Reincarnation: System Shaman

Reincarnation: System Shaman
Chapter 37 - Shaman Tidak Waras Part 4 Selesai



"Hem... Wow itu cara yang sangat kuno!" Ucap pria muda tersebut dengan tertawa kecil, mendengar perkataan dari pria muda tersebut, membuat pria tua berbalik dan menatapnya dengan tatapan kesal.


"Kau harusnya mengorbankan tangan atau bagian lain dari tubuhmu sendiri, bukannya manusia tidak bersalah seperti mereka!" Ucap pria muda tersebut yang ternyata adalah Yami, yang segera mengeluarkan Kertas Jimat.


"Shāman jumon: Sutēji ichi: Kami no ken."


Muncul pedang kertas di tangan kanan Yami, dan Yami segera bergegas ke arah pria tua tersebut, pria tua yang melihat serangan dari Yami, juga mempersiapkan diri, pria tua tersebut memunculkan tongkat dari ruang hampa, lalu segera menahan tebasan dari Yami.


Yami mengeluarkan Kertas Jimat lagi, lalu melemparkannya ke arah pria tua tersebut, yang membuat pria tua tersebut melompat menjaga jarak.


"Shāman jumon: Sutēji Ni: Shadoukopī."


Lalu muncullah salinan Yami yang segera mencoba untuk memberikan pukulan ke arah pria tua tersebut, tapi berhasil di hindari oleh pria tua tersebut, dan pria tua tersebut malah memberikan tusukan yang menembus tubuh dari salinan Yami, yang membuat salinan Yami terbunuh dan menghilang.


"Sialan..." Ucap Yami dengan nada kesal.


"Shāman jumon: Sutēji ichi: Shīrudo."


Muncul perisai transparan, yang mengelilingi tubuh Yami, lalu Yami mengeluarkan banyak Kertas Jimat dalam sekaligus.


"Shāman jumon: Sutēji ichi: Bakuhatsu."


Muncul berbagai ledakan di sekitar, yang membuat asap bermunculan dan hal itu dimanfaatkan oleh Yami, untuk menyerang pria tua tersebut.


"Hem... Asap hanya membuat penglihatan ku tidak dapat digunakan, tapi aku masih memiliki indra penciuman dan pendengaran!" Ucap pria tua tersebut yang berteriak keras ke segala arah.


Tiba-tiba saja Yami muncul di belakang pria tua tersebut, yang bisa segera di sadari oleh pria tua tersebut, dirinya kemudian berputar dengan sangat cepat dan memukul tubuh Yami, yang membuat Yami terpental, tapi entah bagaimana muncul lebih banyak Yami dari segala arah, yang mencoba untuk menyerang pria tua tersebut, tapi semuanya berhasil di pukul oleh pria tua tersebut hingga terpental jauh.


"Shāman jumon: Sutēji ichi: Sourushīru!"


Tiba-tiba saja tubuh dari pria tua tersebut berhenti, dirinya tidak dapat menggerakkan tubuhnya secara tiba-tiba saja, hal ini membuatnya langsung menyadari tujuan dari Yami yang sebenarnya.


Tujuan dari Yami membuat asap dan muncul di segala arah, bukan untuk menyerangnya, melainkan untuk mengaktifkan sebuah Mantra, yang di mana tempat berdirinya pria tua tersebut sebagai wadah untuk mengaktifkan Mantra dari Yami, oleh karena itu Yami rela di pukul demi Mantranya berhasil.


"Berhasil juga akhirnya..." Ucap Yami muncul dan melihat ke arah pria tua yang sedang berdiri diam tidak bergerak sama sekali.


"Karena kau suka menyiksa para perempuan tersebut, sekarang aku yang akan menyiksamu!" Ucap Yami yang mengeluarkan banyak Kertas Jimat, lalu melemparkannya ke arah pria tua tersebut.


"Shāman jumon: Sutēji ichi: Seinaru hi."


Api secara perlahan tapi pasti mulai membakar pria tua tersebut, Yami kemudian melihat ke arah pria tua tersebut sambil tersenyum.


"Shāman jumon: Sutēji ichi: Reddoraitoningu."


Lalu petir merah mulai menyambar pria tua tersebut, meski pria tua tersebut tidak dapat berbicara atau bergerak, keringat yang muncul di dahinya, dapat menjelaskan segala hal.


"Shāman jumon: Sutēji ichi: Hyaku maiba."


Kemudian berbagai bilah muncul dan menusuk tubuh dari pria tua tersebut, tubuh dari pria tua tersebut mulai mengeluarkan darah yang sangat banyak, tapi Yami tidak terlalu mempedulikannya, dirinya mengeluarkan Kertas Jimat lain.


"Shāman jumon: Sutēji Ni: Shadoukopī."


Lalu mulai bermunculan sepuluh salinan Yami, yang segera bergegas ke arah pria tua tersebut, lalu memukul dan menendangnya secara brutal.


"Baiklah ini akhirnya..." Ucap Yami yang berjalan secara perlahan ke arah pria tua tersebut, kemudian mengangkat pedang kertas miliknya tinggi-tinggi, lalu Yami menebas kepala pria tua tersebut.


"Hem... Pria tua tersebut bernama Kim Hyun Mo? Orang korea?" Gumam Yami dengan wajah bingung sekaligus terkejut.


Yami tidak menyangka bahwa ada Shaman dari Korea, yang berhasil masuk ke wilayah negara Jepang, tanpa diketahui sedikitpun oleh Onmyoji Jepang, hal ini membuat Yami berpikir keras.


Dirinya segera mencari berbagai petunjuk penting, yang dapat dirinya gunakan untuk mencari tahu bagaimana Kim Hyun Mo, dapat datang ke Jepang tanpa diketahui oleh para Onmyoji, yang menjaga sekitar Jepang.


"Ini... Jadi dia berhasil masuk ke Jepang, tanpa diketahui oleh para Onmyoji, karena bantuan seorang Penyihir Gelap, bernama Kaeshi Yujo." Gumam Yami yang melihat salah satu catatan dari pria tua Kim Hyun Mo.


"Ini bisa menjadi masalah yang cukup merepotkan..." Ucap Yami dengan menggaruk kepalanya.


"Haah... Kurasa aku harus menyimpan semua catatan ini." Ucap Yami yang melihat ke semua catatan milik pria tua Kim.


Setelah selesai semua catatan tersebut, Yami segera membakar setiap bahan eksperimen yang telah dilakukan oleh pria tua Kim.


Lalu Yami berjalan keluar dari sana, dirinya berjalan kembali ke arah para manusia biasa yang sebelumnya dirinya temukan.


...


...


...


Emi dan Yuu saat ini melihat ke arah para VIP yang sedang terikat oleh sebuah tali, mereka menemukan para VIP tersebut di dalam ruangan, dari sebuah pintu mewah yang mereka temui sebelumnya.


Setelah mengetahui bahwa merekalah orang-orang yang berniat untuk membeli para manusia biasa, membuat Emi kesal dan segera memukul mereka semua hingga pingsan, lalu Yuu mulai mengikat mereka semua dengan tali.


"Hei Yuu kau sekalian saja, ikat semua penjaga yang sebelumnya telah kita kalahkan." Ucap Emi dengan nada santai, sambil melihat ke arah Yuu, yang sedang terduduk diam sambil melihat ke arah VIP yang sedang terikat.


"Sigh... Mereka ada banyak, aku tidak ingin mengikat mereka satu-satu." Ucap Yuu yang menoleh ke arah Emi.


"Begitukah..." Ucap Emi yang menganggukkan kepalanya.


...


...


...


"Yami!" Ucap Aoma yang melihat Yami masuk ke dalam ruangan.


"Yo! sepertinya kalian sudah sampai di sini..." Ucap Yami yang melihat ke arah Aoma dan Rin.


"Begitulah, bagaimana apakah kau sudah menemukan Shaman tersebut?" Ucap Aoma yang menatap ke arah Yami.


"Aku sudah menemukannya, dan dia akan membayar dosa-dosanya di akhirat." Ucap Yami dengan nada santai.


Mendengar perkataan dari Yami, membuat semua perempuan, yang merupakan manusia biasa di seluruh ruangan tersebut menangis bahagia, sebab orang yang membuat mereka menderita telah tiada.


Yami kemudian mengajak para perempuan tersebut untuk keluar dari tempat tersebut, setiap kali menemukan penjaga yang tergeletak di lantai, Yami segera mengikat dan membawanya pergi.


...___________________________________...


...Jangan Lupa LIKE, COMMENT, SHARE, FAVORITE!...