My Vampire CEO (After Death)

My Vampire CEO (After Death)
Chapter 7 - Werewolf pack



Dalam perjalanan ke hotel, Rose dan Alex tidak ada yang memulai pembicaraan. Wanita itu tadi hanya berbicara saat memberikan alamat hotelnya. Hingga penasaran Alex timbul akan pertanyaan sebelumnya.


"Apa kamu sedang ada masalah? Melihat tadi di cafe kamu menangis." Tanya Alex dengan sedikit melirik wanita di sampingnya.


"Tidak." Jawab Rose singkat.


Rose menjawab acuh tak acuh sambil melihat ke jendela mobil. Dia tidak ingin menceritakan masalahnya kepada orang asing.


"Aku tahu kalau aku adalah orang asing bagimu. Maka dari itu aku ingin mengenalmu dan menjadi temanmu. Ah, aku tidak ada maksud apa-apa. Aku hanya ingin berteman." Ujar Alex dengan tenang.


Tidak terasa mobil pun sudah sampai di depan hotel. Sebelum turun Rose menjawab pertanyaan Alex.


"Sorry. Tapi aku sudah punya teman. Dan aku tidak butuh teman lain." Ujar Rose kali ini dia menatap Alex dengan tatapan dingin.


Dia melangkah turun dari mobil dan mengucapkan "Terimakasih" melalui jendela mobil.


Alex memegang kemudi dengan sangat erat sambil melihat Rose perlahan menjauh.


"Aku tahu kamu sedang ada masalah dengan Revon. Bahkan tidak ada sedikitpun aroma lelaki itu di tubuhmu. Hmm..Aku akan pergunakan kesempatan ini sebaik mungkin." Gumam Alex lalu menancap gas pergi dari area hotel.


•••


Alex Basecamp


Rumah luas yang terbuat dari kayu mulai terlihat dari kaca mobil Alex. Terlihat beberapa lelaki sedang berbincang di teras rumah itu.


Alex memarkirkan mobilnya dan turun membawa kantong plastik berisi snack dan wine.


"Akhirnya datang juga makanannya." Ujar lelaki berambut blonde dengan tubuh atletis.


"Ingat kamu tadi kalah bertarung denganku, Dean. Jadi kamu tidak dapat jatah snacknya." Ujar lelaki dengan rambut hitam sebahu dan tubuh yang tinggi kekar.


"Hey! Jangan sembarangan! Tidak ada kesepakatan itu tadi. Jangan mengarang, Lee." Ujar Dean membantah.


"Kamu saja yang lupa. Otak kecilmu tidak bisa mengingat dengan baik. Apa perlu aku berikan sedikit clue agar kamu ingat?" Jawab Lee sambil mencengkram kerah baju Dean.


"Yeah. Itu berarti jatah kita lebih banyak. Iya kan, Tailor?" Ujar lelaki dengan tubuh sedikit kurus dan rambut ikal coklatnya.


"That's right, Rick. Sudah biarkan mereka berkelahi Bos. Kita akan sangat senang melihatnya." Ujar Tailor kepada Alex.


"Berhenti bermain-main. Aku ada sesuatu yang ingin aku bicarakan." Ujar Alex dengan raut wajah serius.


"Ada apa Bos? Apa vampir sombong itu menemui Bos lagi?" Tanya Lee dengan geram.


"Tidak. Vampir itu sudah lama tidak menemuiku. Ini soal... wanita." Ujar Alex.


"Wanita?" Tanya Rick bingung.


"Apa Bos sudah punya pacar baru?" Tanya Dean yang membuat Alex ingin memukul kepalanya.


"Aku tidak punya pacar baru. Setidaknya belum." Ujar Alex dengan smirknya.


"Apa maksudmu Bos?" Tanya Lee.


"Kalian ingat kalau dulu aku menyukai seorang wanita yang berkunjung ke taman bermain?" Ujar Alex sambil menatap temannya yang sekaligus kawanan packnya. Walau masih ada anggota kawanan lainnya, tapi mereka tidak sedekat dengan 4 lelaki ini.


"Ah, wanita yang tidak bisa melempar kaleng?" Tanya Dean yang membuat Tailor dan Rick tertawa.


"Yah dia. Aku menyukai dia. Tapi ternyata dia adalah mate dari vampir itu." Ujar Alex.


"Itu membuat kalian berkelahi di hutan memperebutkannya." Ujar Lee.


"Tapi tadi aku baru saja bertemu dengan wanita itu. Dia sedang sendirian tanpa vampir itu. Aku menebak dia pasti sedang ada masalah dengannya karena aku melihat dia menangis di cafe. Satu lagi, aku tidak mencium aroma vampir itu sama sekali pada tubuh wanita itu." Ujar Alex.


"Kalau tidak tercium sama sekali.. berarti dia sudah lama tidak berdekatan dengan vampir itu." Ujar Lee.


"Ini hal baik, Bos. " Ujar Tailor dengan tersenyum.


"Yes! Sangat-sangat baik." Ujar Alex dan tersenyum lebar.