Reincarnation: System Shaman

Reincarnation: System Shaman
Chapter 30 - Menyelamatkan



Ledakan beruntun tersebut, menyelematkan Aishu dan empat temannya dari terikat kembali oleh rambut hitam, hal ini membuat Yami menjadi sedikit lega, tapi dirinya langsung merasa kelelahan ekstrim.


"Sial, aku terlalu banyak menggunakan Energi Roh..." Gumam Yami yang terus menebas perempuan bercakar tersebut.


"Mati! Mati! Mati! Mati! Mati!" Ucap perempuan mengerikan tersebut dengan tertawa gila.


"Yami-san!" Ucap Aishu yang mencoba untuk berlari ke arah Yami.


"Huff... sial tetaplah di sana!" Ucap Yami yang terus menghindar dan menghalau setiap serangan Roh Jahat tersebut.


"Tapi!" Ucap Aishu yang mencoba menolak permintaan Yami, tapi setelah melihat Yami berjuang keras untuk bertahan, maka Aishu hanya dapat diam di sana.


"Shāman jumon: Sutēji Ni: Shadoukopī."


Lalu muncul sesosok manusia yang terlihat persis seperti Yami, yang kemudian sosok tersebut mengeluarkan seratus Kertas Jimat.


"Shāman jumon: Sutēji ichi: Supirittoatakku."


Yang di mana semua Kertas Jimat tersebut terbang ke arah Roh Jahat, yang membuatnya berteriak kesakitan.


"Aah!"


"Ayo kita selesaikan ini!" Ucap Yami yang mengeluarkan seribu Kertas Jimat, yang diikuti oleh Salinan dirinya, yang juga mengeluarkan seribu Kertas Jimat.


"Shāman jumon: Sutēji ichi: Hyaku maiba."


Kemudian mulai muncul banyak sekali bilah, di udara tipis secara tiba-tiba, yang segera terbang ke arah Roh Jahat dengan sangat cepat, hal ini membuat Roh Jahat tersebut berteriak, sebelum akhirnya menggunakan cakarnya sebagai perisai.


Tapi sayangnya bilah yang terbuat dari serangan Yami terlalu banyak, yang membuat Roh Jahat tersebut tidak dapat menghalau semuanya.


"Shāman jumon: Sutēji ichi: Reddoraitoningu."


Lalu muncul Petir Merah, yang berada di sekitar Roh Jahat tersebut, kemudian mulai menyambarnya hingga membuatnya tidak berdaya.


"Shāman jumon: Sutēji ichi: Bakuhatsu."


Kemudian dilanjutkan dengan munculnya berbagai ledakan di sekitar Roh Jahat tersebut, yang menciptakan hembusan angin yang cukup besar.


"Shāman jumon: Sutēji ichi: Seinaru hi."


Di akhir api mulai bermunculan, dan mulai membakar Roh Jahat tersebut hingga membuatnya berteriak sangat keras.


"Khiaaah!"


"Si...al...! Ini akhirnya!" Ucap Yami dengan menutup kedua matanya, memfokuskan pikirannya, seluruh tubuh Yami mulai bermunculan cahaya berwarna hitam putih, kemudian saat Yami membuka kedua matanya kembali, dirinya menghela nafas pelan, yang di mana secara ajaib dunia atau lebih tepatnya waktu, yang berada di Wilayah Mistis Roh Jahat tersebut berhenti.


Semuanya seolah-olah berhenti, hanya Yami yang masih dapat bergerak, tapi Yami saat itu hanya berdiri diam, dan menarik nafas dan mengeluarkannya secara terus-menerus sampai.


"Shāman jumon: Sutēji San: Sourukattā!"


(Note: Artinya, Sourukattā \= Pemotong Jiwa)


"Zzz!" Entah bagaimana Yami sudah berada tepat di belakang Roh Jahat tersebut, dan Roh Jahat tersebut tubuhnya hancur berkeping-keping, layaknya terpotong oleh sesuatu hingga bagian yang terkecil.


"Hehe sial sudah lama sekali, aku tidak menggunakan Teknik Berpedang Mantra, haha... Sial aku... Lelah..." Ucap Yami dengan wajah kelelahan ekstrim, sebelum akhirnya tidak sadarkan diri.


"Yami-san!" Ucap Aishu yang segera berlari ke arah Yami.


"Dia tidak sadarkan diri...!" Ucap Aishu yang terlihat khawatir.


"Kalau begitu ayo kita bawa ke rumahmu saja Aishu-chan, ibumukan ahli dalam mengobati, dan harinya sudah terlalu malam jika kita membawanya ke rumah sakit!" Ucap Rin yang melihat bahwa mereka sudah kembali ke dunia nyata.


"Baiklah ayo, Yuu dan Aoma tolong bawa Yami!" Ucap Emi yang menyuruh Aoma dan Yuu untuk mengangkat Yami.


Lalu mereka mulai berlari dengan cepat ke arah rumah Aishu, meski mereka harus tetap bersembunyi dari penjaga sekolah, karena tidak ingin mendapatkan masalah, oleh karena itu mereka harus menghabiskan beberapa menit lebih lama, hanya untuk keluar dari sekolah.


Kemudian mereka akhirnya sampai di sebuah rumah dua lantai, yang terlihat sederhana, setelah Aishu membuka kunci pintu rumahnya, mereka akhirnya masuk ke dalam rumah.


"Oh kau sudah pulang Aishu!" Ucap Seorang perempuan yang sebelumnya di temui oleh Yami, di toko roti, yap dia adalah Ai Kuro penjual roti, yang ternyata seorang Yokai, dari ras Yokai yang sering membawa keberuntungan, yaitu ras Yokai Kuroneko.


"Ibu! Tolong! Aku butuh bantuan! Kami sebelumnya melakukan beberapa hal, yang membuat kami mendapatkan masalah, lalu pria ini datang dan membantu kami, sayangnya dia terluka akibat dari membantu kami, ibu tolong sembuhkan dia, aku mohon Bu... tolong sembuhkan dia..." Ucap Aishu yang mulai mengeluarkan air mata.


Ai yang melihat ke arah putrinya,dan empat temannya yang lainnya, lalu melihat ke arah Yami, dirinya langsung tahu apa yang terjadi.


'Mereka terjebak di Dunia Mistis, dan akhirnya diselamatkan oleh anak ini ya, sepertinya dia seorang Shaman, hem... menarik sudah lama aku tidak bertemu Shaman semuda ini, tapi dia berhasil bertahan dari Roh Jahat Tingkat Bawah Tahap Enam.' Pikir Ai yang tersenyum tipis dalam benaknya.


"Baiklah akan ibu sembuhkan, tapi kau nanti harus menceritakan semuanya kepada ibu..." Ucap Ai dengan menatap tajam ke arah Aishu.


"Baiklah..." Ucap Aishu yang menundukkan kepalanya.


Kemudian Yami di bawa ke sebuah kamar oleh Ai, yang di bantu dengan Aoma dan Yuu, setelah itu Ai menyuruh mereka tetap di luar, sementara dirinya mengobati dengan tenang di dalam kamar.


"Heh, anak muda yang sangat baik..." Ucap Ai dengan tersenyum tipis.


"Hem... Dia akan jadi pria yang cocok untukku jadikan sebagai suami..." Gumam Ai yang mengelus pelan pipi kanan Yami.


"Fufu, sayangnya... Aku tidak dapat melakukan itu, sebab aku sudah tidak dapat bertahan hidup lebih lama lagi, tapi setidaknya dirimu dapat menjadi suami Aishu, dan dapat membahagiakannya." Ucap Ai dengan wajah sedih, sambil mengelus-elus pipi Yami dengan lembut, dan tersenyum sedih.


Kemudian Ai mulai mengeluarkan cahaya putih terang, dari kedua telapak tangannya yang dirinya letakkan di perut Yami, yang mulai secara perlahan tapi pasti, mengobati luka Yami secara perlahan-lahan.


Setelah selesai mengobati luka Yami, Ai mulai memperban luka-luka dari Yami, selesai dari memberikan perban kepada Yami, Ai menatap Yami sejenak sebelum akhirnya mencium dahi Yami lalu berbisik di telinga kanan Yami, sebelum akhirnya pergi meninggalkan Yami di dalam kamar.


"Terimakasih karena telah menyelamatkan Aishu..."


Tepat setelah Ai pergi, Yami segera membuka kedua matanya, Yami melihat ke arah pintu, setelah menatap selama beberapa saat, dan merasa Ai sudah pergi, Yami akhirnya menghela nafas lega.


'Inti Energi Rusak parah, dia mengobatiku meski sudah tahu itu akan membuatnya merasa sakit yang begitu luar biasa, wanita yang terlalu baik...' Pikir Yami dengan menatap ke arah langit-langit.


'Sama sepertinya...' Pikir Yami dengan wajah melankolis, lalu menutup kedua matanya.


'Hehe kau ini payah.'


'Priaku ini cengeng sekali.'


'Terimakasih...'


Berbagai suara dan kenangan mulai terlintas dalam benak Yami, tentang suara dan sosok seorang perempuan, hal ini membuat Yami membuka kedua matanya, dirinya menatap ke arah sekitar kamar.


...___________________________________...


...Jangan Lupa LIKE, COMMENT, SHARE, FAVORITE!...