Reincarnation: System Shaman

Reincarnation: System Shaman
Chapter 31 - Menceramahi Anak-Anak Bodoh



Sementara itu, di luar Ai melihat ke arah putrinya dan empat temannya, lalu dirinya duduk di sofa, kemudian menatap mereka berlima dengan tatapan tajam.


"Bukankah ibu sudah mengatakan jangan pergi ke sekolah, saat malam hari Aishu-chan?" Ucap Ai yang menatap dengan tatapan tajam, dan menunggu jawaban dari mereka berlima, merasakan tekanan dari ibunya, Aishu akhirnya mulai berbicara.


"Sebenarnya kami melakukan tantangan, yang di usulkan oleh Emi, karena terpancing emosi Rin akhirnya setuju, melihat mereka yang ingin datang ke sekolah saat malam hari membuatku cemas, oleh karena itu aku akhirnya mengajak Yuu dan Aoma, dan mereka berdua setuju, jadi kami pergi ke sekolah cuman untuk beberapa menit, sebelum kembali pulang." Ucap Aishu yang mulai menjelaskan kronologi awal dari mereka datang ke sekolah saat malam hari.


"Saat kami masuk ke sekolah pada awalnya tidak terjadi apa-apa, kami merasa itu hanyalah rumor, tapi entah bagaimana kami merasakan perasaan tidak enak setelahnya, lalu muncullah banyak sosok mengerikan yang keluar dari setiap kelas, sosok tersebut terlihat mengerikan, karena masing-masing dari mereka tidak memiliki anggota tubuh yang lengkap." Ucap Aishu yang mengingat kejadian tersebut.


"Yuu mencoba mengalahkan mereka dengan jurus dari Seni Beladiri yang dirinya ketahui, tapi mereka dapat bangkit kembali, meskipun Yuu sudah menyerang bagian bagian vital mereka." Ucap Aishu yang melihat ke arah Yuu, temannya yang seorang Seniman Beladiri, yang merupakan salah satu profesi Supranatural.


"Melihat hal itu Aoma mencoba menggunakan kekuatan Spesialnya, dirinya membuat kakinya mengeluarkan listrik, lalu berlari dengan cepat ke salah satu dari mereka, dan kemudian menendang mereka menggunakan kakinya yang sudah teraliri listrik, tapi itu juga tetap tidak berhasil." Ucap Aishu yang melihat ke arah Aoma, temannya yang seorang Spesialis.


"Karena tidak percaya bahwa mereka tidak bisa mati, Rin akhirnya mengeluarkan sihir bola apinya, dan menembakan ke arah para sosok mengerikan tersebut, itu berhasil melukai mereka, tapi tidak banyak, oleh karena itu Rin terus mengeluarkan bola api, tapi sayangnya Mananya sangat sedikit, jadi dirinya berhenti." Ucap Aishu yang melihat ke arah Rin, temannya yang seorang Penyihir biasa.


"Emi akhirnya mencoba untuk menggunakan salah satu Mantra Shaman yang dirinya pelajari dari kakeknya, di mana Mantra tersebut akan menguatkan otot tubuh dari Emi, tapi hal itu sangat menguras banyak sekali stamina, tapi meski itu hanya bisa digunakan sekali oleh Emi, serangan pukulan dari Emi berhasil membunuh salah satu dari mereka, tapi karena masih banyak dari mereka, kami akhirnya memutuskan untuk melarikan diri." Ucap Aishu yang melihat ke arah Emi, yang merupakan teman baiknya, dan seorang Shaman.


"Saat kami terus berlari, kami akhirnya bertemu dengan Yami-kun." Ucap Aishu dengan mengingat kejadian pertemuan mereka.


"Yami tiba-tiba saja melewati kami dengan kecepatan yang sangat luar biasa, yang di mana kami hanya dapat melihat kilatan saja, dan saat kami berbalik arah, Yami sudah berada di sana, dengan para sosok mengerikan yang tergeletak di lantai." Ucap Aishu yang menatap ke arah ibunya.


"Setelah itu Yami-kun berbicara dengan kami, dia menyuruh kami memilih untuk ikut denganya atau tetap tinggal di sana, kami akhirnya memutuskan untuk ikut denganya, kemudian kami mulai berjalan bersama, sampai akhirnya kami menemukan sesosok makhluk yang terlihat seperti manusia, dia terlihat layaknya seorang perempuan, dari rambut panjang dan suara tawanya yang memiliki nada suara tinggi."


"Perempuan itu memiliki cakar panjang, dan memiliki mata merah menyala yang mengerikan, kemudian Yami-kun bertarung dengan sosok tersebut, hingga tiba-tiba saja muncul banyak rambut hitam panjang dan sangat keras, yang menangkap kami semua..."


"Yami-kun mencoba untuk menyelematkan kami, kami berhasil bebas tapi dirinya malah tertusuk, kemudian dirinya bertarung dengan sangat sengit dengan makhluk tersebut, meskipun dirinya pada saat itu sedang terluka parah."


"Kemudian Yami-kun dapat mengalahkan sosok perempuan bercakar tersebut, tapi dirinya malah tidak sadarkan diri, kami akhirnya keluar dari sekolah, dan membawanya ke ibu..." Ucap Aishu yang menoleh ke arah ibunya, tapi melihat ibunya sedang menatap mereka dengan tatapan tajam, Aishu akhirnya menundukkan kepalanya.


"Sigh... Kalian ini, sekolah tersebut terdapat sesosok Roh Jahat, yang belum berhasil dimusnahkan, oleh karena itu tidak ada orang yang boleh datang ke sekolah saat malam hari kecuali penjaga sekolah, yang sudah diberikan beberapa Mantra khusus oleh seorang Pendeta." Ucap Ai yang menghela nafas panjang.


"Maaf ibu." Ucap Aishu yang menundukkan kepalanya.


"Yah, setidaknya kalian beruntung bertemu dengan seorang Shaman yang hebat..." Ucap Ai yang melihat ke arah mereka berlima.


"Yah untung saja, ah benar! Bibi apakah Yami-kun baik-baik saja?" Ucap Aoma yang akhirnya bertanya.


"Dia terluka cukup parah, apa lagi di bagian perutnya, ditambah dirinya terlalu banyak menghabiskan Energi Roh, oleh karena itu dirinya akan butuh seminggu atau lebih, untuk memulihkan diri." Ucap Ai yang mengingat luka yang di alami oleh Yami.


"Eh kau tidak boleh berdiri dulu...!" Ucap Ai yang mencoba untuk membantu Yami duduk.


"Sudah kubilang tidak perlu, buatkan saja aku makanan aku sudah lapar..." Ucap Yami yang duduk di sofa, dengan perban yang berada di seluruh tubuhnya, kecuali bagian kakinya.


"Kau lapar, baiklah akan aku siapkan makanan." Ucap Ai yang berdiri dan berjalan ke arah dapur.


"Nah anak-anak-"


"Kau lebih muda dari kami." Ucap Rin dengan wajah datar, dan dengan nada sinis.


"Haah bukankah aku sudah pernah mengatakannya, aku lebih tua dari kalian, dalam bidang Supranatural, seperti Penyihir, Seniman Beladiri, Spesialis, Shaman, dan Onmyoji, jadi kalian harusnya lebih menghormatiku." Ucap Yami dengan wajah lelah.


Mereka berlima yang mendengarnya


hanya bisa terdiam, melihat mereka terdiam Yami akhirnya berbicara.


"Sigh... Apakah kalian memiliki profesi manusia Supranatural dan menjadi seorang Spesialis, karena keluarga kalian, atau secara otodidak?" Ucap Yami yang bertanya kepada mereka berempat, sebab Aishu bukankah seorang manusia.


"Yah aku secara otodidak, tidak ada dari keluargaku yang seorang Spesialis." Ucap Aoma yang akhirnya memutuskan untuk berbicara.


"Aku diajari oleh Kakekku." Ucap Yuu yang juga berbicara.


"Aku diajari oleh ibuku yang seorang Penyihir bersertifikat, dan berasal dari sekolah Penyihir yang berada di Inggris." Ucap Rin yang berbicara juga.


"Aku diajarkan oleh Kakek yang seorang Shaman." Ucap Emi yang memutuskan untuk berbicara.


"Begitukah, lalu kalian hanya diberitahukan pengetahuan dasar, dan keterampilan dasar pula?" Ucap Yami dengan menatap ke arah mereka.


"Ya..." Ucap Aoma, Yuu, Rin, dan Emi secara bersamaan.


"Sigh... Kalian tidak tahu apa, bahwa dunia Supranatural itu sangat berbahaya, kalian dapat terbunuh tahu!" Ucap Yami dengan wajah kesal.


...___________________________________...


...Jangan Lupa LIKE, COMMENT, SHARE, FAVORITE!...