
Yami kemudian berjalan menuju ke tempat, yang menjual berbagai macam perabotan rumah tangga.
Yami pertama membeli ranjang tempat tidur, lalu kipas angin, kemudian AC, dan berbagai perabotan lainnya yang di butuhkan.
Setelah membeli itu semua, dan menyimpannya di Kertas Jimat, Yami kemudian pergi ke toko penjual peralatan dapur, seperti penggorengan, panci, dan berbagai peralatan memasak lainnya, juga peralatan yang dibutuhkan untuk makan dan minum, seperti piring, sendok, garpu, dan gelas.
Kemudian Yami pergi ke berbagai toko yang dibutuhkan untuk menghias rumah barunya, yang akan digunakan sebagai tempat berkumpulnya para anggota Faksinya, lalu setelah selesai Yami segera pergi ke bangunan tua, yang berada di luar Kota Sakura, yang di mana tempat itu akan menjadi markas Faksinya.
Yami juga tidak lupa untuk mengubah wujudnya, menjadi sosok iblis yang dilihat oleh Kuso, sesampainya di sana Yami menjadi cukup terkejut, sebab dirinya tidak menyangka bahwa Kuso dapat membersihkan semua halaman itu seorang diri.
Karena bagaimanapun juga Yami berniat untuk membantu Kuso, jika dirinya tidak dapat membersihkan seorang diri, tapi yang tidak diduga-duga oleh Yami, bahwa Kuso dapat menyelesaikan semua itu seorang diri, Yami kemudian berjalan masuk ke dalam rumah besar yang terlihat tua tersebut.
Yami kembali di buat terkejut, karena di dalam rumah tersebut semuanya terlihat begitu bersih, hal ini membuat Yami bertanya-tanya apakah bakat terpendam Kuso adalah seorang Maid.
"Kuso! Kau berada di mana!" Ucap Yami yang memanggil dan mencari Kuso di mana-mana, tapi Yami segera menemukannya, karena Kuso sedang tertidur di sebuah ruangan yang berada di dekat pintu masuk.
"Huff... Kurasa aku harus membuatkan makanan untuknya terlebih dahulu, lagi pula dia belum makan apapun dari kemarin." Gumam Yami yang melihat ke arah Kuso yang sedang tertidur di lantai.
Yami kemudian pergi mencari tempat yang mirip dengan dapur, lalu Yami mulai mengeluarkan berbagai macam peralatan memasak.
Kemudian Yami mulai memasak nasi, lalu Yami mencoba untuk membuat telur gulung, kemudian sambil menunggu telur gulung matang, Yami membuat Salinan dirinya, dan lalu menyuruh mereka untuk mulai menempatkan berbagai perabotan, di tempat yang sesuai.
...
...
...
Namaku Kuso Noroi, aku memiliki seorang ibu yang memiliki pekerjaan menjadi seorang penghibur, ayahku telah lama tiada, semenjak ayahku tiada aku hidup bagaikan di neraka, karena aku harus hidup mandiri, sebab ibuku tidak pernah mengurusiku lagi, dirinya bahkan jarang pulang.
Di sekolah aku sering di bully oleh tiga anak perempuan, aku tidak tahu apa salahku kepada mereka, tapi mereka terus menggangguku, baik secara fisik maupun verbal, aku mengalami banyak luka setiap harinya, di rumah juga ibu juga mulai memukuliku, semenjak aku mulai membutuhkan uang untuk kebutuhan sekolah.
Baik di rumah maupun di sekolah, aku mengalami neraka yang begitu mengerikan, aku benci dilahirkan di dunia ini, aku benci dengan kesetaraan yang dikatakan oleh semua orang, aku benci.
Kupikir di dunia ini terdapat kesetaraan bagi manusia, tapi itu semua hanyalah fasad, di dunia ini orang memandangmu melalui fisik, keterampilan, cara bersosialisasi, kekayaan, dan berbagai hal lainnya.
Aku tidak memiliki itu semua, aku payah dalam berbagai hal, kecuali melakukan bersih-bersih, sebab dari kecil aku sudah melakukannya, aku ingin semua penderitaan ini berakhir, tapi ini semua tidak berakhir, sampai suatu hari aku kembali di ganggu oleh tiga anak perempuan, yang sering menggangguku di sekolah.
Setelah selesai mengganggu dan mengambil uangku, yang aku dapatkan dari ibuku, dengan susah payah, sebab dirinya tidak pernah mau memberiku uang sedikitpun, aku menangis pada saat itu, aku marah, aku tidak ingin mengalami semua penderitaan itu.
Dia ternyata benar-benar iblis, dia mengatakan bahwa dirinya dapat membantuku, membalas tiga perempuan yang sebelumnya sering menggangguku.
Hal ini membuatku senang, tapi juga bingung mengapa iblis tersebut mau membantuku untuk balas dendam, ternyata iblis itu akan membuat kontrak, yang di mana aku akan menjadi budaknya, sebagai ganti aku dapat membalas dendam kepada tiga perempuan tersebut.
Aku langsung menerima hal itu, iblis itu bertanya apakah aku tidak akan dicari oleh kedua orangtuaku, tapi aku hanya mengatakan bahwa tidak akan ada yang peduli lagi kepadaku, sebab ibuku hanya seorang penghibur, yang tidak memperdulikanku sama sekali, bahkan dia lebih sering memukuliku akhir-akhir ini.
Dia mengatakan akan membuat ibuku menjadi budaknya juga, tapi aku segera menolaknya, meski dia sekarang menjadi ibu yang snagat buruk sekalipun, dia tetap ibuku, jadi aku menolaknya.
Kemudian kontrak berhasil di buat, aku melihat mereka bertiga mengalami kecelakaan yang begitu mengerikan, pada saat itu untuk pertama kalinya aku merasakan kebahagiaan dan kesenangan, setelah sekian lama menderita di neraka yang di sebut kehidupan ini.
Kemudian aku juga melihat, bahwa mereka akan hidup dengan tubuh mereka yang hilang, selama sisa hidup mereka, hal ini membuatku menjadi sangat senang, pada saat itu juga aku bersumpah akan mengabdikan jiwa dan ragaku, kepada iblis yang berada di depanku saat ini, aku akan melakukan apapun yang diperintahnya, bahkan jika itu harus mengorbankan nyawaku sekalipun, jika itu perintahnya maka aku pasti akan melakukannya.
Ternyata nama iblis yang berada di depanku bernama Miyata, dengan kehidupan baru yang aku dapatkan, mulai hari ini aku bersumpah akan melakukan semua perintah dari sosok yang telah menyelematkanku dari neraka itu, dan akan menjadi pelayanannya yang paling dapat diandalkan dan siap digunakan, juga diperintahkan olehnya kapanpun.
...
...
...
"Hem... Bau makanan?" Gumam Kuso yang baru saja terbangun dari tidurnya, dirinya kemudian tersadar bahwa saat itu dirinya sedang tidur di sebuah ranjang tempat tidur yang empuk, hal ini membuat Kuso kebingungan, tapi dirinya kembali tenang, sebab dirinya tahu bahwa yang membuatnya berada di ranjang tempat tidur pasti Yami.
"Hanya Miyata-sama saja yang seharusnya tahu tentang tempat ini." Gumam Kuso yang berjalan keluar dari kamarnya, di lorong Kuso melihat sudah banyak perabotan yang berada di sekitar, Kuso kemudian berjalan menuju ke arah bau makanan yang dirinya cium.
"Oh kau sudah bangun, cepat ke sini dan segera makan, setelah itu ada yang ingin aku katakan." Ucap Yami yang sedang membaca buku novel di kedua tangannya, yang sedang duduk di meja makan.
"Tapi itu tidak akan sopan, karena saya hanya seorang maid, tidak pantas jika saya makan sambil duduk di meja yang sama dengan anda Miyata-sama." Ucap Kuso yang menolak penawaran Yami.
"Aku tidak peduli, kau budakku jadi dengarkan dan turuti perkataanku." Ucap Yami yang sedikit memberikan tekanan, hal itu membuat Kuso terdiam sejenak, sebelum akhirnya berjalan dan akhirnya duduk di sebelah Yami, lalu mulai makan makanan buatan dari Yami.
Selesai makan, Kuso pergi ke tempat cuci, setelah mencuci bersih peralatan yang habis digunakan, Kuso kembali ke meja makan, menunggu perintah dari Yami yang selanjutnya.
...___________________________________...
...Jangan Lupa LIKE, COMMENT, SHARE, FAVORITE!...