My Vampire CEO (After Death)

My Vampire CEO (After Death)
Chapter 52 - Ouch my face



Chapter Sebelumnya


Dengan sedikit kasar Revon meraih dagu wanita itu agar kembali menatapnya. Pancaran ketakutan terlihat dari mata Rose membuat Revon menghembuskan nafas kasar.


"Apa kamu takut denganku?" Ujar Revon dengan nada datar.


Rose menatap mata lelaki itu yang seakan menariknya masuk. Dia menelan ludahnya dengan susah payah.


"Apa yang kamu takuti dariku? Aku bahkan tidak pernah memukulmu." Ujar Revon dengan frustasi.


"Hitam pekat.. Kegelapan.. Warna bola matamu... membuatku seakan tertarik kembali ke dalam kegelapan." Ujar Rose dengan lirih.


Mendengar itu Revon terdiam, bibirnya membentuk garis tipis. Segera dia menurunkan tubuh Rose dari pangkuannya dan berjalan keluar dari kamar tanpa menoleh.


Rasa sesak yang memenuhi rongga dadanya membuat Rose menarik nafas dalam-dalam. Dia terduduk di sofa sambil memeluk kedua lututnya.


"Apa yang sudah aku katakan? Tidak. Aku tidak mungkin mengatakannya, kan?" Gumam Rose.


Suara rintik hujan memenuhi indra pendengaran. Semakin lama rintik hujan semakin deras. Malam ini hujan sepertinya akan berlangsung lama.


•••


Mengapa dia takut dengan warna bola mataku?


Apa dia trauma dengan kegelapan karena kejadian itu?


Dengan gerakan cepat Revon menuju dapur dan membuka kulkas di sana. Terlihat di dalamnya kantong-kantong darah yang berjejer rapi.


Rasa haus mulai terasa di tenggorokannya. Mengambil satu kantong darah dan merobek sedikit ujungnya.


Baru tegukan pertama, dia mengernyit jijik dan menghentikan acara makannya. Seakan menambah kekesalannya, dia merasakan Alex datang seperti biasa. Dengan seenaknya.


"Jika kamu datang hanya untuk menyulut emosiku, lebih baik kamu keluar sekarang." Ujar Revon yang sedang membuang kantong darah ke tempat sampah.


"Lanjutkan saja acara makan malammu, tidak perlu menawarkanku." Ujar Alex yang sedang bersandar di pantry.


"Aku tidak akan menawarkanmu. Karena aku tidak punya makanan anjing." Ujar Revon dengan smirknya.


"Kamu baru saja bertemu Rose, kan? Aku ingin bertemu dengannya." Ujar Alex menatap tajam Revon.


"Kamu bodoh atau idiot?! Aku sudah mengatakan permintaanku. Jangan harap kamu akan bertemu dengannya......" Ujar Revon yang tiba-tiba terhenti ketika melihat seseorang sedang berjalan ke arah dapur.


Apa yang dia lakukan? Kenapa dia keluar dari kamar sekarang?! Shit. Pikir Revon dengan kesal namun berusaha untuk tetap tenang.


Saat Revon ingin beranjak dari tempatnya berdiri, detik itu juga Alex mencium aroma tubuh Rose dan seketika menahan Revon saat akan lewat di depannya.


Apa yang terjadi selanjutnya?


Revon menarik tangan Alex yang berada di bahunya dan memutar lengannya hingga membuat tubuhnya terpaksa ikut berputar 180°.


"What the ****!" Teriak Alex dengan wajah yang kini berada di atas pantry dengan tubuh yang menunduk.


Alex mulai membalas, kuku tangannya yang memanjang dengan cepat dia hujamkan ke sisi samping tubuh Revon.


Darah mengalir dari luka hujaman itu. Di saat yang sama, Rose sampai di area dapur.


Sreeecchh. Braak.


Revon menarik tubuh Alex, sedangkan Alex yang mencoba mencari pegangan membuat goresan yang dalam di pantry. Namun percuma saja karena Revon melemparnya dengan keras hingga menabrak peralatan dapur yang tertata rapi.


"Apa yang kalian lakukan?! Stop it!" Ujar Rose yang semakin berjalan mendekat ke arah mereka.


"Hah! Ternyata aku bisa bertemu denganmu semudah ini, Rose. Beruntung aku tidak mendengarkan permintaan vampir gila ini." Ujar Alex dengan tertawa kecil.


"Shut up!" Ujar Revon disela-sela rahang yang mengeras.


"Jangan dengarkan dia. Dia hanya berbicara melantur." Ujar Revon tanpa melihat ke arah Rose.


"Oh dia memintaku untuk..." Ujar Alex yang terhenti karena tubuhnya kembali dilempar hingga menabrak lemari yang berisi piring, gelas dan barang-barang mudah pecah lainnya.


Setelah itu Revon memukul wajah Alex dengan keras hingga darah keluar dari sudut bibirnya juga hidungnya.


"Really? Kamu merusak wajah tampanku. Aku tidak akan tinggal diam!" Ujar Alex lalu menggunakan kukunya untuk mencakar wajah Revon. Namun Revon dengan cepat menghindar sehingga hanya terkena sedikit cakaran.


Alex kesal karena tidak berhasil melukai wajah Revon. Sekuat tenaga dia menendang perut Revon dan membuatnya hampir terpental.


"Alex! Revon! Hentikan semua ini. Tingkah kalian sangat kekanak-kanakan." Teriak Rose.


"Kembali ke kamar, Rose. Jangan keluar sebelum aku mengizinkanmu." Ujar Revon yang masih tidak menatap mata Rose.


"Jika aku pergi pasti kalian akan lanjut saling memukul dan melempar. Hentikan sekarang juga." Ujar Rose menatap tajam ke arah Revon lalu ke arah Alex.


"Rose, jangan hiraukan kami. Aku masih harus memukuli wajah jelek itu." Ujar Revon.


"Hey! Aku lebih tampan darimu. Rose jangan dengarkan dia yang tukang perintah. Oh My God, aku lega kamu sudah sadar." Ujar Alex yang entah bagaimana sudah berdiri dan berjalan mendekati Rose.


Revon segera meraih leher Alex dan menahannya agar tidak berjalan mendekati Rose.


"Sepertinya aku harus mematahakan kakimu." Ujar Revon dengan menatap Alex tajam.


"Aku akan mengoyak kepalamu lebih dulu." Ujar Alex dengan santainya.


"Jangan bermain-main denganku." Ujar Revon dengan mencengkeram leher Alex.


"Stop! Tidak bisakah kita duduk dan berbicara? Kalian membuatku pusing." Ujar Rose dan melihat semua kekacauan yang mereka akibatkan.


Revon melepaskan Alex dengan kasar dan berjalan menghampiri Rose.


"Kenapa kamu keluar dari kamar? Kamu tidak mendengarkan perkataanku tadi?" Tanya Revon dengan suara selembut mungkin.


Ya, dia masih mencoba untuk tidak kesal. Dan lagi-lagi dia tidak menatap mata Rose.


"Kenapa kamu tidak menatap mataku?" Tanya Rose dengan mengerutkan alis.


"Aku hanya tidak ingin membuatmu takut. Aku masih merasa emosi dan kesal." Ujar Revon.


"Rose, apa kamu punya kotak P3K?" Tanya Alex yang sudah di samping Rose.


Secara bersamaan Revon dan Rose menjawab.


"Ya." Ujar Rose.


"Tidak." Ujar Revon.


Ada seorang vampir yang tertangkap mata Revon sedang lewat, tanpa ragu Revon memanggilnya.


"Kamu berikan dia kotak P3K. Lalu usir dia." Ujar Revon singkat lalu menarik tangan Rose meninggalkan ruangan yang sudah kacau itu.


•••


Hai Readers😊


Maaf ya updatenya lamaaaa banget. Tapi sesuai janji author akan update setiap minggu sekali. Kadang aku kasih bonus update dua kali ya wkwk.


Thank you buat (E.Mun Author dari Kisah Cinta Pangeran Jayanaga) yang udah buatin ini. Aku kaget pas tiba-tiba dia nawarin diri buat bikinin wkwk.