Reincarnation: System Shaman

Reincarnation: System Shaman
Chapter 50 - Roda Nasib Mulai Bergerak



Sesampainya di rumah Yami, Nana langsung pergi ke kamar Yami, sementara Yami pergi ke dapur, saat itu ibu Yami sedang pergi keluar, yang hanya menyisakan mereka berdua.


Mereka kemudian mulai makan bersama, setelah selesai makan mereka melanjutkan dengan bermain video game, lalu dilanjutkan membaca novel dan manga.


Kemudian setelah selesai dari itu Nana kembali ke rumahnya, dan ibu Yami pulang ke rumah, karena telah menyelesaikan urusannya.


...


...


...


Keesokan harinya Yami berjalan seperti biasa ke sekolah, dalam perjalanannya Yami melihat seseorang sedang menguntitnya, tapi Yami tidak merasakan niat bertarung atau membunuh dari penguntitnya, jadi Yami mencoba untuk mengabaikannya.


Tapi bahkan setelah Yami sampai di sekolah, dirinya masih tetap diikuti, hal ini membuat Yami menjadi kesal, dirinya akhirnya mencoba membalas perbuatan penguntitnya.


"...! Kemana dia pergi! Bukankah sebelumnya dia ada di sini?" Ucap seorang wanita yang melihat ke depan dengan mata tidak percaya.


"Ouh!" Ucap Yami yang tiba-tiba saja muncul tepat di belakang perempuan tersebut, yang membuatnya terkejut dan berteriak.


"Kyaa!" Ucap perempuan tersebut, dirinya berbalik dan menatap ke arah Yami dengan wajah tidak percaya.


"Ba-bagaimana kau bisa berada di sana!" Ucap perempuan tersebut dengan mengarahkan jari telunjuknya ke arah Yami.


"Hem? Kau ingin tahu?" Ucap Yami sambil tersenyum.


"Tidak!" Ucap perempuan tersebut dengan memalingkan wajahnya.


"Hehe, lalu apa yang kau inginkan dariku Nona?" Ucap Yami yang melihat ke arah penguntitnya.


"Eh itu hem... Ap-apakah kau Hem... Drake Kusagi?" Ucap perempuan tersebut dengan wajah malu-malu.


"Apa? Bagaimana kau tahu?" Ucap Yami dengan wajah tidak percaya.


"Apa! Benarkah kau itu, wow aku tidak menyangka, bahwa aku satu sekolah dengan Drake Kusagi!" Ucap perempuan tersebut dengan melompat-lompat kegirangan, orang-orang yang melihatnya di lorong kebingungan, dan menatap dengan rasa penasaran.


"Uh sebaiknya kita berbicara di tempat lain saja." Ucap Yami yang malu di tatap oleh banyak orang.


"Ah maaf, ayo pergi kalau begitu!" Ucap perempuan tersebut yang segera menarik tangan kanan Yami, menuju ke arah belakang gedung sekolah.


"Jadi bagaimana kau tahu aku Drake Kusagi?" Ucap Yami dengan wajah bingung, karena ada seseorang yang mengenali id game, yang dirinya gunakan saat bermain game arcade.


"Ah, sebelumnya maaf soal ini, aku... Tidak sengaja melihatmu bermain game Fighting Warrior Man Crazy, karena itu saat aku mengetahui kita satu sekolah, aku segera membuntutimu agar aku dapat bertarung melawanmu!" Ucap perempuan tersebut dengan mata penuh tekad, sambil mengarahkan tangannya ke arah Yami.


"...? Bertarung melanwanku?" Ucap Yami dengan wajah bingung, dirinya menatap ke arah perempuan tersebut dengan wajah heran.


"Ah! Maksudnya, aku menantangmu dalam bertarung di game Fighting Warrior Man Crazy, id gameku adalah Little Princess War, setiap kali aku bermain game Fighting Warrior Man Crazy, aku selalu berada di peringkat ke dua, meski aku sudah berhasil berkali-kali berusaha melampaui skorr yang kau miliki, tapi kau pasti dapat melampauiku lebih jauh, oleh karena itu aku sangat kesal, makanya aku menantangmu Drake Kusagi!" Ucap perempuan tersebut dengan mata tajam melototi Yami.


"Uh... Jika kau marah karena aku terus melampauimu lebih jauh, maka aku dapat tidak bermain Fighting Warrior Man Crazy." Ucap Yami sambil menggaruk kepalanya.


"Apa! Tidak! Aku menantangmu agar aku dapat mengalahkanmu secara adil dan jujur!" Ucap perempuan tersebut yang menolak kemenangan yang tidak sesuai prinsipnya.


"Baikah aku terima tantangan, kapan kita akan melakukannya?" Ucap Yami yang menerima tantangan tersebut, sebab dirinya jarang bertemu dengan seorang wanita, yang begitu tergila-gila dengan game arcade pertarungan.


"Hari Minggu jam sepuluh pagi, di tempat yang biasanya kau main game arcade!" Ucap perempuan tersebut yang berjalan pergi.


"Hei! Siapa namamu?" Ucap Yami yang masih belum mengetahui siapa nama perempuan tersebut.


"Akiara Ayumi! Namamu?" Ucap perempuan tersebut yang bernama Akiara.


"Yami, Yami Tanaka!" Ucap Yami sambil tersenyum.


...


...


...


"Hem? Maksudmu?" Ucap Yami dengan wajah bingung.


"Kudengar tadi kau diajak berbicara dengan seorang perempuan, bahkan dipegang oleh perempuan tersebut..." Ucap Nana dengan nada datar dan tersenyum mengerikan.


"Sigh... Aku tidak populer, lagi pula-" Sebelum Yami sempat menyelesaikan kata-katanya, dirinya merasakan sesuatu hal yang sangat kuat dan juga menyeramkan telah muncul, tapi di mana dan apa itu, Yami masih belum mengetahuinya.


"Hem... Ada apa?" Ucap Nana dengan wajah bingung saat melihat wajah Yami yang terlihat terkejut.


"... Tidak ada, aku akan kembali ke kursiku." Ucap Yami yang kembali ke tempat duduknya.


Nana melihat ke arah Yami dengan wajah bingung, sebab entah mengapa akhir-akhir ini dirinya merasa Yami sedang menyembunyikan sesuatu darinya, entah apa itu dirinya tidak tahu, tapi satu hal yang pasti, hatinya sakit, sangat sakit, sebab meski mereka sudah berteman begitu lama, tapi Yami masih menyembunyikan sesuatu darinya.


Sementara itu Yami masih memikirkan apa yang baru saja dirinya rasakan, sepertinya hal yang sebelumnya dirinya katakan di atap telah terjadi, yaitu tenang sebelum badai, sepertinya tenang hampir selesai dan badai akan dimulai.


...


...


...


Di suatu tempat sesosok makhluk keluar dari semacam lingkaran berkabut hitam, sosok tersebut melihat ke sekitar sebelum mulai berjalan keluar dari kegelapan gang sempit.


...


...


...


"Akhirnya kita akan bertemu kembali... Saat kita bertemu kembali, aku pasti yang akan mengambil alih..." Ucap sesosok makhluk yang dirantai oleh borgol dan rantai besi, makhluk tersebut seluruhnya terbuat dari kegelapan, sebuah kegelapan yang begitu mengerikan, kegelapan yang tidak akan pernah hilang, kegelapan yang selalu berada di dekat cahaya, kegelapan yang pertama kali muncul di dunia, sosok yang selalu bertarung melawan cahaya.


"Kali ini kita bertemu, aku pastikan akan mengambil semua yang kau miliki, dan akan aku hancurkan itu semua, kau seharusnya membiarkanku bebas...!" Ucap sosok tersebut yang berteriak sangat keras.


...


...


...


"Hem... Apa-apaan perasaan mengerikan ini..." Gumam kepala sekolah yang melihat ke arah luar jendela.


Dirinya merasakan perasaan yang tidak mengenakkan, rasanya seperti akan ada bencana besar yang akan datang, bencana yang sangat mengerikan akan datang ke kota Sakura.


Entah apa yang akan terjadi, dirinya tidak tahu pasti, tapi satu hal yang pasti adalah kota Sakura akan menjadi sangat kacau.


...


...


...


Di sebuah ruangan yang terlihat sangat kuno, di dalam lingkaran terdapat seorang perempuan yang sangat cantik, perempuan itu memiliki sebuah kain yang menutupi kedua matanya, tapi tiba-tiba saja, dirinya sadarkan diri lalu mulai berdiri.


"Kekacauan akan dimulai, sebuah awal telah di keluarkan, para dewa-dewi akan berlarian, manusia mulai mempersiapkan diri, para Roh dan Arwah mulai bermunculan, ras Supranatural akan menampakkan diri, awal dari berjalannya waktu dunia ini telah bergerak maju dengan sangat cepat! Roda Nasib Mulai Bergerak!" Ucap perempuan tersebut dengan nada lantang yang begitu keras.


...___________________________________...


...Jangan Lupa LIKE, COMMENT, SHARE, FAVORITE!...