
Bertahun-tahun yang lalu, di sebuah rumah kecil, di pinggir kota, terdapat seorang anak kecil yang melihat ke arah seorang pria.
"Hei paman sebenarnya apa alasanmu mengadopsiku?" Ucap anak kecil tersebut dengan wajah bingung.
"Entahlah hanya saja kau terlihat seperti diriku, haha mungkin saja kau benar-benar putraku, tapi sayang sekali aku belum pernah menikah, apa lagi melakukan hubungan bercocok tanam dan menanam benih! Haha!" Ucap pria tersebut yang tertawa terbahak-bahak.
"Mungkin... Kuharap kau benar-benar ayah kandungku..." Gumam anak tersebut dengan suara yang sangat pelan, yang hanya dapat di dengar oleh anak itu sendiri.
"Kalau begitu di mana ibuku? Bukankah kau mengadopsi seorang anak, setidaknya anak itu perlu sesosok ibu?" Ucap anak kecil tersebut yang menyeringai, mengejek pria tersebut karena masih jomblo, alias masih belum memiliki pasangan.
"... Kau bocah nakal!" Ucap pria tersebut yang menyentil dahi dari anak laki-laki tersebut, yang membuatnya mendengus kesakitan.
...
...
...
Kembali ke masa sekarang, saat ini Takeshi sedang menatap ke arah perempuan yang berada di depannya, yang sedang mencoba memohon maaf kepadanya, karena telah menyerangnya dengan sangat kuat, alasan dirinya melakukan itu karena Takeshi sebelumnya membuat Kirana mengingat masa lalu menyakitkannya.
Sebenarnya Takeshi saat ini marah, tapi mengetahui alasan Diana menyerangnya, membuat kemarahan Takeshi mereda dan berganti menjadi rasa malu, sebab dirinya memang salah sebelumnya, karena mengingatkan Karina mengenai hal yang menyakitkan baginya.
"Tidak apa-apa, aku memang salah sebelumnya karena mengingatkan mengenai hal yang menyakitkan, kalau aku menjadi dirimu aku pasti juga akan marah, tapi setidaknya aku tidak akan melampiaskannya secara brutal..." Ucap Takeshi yang masih dapat mengingat dipukuli habis-habisan sebelumnya.
"Uh... Maaf..." Ucap Diana meminta maaf sambil membungkukkan badannya.
"Haah... Sudah kukatakan aku memaafkanmu..." Ucap Takeshi yang menerima permintaan maaf dari Diana.
"Benarkah?!" Ucap Diana dengan wajah terkejut.
"Ya..." Ucap Takeshi yang menerimanya dengan wajah lelah.
"Sigh... Lain kali jangan kau lakukan ini lagi Diana..." Ucap Karina yang menatap tajam ke arah Diana, melihat tatapan dari Karina, Diana menjadi ketakutan dan bersembunyi di belakang Takeshi.
"Kalau begitu apakah aku berhasil bergabung?" Ucap Takeshi dengan menggaruk kepalanya.
"Tentu, lagi pula kau menang atau tidak kau akan tetap bergabung, sebab sangat jarang muncul seorang Bearer, oleh karena itu apapun yang terjadi kami ingin Bearer tersebut bergabung dengan kami." Ucap Karina sambil tersenyum tipis, yang menatap ke arah Takeshi dengan tatapan tenang, tapi bagi Takeshi itu merupakan tatapan yang menakutkan.
"Lalu apakah aku akan mendapatkan pelatihan?" Ucap Takeshi yang bertanya dengan ragu-ragu, sambil menggaruk kepalanya.
"Yap, kau akan di latih oleh Miruno mulai besok, kami akan melatihmu, sampai kau siap untuk menjalankan tugas, memusnahkan para Beast, tahap yang perlu kau capai minimal kau harus berada di level tiga." Ucap Karina yang memberikan penjelasan mengenai hal yang harus dilakukan oleh Takeshi.
"Aku mengerti!" Ucap Takeshi yang menganggukkan kepalanya, dengan bersemangat.
"Bagus, Diana kau dan Miruno tolong ajak Takeshi berkeliling, untuk membantunya dalam mengenali berbagai tempat di BOWP!" Ucap Karina kepada Diana dan Miruno.
"Eh... Tapi- Baiklah!" Sebelum Diana dapat mengeluh dirinya sudah ditatap dengan tatapan tajam oleh Karina.
"Baik Ketua..." Ucap Miruno yang menerimanya dengan nada datar.
"Itu perintah Ketua..." Ucap Miruno dengan nada datar, mendengar jawaban dari Miruno, Diana hanya bisa terdiam.
"Baiklah kalian segera pergi dan perkenalkan tempat ini kepada Takeshi." Ucap Karina yang segera menyuruh Miruno, Diana dan Takeshi untuk segera memulai.
Miruno segera berjalan duluan, yang diikuti oleh Takeshi, melihat mereka berdua Diana hanya bisa tersenyum pahit, lalu mengejar mereka berdua sebelum terlalu jauh.
Tepat setelah Miruno, Takeshi, dan Diana pergi, Karina berbalik ke arah tiga perempuan yang berada di belakangnya.
"Kalian kembali ke pos kalian masing-masing, dalam waktu dekat sepertinya tidak akan ada masalah besar yang akan terjadi, oleh karena itu kalian harus tetap waspada, cepat atau lambat pasti akan ada masalah besar yang menanti." Ucap Karina kepada tiga perempuan yang berada di hadapannya.
"Baik!" Ucap mereka bertiga, sebelum akhirnya menghilang dari sana, melihat hal itu Karina menatap ke udara kosong dengan tatapan melankolis.
"Yami... Aku merindukanmu... Haha apa yang aku pikirkan dia pasti sudah tiada bukan...?" Ucap Karina dengan nada melankolis, dan tatapan yang penuh rindu.
...
...
...
Sementara itu Takeshi saat ini sedang di antar oleh Miruno dan Diana ke berbagai tempat di markas BOWP, dalam perjalanan Takeshi menemukan bahwa organisasi Bearer Of World Peace, merupakan organisasi yang sangat besar, saat dirinya mengatakan besar, itu benar-benar sangat sangat besar.
Takeshi juga menemukan bahwa tempat tersebut memiliki banyak sekali teknologi canggih, dirinya bertanya-tanya untuk apa teknologi canggih jika kau dapat melakukan hal-hal keren, layaknya sihir, dan Diana mengatakan bahwa berbagai teknologi di sini di gunakan untuk melacak kejadian, atau tempat yang di mana, di sana terdapat seekor Beast.
Berbagai teknologi canggih untuk melacak keberadaan Beast di seluruh dunia, memang pilihan yang tepat, sebab jika tidak ada teknologi yang dapat diandalkan, maka para Beast akan sulit untuk dilacak, dan mengakibatkan banyak masalah di dunia.
Oleh karena itu Takeshi jadi mengerti alasan yang sangat penting, untuk adanya berbagai teknologi canggih.
Markas Bearer Of World Peace juga memiliki banyak pekerja, di berbagai tempat Takeshi akan menemukan banyak pekerja yang selalu berpapasan dengannya.
Mereka juga mengurus agar para Bearer, Spirit, ataupun Beast tidak tersiar ke publik, sebab hal itu dapat menimbulkan banyak masalah di berbagai tempat, karena mereka mungkin akan menjadi paranoia, yang selalu merasa bahwa dunia luar itu tidak aman, karena keberadaan dari para Beast.
Dapat Takeshi sampaikan bahwa markas Bearer Of World Peace atau di singkat dengan sebutan BOWP, memiliki tanggung jawab yang sangat besar, untuk membantu dan melindungi umat manusia dari para Beast.
Di tempat ini juga ada berbagai baju zirah berteknologi tinggi, jika sewaktu-waktu para Bearer terlalu sibuk di berbagai tempat, maka akan ada para manusia biasa, yang merupakan anggota dari divisi yang berbeda datang dan mengenakan baju zirah berteknologi tinggi, untuk menghadapi serta memusnahkan para Beast.
Setelah berkeliling dan melihat-lihat berbagai tempat di seluruh markas BOWP, Takeshi, Miruno, dan Diana, saat ini sedang bersantai di sebuah ruang makan khusus milik para Bearer.
"Makanannya enak!" Ucap Takeshi yang menatap ke arah makanannya dengan wajah tidak percaya, dirinya belum pernah makan makanan seenak itu seumur hidupnya.
"Haha tentu saja, bagaimanapun juga di tempat ini ada koki terbaik, dari seluruh dunia!" Ucap Diana dengan tersenyum lebar.
Mereka makan bersama, sambil membahas berbagai hal, sebelum akhirnya Miruno mengantar Takeshi kembali ke ibukota, sebab hari sudah mulai malam.
...___________________________________...
...Jangan Lupa LIKE, COMMENT, SHARE, FAVORITE!...