
Alex POV
Di tengah-tengah istirahat tidurku di ranjang hotel yang empuk. Aku dikejutkan dengan ketukan di pintu kamarku.
Tok. Tok. Tok.
Tok. Tok. Tok.
Tok. Tok. Tok.
ARRGGHHH!!! Siapa yang mengetuk pintu kamarku! Tidak tahu apa aku sedang tidur? Pikirku sambil menutup telinga dengan bantal.
Namun suara ketukan itu lama-lama sangat mengganggu karena berubah menjadi gedoran yang sangat keras.
"F*ck!" Umpatku.
Lalu dengan kesal aku menuju ke pintu dan membukanya dengan kasar.
"What?!" Teriakku kepada siapapun yang ada di depanku.
"Lama sekali buka pintunya? Kamu tidur di dalam kamar atau di dalam hutan? Aku gedor-gedor pintu sampai tidak kedengaran." Ujar wanita di depanku.
Pasti dia!
"Ada apa? Kamu ini, tidak bisa apa membiarkanku tenang sebentar saja?!" Ujarku.
"Kita harus pergi membeli pakaian untukmu. Dan juga aku harus membeli kado untuk diberikan kepada pengantinnya. Btw, kamu ada saran tidak?" Tanyanya.
"Tidak ada. Aku mau siap-siap dulu. Kamu mau masuk apa berdiri di situ?" Ujarku tidak sabar.
Tanpa menjawab perkataanku, dia mendorong pintunya agar terbuka lebih lebar. Setelah itu dia masuk dan duduk di sofa yang ada di depan televisi.
"Jangan lama-lama!" Teriaknya saat aku masuk ke dalam kamar mandi.
Aku tidak menjawabnya dan melanjutkan aktivitasku membersihkan diri. Samar-samar aku mendengar suara gaduh dari arah kamarku.
Apa yang wanita itu lakukan?
Perasaanku tidak enak dan segera aku selesaikan aktivitasku di kamar mandi. Mengeringkan rambutku dan keluar dari dari kamar mandi.
Seketika aku membelalakkan mata melihat pemandangan di depanku. Wanita itu sedang mengeluarkan seluruh isi tasku.
"Apa yang kamu lakukan? Kenapa kamu mengeluarkan semua isi tasku, huh?" Ujarku dengan kesal.
"Karena kamu lama di kamar mandi, dan aku tidak punya kegiatan. Jadi.. aku membuat kegiatan, memeriksa tasmu. Kamu hanya membawa belati, satu rokok, satu kaos dan dompet yang isinya cuma selembar uang dollar. Kamu ingin memerasku?" Ujarnya tidak percaya.
"Kamu yang memintaku datang ke sini. Jadi, sudah seharusnya kamu yang menanggung semua biayaku selama disini, kan? Ayo pergi sekarang." Ujarku yang sudah memakai pakaian lengkap.
Aku melihat raut wajahnya yang kesal dan menatapku tajam. Akhirnya aku bisa melakukan pembalasan.
Rasakan itu author bangs*t! Hahaha...
"Dasar Anj*ng!" Gumamnya lirih.
"Aku mendengarnya. Sudahlah aku tidak mau pergi!" Ujarku dengan satu alis terangkat.
•••
Saat sampai di salah satu pusat perbelanjaan yang ada di Kota Surabaya. Alex dan Aff pergi keluar masuk dari toko souvenir hingga pakaian. Namun tidak ada dari salah satu barang yang menarik untuk Aff jadikan kado.
"Tidak ada yang cocok. Semua terlihat biasa. Eh, kamu kan dari Paris. Seharusnya kamu belikan barang disana. Ralat! Semua barang bagus dan mahal yang ada di sana." Ujar wanita itu.
"Kenapa aku? Lagipula kamu minta pun aku tidak mau. Sudah pilih saja barang yang menurutmu bagus disini." Jawab Alex dengan santainya.
"Ya sudah. Kita beli pakaian untukmu dulu saja. Jangan aneh-aneh ya! Awas kamu beli semua barang yang kamu suka dan menguras seluruh isi kantongku." Ujar Aff memperingatkan.
Alex hanya mengangkat kedua bahu dan berjalan lebih dulu. Setelah memilih toko pakaian yang menarik perhatiannya, Alex masuk tanpa mengajak wanita itu.
Setelah beberapa menit, Alex tiba-tiba datang ke kasir dengan sekeranjang pakaian yang mahal.
Melihat itu, Aff menginjak kaki Alex dengan sangat keras sambil menatap tajam ke arahnya. Alex menahan sakit di kakinya.
Mereka saling beradu tatapan, membuat penjaga kasir yang seorang wanita menatap mereka dengan aneh.
"Apa belanjaannya sudah?" Tanya penjaga kasir itu.
"Sepertinya ada yang ukurannya terlalu kecil untukmu." Ujar Aff kepada Alex.
"Semuanya pas." Ujar Alex tidak mau kalah.
"Hahaha. Kamu pasti salah ambil. Haha. Cepat kembalikan."
"Aku bukan orang yang ceroboh."
"Tapi kamu tidak memerlukan pakaian sebanyak itu." Ujar wanita itu dengan melirik tajam kepada Alex.
"Aku sangat memerlukannya." Ujar Alex dengan smirknya.
Dari balik meja, dia menengadahkan tangannya untuk meminta segala bentuk alat pembayaran dari Aff. Melihat itu, Aff terpikirkan sesuatu.
"Baiklah. Biar aku yang bayar." Ujarnya.
"Tidak usah... Aku bisa bayar sendiri." Ujar Alex sambil mengisyaratkan tangannya untuk memberinya uang atau apapun untuk membayar ke kasir.
Wanita itu tidak memberikan apapun ke Alex dan tersenyum penuh arti. Karena tidak mau terlihat seperti orang bodoh yang mengambil banyak barang tanpa bisa membayar dihadapan kasir. Dengan terpaksa Alex berpura-pura mengambil pakaian lain dan membawa keranjangnya.
Dia mengembalikan beberapa pakaian ke raknya lalu kembali ke kasir.
"Memang sulit untuk menentukan pakaian mana yang mau dibeli." Ujar Aff dengan menahan tawa. Lalu barulah Aff memberikan kartu black cardnya ke Alex melalui balik meja.
Penjaga kasir selesai menghitung dan membungkus semua pakaian. Alex memberikan kartu kredit itu kepada kasirnya. Setelah selesai berbelanja, Aff tiba-tiba terpikirkan sesuatu ide.
"Paket bulan madu keliling Turkey dan Yunani selama 1 bulan. Ah, itu sangat cocok untuk kadonya." Teriak Aff dengan senang lalu menatap ke arah Alex.
"Good. Jadi aku tidak perlu pusing mengikutimu mencari kado lagi." Ujar Alex dengan senang lalu menarik ibu jarinya untuk memberikan like.