Reincarnation: System Shaman

Reincarnation: System Shaman
Chapter 53 - Masalah Perang



Di Tokyo terdapat enam klan Onmyoji kuno, yang sudah ada sejak zaman dahulu kala, mereka memiliki kemampuan dan tugas masing-masing.


Klan Sukainaito, mereka adalah pemimpin atau ketua dari keenam klan Onmyoji Tokyo, mereka memiliki keahlian dalam menggunakan berbagai senjata, mereka juga memiliki berbagai teknik senjata dari zaman kuno.


Klan Faiyābearā, salah satu dari enam klan Onmyoji yang berada di Tokyo, memiliki keahlian dalam mengendalikan api, yang dapat memusnahkan setiap Yokai jahat, yang mengancam Manusia.


Klan Earaidā, salah satu dari enam klan Onmyoji yang berada di Tokyo, memiliki keahlian dalam mengendalikan angin, mereka biasanya menjadi pembawa pesan para dewa-dewi, antara dunia para dewa-dewi Jepang dengan bumi yang terdiri dari para klan kuno pengikut para dewa-dewi, lalu Yokai, dan manusia biasa.


Klan Randohantā, salah satu dari enam klan Onmyoji yang berada di Tokyo, memiliki keahlian dalam mengendalikan tanah, mereka merupakan pemburu yang melindungi tanah para petani dari Yokai ataupun Roh Jahat.


Klan Shīdansā, salah satu dari enam klan Onmyoji yang berada di Tokyo, memiliki keahlian dalam mengendalikan air, mereka terkenal tidak hanya dalam mengendalikan air, tapi juga dalam meracik berbagai ramuan.


Klan Sandākontorōrā, salah satu dari enam klan Onmyoji yang berada di Tokyo, memiliki keahlian dalam mengendalikan petir, mereka biasanya menjadi pengirim pesan kemarahan para dewa-dewi, dengan menurunkan petir ke bumi.


Keenam klan tersebut ada untuk saling menjaga satu sama lain, dari Yokai ataupun dari hal-hal supranatural lain, yang berniat untuk melukai manusia biasa.


Mereka adalah orang-orang yang menyembah tiga dewa utama, yaitu


klan Sukainaito dan Faiyābearā, menyembah Dewi Amaterasu, klan


Earaidā, dan Randohantā, menyembah Dewa Tsukuyomi, klan Shīdansā, dan Sandākontorōrā, menyembah Dewa Susanoo.


Di antara para klan Onmyoji kuno yang berada di Tokyo, di Kyoto juga terdapat tiga klan kuno lainnya, yaitu klan Tengu, klan Kitsune, dan klan Kuroneko, masing-masing klan tersebut semuanya berhubungan baik dengan Yokai, bisa dikatakan setengah dari populasi ketiga klan tersebut merupakan seorang hybrida, atau setengah manusia setengah Yokai.


Sementara di Hokkaido, terdapat klan samurai kuno, yang bernama klan Muteki, mereka adalah klan samurai yang merupakan penjaga kota Jepang, dari di serang oleh ras Supranatural dari luar Jepang, mereka adalah prajurit para dewa, oleh karena itu mereka sangat tangguh, karena itulah nama klan mereka adalah Muteki, yang artinya tak terkalahkan.


...


...


...


"Kalau begitu bukankah hanyaharus menyembuhkan sang putri saja, maka perang akan terhindarkan?" Ucap dengan wajah bingung.


"Masalahnya tidak ada ramuan ataupun obat yang dapat menyembuhkan sang putri, oleh karena itu jika putri dari kepala klan Sukainaito benar-benar tiada, maka perang mungkin benar-benar pecah." Ucap kepala sekolah yang melihat ke arah Nana.


"Bagaimana jika aku dan Yami menyembuhkan sang putri, perang tidak akan pecah bukan?" Ucap Nana yang bertanya dengan nada penasaran kepada kepala sekolah.


"Hem... Itu mungkin saja, tapi apakah kau benar-benar yakin dapat menyembuhkan sang putri?" Ucap kepala sekolah dengan wajah ragu.


"Jika aku tidak berhasil, Yami pasti dapat menyembuhkannya sebab dia sangat berpengetahuan luas." Ucap Nana dengan wajah percaya diri.


"Benarkah itu?" Ucap kepala sekolah dengan nada ragu-ragu.


"Yap, Yami pasti bisa!" Ucap Nana yang menganggukkan kepalanya.


"Jika dirinya benar-benar dapat melakukannya, maka itu pasti akan mencegah perang..." Ucap kepala sekolah dengan menatap ke arah Nana.


"Aku pasti akan membuatnya menerima hal tersebut!" Ucap Nana dengan dengan wajah percaya diri sambil menatap ke arah kepala sekolah dengan penuh tekad.


"Baik, kalau begitu kau bawa dia kemari, setelah itu aku membawa kalian ke tempat klan Sukainaito." Ucap kepala sekolah yang menganggukkan kepalanya.


Kemudian Nana segera pergi mencari keberadaan Yami, sementara itu Lily menatap ke arah kepala sekolah, sebelum dirinya mulai berbicara.


"Aku tidak akan bergabung, tapi aku akan ikut dengan mereka untuk memastikan perang tidak akan terjadi." Ucap Lily yang memutuskan pilihannya.


"Begitukah, baik..."


"Aku juga akan ikut...!" Ucap Kenma yang tiba-tiba saja masuk, dirinya menatap tajam ke arah kepala sekolah.


"Ouh kau pada akhirnya tetap kembali ya, lagi pula aku membiarkan salah satu trikmu tetap bekerja." Ucap kepala sekolah sambil tersenyum kepada Kenma.


"Trik, ouh apakah kau memasang penyadap di ruangan ini, jadi karena itu kau kembali ke mari hah?" Ucap Lily yang menatap Kenma dengan senyum mengejek.


"Baiklah, aku akan membiarkanmu, aku hanya dapat membawa sembilan orang bersamaku, Yami, dan Nana sudah dipastikan ikut, Kenma juga akan ikut... Lalu siapa lagi?" Ucap kepala sekolah kepada seluruh orang yang berada di dalam ruang kantor kepala sekolah.


"Sigh... Kurasa aku juga akan ikut..." Ucap Lily yang menghela nafas panjang.


"Aku... Kurasa aku juga akan ikut, mungkin elemen cahayaku dapat membantu..." Ucap Hikari dengan menundukkan kepalanya.


"Ah, sepertinya banyak yang ikut... Kalau begitu aku juga akan ikut." Ucap Kazane yang menatap ke teman sekelasnya.


"Begitu, berarti sudah ada tujuh termasuk diriku, kalau begitu tiga yang terakhir akan menjadi milik Chizu Chinatsu, Farayaka Hana, Haruki Isshin." Ucap kepala sekolah yang mengungkapkan siapa saja yang akan ikut bersamanya dari sisi OSIS.


"Halo namaku Chizu Chinatsu, aku adalah ketua osis saat ini..." Ucap seorang perempuan yang melangkah maju dan memperkenalkan diri.


"Ara Ara namaku Farayaka Hana, aku wakil ketua OSIS saat ini, tolong jaga aku, terutama Kenma-kun!" Ucap seorang perempuan yang berada di sebelah Chizu sebelumnya, dirinya memperkenalkan diri sebagai wakil OSIS, dengan cara yang menggoda dirinya juga menggoda Kenma, apa lagi mengedipkan sebelah matanya ke arah Kenma, yang tidak dibalas sama sekali oleh Kenma.


"Heh sebaiknya kalian berterimakasih karena aku akan ikut bersama kalian, jadi aku dapat melindungi kalian di saat kalian akan mati! Namaku Haruki Isshin ingat nama orang yang akan melindungi kalian!" Ucap seorang pria arogan yang melangkah maju dan menatap ke arah Kenma dengan sombong.


"Cukup Haruki, kita sedang berada di kantor kepala sekolah, jangan membuat masalah yang tidak perlu!" Ucap Chizu yang menatap tajam ke arah Haruki.


"Baik-baik... Cih!" Ucap Haruki dengan wajah kesal.


"Ratu Naga... Apakah kau tahu tentang Ryu-Faiasutōmu?" Ucap Kenma yang tiba-tiba saja bertanya kepada kepala sekolah, hal ini membuat kepala sekolah menatap ke arah Kenma dengan mata lebar.


"Kau... Siapanya Faiasutōmu?" Ucap kepala sekolah dengan wajah terkejut.


"Aku... Tidak, tidak jadi..." Ucap Kenma yang membatalkan pertanyaannya.


...___________________________________...


...Jangan Lupa LIKE, COMMENT, SHARE, FAVORITE!...