dia datang ke sini secara diam-diam, dirinya segera pergi ke istana, sementara aku dan Istriku Angela mencari informasi di kota, tapi kami malah di serang oleh pria itu." Ucap Kieru sambil menatap ke arah Bob.
"... Haah benarkah kau menyerang mereka Bob?" Ucap Wick dengan wajah lelah.
"Eh... Ya, tapi! Mereka yang terlihat mencurigakan jadi kupikir mereka bagian dari para pemberontak?" Ucap Bob yang memberikan sebuah alasan.
...___________________________________...
...Jangan Lupa LIKE, COMMENT, SHARE, FAVORITE!...