Reincarnation: System Shaman

Reincarnation: System Shaman
Chapter 47 - Penampilan Layaknya Bangsawan



Yami terus berlari sampai dirinya berhenti di jalan yang cukup jauh dari rumah Nana, dan mulai mencoba untuk menarik nafas dalam-dalam.


"Apa-apaan barusan!" Ucap Yami sambil menggosok pipi kanannya, dirinya mengingat perasan lembut dari bibir merah muda dari Noumi, dirinya masih bisa merasakan perasaan hangat tersebut sampai sekarang.


"Haah... Apakah dirinya melakukan itu, karena suaminya menjadi lebih sering jarang pulang ke rumah?" Ucap Yami sambil mengingat perkataan dari Nana, bahwa papanya menjadi lebih sering jarang pulang ke rumah, sejak Nana masuk ke tingkat sekolah dasar.


Karena itulah Noumi menjadi lebih sering berdiam diri di dalam rumah, Nana ingin sekali membuat mamanya menjadi bahagia.


Yami yang memikirkan hal tersebut, teringat suatu manga berbau dewasa, yang pernah dirinya baca di dunia sebelumnya.


Seorang ibu rumah tangga karena suaminya jarang pulang, dirinya melampiaskan keinginannya ke kekasih atau teman dari putrinya, atau ibu rumah tangga tersebut mencari pria muda untuk melampiaskan keinginannya.


Banyak cerita yang seperti itu, Yami berpikir hal tersebut buruk, dirinya berpikir untuk membantu Noumi, tapi dirinya tidak tahu apa yang harus dilakukan, kemudian Yami teringat dengan janjinya, dirinya segera pergi ke restoran yang dijanjikan, dengan mengenakan pakaian jas hitam dan celana panjang hitam, melihat tampilnya di cermin, Yami berpikir bahwa dirinya cocok memakai pakaian tersebut.


Karena terlihat seperti pesulap, Yami tidak lupa menambah topi Top dan memakai kacamata bundar, Yami melihat penampilannya lebih mirip ala-ala bangsawan Eropa, dibandingkan pesulap jika memakai topi dan kacamata.


...


...


...


Di sebuah restoran yang terkenal di kota Sakura, terdapat sebuah keluarga yang sedang duduk, dan saling berhadapan, seluruh restoran tersebut sudah dibooking, dengan kata lain hanya keluarga tersebut saja, yang dapat makan di restoran tersebut selama waktu yang ditentukan.


"Di mana kekasihmu Eiko...?" Ucap Seorang pria tua yang terlihat berbadan tegap, dan duduk di sebelah seorang perempuan cantik, meski umurnya bisa dikatakan sudah tidak muda lagi, tapi wajah dan lekuk tubuhnya masih seperti seorang perempuan muda yang sangat cantik, yang selalu tersenyum tipis.


"Dia pasti datang ayah... Si bodoh itu ada di mana sih...?" Ucap Eiko yang di bagian akhir dirinya bergumam pelan.


"Uhm... Ah Eiko..." Ucap Yami yang akhirnya sampai, Eiko yang mendengar suara dari Yami, segera berbalik badan, dirinya melihat ke arah Yami yang memakai pakaian layaknya seorang bangsawan Eropa.


"Apakah kau pacar dari Eiko?" Ucap pria tua yang berada dihadapan Eiko.


"Benar Tuan, jika saya boleh tahu siapakah anda bagi Eiko-chan..." Ucap Yami sambil tersenyum tipis menatap ke arah pria tersebut.


"Aku? Aku ayahnya, Gin Fujimaru dan disebelahku istriku yang bernama Akiko Fujimaru." Ucap pria tersebut yang ternyata adalah ayah dari Eiko.


"Begitukah, salam kenal paman dan bibi, namaku Yami Tanaka, pria yang menyukai dan mencintai putri kalian yang sangat cantik ini..." Ucap Yami sambil melihat ke arah Eiko, dan menggenggam tangan kanan dari Eiko.


Hal tersebut tidak pernah Eiko bayangkan akan Yami lakukan, meski mereka baru saja kenal, hal-hal sensitif seperti pegangan tangan sangat tidak Eiko bayangkan.


Tapi karena itu akan membuat kebohongan mereka terlihat menjadi seperti lebih asli, maka Eiko akan membiarkannya, tapi karena masih tidak berpengalaman Eiko menjadi memerah.


"Hem... Kau cukup berani dengan menyentuh tangan putriku, tepat di depan mataku hah...?" Ucap Gin sambil menatap tajam ke arah Yami.


"Jika saya tidak berani, maka bukankah itu berarti saya tidak akan dapat melindunginya di saat-saat darurat, jika tidak memiliki keberanian yang cukup?" Ucap Yami yang segera membalas sambil tersenyum.


"Oh begitukah..." Ucap Gin sambil tersenyum misterius.


...


...


...


"Nene Yami-kun bukan?" Ucap Akiko sambil menatap ke arah Yami.


"Ya...?" Ucap Yami dengan wajah bingung.


"Apakah kita pernah bertemu sebelumnya?" Ucap Akiko yang segera membuat suasana menjadi hening seketika.


"...Benarkah...? Maaf bibi saya tidak begitu ingat pernah bertemu dengan anda sebelumnya?" Ucap Yami dengan wajah bingung.


"Hem... Tapi aku merasa kita pernah bertemu, ah! Benar... Kita pernah bertemu sebelumnya di rumah makam di sektor B, kau pada saat itu sedang bersama dengan seorang perempuan yang tidak beda jauh umurnya denganmu..." Ucap Akiko dengan senyum misterius.


"Ouh... Dia... Kakak dari teman SMPku, karena adiknya yaitu temanku tidak dapat ikut pergi, jadi aku yang harus menggantikannya menemani kakak perempuannya pergi ke rumah makam." Ucap Yami yang mencoba terlihat senatural mungkin, meski pada saat ini dirinya sedang berbohong.


Perempuan yang bersama dengan Yami di rumah makam, yang di lihat oleh Akiko sebenarnya klien dari Yami, pedagang jual barang-barang pengusir Roh Jahat masih Yami lakukan meski sudah tidak sering, tapi sesekali Yami akan melakukannya.


Dan karena hal itu, sekarang Yami mendapatkan sedikit masalah, Yami saat berada di rumah makam tidak mengubah penampilannya, sebab dirinya tidak ingin memancing para Roh atau Arwah yang berada di rumah makam tersebut, oleh karena itu dirinya menggunakan penampilan dirinya yang sebenarnya.


"Seperti itukah? Fufu kau teman yang baik ternyata..." Ucap Akiko sambil tersenyum.


"..." Yami hanya bisa tersenyum tipis agak canggung, sebab kebohongan yang dirinya lakukan.


Kemudian makanan tiba, Yami mulai menyantap makanannya dengan cara yang sopan, layaknya para bangsawan yang sedang makan.


Setelah selesai makan Yami kembali ditanyakan oleh Gin segala pertanyaan, tapi kali ini pertanyaannya lebih pribadi, seperti bersekolah di mana, tinggal di mana, punya berapa teman, dan lain-lainnya.


"Hem, kau sepertinya lumayan bagus, kalau begitu aku ingin kau menjawab pertanyaan terakhirku ini..." Ucap Gin dengan wajah serius.


"Lalu apakah itu?" Ucap Yami sambil memasang tampang penasaran.


"Apakah kau sudah pernah melakukan itu dengan putriku...!" Ucap Gin dengan nada dingin, dan tiba-tiba saja suasana menjadi sangat hening, lalu semacam tekanan tidak terlihat muncul di sekitar Yami, meski Eiko tidak merasakan hal yang sama, dengan yang Yami rasakan, dirinya tahu bahwa ayahanya sedang memberikan tekanan yang sangat besar kepada Yami.


...


...


...


"A-ay-!" Ucap Eiko sempat menyelesaikan kata-katanya, dirinya segera berhenti setelah melihat tatapan tajam dari ibunya.


"... Kami belum melakukan hal seperti itu, bagaimanapun juga aku ingin lebih mengenal jauh tentang dirinya terlebih dahulu, mengetahui segala hal yang dirinya sukai dan yang tidak dirinya sukai, kemudian setelah lulus aku akan mencari pekerjaan dengan penghasilan yang bagus, dan... Setelah itu aku akan menikahinya...!" Ucap Yami dengan penuh tekad, hal ini seketika membuat tekanan yang berada di sekitar Yami menghilang.


Eiko menatap Yami dengan wajah terkejut, entah mengapa perasaan nyaman mulai muncul dalam benak Eiko, benih-benih cinta mulai bermunculan di hati Eiko.


"Oh begitukah..." Ucap Gin sambil tersenyum misterius.


Kemudian setelah Gin, Akiko, dan Eiko, pergi dari restoran menggunakan mobil, Yami segera pergi ke gang kecil dan mengubah penampilannya, lalu mulai berjalan pulang.


...___________________________________...


...Jangan Lupa LIKE, COMMENT, SHARE, FAVORITE!...