Reincarnation: System Shaman

Reincarnation: System Shaman
Chapter 71 - Latihan Takeshi Part 3



Melihat Takeshi yang terluka, Beast tersebut kembali meraung, lalu Beast berlari ke Takeshi dengan mengarahkan rantainya menuju ke arah tubuh Takeshi.


Takeshi yang melihat Beast menuju ke arahnya, dirinya segera mencoba untuk bangun, dan mulai mengalirkan energinya ke seluruh tubuhnya.


Meski Takeshi sudah memakai baju zirah berteknologi tinggi, dirinya masih dapat merasakan dampak benturan yang dirinya alami, meski sudah dikurangi dengan bantuan dari baju zirah.


"Sial ayo!" Ucap Takeshi dengan berlari menuju ke arah Beast, saat rantai milik Beast akan mendekati Takeshi, tiba-tiba saja Beast meraung.


"Raauuwrr!"


Mendengar teriakkan dari Beast tersebut, dan melihat rantai yang menuju ke arahnya, Takeshi segera berhenti dan melompat menghindar ke belakang, melihat hal itu Beast kembali mengarahkan rantainya ke menuju ke arah Takeshi yang sedang berada di udara.


Melihat bahwa dirinya tidak dapat menghindar, Takeshi segera mencoba untuk menangkis serangan rantai yang akan datang.


"Buuuk!"


Takeshi kembali terhempas menuju ke arah tanah, yang berada tepat di sebelah kanan Miruno, melihat kekalahan Takeshi yang sangat menyedihkan, membuat Miruno lebih memperhatikan Beast yang berada di depannya.


"Grrauuwr!"


Beast tiba-tiba saja meraung dengan sangat keras, lalu tiba-tiba saja kejadian aneh terjadi, tubuh Beast secara perlahan-lahan mulai retak.


"Krek!"


"Krek!"


"Krek!"


"Boom!"


Setelah retakan terjadi di seluruh tubuh Beast, tiba-tiba saja terjadi ledakan dari tubuh Beast, kemudian hembusan angin kencang terjadi.


"Ugh... Apa yang terjadi dengan Beast itu?" Ucap Takeshi dengan wajah tidak percaya.


"In-ini! Beast mengalami evolusi!" Ucap Miruno dengan wajah terkejut, dan menatap ke arah Beast dengan wajah tidak percaya.


Mendengar perkataan dari Miruno, membuat mata Takeshi melotot, dirinya menatap tajam ke arah Beast.


"Beast level empat!" Ucap Miruno dengan wajah kaget sekaligus bingung.


"Rwaaauuurr!"


Beast kembali meraung dengan sangat keras, kali ini tubuh Beast tersebut mengalami sedikit peningkatan, yaitu tubuhnya menjadi lebih berotot dan menjadi lebih tinggi.


"Kita harus menghubungi markas dan meminta bantuan!" Ucap Miruno yang segera mengirim pesan bantuan kepada markas BOWP.


"Apakah kita dapat menahannya?" Ucap Takeshi yang bertanya sambil menatap ke arah Beast dengan waspada.


"Tidak! Satu-satunya cara agar kita dapat bertahan adalah dengan memiliki dua Bearer level tiga, kecuali kau berhasil mencapai level tiga, maka kemungkinan kita dapat bertahan melawannya sangat kecil!" Ucap Miruno yang membalas dengan wajah cemas.


"Sriiing!"


Tiba-tiba saja langit menjadi hitam, dan di sekitar tempat Takeshi dan Miruno berada, atau lebih tepatnya kota itu sendiri menjadi sangat sunyi, dan terdapat seperti sebuah penghalang berwarna merah tua di sekitar kota.


"Zona Distorsi!" Ucap Miruno dengan wajah terkejut, dirinya menatap dengan wajah cemas.


"Apakah dengan ini kota akan baik-baik saja?" Ucap Takeshi yang bertanya dengan khawatir.


"Orang-orang yang berada di kota akan baik-baik saja, tapi dengan ini kita tidak dapat pergi dari sini!" Ucap Miruno dengan wajah rumit.


"Pedang!" Ucap Miruno yang tiba-tiba saja memunculkan sebuah pedang di tangan kanannya, melihat hal itu membuat Takeshi sedikit tercengang.


"Awas!" Ucap Miruno yang melompat dan menghindari serangan rantai dari Beast, Takeshi juga melompat menjauh.


"Apa yang harus kita lakukan sekarang?" Ucap Takeshi yang terus melompat mundur, dan menghindari setiap serangan rantai dari Beast tersebut.


"Mengulur waktu sampai Ketua dan yang lainnya sampai kemari." Ucap Miruno yang melompat ke atap sebuah rumah yang telah ditinggalkan.


"Lebih mudah di ucapkan dari pada dilakukan!" Ucap Takeshi yang bergeser ke kiri, menghindari serangan rantai dari Beast.


"Grrr!" Beast menjadi marah lalu dirinya segera bergegas menuju ke arah Miruno.


Melihat kedatangan dari Beast, Miruno melakukan gerakan menebas, yang di mana menciptakan tekanan udara, yang berbentuk bilah pedang menuju ke arah Beast, tapi hal tersebut ditangkis dengan mudah oleh Beast, dengan mengarahkan rantainya sebagai perisai, yang membuat serangan Miruno terhenti di udara.


Melihat hal itu Miruno tetap tenang, tapi semua ketenangan itu menghilang dalam sekejap, saat rantai milik Beast tiba-tiba saja bergerak menjadi lebih cepat, saat ujung rantai yang berbentuk segitiga akan menembus tubuh Miruno, Takeshi segera datang dan mendorong Miruno ke kiri, tapi hal itu membuat rantai berhasil menembus baju zirah Takeshi, yang di mana hal itu menembus tepat di bahu kanan Takeshi, lalu rantai segera dicabut oleh Beast keluar dari tubuh Takeshi.


"Arggh!"


Melihat Takeshi yang terluka, Miruno segera melompat menjauh sambil membawa tubuh Takeshi, dan sekali lagi memberikan tebasan ke arah Beast.


Tapi masih berhasil ditangkis oleh Beast, Miruno terus-menerus memberikan tebasan menuju ke arah Beast.


Miruno kemudian berbalik badan, dan mulai melarikan diri dengan Beast terus mengejarnya dari arah belakang, sementara dirinya menggendong Takeshi di tangan kirinya.


"Sriing!"


Tiba-tiba saja rantai bergerak menjadi sangat cepat, dan berhasil melilit kaki kiri Takeshi, melihat hal itu Miruno mencoba untuk melepaskan rantai, tapi tubuh Takeshi keburu di seret oleh Beast, lalu tubuh Takeshi dilempar menuju ke arah alun-alun kota yang sepi, Takeshi bahkan menabrak beberapa gedung, bahkan sampai menghancurkan dinding dari setiap gedung tersebut.


Melihat hal itu membuat Miruno menggertakkan giginya, dirinya menatap ke arah Beast dengan mata penuh kebencian, lalu Miruno segera melakukan beberapa tebasan ke arah Beast.


Beast hampir berhasil menangkis semuanya, tapi ada satu yang terlewat dan akan mengenai tubuhnya, tapi tiba-tiba saja hal aneh kembali, dan Miruno melakukan gerakan yang sama, tapi kali ini setiap serangan milik Miruno berhasil ditangkis oleh Beast.


Melihat keanehan tersebut, membuat mata Miruno melotot, dirinya menatap ke arah Beast dengan tatapan tajam.


Sementara Miruno kesulitan dalam menghadapi Beast, Takeshi baru saja tersadar dari pingsannya, dirinya melihat ke sekitar sebelum akhirnya berniat untuk berdiri dan bergegas menuju ke arah Miruno.


"Tahan sebentar rekan!" Ucap Albamofau yang menghentikan Takeshi untuk pergi ke arah Miruno.


"Kenapa! Miruno sedang kesulitan menghadapi Beast itu seorang diri!" Ucap Takeshi yang berbicara dengan nada tinggi, karena kesal dihentikan saat dirinya ingin membantu Miruno.


"Bahkan jika kau ke sana, itu tidak akan membuat perubahan, lebih baik kau gunakan waktu saat ini untuk melakukan terobosan paksa, dan naik menjadi level tiga." Ucap Albamofau yang menyuruh Takeshi berhenti dari pergi menuju ke arah Miruno.


"Apa! Apakah hal itu bisa!" Ucap Takeshi yang bertanya dengan penuh harap, karena itu adalah satu-satunya cara, untuk Takeshi dapat membantu Miruno mengalahkan Beast tersebut.


"Ya, tapi itu akan sangat menyakitkan, rasanya benar-benar sangat-sangat menyakitkan, apakah kau mau menerimanya rekan?" Ucap Albamofau yang bertanya kepada Takeshi.


"Apakah sesakit itu?" Ucap Takeshi dengan sedikit nada ragu.


"Ya!" Ucap Albamofau dengan nada tegas.


"Baiklah aku menerimanya, jadi apa yang harus aku lakukan!" Ucap Takeshi yang memutuskan untuk menerimanya.


"Bagus! Kau duduk bersila dan pusatkan konsentrasimu untuk mengalirkan setiap energi di dalam tubuhmu, menuju tepat ke arah perutmu." Ucap Albamofau yang menjelaskan cara untuk melakukan terobosan naik level secara paksa.


...___________________________________...


...Jangan Lupa LIKE, COMMENT, SHARE, FAVORITE!...